Bulan Januari menjadi bulan yang sangat bermakna bagi Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Pasalnya pada bulan ini, ada tanggal yang menjadi tanggal istimewa, yaitu tanggal 20 Januari. Tanggal 20 Januari merupakan hari yang bersejarah bagi warga Pondok Pesantren MBS. Pada tanggal tersebutlah Pondok Pesantren MBS didirikan, tepatnya pada tanggal 20 Januari 2008. Pada tanggal 20 Januari 2023, MBS genap berusia 15 tahun.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta kembali akan memperingati hari jadinya. Dalam menyemarakkan miladnya yang ke-15, MBS kembali menggelar rangkaian acara yang dikemas dengan rangkaian kegiatan. Mengusung tema “Meneguhkan Pesantren Sebagai Gerakan Kader Berkemajuan” memberikan spirit bahwa MBS dari waktu ke waktu berkomitmen untuk selalu mencetak kader-kader bangsa yang siap menjawab tantangan zaman.

Berbagai macam kegiatan dengan sasaran peserta adalah seluruh santri, guru karyawan, alumni, santriwan dan santriwati serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren siap digelar.

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada tanggal 7 Januari 2023 hingga tanggal 28 Januari 2023. Berikut adalah berbagai kegiatan semarak Milad PPM MBS ke-15

  1. Musyawarah Nasional Alumni seluruh angkatan
  2. Seminar dan Workshop
  3. Lomba untuk Guru dan karyawan
  4. Lomba olimpiade internal untuk santriwan dan santriwati
  5. Outbond
  6. Malam Refleksi dan penghargaan
  7. Donor darah
  8. Beasiswa pendidikan untuk masyarakat kurang mampu sekitar pondok
  9. Wisuda Tahfidz untuk murid SDM MBS

Untuk rangkaian kegiatan, ada sedikit yang istimewa dari tahun sebelumnya, yakni akan diresmikan gedung baru 3 lantai di area kelas putra. Bangunan yang dalam kurun beberapa bulan ini dibangun. Dan ditargetkan siap digunakan setelah diresmikan pada Milad PPM MBS kali ini. Direncanakan, gedung baru ini akan diresmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.(ElMoedarries)

Bertempat di hall kampus putra, Tim prestasi dan studi lanjut MBS mengadakan acara motivasi walisantri, Ahad(1/1/2023). Acara yang dihadiri walisantri kelas IX ini bertujuan meningkatkan kerjasama antara pihak pondok dengan walisantri untuk ikut terlibat dan berkontribusi mengantarkan putra putrinya menuju puncak kesuksesan dalam menempuh pendidikan di MBS, terutama persiapan menghadapi Ujian Pondok dan Ujian Akhir Sekolah.

Dalam kesempatan kali ini, panitia menghadirkan motivator yang sudah berpengalaman dan malang melintang di dunia self environment (pengembangan diri). Beliau adalah Ustadz Ismail Hermana, S. Pd.I.  Pria asli Majalengka yang juga pendiri LP2KIS ( Lembaga Pendidikan dan Pelatihan KOPMA UIN Sunan Kalijaga ) dan trainer Fast Training ini mengawali motivasinya dengan ice breaking.

Tampak walisantri yang memenuhi tenda acara mulai terbius dan mengikuti gerakan serta instruksi dari sang motivator, sebelum akhirnya dengan seksama mengikuti slide demi slide materi yang dipaparkan Ustadz Ismail dengan khidmat.

“Anak itu ujian. Jika kita bisa mendidiknya, maka ia bisa jadi musibah sekaligus,” katanya dihadapan para orang tua santri.

Selain itu, dirinya mengatakan bahwa tugas orang tua adalah memilihkan pendidikan yang terbaik. Jangan sampai, anak-anak kita menjadi ladang dosa. Cukuplah anak itu menjadi anugrah yang menggembirakan.

Dikatakan juga, bahwa berilah kasih sayang yang tepat untuk anak-anak kita. Bagaimana? Bapak ibu harus menjadi figur utama dan idola bagi anak-anak kita.

“Buatlah ketika anak-anak kita ditanya soal idolanya itu bukan orang lain, cukup bilang ayahku atau ibuku,” tegas pria yang kondang dengan motivator gedor jiwa tersebut.

