Poskestren atau Pos Kesehatan Pesantren merupakan amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang kesehatan. Melayani para santri dan warga pondok pesantren yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan. Poskestren MBS terbagi menjadi dua area, yaitu di asrama santri putra dan asrama putri.

Kepala Bagian Kesehatan MBS, Ustadzah Vani Anindya, Amd. Kep bertugas dengan dibantu oleh dokter serta Santri Husada. Perekrutan Santri Husada sendiri dipilih langsung oleh IPM Bagian Kesehatan.

“Santri yang terpilih menjadi Santri Husada berasal dari IPM dan dikhususkan untuk santri kelas XI. Proses perekrutannya sendiri diserahkan langsung oleh kader IPM Bagian Kesehatan pada periode kepengurusan sebelumnya,” tutur Nikhayatun Ni’mah, Ketua Santri Husada, santriwati SMA MBS Prambanan Sleman, ketika diwawancarai di ruang kerjanya.

Poskestren memiliki program-program yang menunjang untuk kesehatan warga pondok pesantren. Seperti screening kesehatan dan aksi gizi untuk para santri rutin dilaksanakan oleh Puskesmas Prambanan. Sementara itu, Santri Husada membantu dalam hal pengkondisiannya.

“Santri yang terpilih sebagai Santri Husada harus memiliki komitmen yang kuat. Kami harus sigap setiap waktu. Jika ada santri yang sakit di waktu malam hari, maka kami harus segera memberikan pertolongan dan membawanya ke poskestren untuk mendapatkan penanganan segera,” lanjut Nikha, sapaan akrab santriwati yang kini duduk di bangku kelas XI IPS III.

Secara lebih lanjut, Nikha juga menegaskan bahwa santri yang memiliki keinginan untuk bergabung dengan Santri Husada, tidak terbatas pada latar belakang jurusan MIPA. Bagi teman-teman santri yang ingin menjadi bagian dari Santri Husada tetapi berada di jurusan IPS, tetap bisa bergabung, seperti dirinya yang sudah bergabung sejak bulan Juni 2023 hingga sekarang.

Apabila ada santri yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, maka dokter atau perawat yang bertugas akan memberikan rujukan ke rumah sakit yang telah menjalin kerja sama dengan pondok, seperti RS PDHI. Poskestren sendiri juga telah memiliki layanan ambulan sehingga lebih memudahkan akomodasi ketika butuh pelayanan segera ke rumah sakit.

Sebagai wujud dari amal usaha Muhammadiyah, Poskestren MBS juga bekerja sama dengan bagian konseling At Tanwir. Jika terdapat santri yang mengalami masalah psikis, maka akan diarahkan untuk konseling di At Tanwir. Sebab masalah kesehatan santri tak selalu berkaitan dengan fisik, namun ada juga psikis. Permasalahan psikis yang dimaksud seperti kesulitan untuk beradaptasi di lingkungan pondok atau mengalami kesulitan belajar.

Adanya Poskestren di pondok pesantren ini sangatlah membantu. Sehingga santri bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang layak. Dokter dan perawatnya pun bekerja dengan profesional.

Keberadaan Poskestren MBS membuat para orang tua/ wali santri tidak perlu was-was. Jika anak mereka sakit, maka bisa segera berobat ke Poskestren secara gratis. Tentunya dengan adanya amal usaha Muhammadiyah bagian kesehatan sangat diperlukan untuk selalu siap sedia melayani warga pondok pesantren.

“Pada prinsipnya, tugas menjaga Kesehatan di pondok kita tidak bisa bekerja sendiri, tetapi juga bekerjasama dengan santri dalam banyak hal agar santri serta keluarga besar MBS sehat selalu”, tutur Ustazah Vani Anindya, A.Md Kep selaku Kepala Bagian Kesehatan MBS.(Arif Yudistira)

 

 

 

Pada hari Selasa (20/2/2024), PPM MBS Yogyakarta melepas santri yang akan studi di Al-Azhar, Mesir. Pagi hari, dalam acara pelepasan santri yang akan berangkat ke Al-Azhar Mesir. Acara pelepasan digelar di halaman PPM MBS Yogyakarta. Sebelum berangkat, santri sempat berfoto bersama Direktur PPM MBS Yogyakarta, Ustaz Fajar Shadik.

