Ahad, 25 September 2022 Pimpinan Ranting IPM MBS Putra Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta menggelar Debat Kandidat Calon Ketua IPM Periode 2022/2023 di kompleks lapangan BLK. Dalam kegiatan ini, diusung 5 nama calon yang menjadi kandidat Ketua IPM putra. Calon Ketua IPM nomor urut 1 yaitu  NUR SHAFA’ UBAIDILLAH, kelas XI IPS 2 asal WONOGIRI, nomor urut 2 yaitu TAMAM NAUFAL PASARIBU, kelas XI MIPA 1 asal DIY, nomor urut 3 yaitu GILANG ARYA NAUFAL, kelas XI MIPA 1 asal BATANG, JAWA TENGAH, nomor urut 4 atas nama MUHAMMAD ILHAM AL HAKIM, kelas XI IPS 2 asal SUBANG, JAWA BARAT serta BAGUS SHOLIH SUGIHARTO, kelas XI IPS 1 asal DIY menempati nomor urut 5 atau terakhir.

Acara ini dihadiri oleh Wadir 1 Bidang Pendidikan, ustadz Rahmat Susanto, S. Pd, Bendahara Umum, ustadz Odjie Samroji, SE, Wadir 2 Bidang Kemakhadan, ustadz Faqihuddin, Lc, Kepala Sekolah SMA MBS, ustadz Roiq, Lc, Pengurus IPM, serta seluruh santriwan. Debat ini merupakan rangkaian kegiatan menuju pemilihan Ketua IPM Putra yang baru.

Tujuan dari debat ini adalah untuk memberikan orasi tentang visi dan misi calon kandidat serta menyampaikan berbagai macam solusi saat masalah-masalah yang mungkin akan muncul ketika terpilih menjadi ketua IPM. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan semangat mengujarkan opini serta jiwa kepemimpinan yang ada di dalam setiap diri santri MBS. Tentu, acara ini mendukung aktualisasi nilai demokrasi yaitu pemilihan ketua IPM. Harapannya debat ini memberikan pertimbangan bagi calon pemilih untuk menentukan calon ketua IPM yang terbaik.

Santri yang menjadi bakal calon Ketua dipilih dan disaring berdasarkan calon terbaik yang diajukan dari angkatan mereka sebagai calon Ketua IPM. Berbagai program, visi dan misi disampaikan untuk memajukan IPM MBS Putra dan menjawab pertanyaan audience, termasuk pertanyaan dari dewan asatidz. Pertanyaan meliputi wawasan kandidat dalam menanggapi persoalan dan masalah yang ditemukan sehari-hari di kelas dan di asrama seperti, kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, hambatan dan kendala saat melaksanakan program kerja IPM. Tentunya masing-masing kandidat sudah meyiapkan jawaban terbaik dari setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh audience kepada kandidat tersebut. Acara debat calon kandidat Ketua IPM ini dimulai bakda isya’ dan dapat berjalan dengan lancar hingga penutupan acara.

Kami mengajak semua warga MBS untuk meyukseskan kegiatan selanjutnya yaitu Pemilihan atau Pencoblosan yang akan dilaksanakan hari Senin, 26 September 2022. Seluruh santriwan, dewan guru dan staf serta jajaran pimpinan akan dilibatkan dalam pemilihan Ketua IPM Putra Periode 2022-2023. (ElMoedarries)

 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School, MBS Yogyakarta belum lama ini memberangkatkan salah satu alumninya untuk lanjut studi di kampus favorit di Turki. Adalah santri alumni atas nama Taj Yazi Fariq Muhammadi yang terbang menuju kota Gaziantep, Turki, Sabtu  (17/9), untuk melanjutkan studinya di jurusan Kedokteran di Universitas Gaziantep.

Taj Yazi Fariq Muhammadi merasa bangga, karena sebagai alumnus pondok pesantren dia bisa diterima dan masuk di fakultas kedokteran. Hal ini menegaskan jika kini pesantren tak lagi dipandang sebelah mata, mengingat tidak sedikit santri yang mampu bersaing dalam ilmu pengetahuan umum. Tak sekadar lulus seleksi, cowok kelahiran Pemalang, 11 Maret 2004 ini menjadi alumni MBS pertama yang kuliah di Fakultas Kedokteran di luar negeri.

