Bulan Januari menjadi bulan yang sangat bermakna bagi Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Pasalnya pada bulan ini, ada tanggal yang menjadi tanggal istimewa, yaitu tanggal 20 Januari. Tanggal 20 Januari merupakan hari yang bersejarah bagi warga Pondok Pesantren MBS. Pada tanggal tersebutlah Pondok Pesantren MBS didirikan, tepatnya pada tanggal 20 Januari 2008. Pada tanggal 20 Januari 2023, MBS genap berusia 15 tahun.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta kembali akan memperingati hari jadinya. Dalam menyemarakkan miladnya yang ke-15, MBS kembali menggelar rangkaian acara yang dikemas dengan rangkaian kegiatan. Mengusung tema “Meneguhkan Pesantren Sebagai Gerakan Kader Berkemajuan” memberikan spirit bahwa MBS dari waktu ke waktu berkomitmen untuk selalu mencetak kader-kader bangsa yang siap menjawab tantangan zaman.

Berbagai macam kegiatan dengan sasaran peserta adalah seluruh santri, guru karyawan, alumni, santriwan dan santriwati serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren siap digelar.

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada tanggal 7 Januari 2023 hingga tanggal 28 Januari 2023. Berikut adalah berbagai kegiatan semarak Milad PPM MBS ke-15

  1. Musyawarah Nasional Alumni seluruh angkatan
  2. Seminar dan Workshop
  3. Lomba untuk Guru dan karyawan
  4. Lomba olimpiade internal untuk santriwan dan santriwati
  5. Outbond
  6. Malam Refleksi dan penghargaan
  7. Donor darah
  8. Beasiswa pendidikan untuk masyarakat kurang mampu sekitar pondok
  9. Wisuda Tahfidz untuk murid SDM MBS

Untuk rangkaian kegiatan, ada sedikit yang istimewa dari tahun sebelumnya, yakni akan diresmikan gedung baru 3 lantai di area kelas putra. Bangunan yang dalam kurun beberapa bulan ini dibangun. Dan ditargetkan siap digunakan setelah diresmikan pada Milad PPM MBS kali ini. Direncanakan, gedung baru ini akan diresmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.(ElMoedarries)

Menjadi bagian pengembangan Kabupaten Sleman Layak Anak, Senin (24/5/2021) Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman bersama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman mengadakan Kegiatan Inisiasi Pondok Pesantren Ramah Anak. Mengundang 12 Pondok Pesantren di Kabupaten Sleman dengan menerapkan protokoler kesehatan.

Perwakilan dari dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Dra. Tina Hastini, MM menjelaskan harapan dari kegiatan inisiasi ponpes ramah anak ini adalah pengelola ponpes, wali santri dan santri serta pemangku memahami konsep pondok pesantren ramah anak yang aman, anti kekerasan, hijau, bersih sehat, inklusif serta menyenangkan. Ke depan Pondok Pesantren Ramah Anak ini akan kita Perdakan, tandasnya.

Ditambahkan Tina “selain hal di atas santri juga dipenuhi hak-haknya supaya berimplikasi positif bagi santri yaitu tidak ada kekerasan, meningkatnya fisik dan psikis, prestasi meningkat dan menjadi rujukan ponpes ramah anak” imbuhnya.

Kakankemenag Sleman Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA dalam sambutannya menyampaikan “Pesantren adalah lembaga asli Indonesia dan tertua dengan prinsip kemandirian dan kesedarhanaan. Para santri saat penjajahan adalah pejuang-pejuang yang mempertahankan Indonesia. Dan saat ini lulusan pondok pesantren banyak yang menjadi pucuk pimpinan di negara kita” terangnya.

Sa’ban Nuroni juga berpesan pada seluruh peserta “perhatikan pikiranmu sebelum menjadi kata-kata, perhatikan kata-kata sebelum menjadi perilaku, perhatikan perilakumu sebelum menjadi kebiasaan, perhatikan kebiasaanmu sebelum menjadi karakter, dan perhatikan karektermu karena itu akan menentukan nasibmu” pesannya.

Sementara itu, ponpes MBS yang juga ikut hadir dalam acara inisiasi ini memberikan beberapa masukan berharga. Ustadz Singgih Yuniantoro, A.Md yang di dapuk menjadi wakil MBS mengusulkan agar program Pesantren Ramah Anak (PRA) ini bisa berjalan secara berkesinambungan.

Maka, lanjut ustadz Singgih, sebaiknya ditunjuk duta ramah anak dari pihak internal pondok, baik itu santri maupun asatidznya sehingga ada penyambung lidah dari dinas terkait untuk disampaikan kepada anak didik setiap saat dan setiap waktu tanpa pihak dinas terkait terjun langsung ke lapangan. Dengan demikian program PRA ini tidak hanya menjadi solusi tapi juga sebagai tindakan preventif.