Dalam acara pelepasan santri, Direktur PPM MBS berpesan, “pertama, luruskan niat antum semua. Di sana antum tidak melancong, tidak plesiran, tetapi belajar. Kedua, sukses tidaknya antum semua tergantung antum sendiri, maka antum harus kuliah belajar bersama dosen. Karena di Al-Azhar suasananya beda dengan di Indonesia, asal ujian lulus bisa. Ketiga, jaga selalu nama baik almamater. Ingat antum semua dari pesantren, jaga nama baik pesantren. Keempat, ingat, kiprah antum ditunggu di keluarga, masyarakat, maupun umat secara umum setelah antum belajar di Al-Azhar.”

Acara pelepasan santri yang akan berangkat ke Al-Azhar ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang I diikuti sembilan anak, sementara gelombang kedua diikuti 38 anak akan berangkat di gelombang dua.

Ustaz Solikhin,Lc selaku Ketua Divisi Timur Tengah mengatakan, “para santri yang akan ke Al-Azhar ini baru 9 orang, yang lain akan menyusul karena masih menunggu visa turun,”terangnya.

Sementara itu, pendamping rombongan, Ustaz Mouhan, Lc tidak bisa menutupi kebahagiaannya, ia mengatakan, “perasaan kami cukup bahagia, tahun ini alumni yang berangkat ke Timur Tengah meningkat secara jumlah, harapannya benar-benar dapat menuntut ilmu dan kembali pulang memberi manfaat untuk kemajuan umat.”

Ia juga berharap santri di Pondok MBS termotivasi dan lebih semangat untuk menyusul kakak-kakaknya belajar di Timur Tengah.

Para santri nanti kelak akan kuliah di Al-Azhar Mesir dengan jurusan agama seperti; Syariah Islamiyah, Tafsir, Hadits, Aqidah filsafat, hingga Bahasa Arab.”[Arif Yudistira]

MBS-Yogya- (Senin, 20/2/2024), PPM MBS Yogyakarta kedatangan tamu spesial, MKKS SMP Se-Kabupaten Kediri. Rombongan hadir sekitar pukul 09.35 Wib. Rombongan disambut di ruang Aula Ki Bagus Hadikusumo Lt.2 Kompleks PPM MBS Yogyakarta.

Hadir bersama rombongan Wadir I Bidang Pendidikan, Ustaz Rahmat Susanto, S.Pd, Bidang Humas, Ustaz Singgih, dan juga Kepala SMP MBS Yogya Ustaz Fauzan Yakhsya, S.Hum. Ada sekitar 50 Kepala Sekolah SMP Se-Kabupaten Kediri turut serta dalam kunjungan studi ke PPM MBS Yogya.

Kepala MKKS SMP Se-Kabupaten Kediri, Bapak Eko Arif Nugroho menyampaikan dalam sambutannya, “Kedatangan kami ke sini, dalam rangka “Ngudi Kawruh”. Kami berniat belajar tentang pengelolaan lembaga pendidikan yang bermartabat, lembaga pendidikan yang antusias dan mendapatkan simpati dari masyarakat.”

Ketua MKKS SMP Se-Kabupaten Kediri juga berharap kunjungannya ke MBS ini membawa manfaat dan bisa diterapkan di SMP swasta di Kediri.

Bapak Eko Arif Nugroho juga mengungkapkan decak kekagumannya tentang MBS ini. “Kami melihat dari google, MBS sekolah yang bagus, maju sehingga menjadi motivasi kami dan teman-teman untuk belajar.”

MKKS SMP Se-Kabupaten Kediri juga berniat untuk belajar tentang kepemimpinan pembelajaran dan kepemimpinan kelembagaan, serta pengintegrasian kurikulum pesantren dan nasional.