Perlu diketahui bersama, Universitas Gaziantep Turki adalah Universitas Negeri di Gaziantep, Turki yang memiliki 10 fakultas. Gaziantep adalah kota pusat perdagangan dan industri terbesar di sebelah barat Turki Tenggara. Kota ini terletak di Turki bagian Asia yang berbatasan dengan negara Suriah. Gaziantep University didirikan sebagai Universitas Negeri pada 27 Juni 1987, tetapi pendidikan tinggi di kampus dimulai pada 1973 ketika institut tersebut merupakan kampus ekstensi Universitas Teknik Timur Tengah. Kampus utama terletak di Gaziantep, yang dekat dengan pusat kota, dengan kampus perluasannya terletak di kota-kota tetangga.

Untuk dapat lolos ke Universitas Turki, santri yang biasa dipanggil Taj itu mengatakan, keputusannya untuk mengikuti seleksi itu semua berawal dari kecintaan dan mimpinya yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri usai lulus sekolah. Dan hal itu yang terus membuatnya selalu bersemangat membahas kuliah di luar negeri.

“Dari awal saya memang berniat untuk menjadi seorang dokter. Karena saya sadar, untuk saat ini beberapa negara di dunia sedang kekurangan tenaga kesehatan, paparnya. Ini juga sebagai jawaban saya saat mengisi motivation latter saya untuk salah satu syarat pendaftaran universitas. Kenapa pilih Turki? Mantan sekretaris bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) IPM MBS Putra itu menjawab, karena Turki memiliki kualitas pendidikan berstandar Eropa. Dan ini menjadi tolok ukur saya untuk bisa menjadi lulusan kedokteran Eropa, tutur putra sulung dari dr. Moh. Maezi dan dr. Eli Kusumaningsih tersebut mantap.

Ia menuturkan, untuk bisa lolos masuk ke Universitas Turki tersebut dirinya telah melakukan berbagai seleksi. Pertama ada seleksi tulis yang namanya YOS (Yabanci uyruklu Ogrenci Sinavi). Untuk ujian YOS sendiri soalnya ada 3 jenis, Matematika, Geometri dan Tes Potensi Akademik. Khusus untuk fakultas selain kedokteran, syarat masuk bisa menggunakan nilai raport atau nilai ijazah, tapi tidak untuk fakultas kedokteran, terangnya.

Bagi cowok yang mempunyai hobi traveling itu, tidak ada kendala yang berarti dalam menjalani rangkaian tes. Terutama tes wawancara dengan menggunakan bahasa inggris. Dirinya mengaku sangat excite dan menikmati setiap tes yang diujikan. Dari hasil seleksi tersebut dirinya dinyatakan memenuhi syarat dan berhak lolos untuk berkuliah di Negara Trans Benua tersebut. “Alhamdulillah saat ini mimpi saya terwujud untuk bisa lolos melanjutkan pendidikan ke luar negeri,”ujarnya .(ElMoedarries)

Sabtu (24/9/2022), bertempat di Aula Puskesmas Prambanan, Pusat Kesehatan Masyarakat Kapanewon Prambanan menggelar kegiatan pembinaan kepada Kader Kesehatan Remaja guna mengedukasi serta memberikan informasi kesehatan selama menjalani masa remaja.

Terhitung kader kesehatan remaja yang mengikuti pembinaan sebanyak 30 orang dari 5 sekolah yang ada di Kapanewon Prambanan, termasuk diantaranya 18 santriwan dan santriwati MBS ikut andil berpartisipasi dalam acara tersebut. Para kader remaja kesehatan merupakan pelajar SMP/Sederajat, dan juga SMA/Sederajat.

Pembinaan digelar dengan maksud untuk memberikan edukasi dan informasi terkait perilaku hidup sehat serta memberikan motivasi kepada para remaja untuk menjalani kehidupan masa remaja yang sehat. Dengan harapan, agar para remaja dapat memelihara kesehatan diri yang berguna untuk masa dewasa dan berkeluarganya yang lebih sehat.

Selain itu, melalui pembinaan tersebut para kader juga diharap dapat menjadi pelopor pendidikan serta pelaksana pelayanan kesehatan remaja.