Menurutnya, itu butuh proses. Bukan waktu yang singkat untuk memberi keteladanan. Maka jangan lelah dan bosan untuk memberikan contoh kepada anak-anak kita.

Kesimpulan yang bisa dipetik dari materi motivasi yang disampaikan pada kesempatan ini diantaranya, agar walisantri senantiasa memantau perkembangan putra putrinya, memacu dan memompa semangatnya untuk tetap istiqomah dalam menuntut ilmu, mampu menjadi parent centered (tempat curhat) bagi putra putrinya dan yang terpenting adalah selalu mendoakan untuk kesuksesan dan keberhasilan putra putrinya dalam menempuh pendidikan dan menggapai cita-citanya yaitu sukses dunia dan akhirat.

Senada, ustadz Fauzan Yakhsya, S. Hum selaku kepala sekolah SMP MBS menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan semangat dan cas kembali kepada para walisantri agar kembali meluruskan niat dan tujuan memasukkan anaknya ke pondok. Harapanya sinergi sekolah dan orang tua bisa berjalan dengan baik.

“Ayah bunda, proses anak-anak kita sudah panjang. Sebentar lagi akan selesai. Semoga proses ini mampu mendewasakan mereka. Khususnya soal ibadah. Mohon kita bisa kerjasama untuk terus mengawal,” terangnya dalam sambutan.

Selain memberikan motivasi kepada walisantri, sekolah juga memberikan sosialisasi program kelas IX yang sebentar lagi akan naik ke jenjang kelas berikutnya yaitu kelas X. Dalam hal ini, dipaparkan oleh Wadir 1 bidang pendidikan ustadz Rahmat Susanto, S. Pd.

Dalam kesempatan tersebut juga diadakan nonton bareng film “Lanjut” yang merupakan hasil karya walisantri kelas IX angkatan ke-13 bekerjasama dengan tim Pita Biru Production yang dimotori oleh bapak Heri dan Bunda Dyah Kalsitorini yang merupakan produser film nasional. Acara dipungkasi dengan doa penutup dan kemudian dilanjutkan dengan pembagian laporan hasil belajar santri semester gasal di ruang kelas masing-masing.(ElMoedarries)

 

Seleksi gelombang pertama Tes Penerimaan Santri Baru (PSB) PPM MBS Yogyakarta Tahun Pelajaran 2023/2024 digelar hari  Ahad (06/11). Sebanyak 917 calon santri baru dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian mengikuti tes tertulis dan wawancara. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini tes seleksi PSB dilaksanakan secara offline, setelah sebelumnya diselenggarakan secara online akibat pandemi. Tes diadakan di kompleks putri, setelah sebelumnya diadakan upacara pembukaan di hall kampus putra. Ketua PSB ustadz Hashfi Radifan menyampaikan bahwa untuk tes tertulis ini diikuti untuk semua jenjang dari SMP, Takhasus dan SMA.

Khusus bagi peserta dengan jalur prestasi tingkat SMP bisa langsung mengikuti wawancara tanpa harus ikut tes tertulis ujar ustadz Hashfi. Lanjutnya, untuk materi tes jenjang SMP dan Takhasus meliputi Matematika Dasar, Pengetahuan Agama, membaca Alquran dan Wawancara. Adapun untuk tingkat SMA mencakup Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika Dasar, Pengetahuan Agama, Membaca Alquran dan wawancara.

Direktur PPM MBS Yogyakarta ustadz Fajar Shadik dalam sambutannya mengharapkan dari kegiatan ini didapatkan calon santri yang baik. Dari tes tulis kita menginginkan calon santri yang punya kompetensi secara akademik, sementara dengan wawancara pribadi santri dapat tergali dengan lebih dalam, sehingga ketika dua aspek ini bisa terpenuhi, insya Allah input yang kita terima bisa optimal dan kelak bisa menyerap materi dan beradaptasi dengan baik di pondok.

Selanjutnya hasil pengumuman kelulusan tes PSB Gelombang I ini akan diumumkan melalui situs resmi dan akun media sosial pondok pesantren pada tanggal 12 November 2022 mendatang. Untuk tahun ini PPM MBS Yogyakarta juga akan membuka PSB On The Spot. Dimana panitia menyelenggarakan ujian di arena Expo Muktamar yang bertempat di Museum De’ Tjolomadoe, stand nomor 50-52 pada tanggal 18-20 November 2022.