Wakil Direktur PPM MBS Bidang I, Ustaz Rahmat Susanto, S,Pd mewakili Direktur PPM MBS Yogya menyampaikan, “Kami mengucapkan selamat datang di PPM MBS Yogya, semoga kami bisa memenuhi apa yang menjadi permintan bapak-ibu semua yang jauh-jauh dari Kediri.”

Ustaz Rahmat Susanto juga mengucapkan terimakasih yang telah mempercayakan kepada MBS untuk saling berbagi tentang pengelolaan sekolah untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Setelah acara pembukaan purna, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Kepala SMP MBS Yogya Ustaz Fauzan Yakhsya, S.Hum. “Sungguh kebahagiaan bagi kami, hari ini kami dikunjungi bapak-ibu semua.”

Ustaz Fauzan Yakhsya memaparkan awal berdiri, perkembangan hingga sistem manajemen dan sistem pengelolaan MBS. Acara dijadwalkan purna hingga pukul 12.00 Wib [Arif Yudistira]

Untuk mendorong minat baca peserta didik, dapat dilakukan dengan beragam aktivitas dan kegiatan di sekolah. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu dengan memfasilitasi kegiatan bedah buku. Hal inilah yang dilakukan oleh Perpustakaan MBS pada hari Senin, 19 Februari 2024 di Perpustakaan Al Falah komplek putra.

Kegiatan yang diinisiasi perpustakaan MBS ini merupakan hal yang patut diapresiasi karena memicu munculnya kelompok diskusi yang dapat menumbuhkan semangat berliterasi para peserta didik. Terlebih bahwa kegiatan ini difasilitasi oleh para santri MBS sehingga dalam memilih buku bacaan yang didiskusikan tentunya juga berdasarkan minat mereka sendiri. Buku yang dipilih untuk dibedah dalam kesempatan tersebut ialah karya para santri dengan judul “Batas Semesta”

Adapun pembicara yang dihadirkan dalam kegiatan book review kali ini adalah ustadz Saiful Umam dan beberapa penulis buku batas semesta yang merupakan santri MBS. Diikuti oleh sedikitnya 60 peserta yang didominasi oleh santri SMP, buku setebal 397 halaman yang berisi 5 artikel dan 22 cerpen karya santri itu berhasil diulas secara apik oleh ustadz Umam. Turut hadir pula bagian PIP IPM Putra MBS menyaksikan jalannya bedah buku.

Dalam sambutan Kepala Perpustakaan MBS, ustadzah Sri Wahyuni,  menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat literasi dikalangan santri MBS. Hal tersebut berangkat dari fakta bahwa memang saat ini minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah, berdasarkan hasil riset yang dilakukan UNESCO.

“Selain menumbuhkan minat baca santri, bedah buku juga sekaligus sebagai wadah menginspirasi santri dalam menulis cerpen maupun buku,” ungkap ustadzah Yuni. Melalui wadah bedah buku ini, terdapat dua manfaat yang bisa diperoleh. Yakni selain bisa merangsang semangat literasi, juga sebagai referensi dan wadah santri dalam mengembangkan kemampuan menulis.

Sementara itu, Shalahuddin salah satu peserta bedah buku mengaku terinspirasi setelah mengikuti acara ini. “Setelah mengikuti book review ini, saya menjadi semangat menulis buku, yang penting menulis, mengikuti jejak akhi (kakak kelas), ungkapnya.

Santriwan yang tengah duduk di kelas 7 SMP itu menyebut banyak sudut pandang dan pesan yang bisa ditangkap dari karya ini, mulai dari perjuangan untuk tetap bertahan hidup, persahabatan dan ukhuwah.(ElMoedarries)

Tokoh besar Hizbul Wathan Kwartir Pusat wafat. Haji Mochammad Bazzar wafat pada Sabtu (17/01/2024). Beliau wafat pukul 15.51 Wib di RS.PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Beliau wafat dalam usia 80 tahun.