Melengkapi masukannya, ustadz Singgih mengusulkan agar program PRA ini lebih efektif dan efisien, pihak dinas terkait bisa menjadikan salah satu atau dua pondok pesantren sebagai pilot project rujukan PRA. Hematnya, pondok yang sudah ditunjuk sebagai pesantren rujukan akan menjadi barometer atau role model bagi pondok pesantren lainnya dalam mewujudkan PRA.

Pada prinsipnya, MBS menyambut baik dan mendukung sepenuhnya program Pondok Pesantren Ramah Anak ini. MBS juga siap jika nantinya ditunjuk menjadi pilot project Pondok Pesantren Ramah Anak, pungkasnya.

Masukan ini langsung mendapatkan tanggapan dan respon positif baik dari dinas P3AP2KB, kemenag Sleman begitu juga dengan para peserta yang hadir dalam acara tersebut. Pada kesempatan ini dihadirkan narasumber Nyadi Kasmorejo, Fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat dan Agus Ruyanto dari Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA) Kabupaten Sleman.(ElMoedarries)

 

Bagi sekolah berbasis pesantren, pembelajaran daring bukanlah sebuah pilihan. Di masa pandemi seperti sekarang ini, proses belajar daring menjadi sebuah keharusan. Maka bagi sekolah, tidak ada pilihan lain kecuali melaksanakan kegiatan pembelajaran secara virtual.

Oleh karena itu, ada sangat banyak masalah terkait dengan pelaksanaan pembelajaran daring tersebut. Penanganan masalah ini tidak hanya menjadi ujian bagi sekolah berbasis pesantren, namun menjadi ujian bagi dunia pendidikan secara keseluruhan. Di dalamnya ada sekolah, guru, murid, orang tua dan birokrasi pendidikan. Semua stakeholder ini diuji melalui proses ini. Apakah pembelajaran daring dapat terjadi secara efektif atau tidak.

Jalani KBM daring perdana, asatidz dan santri PPM MBS Sleman Yogyakarta dari jenjang SMP, Takhassus, SMA dan santri ARF pada hari Selasa, 28 Juli 2020 merasakan pengalaman pembelajaran via online untuk pertama kalinya di tengah pandemi. “Alhamdulillah, hari ini KBM perdana menggunakan portal E – Learning MBS sudah berjalan. Ada kurang lebih 75 kelas melaksanakan KBM daring. Walaupun masih ada beberapa kendala, secara keseluruhan pelaksanaan E-Learning perdana hari ini cukup lancar, tutur ustadzah Rully selaku kordinator tim E-Learning MBS.

Dikatakannya, panitia menemukan beberapa kendala terkait dengan pelaksanaan KBM daring perdana hari ini. Menurut ustadzah Rully, sedikitnya ada lima temuan yang menjadi bahan evaluasi tim E-Learning. Beliau menyebut banyaknya penumpukan chat whatsapp pribadi (wapri) ke beberapa admin menjadi temuan pertama. Selain itu, ada beberapa santri yang masih kesulitan untuk log in ke portal. Hal ini terjadi kemungkinan santri salah mengetikkan password atau lupa email. Selanjutnya, tambah ustadzah Rully beberapa santri kesulitan untuk mencari dan mengakses course karena kendala jaringan atau sinyal.

Tidak menunggu waktu lama, dari hasil temuan ini, panitia E-Learning yang dimotori ustadzah Rully dan ustadzah Lisa bertindak sigap dengan melakukan kordinasi dan evaluasi dengan asatidz yang mendapatkan jadwal perdana KBM daring. Insya Allah, untuk pembelajaran daring ke depan kita agendakan untuk melakukan evaluasi setiap harinya. Hal ini kami lakukan agar permasalahan atau kendala yang terjadi di setiap harinya bisa segera terpecahkan dan ditemukan solusi terbaiknya, terang ustadzah Lisa. Ustadzah Lisa menambahkan, perbaikan adalah upaya yang harus dan mendesak karena kemungkinan besar proses belajar daring akan berlanjut mengingat kapan pandemi covid-19 berakhir, masih menjadi tanda tanya besar, pungkasnya. (ElMoedarries)

 

Adanya pandemi Covid-19 memberikan semangat baru pada dunia pendidikan, kegiatan yang semula biasa dilaksanakan bertatap muka berubah 180 derajat. Dengan adanya peraturan pemerintah untuk menghindari kegiatan kontak fisik dan social distancing, bukan berarti sekolah kehilangan ruhnya untuk mencerdaskan anak bangsa, maka KBM daring adalah jawabannya. Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Prambanan Sleman telah siap untuk mengadakan kegiatan KBM daring ditengah pandemic.

