MBS TV Media Promosi PPM MBS Sleman Yogyakarta

Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta telah menjadi kebanggaan Muhammadiyah, bukan hanya di DIY tetapi bahkan tingkat nasional. Kebanggan ini diungkapkan langsung oleh Prof Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Buya Haedar hadir dan meresmikan langsung gedung kelas putra terpadu PPM MBS Yogyakarta. Dalam kesempatan yang sama, Buya Haedar turut menandatangani Serat Darmajati HPT yang disusun menggunakan aksara Jawa oleh guru Bahasa Jawa dan santri PPM MBS, serta menandatangani modul akselerasi saintek, sosial humaniora dan Timur Tengah.

Buya Haedar mengucapkan selamat dan mengapresiasi capaian MBS, utamanya dalam rencana pembangunan gedung yang cukup megah. Ia menuturkan, bahwa semangat kemandirian yang dimiliki MBS tersebut menjadi cermin hebatnya Muhammadiyah.

“Etos, semangat, prestasi yang dicapai MBS ini sebagaimana dicapai oleh lembaga pendidikan Muhammadiyah, dan amal usaha serta seluruh gerakan Muhammadiyah, tidak lain memang melekat pada karakter Muhammadiyah,” tutur cendekiawan Indonesia ini.

Prof Haedar juga menyinggung perihal kata “Modern” yang ada pada nama lembaga pendidikan MBS ini melekat pada Muhammadiyah dan lembaga Muhammadiyah. Sebab Muhammadiyah yang didirikan Kiai Dahlan ini melekat pada gerakan Islam pembaharuan.

Belum usai atas rasa bangganya terhadap PPM MBS, Buya Haedar juga mengungkapkan kebanggaannya atas tersebarnya kader-kader Muhammadiyah dari PPM MBS di perguruan tinggi luar Negeri.

Pasalnya beberapa waktu lalu ia mendapat laporan bahwa sejumlah alumni MBS Yogyakarta diterima melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar. Hal itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi pesyarikatan Islam pembaharuan ini.

“Saya mendapat laporan 22 lulusan MBS diterima di Al-Azhar (Mesir), kemudian 10 di Sudan, ini merupakan capaian luar biasa. Tentu kedepan akan lebih banyak lagi. Tetapi ingat, di dalam negeri pun jangan kecil hati karena sama berkualitasnya,” kata Prof Haedar, saat meresmikan gedung baru kelas putra di PPM MBS Yogyakarta, Sabtu (21/1/2023).

Kebanggaan Muhammadiyah ini menyusul adanya prestasi universitas Muhammadiyah di beberapa daerah yang menempati rangking atas, dalam penilaian universitas Islam terbaik.

“PTN, PTM (Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah) di Indonesia sudah berada di papan atas, baik nasional maupun internasional. Bahkan kalau membaca dari Islamic University, UM Malang, UMS, berada di posisi paling atas dari Universaitas Islam Internasional,” ujar Prof Haedar.

Menurut Buya Haedar, yang menjadi permasalahan seringnya hanya soal rasa, dan itu soal biasa. Prof Haedar mengibaratkan bahwa rumput hijau milik sendiri tampak kuning, sementara rumput kuning lebih hijau karena sering dilihat, maka banyak yang pindah ke rumput tetangga.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa agama mengajarkan tawasuth (sikap di tengah-tengah). Oleh karena itulah, Buya Haedar mengingatkan agar objektifitas sebagai sunatullah tetap harus menjadi milik kita.

“Sehingga nanti baik yang diterima di perguruan tinggi Muhammadiyah dalam negeri—kita sudah punya satu di University Muhammadiyah Malaysia, maupun yang diterima di perguruan tinggi negeri lain, di swasta bahkan di luar negeri, itu ekuivalen memiliki tingkat kualitas yang tidak jauh beda bahkan relatif sama,” paparnya.