Ramanda Bazzar merupakan tokoh Hizbul Wathan yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Kwartir Pusat HW periode 2016-2021. Ramanda juga mengkoordinir Pandu Kehormatan pada Periode 2021-2023.

Ramanda Muhammad Arsyad, selaku Sekretaris Umum HW Pusat mengatakan, “Wafatnya Ramanda Bazzar menjadi duka mendalam buat Hizbul Wathan secara keseluruhan.” Beliau sudah berjuang di Hizbul Wathan semenjak tahun 1953.

Jenazah sebelumnya dishalatkan di Mushala Az-Zumar pada pukul 11.30 Wib sebelum diberangkatkan ke makam. Jenazah akan disemayamkan di Makam Tambakboyo, Dero, Condong Catur, Depok, Sleman.

Ramanda Bazzar di tahun 2023 terlibat dalam mendorong Internasionalisasi Kepanduan Hizbul Wathan di bawah Koordinasi Bidang Manajeman Sumber Daya dan Anggota Kwartir Pusat Hizbul Wathan.

MBS Turut Berduka

PPM MBS Yogyakarta turut berbela duka atas wafatnya Ramanda Bazzar. Kepala Sekolah SMP MBS, Ustaz M. Fauzan Yakhsya yang juga merupakan pengurus Kwartir Pusat Hizbul Wathan turut menshalatkan dan mengangkat jenazah Ramanda Bazzar bersama HW Putra PPM MBS Yogyakarta.

Dalam sambutannya Ibu Ari Susanti selaku perwakilan dari Kalurahan Condong Catur Yogya mengatakan, “ Kalurahan Condong Catur turut mengucapkan bela sungkawa. Semoga Almarhum husnul khatimah diampuni dosanya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah.”

Ramanda Bazzar turut serta dalam mendukung dan mengembangkan Jaya Melati di PPM MBS Yogyakarta. Sugeng Kondur Ramanda, Swargi Langgeng. Aamin. (arif yudistira)

 

 

Hari Sabtu (17/2/2024), Lazismu Se-Kabupaten Sleman mengadakan Rakerda di PPM MBS Yogyakarta. Rakerda dimulai pukul 09.30 Wib. Acara ini diikuti oleh 80 Ketua Lazismu dan Kantor Layanan Lazismu Se-Kabupaten Sleman. Rakerda kali ini mengangkat tema “Kontribusi Ekonomi Sirkular dalam Pencapaian SDGs”.

Dalam sambutannya, Ustaz Rahmat selaku wakil dari Direktur I PPM MBS Yogyakarta menyampaikan, “Selamat datang di PPM MBS Yogyakarta, semoga hadirnya panjenengan semua, menambah berkah dan barokah.”

Wadir I PPM MBS Yogya juga menambahkan, “Selamat mengikuti Rakerda Lazismu Se-Sleman, semoga acaranya dilancarkan. Ia juga menceritakan perkembangan Lazismu MBS yang saat ini tidak hanya berkembang dari sisi pendidikan tetapi juga berkembang ke layanan yang lain dan semakin bermanfaat untuk umat. Semoga acara ini dapat menghasilkan rumusan yang menginspirasi dan bermanfaat untuk umat.”

Kepala Lazismu Kabupaten Sleman, bapak Sinta Brata, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, “Acara Rakerda ini juga diikuti oleh mitra-mitra Lazismu Sleman yang akan presentasi dan akan kita tindaklanjuti kerjasama dengan kita.”

Pak Sinta Brata juga menekankan bahwa “Lazismu harus senantiasa berpegang pada dua hal yakni proses dan progress.”

Dalam acara pembukaan Rakerda Sleman ini hadir pula Drs. H. Irfan Harris yang mewakili PDM Sleman. Dalam sambutannya, ia memberikan amanat kepada Lazismu Se-Kabupaten Sleman.

