PPM MBS Yogyakarta mengadakan TOEFL Simulation selama dua hari, Senin-Selasa (30-31/1/2023). Giat ini merupakan salah satu agenda dari tim Tes Pengendalian Mutu (TPM), di bawah naungan divisi dari tim prestasi yang diketuai Ustaz Agus Yuliyanto, M.Pd bidang studi lanjut.

Ustazah Hikmatul Azizah, S.Pd selaku koordinator tim TPM mengatakan TOEFL Simulation ini khususnya ditujukan bagi kelas XII SAINSTEK dan SOSHUM. Meski demikian, agenda ini juga terbuka untuk semua santri dan santriwati MBS serta para ustaz dan ustazah yang ingin mengikuti.

Selama dua hari ini, santri dan santriwati kelas XII MBS mendapatkan pembelajaran mengenai strategi atau tips dan trik dalam mengerjakan TOEFL di hari pertama. Sementara itu di hari kedua santri dan santriwati akan melaksanakan TOEFL simulation.

Dalam pelaksanaanya, tim TPM bekerjasama dengan MGMP bahasa Inggris untuk persiapan dan pengawas. Selain itu, pihaknya juga menggaet tim dari Jogja English Training Center (JETC) dalam agenda simulasi tes ini. Tim JETC sendiri berperan membantu bagian persiapan dan pengawasan.

Ustazah Hikmatul Azizah mengungkapkan bahwa tim TPM memiliki niatan, kedepan untuk menjadikan agenda simulasi ini sebagai giat rutin. Menurutnya hal tersebut sudah mendapat dukungan pimpinan.

Di MBS sendiri saat ini memang belum menerapkan TOEFL sebagai salah satu syarat kelulusan. Namun kedepan, sebagaimana disampaikan Ustazah Azizah, hal itu merupakan kewenangan pimpinan, apakah TOEFL perlu dijadikan syarat atau tidak.

Dengan mengadakan tes TOEFL ini, tim TPM melalui Ustazah Azizah berharap, guru bahasa Inggris dapat mengukur kemampuan santri dalam penguasaan bahasa Inggrisnya. Meskipun, lanjutnya, itu memang tidak bisa diukur secara maksimal, apakah skor dari TOEFL simulation itu betul-betul mewakili kemampuan anak.

“Paling tidak kami ada gambaran sampai mana kemampuan anak-anak tersebut,” pungkasnya. (ft)

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman kembali mengadakan seleksi POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) tahun 2023 untuk siswa-siswi yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. MBS selalu ambil bagian dalam event tersebut. Tidak terkecuali dalam cabang pencak silat. Seleksi pencak silat tahun ini diadakan mulai tanggal 28 Januari hingga 29 Januari 2023. Bertempat di GOR LPMP Kalasan.

Ustadz Eko Sugiarto, S.Pd selaku koordinator lomba menuturkan, pada seleksi POPDA Kabupaten Sleman tahun 2023 ini, MBS menurunkan dua belas atlet terbaiknya dari berbagai kelas cabang pencak silat. Yakni, Satrio Wibowo di kelas A, Farel di kelas B, Fauzil Hamim kelas B, Muhammad Yanuar Rozan kelas C, Nail Aufa Dhiyaulhaq kelas E, Muhammad Luthfi Nur kelas I, Muhammad Hafid Nur Rasyid kelas D, Kurniawan Fariel Ramadhan kelas H, Ahmad Fatihul Azhar kelas A, Ariagana Jundam Halim Suwanta kelas B, Hasbi Assyakira Abdillah kelas C dan Raihan Khairul Anam kelas D, jelasnya.

”Dari kedua belas atlet yang diturunkan tersebut, alhamdulillah MBS berhasil memperoleh sembilan medali, yang terdiri atas empat medali emas (juara 1), tiga medali perak (juara 2), dan dua perunggu (juara 3). Kesuksesan tersebut didapat dari Ariagana Jundam Halim yang berhasil merebut juara pertama dalam kelas B Putra. Kemudian tiga lainnya disumbangkan oleh Hasbi Assyakira Abdillah, Raihan Khairul Anam, dan Muhammad Luthfi Nur masing-masing pada kelas C, D dan I. Sementara itu, tiga medali perak diperoleh  Ahnaf Fatihul Azhar yang maju di kelas A Putra, Muhammad Yanuar Rozan kelas C Putra dan Kurniawan Fariel Ramadhan di kelas H Putra. Sisanya, dua medali perunggu didulang oleh Fauzil Hamim kelas B Putra dan Muhammad Hafidh Nur Rasyid kelas D Putra cabang pencak silat,” ungkap guru pendamping silat, ustadz Bagus Dzaki Handy.

