Grup nasyid putri MBS, Sin Cos tan menahbiskan diri sebagai grup nasyid terbaik se DIY dalam ajang MTQ Pelajar tingkat Provinsi.

Setelah menjadi yang terbaik di Sleman, Sin Cos Tan mewakili kabupaten Sleman maju ke tingkat Provinsi DIY. Bersaing dengan 4 kontestan dari kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Kota Yogya, grup nasyid yang di arsiteki Mas Era Sugiarso dengan 4 personel Adzaniya Maghfira Sausan, Aqila Fadiya, Rahma Annisa dan Wisda Via Nur Fallah kembali mencuri perhatian dewan juri dengan mengumpulkan point tertinggi.

Sukses ini melengkapi rentetan prestasi Sin Cos Tan, yang di ajang sebelumnya juga berhasil meraih gelar juara 1 di korwil Sleman timur dan kabupaten Sleman.

Membawakan 2 buah lagu “ kini kau telah dewasa” dan “ cahaya hati ” , Sin Cos Tan tampil kompak dan powerfull. Menggunakan kostum warna biru kombinasi putih, perpaduan vokal dan koreografi yang disuguhkan grup Nasyid putri ini sangat menghibur dan tidak monoton.

Tepuk tangan meriah dan applaus dari penonton dan dewan juri di aula gedung serbaguna SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menjadi pertanda, penampilan yang disuguhkan Sin Cos Tan pada gelaran MTQ  pelajar tingkat Provinsi tahun ini sangat impresif. Hal ini terlihat dari chemistry diantara mereka yang terjalin dengan baik.

Berlatih keras, tidak egois satu dengan yang lain menjadi kunci keberhasilan Sin Cos Tan menjadi grup Nasyid terbaik di ajang ini.

“Alhamdulillah, hari ini kami kembali bisa memberikan yang terbaik buat MBS. Piala ini spesial kami persembahkan untuk pondok kami yang tercinta, yang sebentar lagi menyongsong satu dasawarsa, menurut aqila. Insya Allah kami juga akan coba membuat satu lagu ciptaan kami sendiri yang kami dedikasikan untuk MBS, sebagai bentuk rasa terimakasih kami kepada pondok yang telah mendidik kami, ustadz ustadzah yang dengan sabar dan tak kenal lelah mengingatkan kami selama kurang lebih 4-6 tahun, mudah-mudahan lagunya sudah bisa di launching di acara gebyar satu dasawarsa MBS”, imbuhnya.

Semangat pahlawan banyak diasumsikan sebagai salah satu bentuk hasil dari memperingati hari pahlawan yang kemudian dijadikan sebagai bentuk hormat terhadap jasa para pahlawan terdahulu. Namun, dalam konteks ini semangat pahlawan sebenarnya memiliki arti yang luas salah satunya “semangat untuk berjuang menjadikan diri sendiri bahkan orang lain lebih baik dan berguna bagi nusa bangsa, boleh jadi dengan memperbaharui rasa nasionalisme serta berusaha berkontribusi untuk negara guna memperbaiki citra negara.

Salah satu cara menumbuhkan semangat pahlawan adalah dengan memperingatinya, yaitu pada tanggal 10 November, sebenarnya bukan pada hari peringatannya, namun yang terpenting adalah implementasi nyata itu sendiri yang lebih diwujudkan pada gerakan langkah kita dalam kehidupansehari – hari. Presiden Republik Indonesia yang pertama pernah berkata. “ Perjuanganku lebih mudah karena hanya mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”, faktanya sekarang itulah yang terjadi, maka dengan demikian semangat seperti seorang pahlawan itu memang sangat dibutuhkan.

Seluruh warga Indonesia seharusnya tetap memilik tujuan untuk terus menumbuh kembangkan sifat semangat bagaikan seorang pahlawan dalam segi apapun. Dengan keikhlasan dalam berjuang serta semangat yang menggebu maka akan menjadikan sebuah perjuangan akan terasa lebih mudah. Seorang yang bersungguh–sungguh dalam berjuang takkan pernah berdiam diri karena sesungguhnya perjuangan adalah pergerakan.