Ketum yang kembali terpilih dalam Munas Muktamar Muhammadiyah di Solo ini juga menegaskan bahwa pada akhirnya, semuanya akan tergantung pada siswa-siswi itu sendiri. Hal ini penting agar kebanggan itu hidup pada setiap jiwa alumni MBS Yogyakarta, di mana pun ia ada dan diterima.

Kebanggan itu, kata Prof Haedar yang menjabat hingga 2027 mendatang, akan memunculkan NAC (Net for Achivement) atau niat yang berlipat ganda. Bahwa kita bisa berprestasi dan khoirunnas anfahumlinnas di mana pun kita berada.

Kuncinya pada motivasi terbaik kita yang selalu hidup di dalam diri. Dengan itu diharapkan diaspora—penyebarluasan lulusan dari madrasah, sekolah dan pesantren dari seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah dasar dan menengah—menjadi semakin luas dengan kualitas, militansi semangat, orientasi berfikir, tindakan dan uswah hasanahnya semua relatif sama. (ft)

MBSTV sebagai lembaga penyiaran resmi Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta turut berpartisipasi memberikan informasi seputar Muktamar dengan melakukan siaran selama pelaksanaan muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48.

Pelaksanaan Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah yang dipusatkan di kota Surakarta menjadi ajang pembuktian bagi tim jurnalis MBSTV yang digawangi ustadz Noly Setyadi dkk.

Sebanyak delapan jurnalis yakni Muhammad Tajuddin Kusuma (12 MIPA 3), Alfian Fakhrurazi (12 MIPA 1), Sabili Ainul Kafur (12 MIPA 2), Rahmat Kurniawan (10 MIPA 1), Mahfudza Ruwaida (11 MIPA 4), Aura Salwa Widianto (11 IPS 3), Adibba Zikrina Qonita (12 MIPA 5) dan Muharromah Attahira (10 IPS 3) melakukan inovasi liputan. Mereka bertugas melakukan On The Spot (OTS) di empat titik yang berbeda.

Mereka bergantian melakukan liputan dengan pembagian tugas reportase di lapangan maupun di studio.

Menurut ustadz Noly, liputan on the spot ini dilakukan mulai tanggal 18-20 November 2022 dengan mengerahkan reporter dari para santri. “Kita telah memberikan liputan yang berbeda. Liputan kita lakukan dengan bilingual menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris,” kata ustadz Noly.

Disampaikan ustadz Noly, dalam melakukan siaran, MBSTV  menggunakan platform penyiaran yang dimiliki saat ini. “Yaitu  streaming melalui media sosial YouTube MBSTV “terang ustadz Noly.

Dengan penuh percaya diri, para santri besutan ustadz Okta Dihartoni, S.S dan ustadz Kamal Ikhsan, Lc yang bertugas menjadi reporter melaporkan jalannya rangkaian kegiatan Muktamar.

Mahfudza mengungkapkan bahwa liputan on the spot ini merupakan yang perdana.  “Hari ini menjadi sejarah pribadiku. Kegiatan yang berlangsung di tempat terbuka dengan disaksikan banyak orang merupakan tantangan tersendiri,” ungkap santriwati kelas 11.

Menurut ustadz Kamal Ikhsan, Lc selaku pembimbing santri, mengatakan tim reportase melakukan persiapan selama satu pekan.

“Tim latihan sebanyak empat kali. Bisa dikatakan persiapan yang sangat mepet. Namun, ketika kegiatan berlangsung terbukti mental diuji,” tutur ustadz Kamal.

Ada 4 lokasi siaran  selama pelaksanaan muktamar, yaitu di Stadion Manahan Solo saat pembukaan, di GOR UMS dan Gedung Edutorium UMS sebagai tempat sidang Aisyiyah dan Muhammadiyah serta di De Tjolomadoe. “Selain melakukan liputan selama muktamar, MBSTV juga melakukan wawancara eksklusif dengan Direktur MBS, ketua timses Muktamar MBS dan beberapa alumni MBS yang menjadi perwakilan peserta Muktamar dari PCIM Mesir dan Sudan yang dilakukan di stand MBS,” ujar ustadz Kamal. (ElMoedarries)

Pondok pesantren tidak pernah ketinggalan untuk menyambut dan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Sebagaimana lazimnya institusi yang lain, pesantren juga menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih pada detik-detik Proklamasi.

Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School, MBS Yogyakarta mengadakan upacara peringatan  Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-77, Rabu (17/8/2022).

Dengan tema “Aktualisasi Diri Santri Dalam Mengisi Kemerdekaan”. Upacara dilakukan di area kompleks halaman utama kampus putri Pesantren MBS dengan peserta upacara seluruh santriwati, dewan asatidzah dan mahasiswa PPL UAD.

Direktur MBS, ustadz Fajar Shodiq selaku inspektur upacara menyampaikan beberapa pesan dalam amanatnya. Di antaranya mengajak seluruh peserta untuk merayakan HUT RI Ke-77 dengan penuh semangat kepahlawanan dengan cara meningkatkan ilmu pengetahuan di jenjang pendidikan sekolah, dengan perjuangan nyata yaitu belajar sungguh-sungguh untuk meraih kejayaan di masa depan.

Ustadz Fajar mengungkapkan, bicara kemerdekaan adalah bicara perjuangan dan pengorbanan, spirit inilah yang harusnya dimiliki oleh anak-anak karena mereka,  hari ini mereka baru berjuang mengorbankan semuanya demi masa depan yang lebih baik.

Disamping rasa nasionalisme terhadap negara, seorang santri tidak boleh melupakan sejarah bahwa merdekanya bangsa Indonesia ini diliputi oleh perjuangan dari para pejuang yang mengorbankan semuanya. Tidak hanya harta benda tapi juga nyawa mereka korbankan untuk kemerdekaan. Bahkan, lanjut ustadz Fajar, kalau kita bicara sejarah Islam dikisahkan bahwa tidak ada kemenangan tanpa perjuangan. Dan itu sudah dibuktikan oleh para Nabi dan Rasul dan Para Sahabat, katanya.

Oleh karena itu, ustadz Fajar menegaskan bahwa sebagai seorang santri sudah seyogyanya mengambil hikmah dari kemerdekaan dalam perjuangan dan pengorbanan ini. Santri harus memiliki cita-cita yang tinggi atau keinginan akan masa depan yang lebih baik maka harus di buktikan dengan berkorban dimulai dari pesantren ini dengan perjuangan nyata yaitu belajar dengan sungguh-sungguh, untuk meraih kejayaan di masa depan, pungkasnya.

Turut hadir Direktur, Wadir 1, Kepala Sekolah SMA, Bendahara Umum dan Pelatih Paskibra Bapak Jumirin. Semoga dengan dilaksanakannya upacara ini dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme santri dan semangat dalam mengabdikan diri pada agama dan bangsa. Amiin…

Merdeka…!!! merdeka…!!! Merdeka….(ElMoedarries)

Pondok Pesantren Modern MBS Sleman Yogyakarta mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya acara Seminar Motivasi dengan tema ” Be a Great Person In The Future”.  Hadir sebagai pembicara utama adalah Ustadz Ismail Hermana. Beliau adalah motivator pendidikan dan pemerhati anak.

Acara tersebut berlangsung dari pukul 09.00 – 11.00 wib. Pondok pesantren berharap kegiatan tersebut bisa memberikan pencerahan dan penyemangat kepada seluruh santri pondok MBS Sleman Yogyakarta yang saat ini sedang menjalani pendidikan secara daring di rumah. (red)

Sabtu 4 Jumadil-Ula 1442 H (19 Desember 2020) Pondok Psantren MBS Sleman Yogyakarta mengadakan Talkshow Studi lanjut ke Timur Tengah. Hadir sebagai pembicara pada kesempatan kali ini adalah Ustadz H. Muhammad Muhajir, Lc. MA. Wakil Mudir PUTM alumni Al Azar Cairo Mesir. Saat ini beliau selain menjadi wakil Direktur di PUTM juga anggota dari MTT PP Muhammadiyah, Dosen Tetap di Prodi Bahasa Arab UMY, dan Ketua IMLA Cabang Yogyakarta.