Lebih lanjut ustadz Bagus berharap ke depannya semoga atlet-atlet pencak silat MBS terus berprestasi dan selalu berlatih untuk menjadi lebih baik. Khususnya empat atlet peraih juara pertama yang lolos masuk tingkat provinsi, semoga berhasil menjadi pemenang dalam POPDA tingkat Provinsi dan menjadi wakil DIY dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional nantinya.(ElMoedarries)

Kontingen Pencak Silat MBS :

KELAS A PA
JUARA 2 : AHMAD FATIHUL AZHAR (SMA MBS)

KELAS B PA
JUARA 1: ARIAGANA JUNDAM HALIM S (SMA MBS)
JUARA 3: FAUZIL HAMIM (SMP MBS)

KELAS C PA
JUARA 1: HASBI ASSYAKIRA ABDILLAH (SMA MBS)
JUARA 2: MUHAMMAD YANUAR ROZAN (SMP MBS)

KELAS D PA
JUARA 1 : RAIHAN KHAIRUL ANAM (SMA MBS)
JUARA 3 : MUHAMMAD HAFIDH NUR RASYID (SMP MBS)

KELAS H PA
JUARA 2 : KURNIAWAN FARIEL RAMADHAN (SMP MBS)

KELAS I PA
JUARA 1 : MUHAMMAD LUTHFI NUR (SMP MBS)

 

Sudah menjadi agenda penting bagi pengurus KOKAM MBS untuk menggelar agenda rutin tahunan. Salah satu yang dilakukan adalah melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Sebanyak  156 peserta yang semuanya adalah santriwan kelas X nampak begitu antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini.

Diklatsar KOKAM yang dilaksanakan di kompleks kampus putra ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain : materi keislaman, materi sejarah Kokam, kemuhammadiyahan, ketangkasan dan PBB serta materi-materi lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Diklatsar KOKAM, Hilmi Alwian Milanova mengatakan bahwa kegiatan Diklatsar tersebut berjalan lancar. Dikatakannya, kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, terhitung sejak tanggal 23 hingga 27 Januari 2023.

“Selain sebagai upaya regenerasi penerus estafet kepengurusan KOKAM MBS ke depan, kegiatan ini dalam rangka menyiapkan diri menguatkan fisik dan mental. “Tak hanya fisik dan mental, KOKAM MBS juga diwajibkan memiliki akhlak, berilmu, serta mempunyai budi pekerti yang baik,”tandasnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta, instruktur, pemateri dan semua pihak yang telah mendukung, semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin untuk mencetak kader-kader muda penerus, pelangsung dan penyempurna persyarikatan.

“Semoga para kader KOKAM dapat menyerap ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh para narasumber dan instruktur dengan sempurna dan dapat mengamalkannya,” pungkasnya.(ElMoedarries)

 

 

Walisantri angkatan 13 Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta, membuat sebuah produksi film pendek atau short movie berjudul ‘Lanjut’.

Ketika anak berada di pondok, kebersamaan para walisantri menjadi sangat erat karena mereka sama-sama berjuang untuk mengikhlaskan anaknya yang sedang menuntut ilmu di jalan Allah. Dimulai dari semua itu akhirnya walisantri angkatan 13 MBS Yogyakarta, membuat sebuah produksi film pendek atau short movie berjudul ‘Lanjut’. Film ini diproduksi oleh Pita Biru production dan didukung sepenuhnya oleh walisantri Angkatan 13 dan Pondok Pesantren MBS Yogyakarta.

Film yang bercerita tentang kekuatan seorang ibu dalam memondokkan anak, semangat anak untuk mondok dan keindahan persahabatan di pondok pesantren. Dengan latar belakang keindahan dan keseruan Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding school Yogyakarta, film ini dikemas dalam durasi 21 menit dan digarap oleh Pictutur.