Para remaja perlu di support karena akan memasuki masa dewasa, dan pengetahuan terkait kesehatan menjadi hal penting dalam menunjang masa depan yang baik.(ElMoedarries)

Sebagai AUM unggulan dibidang pendidikan, Pontren MBS terus berbenah, salah satunya dalam urusan tata kelola ruang. Kebutuhan penataan ini selaras dengan semangat pondok yang selalu berkemajuan guna menyelenggaraan pendidikan yang terbaik.

Memasuki usia ke-14, MBS secara bertahap fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan penataan fasilitas pendidikan santri. Harapannya pendidikan santri semakin baik sehingga menghasilkan lulusan yang semakin baik pula.

BPH MBS yang membidangi pembangunan, Jum’at 16 September 2022 menginisiasi pertemuan awal antara stakeholder yang terdiri dari BPH dan jajaran pimpinan pondok dengan bapak Muhammad Arief Irfan, S.T., M.T., GP sebagai Pimpinan IAP. Turut hadir mendampingi Pak Irfan 3 orang arsitek lainnya untuk berdiskusi dan mendengarkan pemaparan awal.

Kegiatan ini menjadi sangat penting karena pondok MBS kedepan diharapkan menjadi icon pendidikan pesantren yang berkemajuan yang tidak hanya menjadi kebanggaan persyarikatan tapi juga umat pada umumnya.

Pembahasan masterplan pondok ini tidak hanya terhenti pada pertemuan ini saja tapi akan diteruskan dengan pembahasan di forum yang berbeda dengan melibatkan berbagai stakeholder lainnya. Dengan harapan rencana pembanguan sampai 50 tahun kedepan bisa direncanakan dengan baik sesuai dengan rencana strategis (Renstra) yang telah ditetapkan, sekaligus sesuai dengan tata letak, daya dukung dan fungsi lingkungan. (red)

 

Salah satu murid SMA MBS atas nama Rafid Faruq Nugroho mengikuti pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) pada Senin-Kamis, 19-29 September 2022 di Hotel UNY, komplek kampus UNY karangmalang. Kegiatan pembinaan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2022 yang lolos OSN ke tingkat nasional. Rafid, demikian sapaan akrabnya, merupakan santri SMA MBS yang saat ini duduk di kelas XI MIPA 3 dan berhasil melaju ke tingkat Nasional untuk Bidang Biologi. Ia juga merupakan santriwan yang telah hafal AlQuran 15 juz.

“Alhamdulillah berkat semangat serta tekad yang kuat serta doa dan dukungan banyak pihak terutama orang tua mengantarkan ananda Rafid melaju ke OSN Tingkat Nasional. Semoga ananda diberikan kemudahan dan meraih sukses hingga juara tingkat nasional.” ungkap ustadzah Fadhilah Fida, S.Pd., guru pembimbing yang juga turut serta mendampingi ananda Rafid selama mengikuti pembinaan di UNY.

Seluruh civitas akademika SMA MBS tentunya selalu memberikan support serta doa terbaik agar ananda Rafid dapat meraih kesuksesan dalam OSN tingkat nasional. Aamiin. (ElMoedarries)

Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School, MBS Yogyakarta belum lama ini memberangkatkan salah satu alumninya untuk lanjut studi di kampus favorit di Turki. Adalah santri alumni atas nama Taj Yazi Fariq Muhammadi yang terbang menuju kota Gaziantep, Turki, Sabtu  (17/9), untuk melanjutkan studinya di jurusan Kedokteran di Universitas Gaziantep.

Menurut Penanggung Jawab Studi Lanjut ke kawasan Timur Tengah, Ust. Kamal Ikhsan, Lc, keberangkatan Taj Yazi adalah bagian dari 6 (enam) orang alumni MBS yang lulus tahun ini untuk melanjutkan studi di berbagai kampus favorit di Turki. Sebelumnya, dua orang alumni MBS juga terlebih dahulu terbang ke negara trans benua tersebut. Mereka adalah Syahbandi Rais (Dumlupinar Universitesi) dan Muhammad Fikri Habibie (Bartin Universitesi).