“Sebelum berangkat ke sini, saya membaca topik ekonomi sirkular. Kalau melihat Muhammadiyah itu cukup berat. Apakah bisa Muhammadiyah menjalankan ekonomi seperti itu. Mempertahankan nilai produk itu bersirkulasi tidak merusak sistem, tidak merusak alam dan berkelanjutan.”

Drs. Irfan Harris mengisahkan “Di zaman Rasullah dulu, Baitul Mal benar-benar memperhatikan orang-orang yang membutuhkan saat itu. Kita ini di lazismu  baik di tingkat wilayah sampai dengan tingkat Cabang. Rasullah kala itu bisa mencukupi fakir miskin sampai satu tahun. Sanggupkah lazismu mencukupi selama satu tahun? kalau sanggup ini akan menjadi luar biasa, kita bisa terus menyantuni fakir miskin dengan beras dan sembako per bulan.”

Dalam amanatnya, ia berpesan kepada Lazismu Se-Kabupaten Sleman, hendaknya Lazismu terus berproses dan berprogres memperbaiki tata kelola organisasi, tata kelola usaha, dan tata kelola keuangan [Arif Yudistira]

 

 

IPAL sistem RBC (Rotating Biological Contactor) yang dimiliki Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemerhati lingkungan. Alat pengolah limbah teknologi Jepang yang belum genap dua tahun beroperasi di MBS belum lama ini diteliti oleh mahasiswa Strata 2 Program studi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Yogyakarta. Mengangkat judul “Penambahan Unit IPAL RBC di MBS Yogyakarta”,Tomy Putra Wijaya melakukan penelitian tesisnya bersama Ir. Nur Ismanto, M. Eng, Sc, Ph.D selaku dosen pembimbingnya.

Setelah melihat kelengkapan dokumen yang dimiliki IPAL RBC MBS, tim peneliti yang berjumlah 6 personel tersebut langsung melakukan visitasi ke fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah RBC MBS. Tim riset didampingi oleh Kabid Perawatan MBS, Bapak Budi Sancoko beserta tenaga ahli dari Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Air Limbah (PUSTEKLIM), Bapak Agus Haitami.

Jika sebelumnya, Pengolahan Limbah Domestik cair di PPM MBS itu menggunakan metode bak-bak penampungan atau Extended Aeration. Kini, dengan mempertimbangkan pemilihan teknologi pengolahan air limbah berdasarkan pada kebutuhan lahan, pembangunan, pengoperasian, perawatan, biaya investasi, dan efisiensi. Akhirnya, MBS mantap menggunakan IPAL sistem RBC, terang Pak Budi.

Sementara itu, Bapak Agus Haitami selaku praktisi sekaligus tenaga ahli PUSTEKLIM menjelaskan, prinsip kerja pengolahan air limbah dengan RBC yakni air limbah yang mengandung polutan organik dikontakkan dengan lapisan mikro-organisme (microbial film) yang melekat pada permukaan media di dalam suatu reaktor.

Dengan cara seperti ini, mikro-organisme misalnya bakteri, alga, protozoa, fungi, dan lainnya tumbuh melekat pada permukaan media yang berputar tersebut membentuk suatu lapisan yang terdiri dari mikro-organisme yang disebut biofilm (lapisan biologis). Mikro-organisme akan menguraikan atau mengambil senyawa organik yang ada dalam air serta mengambil oksigen yang larut dalam air atau dari udara untuk proses metabolismenya, sehingga kandungan senyawa organik dalam air limbah berkurang, tambahnya.

Pasca penelitian dan observasi di lapangan, hasil  pengujian pengolahan limbah cair menunjukkan bahwa penggunaan IPAL sistem RBC (Rotating Biological Contactor) yang dimiliki MBS ini mampu mengolah air limbah yang akan dibuang ke lingkungan sekurang-kurangnya telah memenuhi baku mutu air limbah sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016, tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik hingga 84% dari standard baku yang telah ditetapkan yaitu 70%.

