Serangkaian kegiatan P-5 sudah diadakan sejak (19-24/8/2023). Pada Kamis (24/8/2023), kegiatan P-5 pun akhirnya ditutup dengan pembagian hadiah dan acara nonton bareng (Nobar) film pendek karya siswa kelas X dan juga pembagian hadiah.

Para siswa berkumpul di Pendopo Joglo Santri Putera MBS. Mereka sudah berkumpul sejak pagi menunggu acara nonton bareng karya mereka. Dalam waktu hanya tiga hari, ternyata anak-anak bisa kreatif dan memanfaatkan waktu dengan sangat baik untuk membuat karya bermutu.

Ada sekitar sepuluh kelas yang mengikuti lomba film pendek ini. Dalam kegiatan tersebut, para siswa antusias dan saling memberi apresiasi terhadap film pendek dari kelompok lain tentang “bahaya bullying”. Ustazah Lisa selaku Koordinator Panitia  yang juga ikut menonton bareng film pendek yang dibuat anak-anak merasa senang melihat karya dan kreativitas anak-anak. “mereka diberi waktu singkat, tetapi mampu menghasilkan karya yang keren-keren.”

Juara 1 untuk kategori film pendek dipegang oleh kelas XF. Film pendek tersebu berjudul “Bangkit”. Dalam film ini dikisahkan sekelompok anak yang suka membully teman-temannya. Si Anak yang dibully tidak membalas dan merasa tersakiti. Tetapi Si Anak kembali bangkit saat ada temannya yang peduli dan tidak menggubris bulyyan teman lainnya. Ia pun menampik bullyan dari teman-temannya dengan kalimat positif. Kekuatan cerita dan juga akting para santri mampu memukau juri.

Sementara juara 2 film pendek dimenangkan oleh kelas XE. Film pendek yang dilombakan berjudul “Karma”. Mereka kelas XE berharap para penonton setelah menonton ini bisa bekerja bersama agar kampanye anti bullying harus terus dijalankan agar sekolah aman dan nyaman.” Karma dianggap mampu memberi pesan kuat tentang gerakan “anti” bullying.

Dalam kategori lomba essay, pemenang 1 dimenangkan oleh kelas XC kelompok 2. Esai mereka bertajuk “Pengaruh Bullying pada Kesehatan Mental”. Sementara juara 2 dipegang oleh kelas XF kelompok 4 dengan esai bertajuk “Peranan Pondok Pesantren dalam Meminimalisir perilaku Bullying”.  Sedangkan untuk kelompok putri, juara 1 dipegang oleh kelas Xi kelompok 4. Esai tersebut bertajuk “Sepatah Katamu Berakibat Fatal Bagi Orang Lain”. Sementara juara 2 dipegang oleh kelas XK kelompok 2 dengan judul “Nepotisme dalam Lingkungan Pondok, Apakah pemicu Bullying?”

Salah satu santri yang turut serta dan hadir pada saat itu Arkhan menyatakan bahwa “kegiatan ini pesannya sangat kuat yakni bahwa membuli akan yang merusak ke aspek yang lain.”

Acara Nonton Bareng [Nobar] dan pembagian hadiah pun berakhir pada pukul 11.10 Wib. Para santri merasa senang dan mendapatkan banyak ilmu dari kegiatan ini.(Arif)

 

Sebagai landasan dasar dan fungsi sentral dalam membentuk tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, budaya menjadi nilai besar dan dasar bagi suatu negara untuk membangkitkan nilai-nilai mengakar dalam masyarakat. Di Indonesia sendiri berbagai macam kebudayaan yang terbangun dari bermacam-macam ras yang hidup di Indonesia menjadikan kekhasan tersendiri.

PR IPM MBS Putra bidang Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga (ASBO) memandang perlunya pengembangan pemahaman dan minat santri PPM MBS Putra Yogyakarta dalam Kebudayaan. Maka, Senin (21/8/23) PR IPM MBS Putra menggelar “Bincang Budaya” dengan tema “Berbudaya dalam Era Digital” yang berlokasi di Aula Ki Bagus Hadikusumo Lt.2 Gedung Terpadu PPM MBS Yogyakarta.