“Semoga film ini bermanfaat untuk masyarakat dan paling tidak memberikan gambaran tentang betapa indah dan serunya dunia pondok,” ungkap Heri Kuswanto dari Pita Biru production.

“Kami juga tidak menyangka ternyata anak-anak memiliki bakat luar biasa dalam memerankan peran mereka walau baru pertama berperan dalam short movie. Kesungguhan mereka luar biasa untuk mewujudkan sebuah karya yang insya Allah bukan sekedar tontonan namun bisa menjadi tuntunan,” tambah Dyah Kalsitorini yang beberapa waktu lalu memproduseri dan menulis film Ahmad Dahlan.

Film ini diperankan oleh anak-anak santri MBS, para ustadz serta walisantri. Dengan adanya film ini diharapkan semua akan semangat memondokan anak serta melanjutkan mondok di pondok pesantren.

“Alhamdulillah Film ‘Lanjut’ ini sudah launching tanggal 16 Januari 2023 dan ditonton perdana dalam acara Nobar di MBS yang disaksikan seluruh santriwan dan santriwati serta ustadz dan ustadzah Pondok pesantren MBS Yogyakarta. Dan bagi masyarakat Indonesia indonesia sudah bisa menikmati film ini di chanel Youtube Pita Biru (https://www.youtube.com/watch?v=H__3is-jcHA) dan semoga bermanfaat untuk memberikan semangat mondok pada para santri dan semangat memondokkan anak bagi para walisantri,” tutup Ustaz Fajar Shadik, Direktur MBS Yogyakarta.

Sumber dari: krjogja.com

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dibuat kagum melihat karya Alfian Fakhru Rozi saat peresmian gedung baru pada Sabtu (21/01) di Prambanan, Yogyakarta. Pasalnya, santri Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Yogyakarta-Prambanan yang baru berusia 19 tahun ini menulis pokok-pokok fatwa dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) dengan aksara Hanacaraka. Ia kemudian menamai karyanya ini dengan Serat Darma Jati.

Hanacaraka merupakan sebutan lain dari tulisan aksara yang berkembang di Tanah Jawa dan wilayah sekitarnya. Bagi yang pertama kali melihat aksara ini, Hanacaraka memang tampak sulit. Hal ini disebabkan sedikitnya minat mempelajari warisan asli kebudayaan Indonesia ini, yang padahal penting sekali untuk dilestarikan. Pelestarian Hanacaraka dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan apa yang telah dilakukan Alfian ini.

Alfian mengaku belajar Hanacaraka dari gurunya yaitu ustadz Indra Oktora dalam mata pelajaran Bahasa Jawa. Dari mengamati struktur aksaranya yang unik ini, ia kemudian mempelajari Hanacaraka secara mandiri lewat buku-buku penulisan aksara dan dokumen manuskrip yang tersebar di internet. Kekagumannya pada Hanacaraka ketika berhasil membaca naskah asli Puro Pakualaman, yang membuatnya memiliki inisiatif untuk membuat karya tersendiri.

“Berawal dari pengamatan naskah-naskah kuno Jawa, khususnya naskah Puro Pakualaman, kemudian kami terinspirasi untuk membuat skriptorium, yaitu tempat literasi baca-tulis naskah,” tutur Alfian saat dihubungi tim Muhammadiyah.or.id pada Sabtu (21/01).

Saat ditanya apa motivasinya sehingga Alfian memiliki keinginan mengerjakan Serat Darma Jati ini, ia dengan tegas menjawab bahwa cita-citanya sejak dahulu memang ingin terlibat dalam proyek yang berkaitan dengan naskah beraksara Jawa. Selain itu, ia juga merupakan kader Muhammadiyah yang memiliki keinginan untuk berkontribusi dalam dakwah Persyarikatan.

Kombinasi antara minatnya yang tinggi dalam sastra kebudayaan Jawa dan sekaligus sebagai kader Muhammadiyah menjadi bahan bakar yang menyulut api semangat untuk menerjemahkan dan menulis ulang fatwa-fatwa berkemajuan yang termuat di Himpunan Putusan Tarjih (HPT) ke dalam tulisan Hanacaraka.

