MBS-Yogya- (Senin, 20/2/2024), PPM MBS Yogyakarta kedatangan tamu spesial, MKKS SMP Se-Kabupaten Kediri. Rombongan hadir sekitar pukul 09.35 Wib. Rombongan disambut di ruang Aula Ki Bagus Hadikusumo Lt.2 Kompleks PPM MBS Yogyakarta.

Hadir bersama rombongan Wadir I Bidang Pendidikan, Ustaz Rahmat Susanto, S.Pd, Bidang Humas, Ustaz Singgih, dan juga Kepala SMP MBS Yogya Ustaz Fauzan Yakhsya, S.Hum. Ada sekitar 50 Kepala Sekolah SMP Se-Kabupaten Kediri turut serta dalam kunjungan studi ke PPM MBS Yogya.

Kepala MKKS SMP Se-Kabupaten Kediri, Bapak Eko Arif Nugroho menyampaikan dalam sambutannya, “Kedatangan kami ke sini, dalam rangka “Ngudi Kawruh”. Kami berniat belajar tentang pengelolaan lembaga pendidikan yang bermartabat, lembaga pendidikan yang antusias dan mendapatkan simpati dari masyarakat.”

Ketua MKKS SMP Se-Kabupaten Kediri juga berharap kunjungannya ke MBS ini membawa manfaat dan bisa diterapkan di SMP swasta di Kediri.

Bapak Eko Arif Nugroho juga mengungkapkan decak kekagumannya tentang MBS ini. “Kami melihat dari google, MBS sekolah yang bagus, maju sehingga menjadi motivasi kami dan teman-teman untuk belajar.”

MKKS SMP Se-Kabupaten Kediri juga berniat untuk belajar tentang kepemimpinan pembelajaran dan kepemimpinan kelembagaan, serta pengintegrasian kurikulum pesantren dan nasional.

Wakil Direktur PPM MBS Bidang I, Ustaz Rahmat Susanto, S,Pd mewakili Direktur PPM MBS Yogya menyampaikan, “Kami mengucapkan selamat datang di PPM MBS Yogya, semoga kami bisa memenuhi apa yang menjadi permintan bapak-ibu semua yang jauh-jauh dari Kediri.”

Ustaz Rahmat Susanto juga mengucapkan terimakasih yang telah mempercayakan kepada MBS untuk saling berbagi tentang pengelolaan sekolah untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Setelah acara pembukaan purna, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Kepala SMP MBS Yogya Ustaz Fauzan Yakhsya, S.Hum. “Sungguh kebahagiaan bagi kami, hari ini kami dikunjungi bapak-ibu semua.”

Ustaz Fauzan Yakhsya memaparkan awal berdiri, perkembangan hingga sistem manajemen dan sistem pengelolaan MBS. Acara dijadwalkan purna hingga pukul 12.00 Wib [Arif Yudistira]

Untuk mendorong minat baca peserta didik, dapat dilakukan dengan beragam aktivitas dan kegiatan di sekolah. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu dengan memfasilitasi kegiatan bedah buku. Hal inilah yang dilakukan oleh Perpustakaan MBS pada hari Senin, 19 Februari 2024 di Perpustakaan Al Falah komplek putra.

Kegiatan yang diinisiasi perpustakaan MBS ini merupakan hal yang patut diapresiasi karena memicu munculnya kelompok diskusi yang dapat menumbuhkan semangat berliterasi para peserta didik. Terlebih bahwa kegiatan ini difasilitasi oleh para santri MBS sehingga dalam memilih buku bacaan yang didiskusikan tentunya juga berdasarkan minat mereka sendiri. Buku yang dipilih untuk dibedah dalam kesempatan tersebut ialah karya para santri dengan judul “Batas Semesta”

Adapun pembicara yang dihadirkan dalam kegiatan book review kali ini adalah ustadz Saiful Umam dan beberapa penulis buku batas semesta yang merupakan santri MBS. Diikuti oleh sedikitnya 60 peserta yang didominasi oleh santri SMP, buku setebal 397 halaman yang berisi 5 artikel dan 22 cerpen karya santri itu berhasil diulas secara apik oleh ustadz Umam. Turut hadir pula bagian PIP IPM Putra MBS menyaksikan jalannya bedah buku.