Kepala SMA PPM MBS Sleman Yogyakarta Ustadz Roiq Lc., dalam sambutannya menjelaskan bahwa tim prerstasi disusun oleh pondok MBS dengan tugas meningkatkan prestasi para santri MBS, salah satu tujuannya agar santri banyak yang di terima di universitas-universitas yang diinginkan. Untuk mewujudkan hal itu semua MBS terus berinovasi dan berakselerasi seperti halnya kegiatan pagi ini, melalui panitia tim prestasi diharapkan para santri juga bisa menanta dan mempunyai gambaran kedepan pendidikan selanjutnya yang akan dijalani.

Sebelum masuk ke materi inti, Ustadz Muhajir menegaskan bahwa terselenggaranya kegiatan ini tentunya bentuk wujud komitmen pondok MBS yang sangat besar dalam menata para santri, para alumni dan para kadernya, tidak hanya saat mondok saja tapi juga pasca menjadi alumninya.

Kesyukuran ini menjadi kesyukuran yang sangat besar karena MBS sebagai Lembaga memberikan perhatian yang besar agar bisa mengarahkan dan menata para santrinya sukses dalam menata masa depannya. Ini merupakan kebahagian tersendiri agar bisa di dukung bersama. Bapak ibu juga harus fokus pada pendidikan anak-anak agar pasca menjadi alumni bukan menjadi alumni yang tanpa pikiran, lulus tanpa cita-cita, tapi harus ikut menata dan mendesain.

Kusus kelanjutan studi ke Timur Tengah ustadz Muhajir berpesan kepada bapak/Ibu jangan sampai ada pikiran bahwa menjadi kyai, menjadi ustadz ustazah, musrif musrifah jangan sampai ada pikiran nanti anak mau makan apa dan kesejehtaraannya mau apa. Seiring dunia makin tua kebutuhan kader umat sungguh sangat di butuhkan, bahkan keaadaan kader saat ini sangat memperhatikan. Di Muhammadiyah sedang krisis ulama dan krisis ustazah. Setiap tahun di PUTM Permohonan ustadz dan ustazah setiap tahun ada 50—60 surat permohonan yang belum bisa di penuhi.

Jika anak-anak kita memahami dan menguasai ilmu-ilmu agama maka akan bisa mengangkat derajat orang tua, keluarga, dirinya sendiri dan juga almamaternya dan derajatnya akan terangkat dihadapan Allah SWT. Dan juga akan menjadi tabungan yang akan memperberat timbangan amal kebaikan tidak hanya di dunia tapi juga di Akhirat kelak.

Sampai berita ini di turunkan acara talkshow masih berlangsung. (red)

 

Kamis, 2 Jumadil-Ula 1442 H (17 Desember 2020) Pondok Pesantren MBS Sleman Yogyakarta melalui bagian Prestasi mengadakan kegiatan sapa Alumni pondok pesantren MBS kepada para santri MBS kls 12 yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Sapa alumni kali ini dilakukan secara virtual dengan melibatkan Alumni yang kuliah di University Malaysia, beasiswa kedokteran UMY, Isy Karima, STAN, UNNES, UB, UMM, UII, IPB, POLTEKES, dan juga dari PUTM