Kejadian menarik dari kegiatan PSB 2023/2024 ini yaitu secara resmi PSB gelombang pertama ditutup, tetapi sudah kembali ada calon santri yang mendaftar di gelombang ke dua yang resminya dibuka kembali pasca tes gelombang pertama. Hal ini menjadi bukti betapa antusiasnya masyarakat memberi kepercayaan kepada MBS, salah satu lembaga pendidikan keagamaan untuk mendidik akhlak anak-anak mereka.

Besar harapan orang tua yang anaknya lulus pada tes seleksi gelombang pertama ini, menyampaikan dan menyatakan sepenuhnya kepercayaan atas anaknya untuk dididik dan dibina kepada pihak pesantren. Sesuai dengan motto nya,”Membina Iman, Ilmu dan Akhlak”. (ElMoedarries)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui LP2M menggelar Apel Akbar Nasional Hari Santri 2022 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School, Prambanan, Sleman Yogyakarta, pada Senin (24/10). Wakil Presiden RI, KH. Makruf Amin hadir menjadi pembina apel dan memberikan amanat dalam gelaran acara tersebut.

Pada peringatan Hari Santri Nasional ini, acara diawali dengan penampilan dari para santri MBS. Ragam penampilan baik tari dan kesenian lainnya ditampilkan dalam apel akbar tersebut.

Mengawali sambutan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. M. Busyro Muqoddas, M. Hum menyampaikan rasa bangga dan kesyukurannya atas perkembangan dan kemajuan MBS Yogyakarta yang cukup pesat dengan berkembangnya beberapa bidang unit ekonomi pesantren yang dapat memenuhi kebutuhan pondok dan juga mengangkat perekonomian warga sekitar.

Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin memaparkan tiga poin peran santri dalam merebut kemerdekaan dan membangun negeri. Mantan Ketua MUI itu mengatakan bahwa peran serta kiprah santri sangat diakui oleh negara. Salah satu bentuk pengakuan atas kiprah santri yang dilakukan bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka adalah adanya Peringatan Hari santri.

“Alhamdulillah, memang peran santri di Indonesia ini diakui oleh negara. Yaitu dengan ditetapkannya Hari Santri. Santri terus berkiprah, bahkan sejak sebelum kemerdekaan,” kata Wapres.

Wapres menuturkan, peran santri tidak hanya sampai mengusir penjajah dari bumi Indonesia, tetapi santri juga terlibat dalam menyusun konstitusi negara.

“Santri terus berkiprah hingga hari ini dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dan mengisi pembangunan menuju Indonesia maju,” ungkap Wapres. Menurutnya, terdapat tiga doktrin yang dipegang teguh oleh santri sehingga dapat terus berperan dalam sejarah bangsa Indonesia.

Pertama, hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Karena itu, santri siap melakukan apa saja untuk membela, memperjuangkan, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini karena hubbul wathan minal iman terus ditanamkan. Itu saya kira yang membuat santri siap bahkan mengorbankan nyawanya untuk bangsa dan negara,” ujar Wapres.

Kedua, masih menurut Wapres, adalah hifdzul mitsaq atau menjaga kesepakatan. Terbentuknya NKRI, Pancasila adalah merupakan kesepakatan yang disebut kesepakatan nasional. “Kalau santri mengatakan NKRI harga mati, itu artinya memegang teguh kesepakatan nasional. Karena itu kita menolak segala bentuk ideologi lain, bentuk negara yang lain, karena apa, karena itu menyalahi kesepakatan,” ujarnya.

Ketiga, semangat memakmurkan bumi. Ini adalah perintah Allah. Terutama oleh karena jabatan manusia sebagai khalifah fil ardh. Untuk mengemban tugas itu butuh ilmu pengetahuan. Maka, santri harus dan wajib semangat menuntut ilmu.

Apel Akbar Hari Santri Nasional ini juga turut dihadiri Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. M. Busyro Muqoddas, M. Hum, Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Ketua LP2M PP Muhammadiyah, Dr. Maskuri, M. Ed, para Mudir Ponpes Muhammadiyah serta ribuan santri dari perwakilan pondok pesantren Muhammadiyah.