Dalam sambutan Kepala Perpustakaan MBS, ustadzah Sri Wahyuni,  menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat literasi dikalangan santri MBS. Hal tersebut berangkat dari fakta bahwa memang saat ini minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah, berdasarkan hasil riset yang dilakukan UNESCO.

“Selain menumbuhkan minat baca santri, bedah buku juga sekaligus sebagai wadah menginspirasi santri dalam menulis cerpen maupun buku,” ungkap ustadzah Yuni. Melalui wadah bedah buku ini, terdapat dua manfaat yang bisa diperoleh. Yakni selain bisa merangsang semangat literasi, juga sebagai referensi dan wadah santri dalam mengembangkan kemampuan menulis.

Sementara itu, Shalahuddin salah satu peserta bedah buku mengaku terinspirasi setelah mengikuti acara ini. “Setelah mengikuti book review ini, saya menjadi semangat menulis buku, yang penting menulis, mengikuti jejak akhi (kakak kelas), ungkapnya.

Santriwan yang tengah duduk di kelas 7 SMP itu menyebut banyak sudut pandang dan pesan yang bisa ditangkap dari karya ini, mulai dari perjuangan untuk tetap bertahan hidup, persahabatan dan ukhuwah.(ElMoedarries)

Pagi hari (Selasa,13/2/2024), ratusan santri sudah menunggu pembukaan “Gelar Karya dan SeniP-5”. Mereka berkumpul di kompleks PPM MBS Yogyakarta, putera di halaman utara Masjid At-Tanwir, sedangkan santriwati berkumpul di halaman kompleks PPM MBS putri.

Sejak pukul 07.30 Wib, mereka sudah sibuk menyiapkan pembukaan dan gelaran pameran karya yang akan mereka tampilkan. Berjejer dan rapi meja ditata menjadi spot karya yang apik. Ada mading yang bertema ke-Indonesiaan, ada juga karya kostum yang disiapkan di setting rapi untuk “Gelar Karya dan Senin P-5”.
Dalam sambutannya, Kepala SMP MBS, Ustaz M. Fauzan Yakhsya, S. Hum menyampaikan, “mari kita bersyukur atas terselenggaranya P-5 yang terakhir di tahun ajaran ini. Kelas VII mengangkat tema kearifan lokal, kelas VIII mengangkat tema kewirausahaan, dan kelas X mengangkat tema kebhinnekaan.”

Ia juga berpesan, “tetap jaga semangat. Nanti akan diambil juara dari gelaran ini. Hindari gurauan-gurauannya. Silakan tampil maksimal jangan asal-asalan, silakan tampil dengan maksimal kalau perlu lebih bagus dari latihan.”

Di kompleks pondok putri, Ustaz Roiq, Lc, Kepala Sekolah SMA menyampaikan, “Gelar Karya dan Seni P-5 ini merupakan bagian dari integral antara pembelajaran dan juga kegiatan proyek yang tidak terpisahkan. Ini merupakan bagian dari ekspresi santri dan ajang berkreasi dan berekspresi dengan berbagai tema yang diangkat.”

Kegiatan ini diikuti oleh kelas VII, VIII dan kelas X, serta dihadiri guru pembimbing dan juga wali kelas. Dalam kegiatan ini, ada drama musical, tembang dolanan, dan juga fashion show.

Para santri antusias dan totalitas mengikuti “Gelar karya dan Seni P-5”. Acara ini berlangsung dari pagi hingga menjelang asar [Arif Yudistira]

 

Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) adalah program pendidikan yang dicanangkan oleh Nadiem Makarim sebagai bagian dari implementasi kurikulum merdeka. Pembelajaran berbasis P-5 didesain oleh Kemendikbud sebagai ruang berkarya, beraktualisasi dan berkreasi yang mencoba menguatkan pendidikan berbasis praktik dan juga sebagai upaya menguatkan siswa pada nilai-nilai Pancasila.