Alfian juga mengaku bahwa konseptor naskah Serat Darma Jati ini ialah gurunya, ustadz Indra Oktora. Indra merupakan guru Bahasa Jawa yang merangkum merangkum HPT ini. Setelah dirangkum, tugas penulisan selanjutnya diserahkan pada Alfian. Sejauh ini, Serat Darma Jati telah merangkum fatwa-fatwa seputar Iman, Salat, dan lain-lain. Ke depan, Serat Darma Jati ini akan memuat dalil dan hal-hal yang lebih detail lagi.

Serat yang sudah selesai penulisannya tidak menyertakan dalil dan alasan yang tercantum dalam masing-masing bab dalam HPT, sehingga untuk proyek berikutnya, insya Allah akan ditulis dalil dan alasan HPT tersebut,” pungkas Alfian.

Sumber : muhammadiyah.or.id

 

Pada hari Kamis, 12 Januari 2023 telah dilaksanakan opening SPF yang dibuka secara simbolis oleh ustadz Faqihuddin, Lc di hall kampus putri.

Apa sih SPF itu? SPF atau yang dikenal dengan Student Passion Fair. SPF merupakan acara besar gabungan 3 bidang IPM, yaitu : bidang Bahasa, Apresiasi Seni dan Olahraga (ASBO), dan Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) yang diadakan satu kali dalam satu periode.

Di SPF sendiri terdapat banyak cabang lomba, mulai dari olahraga, berbahasa, hingga karya seni. Diantaranya yaitu: volley ball, basketball, badminton, debat bahasa, news anchor, dormitory board, scraft material dan masih banyak lagi.

Acara ini diadakan guna menyalurkan bakat santriwati. Selain diadakan lomba-lomba, SPF juga mengadakan beberapa seminar untuk menambah pengetahuan santriwati.

Acara SPF tahun ini mengambil tema, “Improve Your Knowledge, Prove Your Skill,” yang artinya tingkatkan pengetahuanmu, tunjukkan bakatmu. Harapannya dengan diadakan kegiatan ini santriwati dapat menyalurkan dan mengembangkan bakat serta minatnya.(IPM)

Bulan Januari menjadi bulan yang sangat bermakna bagi Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Pasalnya pada bulan ini, ada tanggal yang menjadi tanggal istimewa, yaitu tanggal 20 Januari. Tanggal 20 Januari merupakan hari yang bersejarah bagi warga Pondok Pesantren MBS. Pada tanggal tersebutlah Pondok Pesantren MBS didirikan, tepatnya pada tanggal 20 Januari 2008. Pada tanggal 20 Januari 2023, MBS genap berusia 15 tahun.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta kembali akan memperingati hari jadinya. Dalam menyemarakkan miladnya yang ke-15, MBS kembali menggelar rangkaian acara yang dikemas dengan rangkaian kegiatan. Mengusung tema “Meneguhkan Pesantren Sebagai Gerakan Kader Berkemajuan” memberikan spirit bahwa MBS dari waktu ke waktu berkomitmen untuk selalu mencetak kader-kader bangsa yang siap menjawab tantangan zaman.

Berbagai macam kegiatan dengan sasaran peserta adalah seluruh santri, guru karyawan, alumni, santriwan dan santriwati serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren siap digelar.

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada tanggal 7 Januari 2023 hingga tanggal 28 Januari 2023. Berikut adalah berbagai kegiatan semarak Milad PPM MBS ke-15

  1. Musyawarah Nasional Alumni seluruh angkatan
  2. Seminar dan Workshop
  3. Lomba untuk Guru dan karyawan
  4. Lomba olimpiade internal untuk santriwan dan santriwati
  5. Outbond
  6. Malam Refleksi dan penghargaan
  7. Donor darah
  8. Beasiswa pendidikan untuk masyarakat kurang mampu sekitar pondok
  9. Wisuda Tahfidz untuk murid SDM MBS