“Tiga santri lainnya adalah : Firman Setya Syahbana, Masagus Abiyoga, dan Muhammad Hikam Mahad Madani, ” jelas Ustadz Kamal.

Dijelaskan ustadz Kamal yang juga alumni Universitas Al-Azhar Kairo, standar nilai akhir pendidikan dari Pondok Pesantren MBS telah memenuhi syarat para santri alumni bisa diterima di kampus-kampus tersebut di Turki.

MBS, melalui lembaga Divisi Studi Lanjut juga memiliki program untuk menelusuri minat santri serta mendampingi para aluminya yang ingin lanjut studi ke luar negeri dari persiapan tes hingga keberangkatan. “Hari ini, saya sedang mendampingi mengurus visa 24 (duapuluh empat) santri alumni yang menyusul berangkat ke Mesir bulan depan. Mohon doa semua”, tambahnya.

Sebagai informasi, saat ini tercatat ada 17 (tujuh belas) orang santri alumni Pondok MBS tengah menjalani studi mereka di berbagai kampus favorit Turki.

Selain karena keindahan dan eksotisme negara Sultan Muhammad Al-Fatih ini, Turki juga menjadi tujuan favorit studi lanjutan para pelajar Indonesia dengan deretan kampus-kampus ternamanya baik melalui jalur beasiswa ataupun mandiri.(ElMoedarries)

MBS bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerjasama mengembangkan Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) atau yang akrab dikenal dengan UKS menjadi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).

Ustadz Fajar (Direktur MBS) menyambut baik kegiatan ini dan berharap dengan adanya kegiatan ini pelayanan kesehatan semakin baik sehingga rasa aman dan nyaman seiring semakin baiknya penanganan kesehatan santri, bisa semakin meningkat. Pernyataan senada disampaikan juga oleh Ustadz Syamsul Bakri, S. IP, MM (ketua BPH) berharap dengan adanya pendampingan dari UMS maka fungsi Poskestren bisa dioptimalkan.

Inisiasi pengembangan Poskestren ini didasari Ponpes Modern MBS dengan 2.500 santri membutuhkan pelayanan kesehatan yang secara cakupannya tentu lebih luas dari sekadar UKS.

Kegiatan PkM ini diawali dengan penelitian, dilanjutkan dengan workshop dan diteruskan pendampingan intensif sampai benar-benar Poskestren bisa berjalan optimal.

Workshop Poskesteren sendiri telah dilaksanakan dua kali 10 dan 17 September 2022 dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, BPH, dan kepala bagian kesehatan pondok.

Narasumber workshop ada;

  1. Prof. Dr. Apt. Muhammad Da’i, M.Si.
  2. Dr. Mutalazimah,SKM., MKes
  3. Ibu Okti Sri Purwanti, S.Kep, Ns,M.Kep,Sp.Kep.M.B
  4. Bapak H. Toto Suharto, SKM., M.Kes.

Prof. Dai menekankan pentingnya peran sumberdaya dalam pendirian Poskestren untuk peningkatan pelayanan kesehatan yang terstandar. Mulai dari SDM sampai sarana prasarana, ruang lingkup kegiatan dan manfaat bagi warga pesantren yang dalam prosesnya harus dilakukan secara bertahap.

Ibu Dr. Mutalazimah,SKM, MKes (Ketua PKm P2DAI UMS)  berharap “Dengan poskestren, dapat memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, agar kesehatan warga pesantren dan sekitarnya lebih terjamin, Dengan dikembangkannya poskestren, diharapkan pondok dapat memberikan pelayanan kesehatan yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Jenis pelayanannya yang lebih komprehensif sehingga status kesehatan warga pesantren dan sekitarnya terjamin. “Mengingat pentingnya hal tersebut, maka UMS melakukan pendampingan selama enam bulan ke depan dan akan berlanjut sampai tuntas,’’ jelasnya.

Tim PkM diketuai oleh Ibu Mutalazimah dan beranggotakan lima dosen multidisiplin ilmu. Follow up kegiatan akan terus dilakukan melalui pendampingan pengurusan perizinan, konseling desain bangunan, konseling fasilitas pendukung, serta pelatihan pengelolaan dan pelayanan bagi tenaga pelaksana teknis poskestren. (red)

 

Kontingen SMP MBS kembali mengukir prestasi di ajang MTQ pelajar tingkat SMP/MTs korwil Sleman Timur, Sabtu (17/9/2022). Dengan perolehan 3 emas, 3 perak dan 1 perunggu, kontingen SMP MBS berhasil mempertahankan tradisi menjadi juara umum dengan total 7 medali.