  1. Anada Alda Shafira kuliah di Asia pacific University Malaysia
  2. Ananda M Khakim Abdilah Kuliah di kedokteran UMY
  3. Ananda M Ainul Yaqih kuliah di Tahfidz ‘Isy Karisma
  4. Ananda M Thoriq Mujaddilhaq kuliah di Perpajakan STAN
  5. Ananda Risma Alifia Nisrina kuliah di Psikologi UNNES
  6. Ananda Fatma MuthiaZain kuliah di Universitas Brawijaya
  7. Ananda Latifa Mahsa Kuliah di Pend. Bhs. Arab UMM
  8. Ananda Rifaldi Rizmawan kuliah di Ilmu hukum internasional UII
  1. Ananda Muhammad Izul Fikri N kuliah di Agro ekonomi dan holtikultura IPB
  2. Ananda M. Rifqi Nur fais kuliah di Terapi wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta
  3. Ananda Maulida Ade Sadaruddin kuliah di PAI PUTM

 

 

 

Rabu, 1 Jumadil-Ula 1442 H (16 Desember 2020) Pondok Pesantren MBS Sleman Yogyakarta melalui bagian Prestasi mengadakan kegiatan sapa Alumni pondok pesantren MBS kepada para santri MBS kls 12 yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

 

Kegiatan yang setiap tahun diadakan ini menjadi ajang silaturahim antara alumni pondok MBS dengan para santri yang masih menempuh pembelajaran di Pondok sekaligus juga sebagai wadah untuk mengenalkan dan mensosialisasikan kampus-kampus yang menjadi pilihan para alumni dalam melanjutkan studinya.

Sapa alumni kali ini sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, biasanya kegiatan dilakukan secara langsung dimana para alumni datang kepondok untuk bisa menyapa langsung para santri, namun kali ini berbeda dengan sebelumnya, kegiatan saat ini dilakukan secara virtual dengan melibatkan Alumni yang kuliah di ITS, UAD, UMY, UMS, Dumlupinar Turki, UPN, UIN, UNY, UGM, UNSOED, UNDIP, dan juga UNS. Keadaan ini justru menjadi keuntungan karena acara bisa di saksikan oleh seluruh santri dari semua tingkatan.

Pondok pesantren MBS berharap dari kegaiatan ini selain silaturahmi antar alumni bisa terus terjaga juga bisa membuka wawasan pada para santri yang akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Ketua divisi Prestasi Ustadz Suryanto, S.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan sapa alumni di selenggarakan sebanyak 4 kali dimana untuk santri putra akan dilaksanakan dari tanggal 1-2 Jumadil-Ula 1442 H (16-17 Desember 2020) dan untuk putri dilaksanakan dua kali juga yaitu pada tanggal 6-7 Jumadil-Ula 1442 H (21-22 Desember 2020). (red)

 

    

    

    

 

 

 

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, orientasi pengenalan peserta didik baru tidak diperkenankan dilakukan secara langsung. Tetapi harus secara daring atau online. Sabtu (18/7/20), Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Prambanan Sleman Yogyakarta menyelenggarakan taushiyah umum yang menandai Kegiatan Belajar Mengajar Santri Tahun Ajaran 2020/2021 telah dimulai.

Digelar secara virtual, dengan pemateri  Direktur PPM MBS Sleman, acara yang ditayangkan melalui kanal yotube MBSTV ini mengusung tema Ilmu sebagai Investasi Dunia Akhirat. Agenda tiap awal tahun ajaran baru ini dimaksudkan untuk mengenalkan biah pondok pesantren MBS seperti visi, misi, kultur atau budaya pesantren, kegiatan harian pesantren, hak dan kewajiban sekolah dan orang tua, dan lain sebagainya.

Membina iman, ilmu dan akhlak menjadi point utama yang disampaikan ustadz Fajar dalam taushiyahnya kali ini.  “Beliau berpesan bahwa iman menjadi dasar semua aktivitas manusia dalam beraktivitas. Iman diletakkan di posisi paling awal karena menjadi pokok, di pesantren nilai-nilai keimanan menjadi hal utama yang akan di kuatkan, tutur beliau. Selain itu, beliau menambahkan implementasi nilai-nilai ini bisa dilihat dari habit atau kebiasaan yang dilakukan di pesantren. Sebagai contoh, kebiasaan akan terasa lebih berat apabila dilakukan di luar di pesantren. Sholat tepat waktu, disiplin belajar, mungkin hanya bisa dilakukan secara istiqomah ketika anak-anak berada di lingkungan pesantren, imbuhnya.