Berdasarkan data tersebut, menurut tim surveior, IPAL RBC MBS sudah memenuhi kriteria IPAL domestik dan beliau mengacungkan jempol untuk pengelolaan limbah di MBS. “Hasilnya bagus banget, mendekati 90%”, ungkap mas Tomy.

Dengan IPAL sistem RBC ini, selain 10 kali lebih efektif, limbah cair domestik juga terkelola dengan baik, mulai dari cairan keruh hingga air mengalir yang bersih dan aman bagi manusia. Salah satu yang mencuri perhatian surveior adalah penataan IPAL yang menarik dengan adanya taman dan kolam yang semakin menyatu dengan landscape Pondok MBS yang asri dan indah.(ElMoedarries)

 

 

Pagi hari (Selasa,13/2/2024), ratusan santri sudah menunggu pembukaan “Gelar Karya dan SeniP-5”. Mereka berkumpul di kompleks PPM MBS Yogyakarta, putera di halaman utara Masjid At-Tanwir, sedangkan santriwati berkumpul di halaman kompleks PPM MBS putri.

Sejak pukul 07.30 Wib, mereka sudah sibuk menyiapkan pembukaan dan gelaran pameran karya yang akan mereka tampilkan. Berjejer dan rapi meja ditata menjadi spot karya yang apik. Ada mading yang bertema ke-Indonesiaan, ada juga karya kostum yang disiapkan di setting rapi untuk “Gelar Karya dan Senin P-5”.
Dalam sambutannya, Kepala SMP MBS, Ustaz M. Fauzan Yakhsya, S. Hum menyampaikan, “mari kita bersyukur atas terselenggaranya P-5 yang terakhir di tahun ajaran ini. Kelas VII mengangkat tema kearifan lokal, kelas VIII mengangkat tema kewirausahaan, dan kelas X mengangkat tema kebhinnekaan.”

Ia juga berpesan, “tetap jaga semangat. Nanti akan diambil juara dari gelaran ini. Hindari gurauan-gurauannya. Silakan tampil maksimal jangan asal-asalan, silakan tampil dengan maksimal kalau perlu lebih bagus dari latihan.”

Di kompleks pondok putri, Ustaz Roiq, Lc, Kepala Sekolah SMA menyampaikan, “Gelar Karya dan Seni P-5 ini merupakan bagian dari integral antara pembelajaran dan juga kegiatan proyek yang tidak terpisahkan. Ini merupakan bagian dari ekspresi santri dan ajang berkreasi dan berekspresi dengan berbagai tema yang diangkat.”

Kegiatan ini diikuti oleh kelas VII, VIII dan kelas X, serta dihadiri guru pembimbing dan juga wali kelas. Dalam kegiatan ini, ada drama musical, tembang dolanan, dan juga fashion show.

Para santri antusias dan totalitas mengikuti “Gelar karya dan Seni P-5”. Acara ini berlangsung dari pagi hingga menjelang asar [Arif Yudistira]

 

Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) adalah program pendidikan yang dicanangkan oleh Nadiem Makarim sebagai bagian dari implementasi kurikulum merdeka. Pembelajaran berbasis P-5 didesain oleh Kemendikbud sebagai ruang berkarya, beraktualisasi dan berkreasi yang mencoba menguatkan pendidikan berbasis praktik dan juga sebagai upaya menguatkan siswa pada nilai-nilai Pancasila.

PPM MBS Yogyakarta menggelar P-5 sejak tanggal 10-15 Februari 2024. P-5 digelar di kompleks PPM MBS Yogya. Kegiatan ini adalah bagian dari penerapan kurikulum merdeka.

Ustaz Oktadihartoni, S.Pd selaku ketua kegiatan P-5 mengungkapkan, “ada tiga tema besar yang diangkat dalam kegiatan P-5 ini. Kelas VII mengangkat tema kearifan lokal, kelas VIII mengangkat tema kewirausahaan, sementara kelas X mengangkat tema kebhinekaan.”