Untuk rangkaian kegiatan, ada sedikit yang istimewa dari tahun sebelumnya, yakni akan diresmikan gedung baru 3 lantai di area kelas putra. Bangunan yang dalam kurun beberapa bulan ini dibangun. Dan ditargetkan siap digunakan setelah diresmikan pada Milad PPM MBS kali ini. Direncanakan, gedung baru ini akan diresmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.(ElMoedarries)

Bertempat di hall kampus putra, Tim prestasi dan studi lanjut MBS mengadakan acara motivasi walisantri, Ahad(1/1/2023). Acara yang dihadiri walisantri kelas IX ini bertujuan meningkatkan kerjasama antara pihak pondok dengan walisantri untuk ikut terlibat dan berkontribusi mengantarkan putra putrinya menuju puncak kesuksesan dalam menempuh pendidikan di MBS, terutama persiapan menghadapi Ujian Pondok dan Ujian Akhir Sekolah.

Dalam kesempatan kali ini, panitia menghadirkan motivator yang sudah berpengalaman dan malang melintang di dunia self environment (pengembangan diri). Beliau adalah Ustadz Ismail Hermana, S. Pd.I.  Pria asli Majalengka yang juga pendiri LP2KIS ( Lembaga Pendidikan dan Pelatihan KOPMA UIN Sunan Kalijaga ) dan trainer Fast Training ini mengawali motivasinya dengan ice breaking.

Tampak walisantri yang memenuhi tenda acara mulai terbius dan mengikuti gerakan serta instruksi dari sang motivator, sebelum akhirnya dengan seksama mengikuti slide demi slide materi yang dipaparkan Ustadz Ismail dengan khidmat.

“Anak itu ujian. Jika kita bisa mendidiknya, maka ia bisa jadi musibah sekaligus,” katanya dihadapan para orang tua santri.

Selain itu, dirinya mengatakan bahwa tugas orang tua adalah memilihkan pendidikan yang terbaik. Jangan sampai, anak-anak kita menjadi ladang dosa. Cukuplah anak itu menjadi anugrah yang menggembirakan.

Dikatakan juga, bahwa berilah kasih sayang yang tepat untuk anak-anak kita. Bagaimana? Bapak ibu harus menjadi figur utama dan idola bagi anak-anak kita.

“Buatlah ketika anak-anak kita ditanya soal idolanya itu bukan orang lain, cukup bilang ayahku atau ibuku,” tegas pria yang kondang dengan motivator gedor jiwa tersebut.

Menurutnya, itu butuh proses. Bukan waktu yang singkat untuk memberi keteladanan. Maka jangan lelah dan bosan untuk memberikan contoh kepada anak-anak kita.

Kesimpulan yang bisa dipetik dari materi motivasi yang disampaikan pada kesempatan ini diantaranya, agar walisantri senantiasa memantau perkembangan putra putrinya, memacu dan memompa semangatnya untuk tetap istiqomah dalam menuntut ilmu, mampu menjadi parent centered (tempat curhat) bagi putra putrinya dan yang terpenting adalah selalu mendoakan untuk kesuksesan dan keberhasilan putra putrinya dalam menempuh pendidikan dan menggapai cita-citanya yaitu sukses dunia dan akhirat.

Senada, ustadz Fauzan Yakhsya, S. Hum selaku kepala sekolah SMP MBS menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan semangat dan cas kembali kepada para walisantri agar kembali meluruskan niat dan tujuan memasukkan anaknya ke pondok. Harapanya sinergi sekolah dan orang tua bisa berjalan dengan baik.

“Ayah bunda, proses anak-anak kita sudah panjang. Sebentar lagi akan selesai. Semoga proses ini mampu mendewasakan mereka. Khususnya soal ibadah. Mohon kita bisa kerjasama untuk terus mengawal,” terangnya dalam sambutan.

Selain memberikan motivasi kepada walisantri, sekolah juga memberikan sosialisasi program kelas IX yang sebentar lagi akan naik ke jenjang kelas berikutnya yaitu kelas X. Dalam hal ini, dipaparkan oleh Wadir 1 bidang pendidikan ustadz Rahmat Susanto, S. Pd.