Sifat-sifat seperti rela berkorban, pantang menyerah, percaya pada kemampuan diri sendiri. Kesetiakawanan dan sosial yang tinggi harus ditanamkan kepada seluruh individu. Agar setiap individu memiliki sebuah semangat yang dapat disalurkan terhadap tindakan positif yang akan menghasilkan hasil yang maksimal bagaikan seorang pahlawan.

 

Penulis:

Resta Dzuhratun Nisak Santriwati kls. 11 IPS 4 (Ketua IPM tahun 2017-2018)

 

 

Innal Fattaa Man Yaquulu Haannadzaaa.. Wa Laysal Fattaa Man Yaquulu Kaana Abii..”

Adagium diatas sudah familiar tersentuh oleh telinga kita, menjelaskan bahwa fitrah pemuda sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna kehidupan umat dan bangsa. Bukti nyata sebenarnya sudah kita hafalkan dalam penyampaian materi di kelas maupun lewat bacaan yang tertata rapi di rak buku pribadi kita.

Sultan Muhammad Al Fatih adalah salah satu contohnya. Di usia 320 bulan setelah kelahirannya, beliau sudah mampu mempakari 6 bahasa asing. Bahkan dengan semangat beliau, tembok raksasa 3 lapis dengan tinggi 12 meter bertebalkan 5 meter dapat ia taklukkan. Fa Laa Haulaa Wa Laa Quwwata Illaa Billaah..

Bumi nusantara pun menjadi saksi dalam perjuangan para pemuda merobek kata kolonialisme. Seperti halnya Surabaya memiliki seorang orator ulung yang militan pula, Bung Tomo namanya. Dengan berbekal ketaatan pada Allah Maha Kuasa serta keberaniannya untuk menyuarakan kemanusiaan, maka para penjajah memutuskan untuk tidak kembali selama-lamanya. Maka janji Allah pun lagi lagi nyata kebenarannya,

“Betapa banyaknya kelompok berjumlah kecil yang dapat mengalahkan kelompok yang besar jumlahnya dengan izin Allah.” (Al Baqarah :249)

Maka pasti telah masuk dalam sanubari kita tentang jiwa patriotisme para pahlawan bangsa ini. Betapa tingginya ketaatan mereka kepada Sang Pencipta, juga begitu kokohnya mental mereka. Akan tetapi, nampaknya mental-mental pemuda saat ini memasuki masa kegelapan. Bagaimana bisa seorang pemuda bangsa mengajak untuk tidak takut kepada Sang Penguasa Alam Semesta ketika sedang menjalankan sistem pemerintahan? Bukankah kedekatan diri kita kepada Allah menjadikan segala kehidupan kita menjadi mudah? Begitu beraninya dia menantang kekuasaan Allah Ta’alaa.. Na’udzubillaahi Min Dzaalik..

Tak hanya terlepas dari itu saja, sudah menjadi berita bagi khalayak umum bahwa sebagian besar pemuda bangsa sudah tidak berkontribusi dalam menjadi peserta pembangunan bangsa. Mereka lupa bahwasannya tugas mereka sejatinya tidaklah mudah. Maka dengan momentum Hari Pahlawan ini, marilah kita semua mengingat perjuangan para pahlawan yang tidak pernah memikirkan diri mereka sendiri jika bangsanya belum merdeka. Karena itu salah satu senjata ampuh untuk merevolusi mental para pemuda. Bukankah tugas kita selaku pemuda masih banyak? Terlebih untuk menjadikan bangsa ini adalah bangsa yang ‘Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafuur’?

Maka, cukuplah Allah sebagai penolong kita semua..

Penulis: Farrel Izam P (Ketua IPM Putra PPM MBS Jogjakarta periode 2017-2018)

Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jogjakarta hari ini melaksanakan tes seleksi calon santri baru untuk jenjang SMP dan SMA. Sebanyak 625 santri dari Sabang sampai Merauke telah mendaftarkan diri di PPM MBS guna mengikuti ujian tes seleksi.  Santri luar pulau Jawa yang sudah mengikuti ujian sebanyak 60 calon santri baik  dari  Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan selatan, Kep. Riau, dan Lampung  dan Palembang sudah mengikuti ujian sebanyak 60 santri. Dari total keseluruhan pendaftar sebanyak 32 calon santri mengikuti jalur prestasi dan 565 calon santri mengikuti ujian tulis.