Peringatan kali ini juga dilaunching peluncuran “Buku Panduan Budaya Pesantren Muhammadiyah” dan “ Best Practice Pesantren Muhammadiyah”oleh Dr. M. Busyro Muqoddas, M. Hum serta pemberian penghargaan kepada tujuh pesantren berprestasi tingkat nasional dan internasional oleh LP2M, diantaranya, Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Pesantren Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta, Pesantren MBS Muhammadiyah Prambanan Yogyakarta, Pesantren Sains TrenSains Muhammadiyah Sragen, Pesantren Al Mujahidin Gunungkidul, Pesantren Imam Syuhodo Sukoharjo, dan Pesantren Ibnu Juraimi Yogyakarta. (ElMoedarries)

Pagi itu sangat cerah, secerah perasaan santriwan dan santriwati MBS yang akan kembali melaksanakan gelaran kemah akbar dan berharap cuaca bagus ini bertahan sampai pelaksanaan kegiatan ini selesai. Iya, Ahad pagi, sedikitnya 58 truk mulai berdatangan siap untuk membawa rombongan peserta kemah akbar santri MBS ke Bumi Perkemahan.

Benar saja, setelah menunggu sekian purnama, agenda tahunan yang sempat terhenti kurang lebih dua tahun lamanya kembali digelar. Selama empat hari tiga malam, Ahad-Selasa (3-6 Juli 2022), seluruh Santri Pondok Pesantren MBS Yogyakarta melaksanakan kegiatan Kemah Akbar. Mengusung tema Unggul Dalam Moral Cakap Dalam Berkarya Dan Terdepan Dalam Pengabdian”, kegiatan tahunan ini diselenggarakan di Bumi Perkemahan Girikaton (putra) dan Lembah Merapi (putri), Kaliurang.

Kegiatan Kemah Akbar ini adalah kegiatan tahunan bagi santri MBS, setelah sempat tertunda selama dua tahun akibat pandemi covid,”ujar pembina kemah, ustadz Faris Abdurrasyid. Kegiatan perkemahan akbar ini diikuti oleh seluruh santri MBS, mulai dari kelas VIII MBS 1 dan 2, Takhassus, kelas X dan XI.

“Peserta adalah seluruh santriwan dan santriwati MBS dengan jumlah seluruhnya 1764 santri, tuturnya. Jumlah tersebut, tambah ustadz Faris, terdiri dari 853 santriwan dan 911 santriwati yang telah kita ploting menjadi 76 kelompok putra dan 88 kelompok putri, “tandasnya.

Mendapatkan kesempatan lebih awal untuk berangkat. Kontingen putra memulai acara pelepasan yang dilakukan secara terpisah dan berbeda waktu itu tepat pukul 07.30. Dilepas secara langsung oleh Direktur MBS dengan mengenakan seragam HW atribut lengkap, ustadz Fajar berpesan kepada seluruh peserta kemah agar senantiasa menjaga adab dan mengedepankan akhlakul karimah sebagai santri dimanapun dan dalam kondisi apapun.

“Jaga nama baik pondok, ikuti semua rangkaian kegiatan kemah ini dengan semangat, taati semua peraturan dan tata tertib yang ditentukan panitia. Jangan lupa jaga kesehatan, pegang teguh sportivitas, jauhi ananiyah utamakan kekompakan dan komitmen sebagai seorang santri sejati,”pesan ustadz Fajar.

Ustadz Fajar menambahkan kepada seluruh peserta untuk bisa memanfaatkan moment kemah santri ini sebagai ajang untuk mengembangkan potensi diri. “Gunakan kesempatan ini sebagai bentuk pembelajaran di luar kelas, meningkatkan rasa ukhuwah, solidaritas sosial, melatih kemandirian dan keterampilan hidup berdampingan dengan alam terbuka serta memupuk rasa persaudaraan diantara sesama peserta,”imbuhnya.