PPM MBS Yogyakarta menggelar P-5 sejak tanggal 10-15 Februari 2024. P-5 digelar di kompleks PPM MBS Yogya. Kegiatan ini adalah bagian dari penerapan kurikulum merdeka.

Ustaz Oktadihartoni, S.Pd selaku ketua kegiatan P-5 mengungkapkan, “ada tiga tema besar yang diangkat dalam kegiatan P-5 ini. Kelas VII mengangkat tema kearifan lokal, kelas VIII mengangkat tema kewirausahaan, sementara kelas X mengangkat tema kebhinekaan.”

Dalam kegiatan P-5 ini, santri diajak kreasi mading (majalah dinding), membuat kostum, juga pelatihan kewirausahaan. Santri juga diajak untuk membatik, drama musical, tembang dolanan, hingga praktik (perform) tari daerah. Kelas VII diajak untuk menyanyikan “tembang dolanan”, membuat produk dengan teknik shibori, kelas X membuat mading dan drama, sementara kelas VIII seminar kewirausahaan.

“Dalam kegiatan P-5 ini, guru menjadi fasilitator dalam menyusun modul proyek dan mendampingi dalam proses pembelajaran”, ungkap Ketua P-5, Ustaz Oktadihartoni, S.Pd.

Acara ini disupport penuh oleh PPM MBS Yogyakarta, dalam praktik P-5 ini, para guru berharap siswa tidak hanya menyelesaikan proyek, tetapi juga mengambil nilai-nilai yang menjadi refleksi profil pelajar pancasila [Arif Yudistira]

Manusia adalah makhluk yang memiliki kelebihan dibanding makhluk lain. Salah satu kelebihan manusia adalah kemampuan berbahasa. MBS Yogyakarta adalah salah satu pondok yang memiliki program dalam penguatan bahasa. Salah satu penguatan Bahasa di MBS adalah bahasa asing, seperti Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Senin (5/2/2024) IPM Putra MBS mengadakan gelaran Language Fest. Kegiatan ini digelar di kompleks PPM MBS. Acara digelar sejak pagi hari hingga siang hari. Acara ini digelar dengan memberi materi Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris. Selain itu, digelar lomba antar asrama, dan juga ujian Bahasa.  hadir dalam bentuk yang dikemas dengan sedemikian rupa. Mulai dari acara pembukaan hingga penutup nanti, event ini penuh dengan berbagai materi bahasa Arab maupun Inggris yang bungkus dalam bentuk yang sangat rapi berupa perlombaan antar asrama. Salah satunya adalah Ujian Bahasa.

Dalam kegiatan yang rutin digelar ini, dipilih satu siswa yang menjadi juara. Language Fest atau yang kerap disingkat “LF” ini juga sudah menyiap-kan banyak sekali perlombaan lain seperti Debat Bahasa Arab—Inggris, Lomba Tashrif, Spelling Bee, dan lomba-lomba antar asrama ataupun individu lainnya.

IPM Bagian Bahasa sekaligus panitia Acara Language Fest mengadakan Ujian Bahasa. Acara ini digelar untuk mengujikan semua materi yang pernah diajarkan selama ta’lim pagi di asrama masing-masing.

Dengan dibantu oleh Mudabbir Bahasa, “Ujian Bahasa” kali ini terlihat amat tenang. Karena para santri diuji oleh orang yang mereka kenal, sehingga membuat mereka rileks dan tenang, tidak merasa canggung ataupun tidak kenal dengan penguji [Arif Yudistira &PR IPM Putera]

Pagi hari, cuaca di PPM MBS Yogyakarta lumayan cerah. Di hari Ahad (4/2/2024), PPM MBS Yogyakarta punya hajatan. Hajatan itu adalah Pelaksanaan Tes PSB Gelombang II. Setelah ditutup tanggal 1 Februari 2024, para  santri melaksanakan Tes Gelombang II PSB.