Ujian seleksi calon santri baru dilaksanakan di kompleks kampus putri tepatnya di kompleks kelas putri.  Ujian  baik ujian tulis, wawancara calon santri dan calon walisantri beserta ukur seragam dilaksakan dalam satu kesempatan secara berurut. Calon santri mengikuti ujian tulis terlebih dahulu, baru ujian wawancara dan baca Al-Qur’an  dan diahiri ukur seragam. Saat calon santri mengikuti ujian tulis calon wali mengikuti wawancara dengan panitia.

 

Rangakaian ujian tes seleksi masuk pondok MBS kali ini terasa sangat istimewa. Hal ini bertepatan dengan menyongsong satu dasawarsa MBS yang jatuh pada tanggal 20 Januari 2018. Dalam sambutannya Direktur PPM MBS Jogjakarta Ustad Fajar Shadik menekankan pentingnya niat yang lurus untuk menyekolahkan putra putrinya ke MBS. Ustad Fajar menekankan bahwa niat menyekolahkan ke MBS harus benar yaitu untuk menolong agama ALLAH bukan yang lain. kalo hanya untuk mencari ijazah atau prestasi keduniaan menurut beliau sangat rugi dan mohon untuk dipertimbangkan kembali.

Ustad  Fajar juga menekankan bahwa ukuran calon santri agar diterima masuk MBS Jogjakarta syaratnya mudah, yaitu harus lolos tes seleksi baik tulis maupun wawancara, dan membayar registrasi yang sudah di tentukan jika sudah dinyatakan diterima. Tahun ajaran baru 2018/2019 kuota yang dimiliki MBS untuk jenjang SMP ada 12 kelas (10 MBS Pusat dan 2 kelas MBS 2) dan untuk kuota jenjang SMA ada 8 kelas. Mendengar pemaparan direktur MBS wali santri harap-harap cemas dan mengharapkan seluruh calon santri yang datang hari ini dapat diterima semua menjadi santri MBS Jogjakarta.

 

 

Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jogjakarta berkomitmen umtuk menanamkan pola pendidikan seimbang yang merupakan kebutuhan setiap manusia. Ilmu yang baik adalah ilmu yang dapat mengangkat derajat pemiliknya dihadapan ALLAH SWT. Dimana Ia menjadi semakin taat ke pada perintah dan menjauhi segala bentuk larangannya, berguna bagi orang lain dan berahlak mulia.

Keseimbangan pendidikan yang mencakup keimanan, pengetahuan dan ahlak adalah menjadi prasarat pendidikan yang holistik yang insyaalah akan dapat mengantarkan satri MBS mendapatkan kebahagian dunia dan ahirat. Pengajaran yang ada di MBS dilakukan untuk  mengasah santri dalam tiga hal yaitu kecerdasan IQ, EQ, dan SQ, yaitu melalui pendidikan yang kompetitif, melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan, keorganisasian,  dan pembiasaan pembiasaan dalam hal beribadah, baik yang bersifat fadu maupun yang bersifat sunah yang dipantau langsung oleh Ustad dan ustazah.

Penguatan karakter bagi santri MBS dimulai dari bangun tidur sampai tidur kembali baik di MBS 1 dan MBS 2. Penguatan karakter di lingkungan pendidikan di kelas banyak melibatkan peran serta dari santri IPM (Ikatan pelajar Muhammadiyah), guru dan karyawan. Dibawah pengawasan Wadir I, dan dibawah bimbingan ustad dan ustazah yang ada di jajaran kesiswaan baik putra dan putri, santri IPM menjalankan program penguatan ideologi. Program ini adalah salah satu program unggulan pondok pesantren MBS.

Penguatan  ideologi bagi santri dilaksanakan setiap hari kecuali hari Sabtu karena dipakai untuk upacara dan apel pagi. Santri melaksanakan program penguatan ideologi setiap hari Ahad, Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Dimulai pukul 06.25-06.35 wib santri sudah berbaris di depan kelas masing-masing untuk menyanyikan lagu Mars Muhammadiyah dan mengucapkan janji Pelajar Muhammadiyah (Arab dan Inggris). Pukul 06.40-06.55 penyampaian kosakata bahasa Arab dan Inggris disetiap kelas oleh IPM, baru pukul 07.00 kegiatan belajar mengajar secara umum di mulai.