Pesan yang sama juga disampaikan direktur MBS saat melepas kontingen putri. Mengutip poin pertama dan terakhir dari janji pandu Hizbul Wathan, dihadapan ratusan santriwati, ustadz Fajar kembali menekankan pentingnya menjaga adab dan akhlaknya. “Santri itu harus suci dalam pikiran, perbuatan dan perkataan. Maka dari itu, jangan ada stigma negatif kalau santri itu berperilaku buruk ketika sudah berada di luar pondok,”tandasnya. Ustadz Fajar juga mewanti-wanti agar santri tetap menaati peraturan yang berlaku walaupun berada di luar lingkungan pondok. Amanat kali ini ditutup dengan beberapa tagline yang dipimpin langsung oleh beliau, “Semboyan HW…!!!!Fastabiqul khoirooot…….,Fastabiqul khoiroot!!!!Allahu Akbarrrr……” untuk simbolis agar santriwati semakin semangat dalam mengikuti kegiatan ini.

Dalam kemah akbar ini, berbagai kegiatan dikemas secara menarik baik yang berkaitan dengan materi kepanduan, keagamaan maupun game-game. Misalnya, panitia memberikan materi kepemimpinan, kebersamaan, kemandirian dan sebagainya. Selain itu juga ada pentas seni kreatifitas santri dan acara puncak kobar api unggun pada malam Rabunya. (ElMoedarries)

 

Menjadi bagian pengembangan Kabupaten Sleman Layak Anak, Senin (24/5/2021) Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman bersama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman mengadakan Kegiatan Inisiasi Pondok Pesantren Ramah Anak. Mengundang 12 Pondok Pesantren di Kabupaten Sleman dengan menerapkan protokoler kesehatan.

Perwakilan dari dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Dra. Tina Hastini, MM menjelaskan harapan dari kegiatan inisiasi ponpes ramah anak ini adalah pengelola ponpes, wali santri dan santri serta pemangku memahami konsep pondok pesantren ramah anak yang aman, anti kekerasan, hijau, bersih sehat, inklusif serta menyenangkan. Ke depan Pondok Pesantren Ramah Anak ini akan kita Perdakan, tandasnya.

Ditambahkan Tina “selain hal di atas santri juga dipenuhi hak-haknya supaya berimplikasi positif bagi santri yaitu tidak ada kekerasan, meningkatnya fisik dan psikis, prestasi meningkat dan menjadi rujukan ponpes ramah anak” imbuhnya.

Kakankemenag Sleman Drs. H. Sa’ban Nuroni, MA dalam sambutannya menyampaikan “Pesantren adalah lembaga asli Indonesia dan tertua dengan prinsip kemandirian dan kesedarhanaan. Para santri saat penjajahan adalah pejuang-pejuang yang mempertahankan Indonesia. Dan saat ini lulusan pondok pesantren banyak yang menjadi pucuk pimpinan di negara kita” terangnya.

Sa’ban Nuroni juga berpesan pada seluruh peserta “perhatikan pikiranmu sebelum menjadi kata-kata, perhatikan kata-kata sebelum menjadi perilaku, perhatikan perilakumu sebelum menjadi kebiasaan, perhatikan kebiasaanmu sebelum menjadi karakter, dan perhatikan karektermu karena itu akan menentukan nasibmu” pesannya.

Sementara itu, ponpes MBS yang juga ikut hadir dalam acara inisiasi ini memberikan beberapa masukan berharga. Ustadz Singgih Yuniantoro, A.Md yang di dapuk menjadi wakil MBS mengusulkan agar program Pesantren Ramah Anak (PRA) ini bisa berjalan secara berkesinambungan.

Maka, lanjut ustadz Singgih, sebaiknya ditunjuk duta ramah anak dari pihak internal pondok, baik itu santri maupun asatidznya sehingga ada penyambung lidah dari dinas terkait untuk disampaikan kepada anak didik setiap saat dan setiap waktu tanpa pihak dinas terkait terjun langsung ke lapangan. Dengan demikian program PRA ini tidak hanya menjadi solusi tapi juga sebagai tindakan preventif.

Melengkapi masukannya, ustadz Singgih mengusulkan agar program PRA ini lebih efektif dan efisien, pihak dinas terkait bisa menjadikan salah satu atau dua pondok pesantren sebagai pilot project rujukan PRA. Hematnya, pondok yang sudah ditunjuk sebagai pesantren rujukan akan menjadi barometer atau role model bagi pondok pesantren lainnya dalam mewujudkan PRA.

Pada prinsipnya, MBS menyambut baik dan mendukung sepenuhnya program Pondok Pesantren Ramah Anak ini. MBS juga siap jika nantinya ditunjuk menjadi pilot project Pondok Pesantren Ramah Anak, pungkasnya.