Sejak pukul 06.30 Wib, para calon santri sudah tiba di PPM MBS Yogyakarta. Mereka rata-rata menggunakan kendaraan pribadi. Para adik-adik IPM dan asatidz sudah siap menyambut calon santri dan calon wali santri PPM MBS Yogyakarta dengan wajah yang sumringah.

Tepat pukul 08.15 wib, 600 lebih calon santri dan orangtua menempati panggung utama PSB. Para calon wali santri ramai membawa rombongan keluarga untuk mengantar anaknya yang akan mengikuti tes PSB gelombang II. MBS memang menggunakan sistem tes seleksi untuk menjadi santri terbaik MBS.

Dalam sambutannya Ustaz Fajar Shadik, Direktur PPM MBS Yogyakarta menyampaikan, “Ahlan Wa Sahlan di Kampus MBS. Apapun itu panjenengan semua hari ini berikhtiar menyekolahkan putera-puterinya untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik.”

MBS tahun ini kita membuka kelas untuk SMP sebanyak 14 kelas, SMA 13 kelas, dan takhasus 4 kelas. Untuk itu kami selaku yang diamanahi di pesantren MBS ini, “Insha Allah amanah ini akan kami jalankan sebaik-baiknya.”

Dalam sambutannya Direktur MBS juga mengucapkan terimakasih kepada calon wali santri yang memberikan kepercayaan kepada MBS ini.

Badan Pembina Pesantren, melalui Drs. Muchson AR, M.Pd , menyampaikan dalam sambutannya, “ Alhamdulillah Bapak/Ibu telah mempercayakan ke MBS. MBS ini fokus pada tafaquhfiddin. Kita juga menggunakan kurikulum dinas sebagai penyeimbang.”

Tahun ini MBS mengantar 47 anak ke Mesir, ada yang ke Libya dan Universitas Islam Madinah. “mengapa kita pasang logo UIM dan Universitas Al Azhar?, karena kita sudah muadalah kedua universitas itu dan universitas lainnya di Timur Tengah.” Ustaz Muchson AR, juga berpesan, “Mudah-mudahan MBS menjadi tempat yang mampu mendewasakan putera-puteri bapak/ibu semua.”

Setelah acara pembukaan Tes PSB Gelombang II, para santri dan calon wali santri mengantar anaknya ke tempat pelaksanaan tes di tempat yang sudah disediakan [Arif Yudistira]

 

Ustadz Handy Bonny hadir pada kegiatan Tabligh Akbar yang diinisiasi IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) bagian KDI (Kajian Dakwah Islam) PPM MBS Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Kompleks kampus Putra, pada hari Rabu (31/1/2024).

Ustadz yang dikenal sebagai pendakwah dengan gaya kekinian tersebut memberikan tausiyah kepada para santri serta tamu undangan. Kedatangan Ustadz asli Bandung ini sangat dinantikan.

Tausiyah yang disampaikan pun memotivasi para generasi muda untuk taat beribadah kepada Allah SWT, salah satunya dengan masuk pesantren. Dengan anak-anak masuk pesantren tentu akan mempunyai akhlak yang baik, ilmu yang bermanfaat, kreatif dan lain sebagainya.

Dalam ceramahnya, Ustadz yang akrab dipanggil “Kang Bony”ini mengajak para santri MBS generasi Millenial untuk selalu Istiqamah dalam menjalankan Ibadah meski banyak godaan. Dengan gaya bicara yang diselingi dengan bahasa sunda yang khas, dan sesekali menggunakan bahasa Inggris dan istilah Korea yang populer, Ustadz Handy Bonny membahas mengenai begitu banyaknya rintangan dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya karena perkembangan teknologi yang semakin canggih.

“Mencari ilmu di pesantren itu untuk beribadah kepada Allah SWT. Orang yang mencari ilmu bagian dari jihad,” ucap Ustadz pemilik akun twitter @handybony ini.