Bersama Wadir Pendidikan dan jajarannya, MBS  mempunyai semangat dan cara baru untuk mengahadapi KBM ini. Persiapan demi persiapan sebelumnya alhamdulillah sudah mencukupi, pembekalan pada guru pengajar sudah dilakukan, dan pendampingan tim IT sekolah juga dimaksimalkan, ujar ustadz Didik Riyanta, S.Sos.I selaku wadir pendidikan.

Sementara itu, kepala sekolah SMP MBS, ustadz Fauzan Yakhsya, S. Hum menyebut pembelajaran daring banyak nilai plus dan minusnya, karena itu konsep baru sehingga diharapkan dapat berjalan dengan baik, namun kendala internet adalah masalah utama, sehingga Ponpes MBS yang santrinya dari sabang sampai merauke tidak semua dapat mengakses internet dengan mudah.

Ustadz Roiq, Lc kepala sekolah SMA MBS juga mengatakan hal senada, model pembelajaran baru ini, tentunya masih ada kekurangan, yaitu kurang baiknya sinyal didaerah terpencil dan belum ada akses internet yang luas diseluruh Indonesia. Sehingga kami juga menyiapkan strategi untuk melayani santri yang tidak dapat akses internet. sebagian juga dapat berkomunikasi dengan wali kelasnya masing-masing jika ada kendala yang berarti.

Pembelajaran daring ke depan insya allah  menggunakan E-Learning, dengan sistem yang dibangun oleh tim IT MBS sendiri. Sehingga diharapkan permasalahan teknis dapat diatasi oleh tim. Model E-Learning merupakan hal yang baru, tetapi pembekalan guru yang dilakukan sebelumnya sudah mencukupi untuk KBM daring ini, selain Model E-Learning, asatidz juga dapat memaksimalkan media sosial, seperti zoom, serta Ms Team, ujar ustadz Noly Setyadi, S. Pd kordinator tim IT MBS.

Di masa pandemi ini, komunikasi santri, asatidz, dan wali santri inten dilakukan, sehingga informasi yang diberikan sekolah dapat terserap secara maksimal. Kerjasama yang diperlukan untuk kesuksesan KBM daring ini, tujuannya santri mendapatkan materi dengan baik.(ElMoedarries)

 

 

 

 

 

Menjelang kedatangan santri, Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di pondok pesantren Muhammadiyah Boarding School Prambanan Sleman Yogyakarta resmi dibentuk. Selasa sore, bertempat di pendopo SDM MBS Prambanan, Gugus Tugas yang dimotori ustadz Fauzan Yakhsya, S. Hum mengadakan rapat perdana.

Pembentukan Gugus Tugas Covid-19 di Pesantren MBS ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren menjelang kedatangan santri tahun pelajaran 2020/2021. Tugasnya, mendata santri dan melaksanakan protokol kesehatan di pondok pesantren meliputi wajib memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan dan menjaga jarak fisik.

Ustadz Fauzan menyebut, berdasarkan data yang ada, jumlah santri MBS yang terdata tersebar di hampir seluruh provinsi. Bahkan tahun ini MBS menerima santri baru asal Taiwan, imbuhnya. Ketua Gugus Tugas Covid-19 MBS, ustadz Fauzan mengatakan MBS akan mempersiapkan segala yang harus dipenuhi sesuai dengan aturan protokol kesehatan.“Hari ini adalah rapat perdana kita, sekaligus kordinasi dengan beberapa bagian terkait, termasuk ada delapan divisi yang sudah kita siapkan. Diantaranya divisi pencegahan dan kesehatan, divisi pendukung, divisi komunikasi, informasi dan edukasi, divisi kegiatan, divisi transportasi, divisi logistik, divisi penanganan, dan divisi pengamanan, karantina dan pemantauan yang semuanya terintegrasi menjadi satu, ujar ustadz Fauzan yang juga menjadi ketua kordinator MDMC PDM Sleman.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 MBS, ustadz Roiq, Lc mengatakan total jumlah santriwan dan santriwati yang menempuh pendidikan di lembaganya ada sekitar 2.500 orang, namun mereka diminta datang secara bertahap dimulai dari santri kelas kibar. “MBS akan mendatangkan santriwan dan santriwati secara bertahap sebelum memulai proses pembelajaran pada masa normal baru di tengah pandemi Covid-19. “Jadi yang sekarang kita persiapkan itu untuk menerima santri yang akan kembali ke pondok lagi, memang banyak yang harus kita siapkan, tapi terutama yang awal ini hanya santri dari kelas kibar atau kelas 12 dulu,” katanya.