Masukan ini langsung mendapatkan tanggapan dan respon positif baik dari dinas P3AP2KB, kemenag Sleman begitu juga dengan para peserta yang hadir dalam acara tersebut. Pada kesempatan ini dihadirkan narasumber Nyadi Kasmorejo, Fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat dan Agus Ruyanto dari Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA) Kabupaten Sleman.(ElMoedarries)

 

Kamis, 28 Januari 2021 berbeda dari kamis-kami yang lalu. Dihiasi dengan rinai hujan yang menderu, kami menerima amanah kepemimpinan IPM yang baru. Tepatnya pada Pukul 16.00 acara pelantikkan IPM Periode 2020/2021 dimulai dengan syahdu. Pelantikkan IPM pada tahun ini amat istimewa bagi kami, karena untuk pertama kalinya kami semua tidak dapat hadir dan berikrar satu demi satu, namun diwakilkan oleh Calon ketua IPM yang akan menjadi penentu.

Petugas pelantikan IPM pada tahun ini, dijalankan langsung oleh ustadzah-ustadzah pembina IPM kami. Dipandu oleh ustadzah Aini selaku MC, acara  pelantikkan dibuka dengan amat baik. Selanjutnya adalah prosesi sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Ukhti Salila Ardiyah selaku Ketua Umum PR IPM Putri Periode 2019/2020. Dilanjutkan oleh Ukti Aisyah A’yun selaku Ketua Umum PD IPM Sleman, dan sambutan terakhir disampaikan oleh pihak pondok pesanren yaitu Ustadz Rahmat Susanto S.Pd. selaku Wakil direktur bidang pendidikan PPM MBS Sleman Yogyakarta.

Tibalah pada saat yang dinanti-nanti yaitu prosesi pelantikan. Proses pelantikkan dipimpin oleh Ustadz Faqihuddin, selaku Wakil Direktur Bidang Kema’hadan PPM MBS Sleman Yogyakarta. Pada prosesi tersebut berisi Ikrar dan Pertanyaan terkait ketersediaan calon pengurus dalam menjalankan amanah kepemimpinannya. Dengan kesungguhan hati dan niat lillah calon ketua terpilih dengan mantap menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Setelah resmi mewakili para pengurus lainnya dalam pengucapan ikrar, prosesi selanjutnya adalah pelantikkan online yang dipandu oleh Ustadzah Anisa melalui video. Video tersebut mencantumkan nama anggota dari ke-14 bidang, yaitu :

  1. Bidang Keamanan yang diketuai oleh Firda Ayu Fadhila
  2. Bidang Bahasa yang diketuai oleh Sabrina Dzahabiyyah Ramdana
  3. Bidang Takmir yang diketuai oleh Rasyida Kamilatunnikma
  4. Bidang Kebersihan yang diketuai oleh Faradys Basmalah Alfaqod
  5. Bidang Penerimaan Tamu yang diketuai oleh Nabila Rifda Azalia
  6. Bidang Kesehatan yang diketuai oleh Syifa Azfian Firdausi
  7. Bidang Sarana dan Prasarana yang diketuai oleh Baghiza Ainuna Hernawan
  8. Bidang Apresiasi Seni Budaya dan olahraga yang diketuai oleh Mardhatillah L. Rauf
  9. Bidang Kajian Dakwah Islam yang diketuai oleh Dinda Aisyah Rizqianingrum
  10. Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan yang diketuai oleh Aufa Hanun Salimatus Sabila
  11. Bidang Perkaderan yang diketuai oleh Zulfa Nurul Afifah
  12. Bidang Penyiaran yang diketuai oleh Nur Annisa Ramadhani
  13. Bidang Multimedia yang diketuai oleh K. Sycho Iswari
  14. Bidang Kewirausahaan yang diketuai oleh Azila Annida Nur Hamidi

Senja makin mengusik dan mulai berganti pekatnya malam. Prosesi akhir dari pelantikkan adalah Serah Terima Jabatan. Dengan disematkannya slempang IPM kepada calon ketua umum terpilih, hal tersebut merupakan bukti bahwa periode ke-IPMan 2019/2020 benar-benar telah usai dan diserahkan kepada calon pengurus IPM periode 2020/2021. Acara diakhiri dengan sambutan dari ketua umum terpilih dan ditutup dengan doa yang dilantunkan oleh ustadzah Susmita.