Dalam Acara Ini PR IPM MBS Putra menghadirkan Usamma Fachruddin, Ketua IMM ASBO Jawa Tengah sekaligus Alumni MBS Yogyakarta angkatan ke-5. Beliau menjelaskan dampak yang diberikan oleh digitalisasi di era modern saat ini berdasarkan positif dan negatifnya digitalisasi tersebut. Dan dari paparan tersebut Usamma Fachruddin atau yang akrab dipanggil Umma ini menjelaskan bagaimana kebudayaan dapat terwujud di era digitalisasi.

Ketua ASBO PR IPM MBS Putra, Muhadzib Zaky Zikrullah mengatakan bahwa diharapkan dengan adanya Bincang Budaya ini dapat  menjaga sekaligus mengenalkan ke santri tentang keberagaman budaya yang ada di Indonesia ini dan melestarikannya meski kita berada di era digitalisasi”. (MON)

Santri MBS Yogyakarta kembali menorehkan prestasi dalam bidang akademik. Para santri ini berlomba dalam ajang KI HAJAR STEM. Ki Hajar STEM adalah ajang perlombaan untuk siswa SMP, SMA untuk melatih berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dalam bidang project berbasis STEM (Sains, Technology, Engineering and Math).

Lomba ini diadakan dalam bentuk daring. Para peserta mengikuti lomba di Laboratorium di Kompleks MBS. Lomba KI HAJAR STEM ini dilaksanakan dua kali pada tanggal 6 dan 12 Agustus 2023.

Tim MBS sendiri mengirimkan 3 tim untuk mewakili SMP, dan 6 tim untuk mewakili SMA. Mereka mengikuti ajang perlombaan ini pada level basic. Lomba ini diadakan oleh Kemendikbudristek.

Ustaz Eko Sugiarto, S.Pd selaku bidang kesiswaan putera mengaku senang dan bangga atas prestasi santrinya. Dari tim yang diajukan, terdapat satu tim SMP dan 6 Tim SMA lolos ke babak Intermediate. Mereka akan bertanding lagi maju ke babak nasional. Ustaz Eko juga berharap nanti siswanya bisa lolos dan memenangkan di ajang KI HAJAR STEM ini di tingkat nasional.

Para peserta lomba KI HAJAR STEM pun senang dan ceria menyimak timnya lolos dan melaju ke babak nasional. [Arif Yudistira]

Prambanan, 10 Agustus 2023, pukul 09.00 Wib bertempat di Hall Parkir Utara MBS berlangsung acara sosialisasi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau fire extinguisher dalam rangka pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di kompleks pesantren MBS.  Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan santri serta guru dan karyawan MBS.

Sosialisasi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) ini disampaikan langsung oleh petugas dari CV Caturindo Sentosa Jogja, Bapak Catur Apriyanto dengan penyampaian informasi mengenai pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. Caturindo Sentosa Jogja merupakan sebuah perusahaan yang fokus bergerak di bidang alat-alat pemadam kebakaran.

Ustadz Didik Riyanta, S. Sos.I, Wakil direktur Bidang KeRumahTanggaan MBS mengatakan, sosialisasi dan simulasi ini dilakukan dalam rangka edukasi pengenalan sejak dini bahaya kebakaran dan cara penggunaan APAR. Pelatihan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada warga pesantren tentang fungsi APAR, juga melatih para santri, guru dan karyawan agar mampu menggunakan APAR dengan tepat dan benar untuk menanggulangi kebakaran dalam skala kecil.

 

“Mengingat lokasi MBS sendiri yang berada di tengah lokasi persawahan warga, apalagi memasuki puncak kemarau yang mengakibatkan terik berlebihan saat siang hari sehingga lebih rentan kebakaran, “terangnya.

Setelah sosialisasi dilanjutkan dengan simulasi Pemadaman Api oleh tim Caturindo Sentosa dibawah pengawasan langsung Pak Catur. Satu persatu perwakilan santri, guru dan karyawan MBS melakukan praktik langsung menggunakan APAR dan cara memadamkan api dengan handuk basah, kain basah, karung basah dan untuk tidak panik memadamkan api dengan benar.