Ustadz Roiq menambahkan, setelah rapat kordinasi ini panitia akan segera bergerak sesuai dengan jobdesk nya masing-masing. Termasuk diantaranya melakukan inventarisir kebutuhan menghadapi kedatangan santri, pembagian tahapan kedatangan, perencanaan RAPB, serta yang tidak kalah pentingnya adalah survey dan persiapan ruang karantina dan isolasi santri. Dengan terbentuknya gugus tugas covid-19 MBS ini diharapkan kedatangan santri yang direncanakan akan dimulai sekitar pertengahan bulan Agustus ini bisa berjalan lancar. Semua elemen pondok juga dihimbau ikut mendukung dan berperan aktif dalam menjaga  serta membentengi diri dari covid-19 dengan selalu disiplin melakukan protokol kesehatan yang telah diterapkan di MBS. (ElMoedarries)

 

 

Derap langkah berjajar rapi pasukan KOKAM membawa panji-panji kebesaran mengawal siswa siswi yang berbusana putih bersih sebagai tanda kesucian jiwa seluruh siswa SD Muhammadiyah MBS Prambanan memasuki Aula untuk prosesi Wisuda Tahfidz. Diiringi instrument lagu Aku Ingin Hafidz Qur’an yang menambah rasa khidmat prosesi acara tersebut. Seluruh mata memandang seolah-olah tidak mau kehilangan momentum tersebut. Semua kamera handphone dari semua tamu undangan  dipasang untuk mengabadikan. Peserta Wisudawan dan wisudawati berjalan pelan penuh penghayatan dengan dipandu oleh ustadz Nur Muhammad, S.Pd.I selaku Master of Ceremony pada acara Wisuda Tahfidz SD Muhammadiyah MBS Prambanan.

Dari depan terlihat berjajar para tamu undangan dari jajaran MUSPIKA Kecamatan Prambanan, ada Camat Prambanan  bapak Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si, Kapolsek Prambanan, Koramil. Selain itu juga dari jajaran PImpinan Cabang Muhammadiyah Prambanan bapak H. Marjono, B.A selaku ketua PCM Prambanan. Dan acara Wisuda Tahfidz dihadiri oleh Direktur Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boardhing School (MBS) Sleman Yogyakarta ustadz Fajar Shadik beserta jajaran pimpinan dan juga para tamu undangan yang lain termasuk juga wali murid SD Muhammadiyah MBS Prambanan. Moment yang sangat berharga ini merupakan acara atau kegiatan yang pertama kali diselenggarakan oleh sekolah puncak dari program unggulan SD Muhammadiyah MBS Prambanan yaitu Tahfidzul Qur’an Juz 30 (Juz ‘Amma) secara mutqin. Sebelum di wisuda tahfidz seluruh peserta harus melewati beberapa tahap dari setor hafalan setiap hari, ujian bersama ustadz/ah pengampu sampai ujian terakhir yaitu munaqosyah bersama ustadz/ah Penguji dari luar. Ujian munaqoosyah ini yang membuat berdebar dalal dada peserta ujian, bahkan terasa waktu itu berlalu sangat cepat karena sembari menunggu giliran maju untuk diuji, waktu yang ada dipakai untuk murajaah mandiri, mereka murajaah sambil tiduran, mojok diruang dan berbagai macam ekspresi lainnya. Ada rasa cemas dalam hatinya kerena takut tidak lolos.

Di awal tahun 2020 tepatnya pada tanggal 25 Januari di Aula SMA Negeri Prambanan merupakan hari dimana semua hafalan di ujikan secara umum dihadapan seluruh undangan tanpa terkecuali. Semua boleh menguji satu persatu secara acak dengan soal yang ditentukan sendiri oleh tamu undangan yang menguji. Pada saat itu 52 peserta wisudawan dan wisudawati menunjukan hafalannya, mereka dengan tartil dan lancar melantunkan ayat-ayat Al Qur’an yang telah dihafalnya. Rasa bangga menyelimuti sanubari para orang tua wali murid tidak sedikit air mata menetes dengan deras disaat para wisudawan wisudawati mempersembahkan bunga kepada orang tuanya sebagai wujud rasa terima kasih karena telah membimbing dan mendidik dengan susah payah. Hafalan qur’an ini mereka persembahkan untuk kedua orang tuanya. Rasa bangga dan haru bercampur jadi satu tetesan air mata membasahi pipi anak dan orang tua, peluk dan cium menambah rekatnya hubungan antara anak dan orang tua pada saat itu. Ditambah lantunan puisi yang dibawakan oleh Indiyah Zahira Saputra dengan penuh penghayatan sehingga bisa membawa suasana menjadi haru.

Wisuda Tahfidz SD Muhammadiyah MBS Prambanan yang pertama sangat sukses bisa mencetak para penghafal Qur’an sejak dini. Berharap ditahun yang akan datang bisa lebih banyak lagi yang di Wisuda Tahfidz dan semakin banyak generasi muslim yang cinta akan Al Qur’an sehingga kemuliaan dari Allah akan turun ke bumi ini dan bisa memberikan keberkahan bagi semesta Alam.