Pengucapan janji pelajar Muhamadiyah dilakukan dengan menggunakan tiga bahasa yaitu Senin sampai Kamis bahasa Indonesia, Sabtu dan Ahad menggunankan bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Hal ini dilakukan untuk mengasah kemampuan bahasa Arab dan Inggris para santri.

 

 

 

Senin 30 Oktober 2017 adalah hari yang istimewa bagi 66 santri putra kls 12 IPA 1 dan IPS 1.  Di bawah pengawasan Ustad Resi Sadewa Permana, M.Sc.  ustad Wiji Santoso, S.Pd. dan Ustad M. Amirul Mukminin, S.Pd. melakukan pembelajaran langsung di museum. Rombongan di lepas oleh jajaran pimpinan MBS dan dipesankan agar selama kegiatan berlangsung santri agar tetap menjaga etika baik dan mengikuti satu demi satu acara dengan sebaik baiknya.

Kegiatan berlangsung di 3 tempat museum yaitu museum Dewantra Kirti Griya, Museum Pura Pakualaman, dan museum Panglima Besar Jendral Sudirman. Kegiatan ini adalah kegiatan yang menjadi program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan D.I.Y. dengan tema wajib kunjung Museum. Alhamdulilah MBS lewat Ustazah Wahyu Widi Asih, S.Pd. berhasil mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ketiga musseum tersebut sebagai hadiah dari program wajib kunjung museum tersebut.

Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya merupakan museum peninggalan dari tokoh pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara yang berupa rumah dan pendapa. Selain itu, museum juga menampilkan koleksi peninggalan barang-barang yang dipakai oleh beliau beserta keluarga. Museum Pura Pakualaman. Museum tersebut berisi benda-benda bersejarah peninggalan masa Sri Pakualam I sampai Sri Pakualam VIII. Museum tersebut dikelola secara swadaya oleh keluarga Kraton Pura Pakualaman. Museum Sasmitaloka Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman​ adalah museum sejarah dengan koleksi mengenai perjuangan Jenderal Sudirman .

Santri-santri MBS sangat antusias mengikuti jalannya agenda kunjungan ke museum tersebut dan berharap ada program program lainnya yang dapat diikuti.

 

 

Selamat kami ucapkan kepada Ananda Surya Ibrahim Setiawan beserta ananda Jaasir Yusuf Muhammad yang telah menorehkan prestasi luarbiasa di negeri matahari terbit (Jepang). Santri MBS masing-masing memperoleh Medali Emas untuk kategori Line Follower dan Emas untuk kategori Maze Solving.

Perlombaan yang dihelat di kota OSAKA Jepang ini diikuti oleh 3 negara yaitu Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Perlombaan Robotik tingkat SMP ini bertemakan 6 tahun Internasional Robotic Training and Competition. Acara digelar dari tanggal 27 Oktober-2 November 2017, ada empat cabang lomba yang tandingkan  yaitu Maze Solving, Line Follower Analog, Soccer dan Sumo RC. Acara yang dilaksanakan tanggal 29 di 6 Chome-15-46 Onoharahigashi, Minoo-Shi, Osaka-Fu562-0031 oleh persatuan pelajar Indonesia Osaka-Nara dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Jaasir Yusuf Mumammad adalah putra dari bapak Abdul Muin dan ibu Yasmini Fitiyati. Jaasir adalah putra kelahiran 11 Februari 2015 dan sekarang menempuh pendidikan di MBS Jogjakarta di kelas VII A. Yasir beserta orang tuanya tinggal di jl. Pesantren No. 8 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Surya Ibrahim Setiawan adalah putra dari bapak Nukman Agustam dan ibu Siti Istiqomah Hidayati. Surya adalah santri MBS kelas IX B. Putra kelahiran 17 Juni 2003 ini tinggal bersama orang tauanya di Jl. Merdeka Rt. 03/RW.02 Desa Wates, Blitar, Jawa timur.

Kami ucapkan selamat atas prestasi yang telah ditorehkan. semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi santri-santri lainnya untuk berprestasi. Hal ini juga kado istimewa untuk pondok MBS Jogjakarta yang sebentar lagi memasuki satu dasawarsa.  semoga MBS Jogjakarta makin berjaya, makin menjadi yang terbaik untuk umat, bangsa, dan negara.