Selain memberikan materi mengenai APAR, Tim Caturindo yang digawangi Bapak Catur juga memberikan ilmu mengenai antisipasi kebakaran dari kebocoran Gas LPG. Apabila terdapat api yang berkobar dari ujung regulator gas elpiji yang tercabut selangnya, cara yang dilakukan dengan menutup lubang regulator dengan ujung jari, dan seketika api padam. Selain itu terdapat penanganan pada Tabung Gas LPG apabila terjadi kebocoran atau mendesis.(ElMoedarries)

 

Dalam rangka mengukur potensi cara berpikir dan kritis siswa, SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta mengadakan tes psikologi kepada seluruh siswa kelas IX di sekolah setempat, Sabtu (11/3/2023).

Kegiatan ini dilakukan tiap tahun yang  bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa kelas IX baik dari kemampuan  IQ (Intelligence Quotient / Kemampuan Kecerdasan Intelektual), kemampuan kepribadian, dan juga kemampuan bakat dan minat, kata Ibu Yaya Susanti salah satu pengelola Lembaga Bina Asih Psikologi sebuah instansi yang ada di kota Yogyakarta dan setiap tahun selalu bekerjasama dalam menangani tes psikologi ini.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan bagi siswa kelas IX, selain untuk mengetahui kemampuan kecerdasan siswa juga untuk salah satu syarat digunakan untuk mendaftar ke jenjang selanjutnya.

Ustadzah Dian Harmayanti, selaku kordinator guru BK MBS mengungkapkan pentingnya pengukuran IQ siswa kelas IX SMP. “Dengan mengikuti tes psikologi, peserta didik atau santri dapat mengetahui seberapa jauh tingkat kemampuan, kecerdasan, bakat atau minat, tipe kepribadian, gaya belajar dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan potensi dirinya, sehingga akan membantu menentukan berbagai keputusan pendidikan selanjutnya,”ujar ustadzah Dian.

Selain itu, tambah ustadzah Dian, tes IQ juga membantu sekolah untuk membuat kebijakan seperti pengaturan kelas, kelompok belajar, penyusunan skala prioritas, serta mengukur kemajuan sekolah secara umum. Dari tes psikologi dapat membantu ketepatan dalam menggariskan kebijakan umum sekolah, pungkasnya.

Pelaksanaan dilakukan di ruang kelas masing-masing di SMP MBS, diikuti sekitar 472 siswa (14 kelas ) dan dipandu oleh pemandu psikologi dan mengerjakan beberapa tes yang sudah disiapkan. Dan diharapkan dengan kegiatan ini nanti siswa, orang tua, maupun sekolah mengetahui kemampuan kecerdasan, kemampuan kepribadian, kemampuan bakat minat, dan selanjutnya bisa mengarahkan siswa untuk melanjutkan ke jurusan mana yang tentunya sesuai dengan kemampuan dan cita-cita siswa.(ElMoedarries)

 

 

 

Program rutin akhir tahun untuk para santri kelas 9 sebelum dinyatakan lulus dari SMP MBS adalah Munaqosyah Tahfidzul Al Quran. Program yang bertajuk Munaqosyah Akhir Tahun untuk santri kelas 9 itu dilaksanakan pada Sabtu (4-12/3/2023) di empat tempat berbeda. Kegiatan yang dilaksanakan selama lebih dari satu pekan itu diikuti oleh seluruh santri kelas 9 sebanyak 518 santri.

Munaqosyah Tahfidzul Al Quran adalah ujian yang bertujuan untuk menguji kemampuan santri dalam menghafal ayat-ayat Al Quran. Itu juga sebagai tolok ukur keberhasilan dalam pembelajaran Al Quran yang selama ini dilakukan di sekolah.

Munaqosyah Tahfidzul Al Quran Siswa SMP MBS tahun pelajaran 2022-2023 ini menetapkan standar minimal perolehan hafalan untuk kelas 9 adalah 2 Juz. Hal ini dilakukan sebagai upaya membina dan mencetak generasi bangsa yang mencintai Al Quran dan mengamalkan akhlak mulia sesuai dengan visi misi sekolah.