Dengan dilantiknya kami menjadi pengurus IPM Periode 2020/2021, kami memohon dukungan dan bimbingan dari semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Maafkan kami atas segala kekhilafan yang telah kami perbuat dan doakan kami agar selalu diberikan kemudahan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, Amiin Ya Rabbal A’lamin. (red)

Penghapusan UN (Ujian Nasional) oleh pemerintah sedikit banyak menuai pertanyaan di kalangan guru, siswa dan orang tua, apakah yang selanjutnya akan menggantikannya. Perubahan apa yang ada di sistem pendidikan Indonesia dari penghapusan UN tersebut. Ternyata tahun ajaran ini pemerintah menerapkan satu sistem penilaian yang  bernama Asesmen Nasional (AN). Apa dan bagaimana AN yang membedakannya dengan UN sebelumnya? telah banyak diperbincangkan di dunia pendidikan. Untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut, PPM MBS Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan  Sosialisasi AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yang  merupakan salah satu aspek yang diukur dalam AN kepada ustadz dan ustadzah, santri dan wali santri kelas 8 dan 11 sebagai santri sasaran  AKM dengan mengundang pengawas  Disdikpora Kabupaten Sleman, DR. Sutarta, M.M., secara daring melalui Zoom meeting dan steaming Youtube MBS TV pada hari Ahad, 10 Januari 2021 pukul 09.00 – 11.00 WIB.

Dalam mengikuti kegiatan ini, santri kelas 8 dan 11 putra dan putri MBS pusat, serta santri kelas 8 putra MBS 2 Prambanan, menyaksikannya melalui zoom meeting, sedangkan wali santri mengikutinya melalui live streaming youtube di channel MBS TV  di rumah masing-masing. Untuk ustadz dan ustadzah serta santri MBS ARF mengikutinya secara bersama-sama nonton bareng melalui zoom di pondok. Total jumah viewer youtube chanell sebanyak 756 orang dan peserta zoom meeting tercatat sebanyak 592 orang  ditambah peserta-peserta nonton bareng melalui zoom kira-kira 140-an orang sehingga acara ini berhasil mencatat sekitar 1500 pemirsa.

Asesmen Nasional (AN) adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survey Karakter, dan Survey Lingkungan Belajar. Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, yang dirancang untuk menghasilkan informasi akurat dengan maksud memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompetensi dan karakter siswa.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Dua kompetensi mendasar yang diukur AKM, yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca maupun numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. Peserta AKM adalah murid seluruh satuan pendidikan yang dipilih secara acak dengan stratifikasi social ekonomi oleh Kemendikbud. Jenjang SD/MI kelas V maksimal 30 murid, jenjang SMP/MTS kelas VII maksimal 45 murid, dan SMA/MA, SMK kelas XI maksimal 45 siswa. Semoga dengan sistem penilaian yang baru ini pendidikan Indonesia semakin maju.(red)

Menyambut milad ke-13, Pondok Pesantren MBS Sleman Yogyakarta menggelar berbagai perlombaan secara daring. Semarak milad MBS yang diinisiasi bagian kesiswaan ini mengusung tema “Bring your self better with Allah SWT”. Perlombaan yang digelar secara maraton tersebut diperuntukkan seluruh santri MBS.

Ustadz Ikhwan Anshori selaku kabag kesiswaan menjelaskan bahwa kegiatan perlombaan tersebut digelar dalam rangka menyongsong milad pondok yang kini berusia 13 tahun. Menurutnya memasuki usia tersebut, sekolah masih harus terus berbenah, meneguhkan positioning guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Walaupun peserta lomba hanya internal santri MBS saja, tentunya kegiatan ini bukan semata-mata untuk seremonial saja, tetapi juga sebagai ajang untuk mewadahi bakat santri”, jelasnya. Ia menambahkan, jenis lomba yang diadakan kita bagi menjadi dua kriteria. Yang pertama lomba yang wajib diikuti oleh perwakilan tiap kelas dan lomba yang tidak wajib diikuti perwakilan tiap kelas. Ada 10 jenis lomba yang sifatnya wajib dan 4 lomba yang tidak wajib diikuti.