SMP Muhammadiyah 2 Kalasan yang menjadi tuan rumah ajang tahunan ini menjadi tempat berkompetisi 6 cabang lomba yang dipertandingkan.

Pada penyelenggaraan lomba kali ini 32 sekolah jenjang SMP/ MTs ikut ambil bagian dalam beberapa cabang lomba yang dipertandingkan.

Kontingen SMP MBS yang mengirimkan 10 peserta terbaiknya, sejak awal sudah optimis akan meraih hasil yang maksimal, dan hal itu dibuktikan dengan perolehan 3 emas dari cabang Pidato Putra atas nama Salafy Hafidz Az Ziqri, cabang Khutbah Jumat Muhammad Nuzulul Karim, cabang MTQ putri, Faizah Rashesa. Sementara itu cabang pidato putri, Jihan Ghaitsatul Arafah berhasil meraih juara 2, Aida Qurrota ‘Ayun juara 2 MHQ Putri serta MHQ putra yang ditorehkan oleh Naufal Azhar Rizki. Juara 3 diraih dari cabang MTtQ putri atas nama Hafshoh Nurhafidza.

Juara 1, 2 dan 3 dari tiap cabang lomba berhak mewakili Sleman timur ke tingkat kabupaten yang insya allah akan diselenggarakan pada tanggal 28 September 2022. Kontingen SMP MBS secara otomatis mengirimkan 7 wakil terbaiknya maju ke tingkat kabupaten. Tentunya perjuangan yang tidak mudah akan kembali dilalui anak-anak, mengingat persaingan yang sangat kompetitif diantara para peserta lomba. Namun demikian dengan usaha dan doa yang senantiasa dilakukan anak-anak, besar harapan untuk bisa kembali menorehkan prestasi dan kembali mengharumkan nama MBS tercinta di ajang MTQ tahun ini. (ElMoedarries)

Alfian Fakhrurozi, siswa SMA MBS Yogyakarta berhasil mencatatkan prestasi setelah menyabet juara 1 alih aksara jawa dalam ajang Kompetisi bahasa dan sastra 2022 tingkat Provinsi DIY tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY di SMAN 2 Bantul, Senin, 12 September 2022.  Alfian mewakili kabupaten Sleman melangkah ke tingkat Provinsi pada cabang Alih Aksara Jawa jenjang SMA setelah sebelumnya sukses menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten.

Kompetisi Bahasa dan Sastra 2022 merupakan suatu lomba bertingkat. Tingkatan lomba dalam ajang ini dimulai dari tingkat Kabupaten dan berakhir pada tingkat Provinsi. Terdapat 6 cabang perlombaan yaitu maca cerkak, pranatacara, sesorah (pidato bahasa jawa), alih aksara jawa, macapat, dan geguritan. Masing-masing cabang terdiri dari jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Berdasarkan hasil wawancara pada hari Sabtu, 17 September 2022 Alfian mengaku belajar menulis aksara jawa secara otodidak. Selain jago dalam menulis aksara Jawa, Alfian  juga fasih dalam berbicara menggunakan bahasa arab. Tebukti ia berhasil meraih juara 1 Lomba Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi dan berhak maju ke tingkat nasional oktober mendatang mewakili provinsi DIY. Yang menarik, dari 15 kontestan Alih aksara jawa tingkat provinsi DIY, Alfian menjadi satu-satunya finalis dari sekolah swasta dan berbasis pesantren. Ditambah lagi, Alfian juga menjadi satu-satunya ikhwan atau dimas yang bersaing diantara dominasi para diajeng.

Alfian memberikan tips dan trik agar bisa menulis aksara Jawa. Ia bisa menulis dengan rapi bahkan seperti tulisan komputer dengan banyak berlatih dan sering menulis. “Agar bisa lancar dalam menulis aksara jawa, setiap kali melihat kalimat atau kata dalam bahasa Jawa, di otaknya selalu diingat. Kemudian, tambahnya, kata tersebut ia coba transfer ke dalam bentuk penulisan aksara Jawanya. Setelah di otaknya tergambar aksara Jawanya, ia coba tuangkan dalam bentuk tulisan di buku atau pada sebuah kertas, bebernya.