Tak hanya itu, Ustadz yang semenjak remaja sudah menggeluti dunia EO (Event Organizer) ini mengatakan manusia harus mempunyai agama, sehingga manusia tidak menjadi kacau. Pasalnya, manusia itu makhluk yang merdeka atau bebas.

“Kebebasan sejati itu kebebasan yang mengerti batas. Ada yang mengaturnya, salah satunya adalah agama,” terangnya.

Seperti yang kita tahu saat ini sangatlah mudah untuk mendapatkan konten-konten yang secara syariah dilarang oleh Agama Islam. Maka dari itu, Ustadz Handy Bonny mengingatkan agar kita tidak memulai untuk membuka dan menekan tombol “like” kepada konten-konten semacam itu karena konten tersebut akan selalu muncul meskipun tidak kita cari. Hal ini tentu bukan perkara mudah karena salah satu ciri khas generasi milenial adalah sangat dekat dengan dunia teknologi informasi.

Seperti kita ketahui ustadz Handy Bonny adalah dai atau pendakwah asal Bandung yang terkenal dengan gaya ceramahnya yang asyik, gaul dan penampilannya yang stylish.(ElMoedarries)

 

 

 

Selasa (30/1/2024), pagi hari sekitar pukul 09.30 Wib, asatidz SMP MBS Yogyakarta sudah hadir dan berkumpul untuk mengikuti workshop Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Acara dibuka dengan tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah.

Acara ini diselenggarakan oleh SMP MBS bersama Pengawas SMP MBS. Dalam acara tersebut, Ustaz M. Fauzan Yakhsya, selaku Kepala SMP MBS menyampaikan dalam sambutannya. “Saat ini SMP MBS berada di bawah pengawas bapak Supriyana, M,Si. Pengawas SMP dari Dikdasmen Sleman. Beliau saat ini juga berada di Dikdasmen PNF Muhammadiyah Sleman. Alhamdulillah kita saat ini bisa mengikuti BINTEK bersama pengawas dalam rangka PMM”.

Kepala SMP MBS juga menjelaskan, “Saat ini PMM sebelumnya wajib diisi oleh ASN dan P3K, kini juga wajib diisi untuk non PNS.”

Dalam sambutannya, Ustaz Fauzan menerangkan sekilas tentang SMP MBS. “Saat ini untuk siswa kita ada sekitar 1276 lebih untuk SMP. Usia kita baru 16 tahun, usia yang masih remaja dan masih mencari jati diri. Kita saat ini juga merupakan pondok terbesar di Muhammadiyah.

Pengawas Dikdasmen Kabupaten Sleman, Pak Supriyana, M,Si sebelum mengisi workshop mengatakan, “pada workshop kali ini, kita langsung melakukan praktik pembelajaran PMM dengan andragogi.”

Pengawas Dikdasmen Sleman memulai dengan mengajak salah satu guru untuk langsung memandu pengisian pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dengan mengajak guru untuk langsung membuka link PMM dan mulai mengisi workshop [Arif Yudistira]

 

Sabtu (27/1/2024) pagi sekitar pukul 07.15 wib, perpustakaan MBS Yogyakarta melaunching buku antologi ke-4 karya guru, karyawan dan juga santri PPM MBS Yogyakarta. Buku diberi judul “Batas Semesta”. Buku ini merupakan antologi artikel dan cerita pendek yang ditulis oleh guru, maupun santri MBS bertema “Persahabatan”. Ustazah Sri Wahyuni selaku kurator buku ini mengungkapkan, “tema persahabatan dipilih karena dekat dengan santri dan dunia pesantren sehingga lebih pas ditulis oleh santri.”

Selaku kurator Ustazah Sri juga berharap “dengan adanya buku Batas Semesta (2024), semoga budaya literasi menulis dapat tumbuh dan membudaya di MBS.”