 

Hizbul Wathan (HW) dalam perjalanan sejarahnya telah menjadi wadah pendidikan bagi generasi muda  Muhammadiyah sekaligus menjadi sarana dakwah yang ampuh. Warga Muhammadiyah tentunya sudah sangat familiar tentang sepak terjang HW. Organisasi ini adalah organisasi otonom yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1336 H (1918 M). Tujuan dari organisasi ini adalah untuk menyiapkan sekaligus untuk membina anak-anak, remaja, dan pemuda agar memiliki mental dan fisik yang kuat, berilmu sekaligus berahlakulkarimah dengan harapan terwujudnya pribadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader perserikatan, umat, bangsa dan negara.

Pondok pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta (MBS Jogjakarta) menjalankan program HW  sebagai program ekstra wajib yang harus diikuti oleh seluruh santri. HW diajarkan sebagai program strategis pondok untuk memperkenalkan kepada santri tentang berbagai hal seperti kepemimpinan, tanggungjawab, kedisiplinan, kerjasama dan lain sebagainya. Ekstra wajib ini diajarkan oleh guru-guru yang kompeten dibawah pengawasan ustad Fauzan Yaksa, S.Hum.

Santri MBS pada umumnya merasa tertarik untuk mengikuti kegiatan HW kerena mereka mengetahui sudah banyak tokoh-tokoh besar yang dilahirkan, seperti Jendral Besar Soedirman,  KH. A.R. Fachruddin, Prof. Amin Rais dan juga tokoh-tokoh lainnya. Mereka ingin mengikuti jejak para pendahulu pemimpin-pemimpin bangsa. Materi-materi diajarkan dengan menggunakan metode yang menarik, diajarkan di alam terbuka serta dibuat perkelompok-kelompok. Penanaman nilai-nilai karakter seperti sikap ulet, pantang menyerah, percaya diri, disiplin, kerjasama, tolong-menolong serta belajar menjadi penggerak perserikatan sangat diperhatikan sesuai dengan amanah dan janji HW, serta undang-undang HW. Prestasi demi prestasi alhamdulilah telah ditorehkan oleh santri santri MBS baik di ajang lomba tingkat Kabupaten, Provinsi serta Nasional.

Catatan manis kembali ditorehkan kafilah MTQ MBS Yogyakarta. Dalam ajang lomba tahunan ini kafilah SMP dan SMA MBS meraih 7 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Dari 12 medali yang diperoleh, jenjang SMA mengumpulkan 8 medali, sedangkan 4 medali lainnya diperoleh dari jenjang SMP.

Pergelaran MTQ tingkat kabupaten Sleman yang diadakan di SMPN 2 Kalasan ini langsung dibuka oleh wakil bupati Sleman, Ibu Dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes.

Dari beberapa medali emas yang didapatkan, diantaranya dipersembahkan dari Musabaqah Adzan atas nama Irfan Aufa ( SMA ), Musabaqah Pidato Putra Farrel Izham Prayitno ( SMA ), Musabaqah Tartilul Qur’an Nuril Kaunaini ( SMA ), Musabaqah Nasyid, Musabaqah Hifdzil Qur’an putra Fata Alhusaini ( SMP ), Musabaqah Hifdzil Qur’an Putri Hayyin. A ( SMP ), dan Musabaqah Tartilul Qur’an Putri atas nama Alifia Nida Zulaikha ( SMP ).

Sementara itu medali perak disumbangkan dari  Musabaqah Pidato Putri Rosti Hanifa Salsabila ( SMA ), dan Gustama Fauzi ( SMP ) cabang lomba Musabaqah Tartilul Qur’an.

Di cabang lomba yang lain Gifa Farabi yang tampil di MHQ putra SMA, Luthfi Hamdan cabang Khutbah SMA dan Musabaqah Syarhil Qur’an SMA harus puas mendapat perunggu.

Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi kafilah MTQ MBS Yogya setelah mampu mengukir prestasi membanggakan.

Didampingi Ust. Agus Mu’alim, S. Ud mengatakan, “ ini modal kami menuju Provinsi, untuk itu anak-anak saya harapkan untuk tidak cepat puas dengan hasil ini. Kita akan berusaha, berlatih dan bekerja lebih keras agar mampu meraih hasil yang lebih tinggi. Kita akan mengikuti pembinaan dan arahan dari tim pembina kabupaten sleman secara optimal agar kembali mengharumkan nama MBS di kancah yang lebih tinggi”, terangnya.