Ustadz Eko Sugiarto, selaku koordinator lomba menjelaskan teknis pelaksanaan lomba. “Pendaftaran sudah kita mulai sejak tanggal 22 Desember 2020– 05 januari 2021. Kemudian peserta wajib memfollow instagram@kesiswaanmbsyk sekaligus mendaftarkan diri melalui link dan mengunduh juknis yang telah disediakan,” jelasnya.

Ustadz Eko menambahkan bahwa tanggal 01 januari 2021 karya sudah bisa dikumpulkan sampai dengan 15 januari. Tanggal 16 – 18 januari proses penjurian dan terakhir tanggal 20 januari pengumuman hasil lomba.

Adapun, untuk lomba yang wajib diikuti ragamnya antara lain, Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ), Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqoh tartil Quran (MTtQ), Adzan, Pidato bahasa Indonesia, Ismu In English, Ismu In Arabic, Kaligrafi, Cipta Puisi dan Baca Puisi. Sedangkan cabang lomba yang tidak wajib diikuti diantaranya, Cerita Pendek, Design logo Milad MBS ke-13, Jingle Lagu Milad MBS ke-13 dan seni tapak suci.

Ustadz Eko mengharapkan bahwa kegiatan perlombaan secara daring seperti ini mampu memunculkan talenta dan bakat-bakat baru santri serta meningkatkan motivasi belajar para santri. Pasalnya, santri sekarang sedang menempuh pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah. (ElMoedarries)

 

 

Kamis (24/12) merupakan hari yang dinanti oleh seluruh santri PPM MBS Sleman Yogyakarta dari jenjang SMP, Takhasus dan SMA. Betapa tidak, hari tersebut adalah hari pembagian Laporan Hasil Belajar Santri Semester Gasal. Santri akan menerima hasil belajar jarak jauh yang telah mereka lakukan selama satu semester di tahun ajaran 2020-2021 ini.

Namun, ada yang berbeda dengan sistem penerimaan raport kali ini. Dikarenakan masih berada di masa pandemi covid -19, maka penerimaan raport dilakukan secara daring. Sebelum dilakukan prosesi penerimaan raport secara virtual, dalam sambutannya direktur PPM MBS, ustadz Fajar Shadik menyampaikan beberapa kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran jarak jauh yang selama ini dilakukan secara online atau daring. “Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah bukan keinginan kita, tetapi pondok telah melakukan ikhtiar terbaik dalam ketercapaian materi sesuai dengan keinginan kita”.

Yang tidak kalah penting beliau memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada walisantri yang telah menjadi kepanjangan tangan dari pesantren selama pembelajaran online. “Terimakasih kepada bapak/ibu walisantri yang telah dengan sabar mendampingi,  mengarahkan, mendidik dan membina putra/putrinya selama ini. Mudah-mudahan kebaikan dan kesabaran bapak/ibu diberikan balasan oleh Allah”.

Tidak lupa pula, sebelum menutup sambutannya ustadz Fajar juga menyampaikan terimakasih kepada para asatidz dan seluruh civitas akademika yang telah mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk mensukseskan model pembelajaran jarak jauh. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan raport secara simbolis, yang disampaikan direktur kepada salah satu perwakilan orang tua walisantri.

Pada kesempatan yang sama, ustadz Rahmat Susanto, S. Pd selaku wakil Direktur 1 Bidang Pendidikan dalam sambutannya menyatakan bahwa semua dokumen yang akan disampaikan kepada santri atau walisantri alhamdulillah telah selesai. Dibantu oleh tim IT, dokumen maupun link sudah siap di akses melalui portal E-Raport. “Prosedur akses raport online semester gasal pada tahun ini kita bagi menjadi 4 termin, untuk termin pertama jenjang SMP putra pada pukul 15.00, untuk termin kedua jenjang SMP putri pada pukul 16.00. Sementara itu jenjang Takhasus putra dan SMA putra pukul 17.00, dan yang terakhir pukul 18.00 untuk jenjang Takhasus putri dan SMA putri” terangnya penuh semangat.

Melengkapi sambutannya, beliau juga menyampaikan beberapa informasi terkait dengan teknis pembagian raport, libur semester gasal dan awal tahun pelajaran semester genap. (ElMoedarries)