Sabtu tanggal 23 November 2019 di SD Muhammadiyah MBS Prambanan sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat dan juga siswa dan guru PAUD dan TK di Kabupaten Sleman dan sekitarnya. Mereka berbondomg-bondong hadir di SD Muhammdiyah MBS Prambanan dalam rangka mengikuti berbabagai macam cabang lomba yang diselenggarakan oleh Sekolah, kegiatan yang dikemas dengan nama Ajang Kreasi dan Prestasi Anak (AKIRA) ke 5. Sebuah kegiatan yang diperuntukan oleh anak-anak usia PAUD dan TK ini menjadi agenda rutin tiap tahunnya. Ada 10 cabang lomba yang disiapkan oleh panitia yaitu lomba  tingkat PAUD, TK A dan TK B, lomba hafalan surat pendek, lomba hafalan hadist, lomba shalat berjamaah, lomba menyanyi Islami, lomba hafalan do’a sehari-hari, lomba da’I cilik, lomba adzan, dan terakhir lomba shalat berjamaah.

Bertempat di komplek SD Muhammadiyah MBS Prambanan event ini dipenuhi oleh orang tua dan guru yang mengantarkan putra putrinya ikut berkompetisi. Pada AKIRA yang ke 5 ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena AKIRA yang ke 5 ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman Ibu Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes dengan agenda yang sangat padat beliau menyempatkan untuk bisa hadir dan membuka acara. Pada kesempatan ini ibu wakil bupati Dra. Hj. Muslimatun, M.Kes memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Pada sambutannya ibu Wakil Bupati mengucapkan banyak terima kasih kepada MBS yang ikut membantu pemerintah kabupaten Sleman dalam rangka menyukseskan VISI Kabupaten Sleman yaitu Terwujudnya  Masyarakat Sleman lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya, dan Terintegrasi dengan e-government menuju smart regency (kabupaten cerdas) pada tahun 2021. Beliau sangat mengapresiasi atas kerja cerdas kerja tuntas dan kerja ikhlas dalam menyiapkan generasi emas Indonesia. Selain Wakil Bupati Sleman dihadiri juga Camat Prambanan bapak Rasyid Ratnadi Sosiawan, M.Si, Jajaran Muspika, Kepala Desa Bokoharjo bapak Dody Heriyanto, S.E, Kepala KUA Kecamatan Prambanan H. Hasan Fansyuri, S.Ag.,M.A, Ketua PCM Prambanan Bapak H. Marjono, kepala UPT Yandik Kecamatan Prambanan Bapak Mayang Sutrisna, S.Pd.,M.M, dan juga jajaran Pimpinan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sleman Yogyakarta, Wakil Direktur 1 Ust. Didik Riyanta, S.Sos.I, Sekretaris Pondok Ust. Sahman, Lc.

AKIRA dari tahun ke tahun tidak pernah sepi peserta, rata-rata peserta lomba mencapai angka 500_an peserta yang berasal dari berbagai sekolah PAUD dan TK di Prambanan dan sekitarnya. Selain beraneka macam lomba yang disiapkan oleh panitia, disiapkan pula stand-stand bazar yang membuat acara AKIRA ini semakin ramai dikunjungi dan selalu dinanti-nantikan pelaksanaannya. Pada kesempatan ini juga ibu Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes Wakil Bupati Sleman mengunjungi stand yang ada, dengan didampingi ustadz Didik Riyanta, S.Sos.I dan juga ustadz Eko Priyo Agus Nugroho, S.Pd.I dikenalkan dengan produk-produk dari HASBUNA Grub diantaranya TOKOMU MBS, Hasbuna Bakery, Hasbuna Resto yang semua bagian dari unit usaha Pondok Pesantren MBS Sleman Yogyakarta. Ibu Wakil Bupati sangat terkesan dengan produk dari Hasbuna Bakery.

Selain ada stand bazar yang sangat ramai dikunjungi, acara AKIRA ke 5 ini juga dimeriahkan oleh bintang tamu Kak Ranger Megician Islami yang menghibur anak-anak yang hadir pada AKIRA ke 5 ini. Kak Ranger berkisah dengan disertai trik-trik sulap yang sangat memukau bagi anak-anak, rasa penasaran yang sangat tinggi. Anak-anak sampai memenuhi depan panggung, berjubel berdesak-desakan menyaksikan aksi dari Kak Ranger. Aksi Kak Ranger berakhir pada pukul 11.30 setelah itu pengumuman bagi pemenang lomba.