Kemudian yang ke dua adalah ilmu, beliau menyebut di MBS tidak ada dikotomi ilmu. Artinya kurikulum yang diterapkan di MBS adalah kurikulum integral, satu kesatuan, prinsip keseimbangan antara ilmu umum dan ilmu syar’i. Yang terakhir adalah akhlak. Menurut beliau akhlak menjadi tugas dan pekerjaan rumah pondok yang sangat berat. Akan tetapi, tambah beliau, dengan penanaman kebiasaan dan biah atau lingkungan yang baik di pesantren, insya allah dengan izin Allah karakter dan jatidiri santri bisa terbentuk di pondok, pungkasnya.

Alhamdulillah pelaksanaan taushiyah virtual atau kuliah umum perdana ini antusiasme orang tua wali santri baru sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Ditunjukkan dengan tingginya jumlah kehadiran yang terlihat dalam aplikasi meeting online ini. Harapan ke depan proses KBM daring di masa pandemi ini bisa berjalan dengan lancar, dan yang terpenting adalah pandemi ini bisa segera berakhir, sehingga santri bisa kembali ke pesantren segera.(ElMoedarries)

 

Salah satu bentuk dzikir kepada Allah swt adalah merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya yang terdapat di alam semesta dan diri sendiri. Perenungan ini bertujuan untuk mengenal Allah dan memuliakan-Nya dengan sebenar-benarnya. Allah berfirman “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring. Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sissia, Mahasuci Engkau, dan lindungilah kami dari azab neraka’.” (QS. Ali Imran: 190-191).

Di antara tanda-tanda kebesaran Allah yang disebarkan-Nya di antariksa adalah matahari, bintang, bulan, dan planet-planet. Semua benda-benda antariksa tersebut beredar atau berjalan menurut garis edar yang sudah ditetapkan Allah swt kepadanya. Bulan berjalan dengan kecepatan 17 km/detik, bumi berjalan 15 km/detik, dan matahari berjalan 12 km/detik.

Allah swt berfirman, “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Yasin: 28-40).

“Dan (Dia) menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan.” (QS. Az-Zumar: 5).

Sains telah menetapkan bahwa bulan berputar pada porosnya, dan pada saat yang sama ia juga berputar mengelilingi bumi. Bumi pun berputar pada porosnya sekali dalam 24 jam, dan pada saat yang bersamaan, bulan dan bumi yang sedang berputar pada porosnya tersebut berputar mengelilingi matahari. Matahari pun berputar pada porosnya, dan pada saat yang sama seluruh anggota tata surya berputar mengelilingi pusat galaksi yang juga sedang berputar pada porosnya.

Para ilmuwan pun telah menemukan bahwa bulan beredar dalam lintasan yang melengkung/elips bukan dalam garis lurus, sehingga senantiasa dapat berada dalam tempat-tempat persinggahan yang sama. Coba sejenak kita bayangkan bahwa matahari, bumi, bulan, dan bintang-bintang bergerak dengan kecepatan yang tidak sama. Pada saat tiba hari kedua, “Di manakah matahari?” Matahari tertinggal dari kita sejauh dua masa. Kemudian setelah satu tahun berlalu, “Di manakan matahari?” Matahari telah hilang dia tertinggal jauh.