Selain itu, Alfian juga menghafalkan jenis-jenis aksara jawa. Menurutnya, aksara jawa memiliki banyak jenis, seperti aksara jawa biasa. Aksara jawa biasa atau aksara jawa dasar yang biasa kita kenal dengan istilah ha, na , ca, ra, ka. Ia menghafalkan bentuk aksara jawa tersebut. Selain aksara jawa dasar, ia juga memahami aksara murda, aksara swara, pasangan dan sandhangan. Setelah hafal dan ia kuasai aksara jawa, Alfian mempelajari tata cara penulisan aksara jawa.

Di dalam penulisan aksara Jawa juga terdapat kaidah yang harus dimengerti yang meliputi ketebalan, kemiringan aksara dan harus menempel di atas (nggantung), dan jangan lupa menyertakan adeg-adeg, katanya. “Bahasa Jawa itu mengasyikkan. Pelajari, pahami, dan lestarikan dengan lapang dada. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?,” pesan Alfian kepada para generasi muda. Itulah sederet fakta, tips, dan trik, serta pesan Alfian Fakhrurozi santri berprestasi, sehingga ia bisa meraih Juara 1 Kompetisi bahasa dan sastra Tingkat Provinsi cabang Alih Aksara Jawa jenjang SMA. Marilah kita mulai mengenal aksara jawa sebagai salah satu khazanah budaya bangsa sehingga tidak hilang dan semakin lestari.(ElMoedarries)

Hidup memang tentang pilihan. Setiap orang pun berhak menentukan dan mengambil pilihannya sendiri dalam hidup. Seperti cerita ukhti Adellia Fatma yang sempat bimbang dan bingung ketika harus memilih diantara dua pilihan yang semuanya baik. Meski kadang membuat sebuah pilihan itu tak mudah, hidup justru bisa terasa lebih bermakna karenanya.

Sosok Adellia Fatma beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan karena prestasinya yang cemerlang dan mengagumkan. Bagaimana tidak, santriwati yang belum lama menyandang predikat sebagai alumni MBS ini  berhasil diterima di 2 universitas ternama.

Della sempat berbagi cerita. Ia harus memilih yang mana, Undip atau Poltek SSN? Kedua PTN ini outstanding untuk prodi tersebut.

Akhirnya ia menjatuhkan pilihan masuk di Poltek SSN. “Orangtua saya sangat mendukung dan banyak memberikan pertimbangan atas kedua PTN itu. Namun saya memilih Poltek SSN setelah melalui berbagai macam pertimbangan,” ujarnya.

Putri sulung dari Bapak Mulud dan Ibu Apriliya Purwanti ini mengaku, bahwa memilih sekolah memang menjadi perkara yang tidak bisa dikatakan mudah, tak hanya memikirkan masalah jurusan dan biaya. Namun juga memikirkan situasi setelah lulus, maka banyak orang tertarik masuk ke Poltek SSN. Sebab lulusannya lebih mudah mendapat pekerjaan dan masa depan cerah, jadi sekolah tinggi sandi negara sangat bisa dipertimbangkan, terangnya.

Sementara itu, melalui walikelas Della, ustadzah Astuti Mahardika, ibunda Della mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak MBS yang telah mendidik dan memberikan bekal kepada putri tercintanya.

“Saya orang tua Adellia Fatma (Della) kelas 12 MIPA 4, mau menyampaikan informasi bahwa Della selain di terima di SBMPTN Akuakultur Undip alhamdulilah juga di terima di Ikatan Dinas Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN). Jumlah pendaftar yang ikut ujian sebanyak 2.200 orang, diterima 100 orang, ujian sebanyak 8 tahap. Catatan kami MBS plus di akademik, olah raga bela diri dan komunikasi bahasa arab. Terima kasih ustadzah atas ilmunya dan minta tolong di sampaikan ke MBS, maturnuwun,”memungkasi ucapan terima kasihnya.(ElMoedarries)