AKIRA ini merupakan bagian dari sukses PPDB Tahun ajaran 2020/2021 sebagi salah satu bentuk sosialisasi tentang SD Muhammadiyah MBS Prambanan, sehingga tim PSB menyiapkan stand khusus untuk pendaftaran siswa baru dan Alhamdulillah ada calon wali murid yang langsung mendaftarkan anaknya di SD Muhammadiyah MBS Prambanan bahkan sekalian berencana memindahkan anak yang kedua dari Sekolah IT ke SD Muhammadiyah MBS Prambanan. Kepercayaan masyarakat mulai terbangun sehingga SD Muhammadiyah MBS Prambanan menjadikan salah satu alternativ pilihan orang tua untuk menyekolahkan putra putrinya. Bagi pihak SD Muhammadiyah MBS Prambanan sebuah kebahagiaan tersendiri jika banyak masyarakat yang memilih SD Muh MBS Prambanan dan menjadi tantangan tersendiri bagi ustadz dan ustadzah untuk memberikan pelayanan yang excellent. Semoga Allah ‘azza wajalla memudahkan segala urusan, aamiin.

SD Muhammadiyah MBS Prambanan sejak awal berdiri berkomitmen memberikan pendidikan yang seimbang seperti halnya Pondok Pesatren Modern Muhammadiyah Boardhing School (MBS) Sleman Yogyakarta. Yaitu pendidikan yang mengusung seimbang di ilmu umum dan ilmu agama. Sehingga kurikulum yang digunakan selain kurikulum dinas dan kurikulum ISMUBA (Al Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab), SD Muhammadiyah MBS Prambanan menambah kurikulum khas Pesantren. Kedepannya kurikulum di SD Muh MBS Prambanan terintegrasi dengan kurikulum di Pesantren MBS sehingga materinya bersambung dari SD, SMP dan SMA.

Dalam kurikulum agama siswa mendapatkan ilmu agama yang lebih, diantaranya dalam bidang Aqidah, Akhlaq, Ibadah, Hadist, Al Qur’an ditambah dengan materi hafalan Hadist, Mahfudzat dan juga Al Qur’an. Semua materi dikemas dengan menyesuaikan dengan dunia anak-anak dan lebih kepada menitik beratkan kepada pembentukan karakter, yang sejalan dengan Visi SD Muhammadiyah MBS Prambanan yaitu Terwujudnya Generasi Unggul dan Berkepribadian Islami. Karakter Islami ini menjadi target utama di SD Muhammadiyah MBS Prambanan.

Salah satu unggulan di SD Muhammadiyah MBS Prambanan adalah hafalan Al Qur’an. Tidak hanya sekedar hanya sebatas program dan juga formalitas saja akan tetapi tuntas membaca Al Qur’an dan Tahfidz benar-benar menjadi perhatian yang sangat serius di SD Muhammadiyah MBS Prambanan. Sehingga disetiap tingkatan kelas sudah dibuat target dari kelas 1  sampai kelas 6. Target hafalan Al Qur’an di SD Muhammadiyah MBS Prambanan adalah 2 Juz yaitu Juz 29 dan 30. Dari target tersebut yang menjadi prioritas sampai tingkat Mutqin (hafalannya bagus) di Juz 30 saja. Jika dari Juz 30 ini sudah dinyatakan bagus oleh ustadz atau ustadzah pengampu tahfidz maka boleh melanjutkan Juz 29. Bagi yang sudah selesai 1 Juz maka akan dilakukan Uji Publik dan Wisuda Tahfidz.

Untuk bisa ikut Wisuda siswa harus melalui Munaqasyah  tahfidz 1 Juz, pengujinya adalah dari ustadz/ah dari PPM MBS Sleman Yogyakarta. Pada munaqasyah ini seluruh siswa diuji hafalannya dari Surat An Naba’ sampai An Nas dalam sekali duduk. Bagi siswa yang lulus maka layak untuk ikut wisuda tahfidz sedangkan yang belum maka ada remedial, harus mengulang hafalan yang masih belum lancar dihari yang lain. Pada hari Jum’at, 15 November 2019 seluruh siswa kelas 5 yang berjumlah 45 anak telah melangsungkan Munaqasyah. Pada kegiatan Munaqasyah ini yang dipimpin oleh Ustadz Dimas selaku koordinator Tahsin dan Tahfidz bersama tim telah menyiapkan instrument penilaian Tahfidz. Sedangkan untuk pengujinya SD Muhammadiyah MBS Prambanan mengggandeng Kepala Bagian Tahfidz Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sleman Yogyakarta yaitu ustadzah Sri Nurahmi, beliau yang mengelola Program Tahfidz Khusus di MBS. Sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi siswa-siswi yang menjadi peserta munaqasyah. Karena hafalan qur’annya disetorkan kepada orang lain.

Munaqasyah diawali dengan pembukaan terlebih dahulu, pada pembukaan ini ustadzah Rizana Avida selaku waka kurikulum memberi motivasi, Ustadzah Riza berpesan, tetap semangat tunjukan kemampuan yang terbaik. Yang belum ikut tetap berusaha jangan kecil hati. Sopan ketika menghadap penguji beri salam dan tersenyum. Ini adalah pembuktian bahwa jika dulu suka bekerja keras selalu berusaha dan pasti akan menuai hasilnya. Karena Allah Subhanahu wata’ala melihat proses atau usaha  seorang hamba.