Pelaksanaan kegiatan tersebut diikuti oleh 518 santri yang terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok tahfidz MBS pusat berjumlah 390 santri, MBS 2 82 santri, sedangkan MBS program ARF sebanyak 46 santri.

Ustadz Urwatul Qalbi, kepala bagian tahfidz putra mengatakan, dari 518 santri kelas 9 tahun ini tidak hanya diuji tingkat hafalannya oleh para asatidz. Namun, mereka juga diharuskan untuk menguasai kaidah tajwid. Masing-masing majlis ada satu munaqisy yang menguji. Hal-hal yang diujikan berupa sambung ayat sesuai dengan maqra yang didapatkan, membaca surah-surah favorit dari juz 30 dan pertanyaan khusus tentang tajwid.

Sementara itu, kabag tahfidz putri, ustadzah Sri Nurrahmi mengatakan, para santri peserta munaqosyah diwajibkan menyetorkan hafalan wajibnya 2 juz. Namun demikian, ada beberapa santri yang tergabung dalam program halaqoh tahfidz khusus yang memiliki hafalan lebih dari 2 juz.

Data pencapaian hafalan Al Quran kelas 9 sudah memenuhi target yang ditetapkan sekolah. Seluruh siswa kelas 9 sudah masuk ke dalam program tahfidz. Dari 518 santri terdapat 3 santri yang telah menuntaskan setoran hafalan al qur’an 30 juz.

Sebagaimana diketahui, program Tahfidzul Al Quran merupakan program unggulan SMP MBS. Banyak wali santri yang menyatakan bahwa program hafalan Al Quran ini menjadi salah satu alasan menyekolahkan putra-putrinya di SMP MBS.(ElMoedarries)

Hari Pertama pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) santri SMP, Takhasus dan SMA MBS berlangsung tertib dan lancar pada Sabtu (4/3/2023). Rencananya PTS berlangsung selama dua pekan (4-16/3/2023). Pada hari pertama tersebut telah diujikan dua mata pelajaran yakni Hadits dan Fiqih untuk jenjang SMP, serta Aqidah dan Akhlak untuk SMA. Kedua mata pelajaran tersebut menjadi pembuka pelaksanaan PTS Genap tahun ajaran 2022/2023.

Kepala SMP MBS, ustadz Fauzan Yakhsya, S. Hum mengatakan hal itu di sela-sela memantau kegiatan tersebut di sekolahnya.

“Hari pertama Penilaian Tengah Semester (PTS) Genap di MBS berlangsung dengan lancar. PTS  di mulai tanggal 4 Maret sampai 16 Maret 2023. PTS berjalan dengan tertib dan lancar meskipun cuaca mendung dan gerimis. Santri tidak ada yang terlambat untuk mengikuti ujian,” ungkapnya.

Ustadz Fauzan menambahkan bahwa seluruh peserta didik harus mengikuti PTS, sedangkan guru atau asatidz sebagai penilainya. “PTS meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan kompetensi inti pada semester genap yang harus dilaksanakan seluruh peserta didik. Sedangkan guru dalam pelaksanaannya bertanggung jawab menyelenggarakan penilaian diantaranya, PTS,” imbuhnya.

Sementara menurut Ketua Panitia PTS, ustadz Bambang Hasan Subekti, S. Pd.Gr mengatakan bahwa dalam setiap harinya ada dua mata pelajaran yang diujikan. “Pelaksanaan PTS  setiap hari ada dua mata pelajaran. Dengan durasi waktu pengerjaan selama 90 menit tiap mata pelajaran. Harapannya, pelaksaan PTS berjalan dengan lancar sampai hari terakhir, dan santri tidak ada yang sakit atau halangan sehingga dapat mengikuti PTS, tanpa ada yang mengikuti ujian susulan,” terangnya. (ElMoedarries)

 

Bukan hanya sekedar lulus dan nilai bagus, namun ujian merupakan salah satu momentum untuk menyiapkan generasi yang cerdas, jujur, pintar serta berdaya saing.

Bagi Pondok Pesantren, wabilkhusus MBS, setiap ujian adalah hajat besar bagi endingnya sukses penyelenggaraan dan sukses hasilnya. Untuk itu, perlu persiapan dan kerja keras dan kejujuran semua pihak, namun peningkatan kualitas anak didik tetap menjadi tujuan utama dari suatu proses pembelajaran.