Dengan raihan 7 medali emas ini, kafilah MTQ MBS baik SMP dan SMA akan mengikuti pelatihan dan pembinaan yang akan diselenggarakan panitia MTQ kabupaten Sleman, dan berhak maju mewakili kabupaten Sleman ke tingkat Provinsi DIY yang akan digelar pada tanggal 8 November 2017

Ahad pagi Sunday Morning UGM ada yang beda, tidak seperti hari biasanya Ahad kali ini bukan hanya para pedagang yang meramaikan suasana sekitar UGM, di lapangan parkir timur Masjid kampus UGM terlihat panggung yang sudah terpasang sejak pagi dan telah ramai dikunjungi para muda mudi pengunjung sunmor.

Ternyata pada hari ini, Ahad 17 September diadakan acara “NGAMEN, NGAMAL, NASYID JOGJA”. Acara yang diselenggarakan ANN Jogja bekerjasama dengan Jamaah Shalahuddin UGM dan ACT ( Aksi Cepat Tanggap ) ini adalah sebuah sebuah mini konser untuk donasi saudara-saudara kita Rohingya.

Acara yang dimeriahkan dengan orasi kemanusiaan ( Jamaah Shalahuddin UGM ), Puisi Kemanusiaan dan Sosialisasi ACT ini juga mengundang beberapa grup Nasyid  Jogjakarta.

Bersama dengan Awallun Newcapella, Diky & Friends, Rizal Vertizone, Rifkie Aziz Agustian, Fadelta Voice, Haikal, Aji Syafa, RaffanSwara, Alif Voice, Hexanada dan Musaii Akustik, SinCosTan Nasyid Putri MBS Yogya juga menjadi salah satu tamu yang tampil mengisi dan meramaikan acara yang bertajuk “Panggung Kemanusiaan Rohingya”.

Dalam kegiatan tersebut tim Nasyid Putri Acapella MBS Yogya yang terdiri dari 7 personel, Aqila Fadiya Hayati (vocal utama), Rahma Annisa (co lead vocal), Adzaniya Maghfira Sausan (vocal acapella), Sukma Anindita (bass), Masayu Alya Nur’aini (vocal acapella), Wisda Via Nurfalah (beat box), Zeina Dwi Putri (vocal acapella) ikut andil dalam konser panggung kemanusiaan ini .

Membawakan 3 buah lagu yang menjadi andalannya, Tombo Ati, ABG, Dengan Menyebut Nama Allah, tim Nasyid binaan Mas Era Sugiarso ini tampil apik dan memukau para penonton.

Disamping menjadi satu-satunya tim putri yang tampil di acara konser kemanusiaan, Aqila yang menjadi vocal utama juga mengatakan, “penampilan kita pada hari ini sangat berbeda dengan penampilan di acara-acara sebelumnya. Pagi hari ini terasa sangat istimewa, kita tampil lebih bersemangat sekaligus terharu dalam membawakan tiap lirik bait nasyid , hal ini mungkin karena kita tampil bersama dengan tim nasyid ternama di kota Jogja, tukasnya.

Berbeda dengan Aqila, Masayu yang juga mantan ketua IPM Putri ini mengungkapkan, “alhamdulillah tim Nasyid SinCosTan bisa ikut ambil bagian dalam panggung kemanusiaan pagi ini, paling tidak kita bisa ikut merespons tragedi kemanusiaan yang terjadi pada saudara muslim kita di Rohingya, melalui konser panggung kemanusiaan pagi ini”.

Pernyataan Masayu sangat tepat, karena beberapa hari yang lalu sekitar 450 santri MBS Yogya yang dikordinir IPM Putra dan Putri MBS Yogya juga melakukan aksi penggalangan dana untuk muslim rohingya.

Dengan banyaknya aksi solidaritas muslim rohingya yang diadakan di hampir penjuru tanah air, melaui media dan panggung yang berbeda, SinCosTan dengan alunan nasyid nya mudah-mudahan bisa memberikan warna dan kontribusi yang lain dalam upaya memberikan simpati dan dukungan terhadap saudara muslim Rohingya dalam mendapatkan hak-haknya. Bravo SinCosTan, sukses selalu, salam check sound………..

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/