Setelah acara pembukaan selesai, siswa-siswi diberi penjelasan tentang tekhnis pelaksanaan munaqasyah oleh ustadz Dimas. Sembari menunggu giliran maju setoran, siswa-siswi berkumpul membentuk halaqah-halaqah untuk saling menyemak hafalan qur’annya. Hari yang membuat berdebar peserta munaqasyah. Sehingga waktu yang ada mereka gunakan untuk memegang mushaf-mushaf Al Qur’an halaman demi halaman mereka buka dan dibaca, lalu ditutup mushaf dan memejamkan mata sambil mengulang ayat demi ayat Al Qur’an yang dihafal dihadapan temannya, ada juga yang menghafal sambil tiduran. Suasana hari itu lantunan ayat suci Al Qur’an terus bergema di Masjid Al Birr masjid yang berada di komplek sekolah. Alhamdulillah siswa yang berjumlah 45 anak 98% semua lulus dengan nilai yang bagus rata-rata nilainya adalah B. Setelah munaqasyah tahapan selanjutnya adalah Tasmi’ Akbar, yaitu mereka murajaah bersama dihadapan orang tua Wali mereka. Setelah tasmi’ Akbar baru akan dilaksanakan Wisuda Tahfidz dan Uji Publik.

Rangkaian ini adalah wujud dari komitmen SD Muhammadiyah MBS Prambanan untuk mebentuk insan yang berakhlaq Islami dan berjiwa Qur’ami dan suara-suara penghafal Qur’an anak-anak yang insya Allah menjadi hujjah kelak dihadapan Allah. Dan semoga siswa-siswi SD Muhammadiyah MBS Prambanan mampu menjadikan Al Qur’an sebagi pedoman hidup mereka.

Catatan manis kembali ditorehkan kafilah MTQ MBS Sleman Yogyakarta. Dengan perolehan 35 medali, menjadikan kontingen MBS berhak menyandang status sebagai juara umum. Dari total 35 medali yang diraih, 21 diantaranya medali emas, 7 medali perak dan 7 sisanya perunggu.

Pergelaran MTQ umum tingkat kecamatan yang diselenggarakan pada hari sabtu, 27 Juli 2019 di kecamatan Prambanan ini di buka oleh Bapak Suhadi selaku Kepala KUA Prambanan. Gelaran MTQ yang diadakan kali ini mempertandingkan tujuh kategori cabang lomba.

Dari jumlah 21 medali emas yang diraih, diantaranya dipersembahkan dari Musabaqah Tartil Quran putra atas nama Galang Surya, tilawah anak putra, tilawah remaja putra dan putri. Dominasi MBS berlanjut setelah ustadz Nur Muhammad yang masuk kategori tilawah dewasa berhasil mempersembahkan emas, dilengkapi Suaka Azkia yang mencatatkan namanya dalam daftar perolehan medali emas setelah mendapatkan point tertinggi dalam kategori MHQ 10 juz putri.

Tidak sampai disitu, pundi-pundi emas kafilah MBS bertambah setelah Aushaf Nabila mengeliminir kompetitornya dengan kembali menyegel medali emas melalui cabang MHQ 30 juz putri.

Sementara itu medali perak disumbangkan dari  Musabaqah Khot Alquran dengan kategori naskah, hiasan mushaf dan kontemporer. Di cabang lomba yang lain Elsyafira yang tampil di Musabaqah Maqalah Alquran harus puas mendapat perunggu.

Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi kafilah MTQ MBS Sleman Yogyakarta setelah mampu mengukir prestasi membanggakan.

Didampingi Ust. Agus Mu’alim, S. Ud mengatakan, “ ini modal kami menuju tingkat kabupaten, tentunya persaingan lebih kompetitif lagi. Untuk itu anak-anak saya harapkan untuk tidak cepat puas dengan hasil ini. Kita akan berusaha, berlatih dan bekerja lebih keras agar mampu meraih hasil yang lebih tinggi. Kita akan mengikuti pembinaan dan arahan dari tim pembina kecamatan Prambanan secara optimal agar kembali mengharumkan nama MBS di kancah yang lebih tinggi”, terangnya.