Untuk itu, dalam rangka mewujudkan pelaksanaan Ujian Penilaian Tengah Semester (PTS) Genap yang jujur, dewan asatidz dan seluruh santri MBS, dari jenjang SMP, Takhassus, dan SMA menandatangani Pakta Integritas pelaksanaan PTS Genap tahun pelajaran 2022/2023 yang di dampingi Kepala Bagian Kesiswaan.

Penandatanganan ini dilaksanakan di Hall Kampus Putra dan Putri MBS. Pakta Integritas ini menunjukkan komitmen sekolah di lingkungan Pondok MBS untuk mewujudkan pendidikan yang berkarakter dengan berlandaskan motto “Kejujuran Membawa Kebaikan”.

Kepala Sekolah SMA MBS, ustadz Roiq, Lc meminta insan pendidikan harus junjung tinggi integritas sehingga tidak akan terjadi kecurangan yang dapat  di manfaatkan oleh oknum. Menurutnya, menghadapi ujian, tidak hanya prestasi, namun integritas santri juga harus dibangun dengan bagus pula.

Sedang Kepala Kepala Sekolah SMP MBS, ustadz Fauzan Yakhsya, S. Hum menyambut gembira penandatanganan pakta integritas tersebut, bahwa ujian menitik beratkan pada aspek kejujuran dan karakter semoga bisa berlangsung dengan lancar dan sukses.

“Tugas kita semua mewujudkan santri yang jujur, berprestasi, dan bermanfaat. Dan, pelaksanaannya lebih menekankan pada aspek integritas dan kejujuran. Sehingga harapannya, santri berada pada garda terdepan dalam keteladanan sikap dan itu tercermin dalam teknis proses ujian,” jelas ustadz Fauzan.(ElMoedarries)

Bulan Januari menjadi bulan yang sangat bermakna bagi Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Pasalnya pada bulan ini, ada tanggal yang menjadi tanggal istimewa, yaitu tanggal 20 Januari. Tanggal 20 Januari merupakan hari yang bersejarah bagi warga Pondok Pesantren MBS. Pada tanggal tersebutlah Pondok Pesantren MBS didirikan, tepatnya pada tanggal 20 Januari 2008. Pada tanggal 20 Januari 2023, MBS genap berusia 15 tahun.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta kembali akan memperingati hari jadinya. Dalam menyemarakkan miladnya yang ke-15, MBS kembali menggelar rangkaian acara yang dikemas dengan rangkaian kegiatan. Mengusung tema “Meneguhkan Pesantren Sebagai Gerakan Kader Berkemajuan” memberikan spirit bahwa MBS dari waktu ke waktu berkomitmen untuk selalu mencetak kader-kader bangsa yang siap menjawab tantangan zaman.

Berbagai macam kegiatan dengan sasaran peserta adalah seluruh santri, guru karyawan, alumni, santriwan dan santriwati serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren siap digelar.

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada tanggal 7 Januari 2023 hingga tanggal 28 Januari 2023. Berikut adalah berbagai kegiatan semarak Milad PPM MBS ke-15

  1. Musyawarah Nasional Alumni seluruh angkatan
  2. Seminar dan Workshop
  3. Lomba untuk Guru dan karyawan
  4. Lomba olimpiade internal untuk santriwan dan santriwati
  5. Outbond
  6. Malam Refleksi dan penghargaan
  7. Donor darah
  8. Beasiswa pendidikan untuk masyarakat kurang mampu sekitar pondok
  9. Wisuda Tahfidz untuk murid SDM MBS

Untuk rangkaian kegiatan, ada sedikit yang istimewa dari tahun sebelumnya, yakni akan diresmikan gedung baru 3 lantai di area kelas putra. Bangunan yang dalam kurun beberapa bulan ini dibangun. Dan ditargetkan siap digunakan setelah diresmikan pada Milad PPM MBS kali ini. Direncanakan, gedung baru ini akan diresmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.(ElMoedarries)

Bertempat di hall kampus putra, Tim prestasi dan studi lanjut MBS mengadakan acara motivasi walisantri, Ahad(1/1/2023). Acara yang dihadiri walisantri kelas IX ini bertujuan meningkatkan kerjasama antara pihak pondok dengan walisantri untuk ikut terlibat dan berkontribusi mengantarkan putra putrinya menuju puncak kesuksesan dalam menempuh pendidikan di MBS, terutama persiapan menghadapi Ujian Pondok dan Ujian Akhir Sekolah.