Dalam kesempatan tersebut juga diadakan nonton bareng film “Lanjut” yang merupakan hasil karya walisantri kelas IX angkatan ke-13 bekerjasama dengan tim Pita Biru Production yang dimotori oleh bapak Heri dan Bunda Dyah Kalsitorini yang merupakan produser film nasional. Acara dipungkasi dengan doa penutup dan kemudian dilanjutkan dengan pembagian laporan hasil belajar santri semester gasal di ruang kelas masing-masing.(ElMoedarries)

 

Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School, Sleman, Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Jaya Melati 1 bersama dengan Kwartir Daerah Kabupaten Sleman selama 7 Hari secara serentak baik santri putra dan juga santri putri dari tanggal 14-16 Desember 2022 dan 1-3 Januari 2023.  Pelatihan Jati  jaya melati) I ini dibimbing langsung oleh para Pelatih Nasional dari Kwartir Pusat juga dari Kwartir Daerah Kabupaten Sleman.

Sebagai ekstrakurikuler wajib, kegiatan Jati I ini wajib di ikuti oleh seluruh santri kelas 12. Dimana hal ini merupakan pendidikan formal untuk melahirkan pelatih tingkat dasar di Kepanduan Hizbul Wathan. Harapannya dari kegiatan ini para santri siap mengembangkan kepanduan HW dan siap menjadi para pelatih Qobilah di daerah asal masing-masing.

Penyelenggaraan Jaya Melati 1 kali ini adalah pelatihan yang ke 7 kalinya yang diselenggarakan di PPM MBS Yogyakarta dan pelaksanaan kali ini terasa sangat istimewa karena saat pembukaan selain dihadiri langsung oleh Ramanda dan Ibunda dari Kwarpus dan Kwarda Sleman, turut hadir juga  PDM Sleman bapak H. Sudarto, S. Pd dan bapak H. Tuyahmin, S. Ag serta turut hadir juga perwakilan dari PCM Prambanan dan Kwarcab Prambanan.

Acara pembukaan Jati I dilaksanakan secara serentak dari pukul 13.30-14.30 wib. Pembukaan diputri dipusatkan di Joglo kampus putri, sedang pembukaan diputra dipusatkan di gedung baru lantai 1. (ElMoedarries)

 

Rabu pagi (14/12/2022) Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta menggelar Launching Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, bertempat di kompleks kampus putri, dengan dihadiri Muspika Prambanan (Panewu, Kapolsek dan Danramil), Dinas Kesehatan kabupaten Sleman, Kepala Puskesmas Prambanan, PCM Prambanan, BPH MBS, Jajaran Pimpinan MBS, dewan guru serta para santri.

Setelah acara dibuka dengan lantunan Kalam Ilahi dan dilanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Direktur MBS, ustadz Fajar Shadik mendapat giliran pertama memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau berharap agar Poskestren MBS ini tidak hanya sampai di sini, akan tetapi nantinya menjadi klinik yang bisa melayani kesehatan masyarakat sekitar.

Menanggapi hal ini, Tim P2DAI UMS yang diketuai Dr. Mutalazimah, SKM, M. Kes dalam sambutannya menyampaikan bahwa Poskestren ini diharapkan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada para santri.

Selain itu, Dr. Mutalazimah juga mengajak santri untuk bersyukur kepada Allah atas limpahan rahmat-Nya berupa berdirinya Poskestren ini.

Berdirinya Poskestren MBS ini disambut baik bapak Gatot Subroto selaku Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Bahkan, ia merasa salut kepada Pondok Pesantren MBS yang mendirikan poskestren ini.

MBS adalah pesantren yang betul-betul memperhatikan kesehatan santri-santrinya. Terbukti hari ini diresmikan pos kesehatan pesantren sebagai bentuk pelayanan kesehatan prima kepada para santri,” ujar bapak Gatot.

Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan Panewu Kapanewon Prambanan. Diwakili bapak Anom, beliau mengaku optimis MBS akan semakin bersinar. Dirinya juga yakin poskestren MBS ke depan akan mampu berevolusi menjadi klinik atau bahkan Rumah Sakit.

Usai sambutan-sambutan tersebut, acara seterusnya adalah penandatanganan MoU Poskestren MBS dengan Puskesmas Prambanan, dilanjutkan penyerahan sertifikat “Capacity Building Santri Husada” oleh Dr. Mutalazimah, dan terakhir doa penutup. (ElMoedarries)