Siapakah yang menggerakkan semua benda-benda langit itu? Allah berfirman, “Masingmasing beredar pada garis edarnya.” (QS. Yasin: 40). Semua benda-benda langit itu beredar dan senantiasa berada pada orbitnya. Semuanya menjaga kecepatan agar stabil dan tetap pada posisi masing-masing di angkasa. Perbuatan siapakah ini? “Yang demikian itu adalah ketetapan (Allah) yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yasin: 38). Semuanya itu merupakan kehendak dari yang Maha Berkehendak, yang berasal dari yang Maha Kuat dan Maha Kuasa. Allah swt telah meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dan menjalankannya pada tempattempanya pula.

Pada saat-saat tertentu matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus yang sama yang mengakibatkan cahaya matahari terhalang oleh bumi. Pada saat inilah terjadi yang peristiwa yang disebut sebagai gerhana bulan. Gerhana bulan yang terjadi pada hari rabu 31 Januari 2018 merupakan gerhana bulan yang istimewa yang disebut sebagai fenomena super blue blood moon karena mengombinasikan tiga fenomena alam secara bersamaan yaitu blue moon (bulan biru), super moon ( bulan super besar), dan total lunar eclipse (gerhana bulan total). Disamping itu gerhana bulan yang terjadi kali ini adalah gerhana bulan yang langka yang akan terjadi kembali pada kurun waktu 152 tahun yang akan datang.

Pada puncak peristiwa gerhana bulan total ini kita dapat melihat bulan secara langsung tanpa menggunakan alat bantu atau filter cahaya seperti saat terjadi gerhana matahari karena bulan tidak membahayakan bagi kesehatan mata, hanya saja ketika terjadi gerhana bulan akan mengakibatkan air laut pasang. Permukaan air laut akan mengalami kenaikan karena adanya gaya tarik-menarik antara bumi dan bulan. Dalam pandangan spiritual peristiwa gerhana bulan maupun gerhana matahari merupakan isyarat dari Allah swt akan nikmat-Nya yang berupa matahari dan bulan. Keduanya merupakan bukti kebesaran Allah swt yang difirmankan-Nya dalam surah Fushshilat : 37, “Dan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”

Di sisi lain Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kebesaran Allah. Gerhana matahari dan bulan tidak akan terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihat gerhana matahari atau gerhana bulan maka bersegeralah  mengingat Allah, bertakbir, dan bersedekah.” (HR. Al-Bukhari nomor hadist 994 dan 997; dan diriwayatkan juga oleh Imam Muslim nomor hadist 914). Hadist ini menjelaskan bahwa matahari dan bulan adalah dua dari sekian banyak tanda-tanda kebesaran Allah swt.

Gerhana matahari atau gerhana bulan tidak terjadi karena kelahiran atau kematian seseorang. Artinya, gerhana matahari atau bulan merupakan fenomena alam biasa yang tidak ada hubungannya dengan kelahiran atau kematian seseorang. Pada masa Rasulullah saw, masyarakat Arab dan masyarakat dunia lainnya percaya bahwa terjadinya gerhana matahari atau bulan ada hubungannya dengan kematian atau kelahiran seseorang. Dengan adanya hadist ini Rasulullah saw ingin mementahkan khurafat tersebut dan sekaligus menegaskan bahwa peristiwa gerhana matahari atau bulan hanyalah siklus peristiwa alam biasa.

 

Penulis:

Zanuar Rahmat Hadi, S.Pd.

Posisi : kepala Laboratorium dan Pengajar Mata Pelajaran Fisika di Kelas VII, X, dan XII Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta

 

Sumber referensi:

Al-Quran

Buku Pintar Sains dalam Hadits Mengerti Mukjizat Ilmiah Sabda Rasulullah saw, karya Prof. Dr. Zaghlul Raghib Al-Najjar

Buku Pintar Sains dalam Al-Quran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah swt, karya Dr. Nadiah Thayyarah

https://youtu.be/0C6Sg78V1LM

Manajemen Wakaf oleh Drs. H. Iskhaq, S.Ag. pada kegiatan Pengajian Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Kompleks Islamic Center Muhammadiyah Prambanan (Masjid Al Birr)