Dalam kesempatan kali ini, panitia menghadirkan motivator yang sudah berpengalaman dan malang melintang di dunia self environment (pengembangan diri). Beliau adalah Ustadz Ismail Hermana, S. Pd.I.  Pria asli Majalengka yang juga pendiri LP2KIS ( Lembaga Pendidikan dan Pelatihan KOPMA UIN Sunan Kalijaga ) dan trainer Fast Training ini mengawali motivasinya dengan ice breaking.

Tampak walisantri yang memenuhi tenda acara mulai terbius dan mengikuti gerakan serta instruksi dari sang motivator, sebelum akhirnya dengan seksama mengikuti slide demi slide materi yang dipaparkan Ustadz Ismail dengan khidmat.

“Anak itu ujian. Jika kita bisa mendidiknya, maka ia bisa jadi musibah sekaligus,” katanya dihadapan para orang tua santri.

Selain itu, dirinya mengatakan bahwa tugas orang tua adalah memilihkan pendidikan yang terbaik. Jangan sampai, anak-anak kita menjadi ladang dosa. Cukuplah anak itu menjadi anugrah yang menggembirakan.

Dikatakan juga, bahwa berilah kasih sayang yang tepat untuk anak-anak kita. Bagaimana? Bapak ibu harus menjadi figur utama dan idola bagi anak-anak kita.

“Buatlah ketika anak-anak kita ditanya soal idolanya itu bukan orang lain, cukup bilang ayahku atau ibuku,” tegas pria yang kondang dengan motivator gedor jiwa tersebut.

Menurutnya, itu butuh proses. Bukan waktu yang singkat untuk memberi keteladanan. Maka jangan lelah dan bosan untuk memberikan contoh kepada anak-anak kita.

Kesimpulan yang bisa dipetik dari materi motivasi yang disampaikan pada kesempatan ini diantaranya, agar walisantri senantiasa memantau perkembangan putra putrinya, memacu dan memompa semangatnya untuk tetap istiqomah dalam menuntut ilmu, mampu menjadi parent centered (tempat curhat) bagi putra putrinya dan yang terpenting adalah selalu mendoakan untuk kesuksesan dan keberhasilan putra putrinya dalam menempuh pendidikan dan menggapai cita-citanya yaitu sukses dunia dan akhirat.

Senada, ustadz Fauzan Yakhsya, S. Hum selaku kepala sekolah SMP MBS menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan semangat dan cas kembali kepada para walisantri agar kembali meluruskan niat dan tujuan memasukkan anaknya ke pondok. Harapanya sinergi sekolah dan orang tua bisa berjalan dengan baik.

“Ayah bunda, proses anak-anak kita sudah panjang. Sebentar lagi akan selesai. Semoga proses ini mampu mendewasakan mereka. Khususnya soal ibadah. Mohon kita bisa kerjasama untuk terus mengawal,” terangnya dalam sambutan.

Selain memberikan motivasi kepada walisantri, sekolah juga memberikan sosialisasi program kelas IX yang sebentar lagi akan naik ke jenjang kelas berikutnya yaitu kelas X. Dalam hal ini, dipaparkan oleh Wadir 1 bidang pendidikan ustadz Rahmat Susanto, S. Pd.

Dalam kesempatan tersebut juga diadakan nonton bareng film “Lanjut” yang merupakan hasil karya walisantri kelas IX angkatan ke-13 bekerjasama dengan tim Pita Biru Production yang dimotori oleh bapak Heri dan Bunda Dyah Kalsitorini yang merupakan produser film nasional. Acara dipungkasi dengan doa penutup dan kemudian dilanjutkan dengan pembagian laporan hasil belajar santri semester gasal di ruang kelas masing-masing.(ElMoedarries)

 

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/