Hasil ini tentunya patut kita berikan apresiasi kepada kafilah MTQ MBS yang telah mampu memberikan yang terbaik dengan menjadi juara umum MTQ  tingkat Kecamatan. (ElMoedarries)

 

DAFTAR PERAIH MEDALI MTQ UMUM KECAMATAN PRAMBANAN 2019 :

NO NAMA CABANG MEDALI
1 GALANG SURYA TARTIL PUTRA EMAS
2 M.RAKA ALFRIZA TILAWAH ANAK PUTRA EMAS
3 KUNTA ULINNUHA TILAWAH REMAJA PUTRA EMAS
4 DIFA YURIASKA TILAWAH REMAJA PUTRI EMAS
5 NUR MUHAMMAD TILAWAH DEWASA PUTRA EMAS
6 IQBAL MHQ 1 JUZ PUTRA EMAS
7 HAYIN AINUR MHQ 1 JUZ PUTRI EMAS
8 SUAKA AZKIA MHQ 10 JUZ PUTRI EMAS
9 AUSHAF NABILA MHQ 30 JUZ PUTRI EMAS
10 ALDIRA EKA TAFSIR QURAN B.ARAB PUTRI EMAS
11 LUTFI RETNO WULAN TAFSIR QURAN B.INGGRIS PUTRI EMAS
12 AURA MUTIARA TAFSIR QURAN B.INDONESIA PUTRI EMAS
13 KELOMPOK MFQ PUTRA EMAS
14 KELOMPOK MFQ PUTRI EMAS
15 KELOMPOK MSQ PUTRA EMAS
16 KELOMPOK MSQ PUTRI EMAS
17 FADHEL RAFSANJANI KHOT ALQURAN NASKAH PUTRA EMAS
18 BILQIS KHOT ALQURAN NASKAH PUTRI EMAS
19 DAMAR PAMUNGKAS KHOT HIASAN MUSHAF PUTRA EMAS
20 USTH SYARIFAH LAILY KHOT HIASAN MUSHAF PUTRI EMAS
21 ZULFA AZIZAH KHOT DEKORASI PUTRI EMAS
22 UST DENI SETIAWAN MAQALAH ALQURAN PUTRA EMAS
23 ZIDWAN TARTIL PUTRA PERAK
24 M. AMIRUL MUBAAROK TILAWAH REMAJA PUTRA PERAK
25 USTH. AINUN TILAWAH REMAJA PUTRI PERAK
26 FATA ALHUSAINI MHQ 5 JUZ PUTRA PERAK
27 ALFINA DEUX MHQ 5 JUZ PUTRI PERAK
28 AKMAL ALHADI KHOT NASKAH PUTRA PERAK
29 USTH. HUMAIRO ULFA KHOT NASKAH PUTRI PERAK
30 FADEL RAFSANJANI KHOT KONTEMPORER PUTRA PERAK
31 ADZAN ALFARUQ TILAWAH ANAK PUTRA PERUNGGU
32 GUSTAMA FAUZI TILAWAH REMAJA PUTRA PERUNGGU
33 M. LUQMAN MHQ 1 JUZ PUTRA PERUNGGU
34 RASYIDA KAMILA MHQ 1 JUZ PUTRI PERUNGGU
35 MUH. BUYA MHQ 5 JUZ PUTRA PERUNGGU
36 NESYA RASIONALIS MHQ 5 JUZ PUTRI PERUNGGU
37 ELSYAFIRA MAQALAH ALQURAN PUTRI PERUNGGU

 

Hari senin (1/7/2019) Jarum jam menunjukan 7.30, udara dingin dan embun yang masih melekat melingkupi pagi di area Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Sleman Yogyakarta. Ratusan santriwan baru yang berkumpul di halaman kompleks kelas putra untuk pembukaan Forum Ta’aruf Santri terlihat rapi dan kompak mengenakan seragam hitam putih.

         

Ustad Didik Riyanta, S. Sos.I, selaku Wakil Direktur 1 bidang pendidikan menyampaikan sambutan pada acara tersebut. Menurutnya, mengikuti kegiatan Forum ta’aruf santri atau biasa disebut FORTASI sangat penting sekali bagi kehidupan santri. “Pentingnya FORTASI adalah untuk mengetahui tujuan santri pada saat mondok,” terang beliau. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa kehidupan di pesantren memiliki keanekaragaman budaya yang berbeda-beda. “Jika kita mengawali dengan baik, pasti akhirnya akan baik pula,” ungkap beliau di hadapan para santri. Pada kesempatan tersebut juga turut hadir dewan asatidz yang nantinya akan menjadi pengajar sekaligus perkenalan kepada santri baru.

         

Selama kurang lebih empat hari sejak tanggal 30 Juni – 4 Juli santri akan dibekali berbagai hal mengenai kepesantrenan. Mulai dari sosialisasi lingkungan pesantren, kegiatan madrasah dan pondok, ke MBS an, Organisaasi IPM, Hizbul Wathan, Tapak Suci, Small Group Discussion, Outbond, malam keakraban. Rangkaian acara pembekalan santri ini dipungkasi dengan malam kreatifitas santri yang rencananya dilangsungkan pada hari kamis malam.(ElMoedarries)