Dari segi kualitas buku, tulisan santri juga mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. “tahun ini kita menghadirkan editor profesional dengan BKJSM dengan duta baca yang berbasis guru dari mapel Bahasa Indonesia.”

Buku ini merupakan persembahan untuk Milad ke-16 PPM MBS Yogyakarta, selaku Ketua perpustakaan MBS, ia berharap, “penerbitan antologi ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi dan kita berharap tiap tahun kita bisa membuat karya baru dan bisa melangitkan karya anak”.

Dalam launching yang telah diadakan Sabtu (27/1/2024) di Kompleks PPM MBS Yogyakarta, juga diserahkan sertifikat dan pembagian buku “Batas Semesta” kepada santri dan penulis terbaik. Ustaz Fauzan Yakhsya, S.Hum selaku Kepala SMP PPM MBS Yogyakarta merasa senang dan bangga dengan launching buku ini.

Pimpinan MBS turut serta mendukung dan mendorong agar penerbitan buku untuk kemajuan literasi di PPM MBS Yogyakarta bisa terus dilakukan [Arif Yudistira]

Mengenalkan dunia kampus sejak dini merupakan upaya yang penting untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang kehidupan kampus dan persiapan yang diperlukan.

Dalam upaya tersebut, ratusan siswa SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta menyambangi Universitas Muhammadiyah Malang. Kunjungan itu dimaksudkan untuk memberikan pengenalan kepada siswa tentang Perguruan Tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Karena kami berasal dari Muhammadiyah, kami ingin mengenalkan bahwa Muhammadiyah juga menyediakan perguruan tinggi,”ungkap kepala SMP MBS, ustadz Muh. Fauzan Yakhsya, S.Hum saat mendampingi siswa di pelataran Dome UMM, Rabu(24/1) pagi.

Meski masih akan melewati perjalanan yang cukup panjang untuk masuk Perguruan Tinggi, namun menurutnya penting bagi para pelajar itu untuk mendapatkan pengenalan Perguruan Tinggi. Hal itu diyakini merupakan salah satu cara untuk memberikan warisan ingatan kepada mereka ketika akan memilih Universitas kelak.

“Nantinya mereka akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sehingga ini adalah proses dalam rangka memberikan warisan ingatan kepada mereka tentang masa depan yang masih panjang dan cita-cita yang bisa diraih setinggi-tingginya,”sambungnya.

Selain itu, beliau mengatakan pihaknya mendukung anak didiknya untuk melanjutkan pendidikannya kemana pun. Namun ia berharap para anak didiknya itu nantinya bisa kembali untuk menghidup-hidupi Muhammadiyah.

Rombongan yang dipimpin ustadz Hasan Bambang Subekti, S. Pd,Gr diterima langsung oleh Kepala Pusdiklat Pengembangan SDM, bapak Zen Amirudin, S.Sos, M.Med.Kom. Setelah mendapatkan motivasi di Pusdiklat, para siswa melakukan campus tour yang dibersamai oleh tim Humas UMM. Mereka dipimpin tour guide berkeliling kampus UMM dengan penjelasan informatif setiap sesinya. Kegiatan ini diakhiri dengan shalat Dhuhur berjamaah di masjid AR Fachruddin UMM dilanjutkan makan siang bersama di pelataran Dome UMM. Setelah itu, melanjutkan perjalanan menikmati rihlah edukasi ke Museum Angkot kota batu.

Mengenalkan dunia kampus sejak dini memiliki beberapa manfaat yang penting, diantaranya bisa membantu siswa untuk mengenal lingkungan kampus, termasuk lokasi gedung perkuliahan, perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas lainnya. Dunia kampus tidak hanya tentang kegiatan akademik, tetapi juga melibatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti organisasi mahasiswa, dan kegiatan sosial. Sehingga kami mengadakan program kunjungan kampus bertujuan untuk memberi semangat dan gambaran siswa sejak dini untuk semangat belajar mengapai cita-cita selanjutnya. “ terang ustadz Bambang.(ElMoedarries)

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/