Dalam kegiatan P-5 ini, santri diajak kreasi mading (majalah dinding), membuat kostum, juga pelatihan kewirausahaan. Santri juga diajak untuk membatik, drama musical, tembang dolanan, hingga praktik (perform) tari daerah. Kelas VII diajak untuk menyanyikan “tembang dolanan”, membuat produk dengan teknik shibori, kelas X membuat mading dan drama, sementara kelas VIII seminar kewirausahaan.

“Dalam kegiatan P-5 ini, guru menjadi fasilitator dalam menyusun modul proyek dan mendampingi dalam proses pembelajaran”, ungkap Ketua P-5, Ustaz Oktadihartoni, S.Pd.

Acara ini disupport penuh oleh PPM MBS Yogyakarta, dalam praktik P-5 ini, para guru berharap siswa tidak hanya menyelesaikan proyek, tetapi juga mengambil nilai-nilai yang menjadi refleksi profil pelajar pancasila [Arif Yudistira]

Hari Ahad (11/2/2024), PPM MBS Yogya kedatangan tamu dari MA Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen. Tamu tiba di PPM MBS Yogya tepat pukul 08.30 Wib. Sebanyak 43 orang didampingi dengan Ustaz dan Ustazahnya diterima di Aula Lt.2 PPM MBS Yogya.

Dalam sambutannya, Ustaz Bramantyo Suryo Nugroho selaku Waka Kesiswaan MA Darul Ihsan Sragen menyampaikan, “kami menyampaikan salam dari Mudir kami karena masih perjalanan dari Jakarta menuju Sragen. Kami pagi ini bersama IPM putera maupun puteri ingin belajar kepada teman-teman IPM mengenai apapun. Harapannya, anak-anak bisa mengambil ilmunya dan dapat diterapkan di MA Darul Ihsan.”

Waka Kesiswaan juga menyampaikan terimakasih karena sudah disambut dengan spesial. “Kami juga mengucapkan terimakasih atas sambutan dan ilmunya.”

Direktur PPM MBS Yogya dalam sambutannya menyampaikan, “Alhamdulillah saya senang sekali. Ini kali ke berapa Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen ke sini. Saat itu masih SMP saja, sampai muncul SMA Darul Ihsan. Darul Ihsan ini sudah seperti keluarga sendiri. Satu kuncinya, “Sesama keluarga tidak boleh ada rahasia-rahasia diantara kita”.

Direktur PPM MBS Yogya mengatakan, “Kalau kita bicara IPM di pondok ini, IPM disesuaikan dengan kebutuhan pondok. Saya kalau melihat IPM, IPM menjadi bagian penting roda organisasi dan bagian yang menguatkan pondok pesantren mulai dari bangun tidur sampai dengan tidur lagi dengan berbagai kegiatan dan kreativitasnya.”

Melalui IPM, HW, Kokam, maupun kegiatan santri lainnya, adalah wadah untuk mengembangkan organisasi, minat dan bakat serta kepemimpinan santri. Dengan begitu, ketika lulus besok, ia akan lebih bermakna, lebih berguna dan bertanggungjawab.

Ustaz Fajar Shadik juga berharap, “IPM di pesantren mudah-mudahan nanti menjadi lebih baik karena tantangannya berat, perannya jelas, sehingga mampu berkontribusi terhadap perkembangan santri.”

Direktur PPM MBS Yogya menutup sambutannya mengatakan, “Silakan dimanfatkan. Silakan berbagi sebanyak-banyaknya. Silakan ambil yang baik dan buang yang buruk jauh-jauh.”

Salah satu santri IPM putri dari MA Darul Ihsan yang juga merupakan Sekretaris bagian Ibadah mengatakan, “kami ingin mengetahui dan menggali lebih jauh pemasukan organisasi di sini dari mana, serta cara atau manajemen dalam penertiban santri, apakah ada hukuman atau tidak, dan lain sebagainya.”

Setelah acara ramah tamah purna, acara dilanjutkan dengan saling sharing dan belajar bersama tentang ke-IPM-an bersama IPM putera dan puteri [Arif Yudistira]

 

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/