PPM MBS Yogyakarta telah melaunching buku modul akselerasi Sainstek, Soshum, dan Timur Tengah pada agenda milad MBS, Kamis (19/1/2023). Buku modul tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, bersamaan dengan peresmian ruang kelas putra terpadu dan penandatanganan Serat Darmajati HPT.

Ustazah Rulli Aurilia Oktapina, S.Pd mengungkapkan bahwa konsep modul tersebut sudah ada sejak tahun 2011. Namun baru terealisasi tahun 2023 bersamaan dengan program akselerasi kelas XII, yang bertepatan dengan milad MBS karena keterbatasan dalam beberapa hal.

Dikatakannya, saat itu MBS sebagai salah satu dari 11 sekolah Muhammadiyah se-Indonesia yang ditunjuk PP Muhammadiyah sebagai sekolah akselerasi. Prof Haedar Nashir sendiri menginginkan sekolah Muhammadiyah masuk top 1000 sekolah berdasarkan nilai UTBK.

“Di Surakarta selama tiga hari kami diminta memaparkan program sekolah yang kaitannya dengan studi lanjut anak-anak,” ujar Alumnus Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Di Solo, Ustazah Rulli bersama dengan Ustaz Roid dan Ustaz Suryanto mewakili MBS membuat program di kelas XII. Ia memaparkan, pada program akselerasi kelas XII, santri tidak lagi belajar kurikulum secara penuh, tetapi sudah langsung dikelompokkan berdasarkan peminatan ke perguruan tinggi.

“Kalau santri mau ke Timur Tengah berarti belajarnya mata pelajaran yang dikhususkan ke Timur Tengah, kalau mau ke Sainstek atau Soshum bisa langsung belajar ke mata pelajaran sesuai kurikulum akselerasi tersebut,” jelasnya.

Dalam program akselerasi ini, Ustazah Rulli mengatakan, santri kelas XII baik IPA maupun IPS tetap diberi kesempatan untuk belajar di kelas Sainstek atau Soshum. Hanya saja dalam pembelajarannya tetap menganut sistem keseimbangan, artinya tidak semua mempelajari mata pelajaran umum.

Selain untuk membantu santri dan santriwati PPM MBS agar lolos perguruan tinggi negeri, modul ini disusun guna menunjang adanya program baru pengelompokan kelas akselerasi. Ustazah Rulli juga menceritakan bahwa sebelum adanya modul akselerasi ini, kurikulum hanya membeli buku modul dan dipinjamkan kepada santri untuk persiapan masuk perguruan tinggi.

Lebih lanjut Ustazah Rulli menjelaskan, dalam proses penyusunannya, pada November 2022  lalu tim akselerasi kelas XII mengumpulkan dan memberikan sosialisasi untuk tim penyusun modul. Pada bulan Desember buku modul telah masuk percetakan dan Januari sudah dilaunching.

Meski terbilang singkat, hanya dua pekan penyusunanya, bukan lantas tak ada kendala. Kepala Bagian (Kabag) Kurikulum Umum SMP-SMA MBS ini mengungkapkan kendala yang timnya temui dalam proses penyusunan.

Menurutnya, kendala waktu saat penyusunan memberi dampak pada lamanya penyusunan modul.  Hal itu lantaran tim penyusun buku modul yang terdiri dari guru-guru SMP & SMA MBS, tidak hanya fokus pada modul, tetapi juga masih harus mengoreksi nilai ujian.

“Alhamdulillah di sela-sela kesibukan masih menyempatkan untuk menyelesaikan modul ini dan tugas mengajar lainnya. Kami juga mengadakan karantina penyusunan modul selama 2 hari dari jam 08.00 – 15.00 WIB di MBS, di akhir November dan pekan kedua di bulan Desember,” terangnya.

Ustazah Rulli berharap agar modul akselerasi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak sehingga, semakin mudah jalan mereka masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan. (ft)

Buku apik setebal 400 halaman ini menjadi karya antologi ke-3 yang berhasil dipersembahkan oleh Perpustakaan MBS. Diluncurkan berbarengan dengan rangkaian milad pondok, karya  ini jadi salah satu kado istimewa milad pondok ke-15.

Kolaborasi santri bersama ustadz dan ustazah bersepakat ikut memberi sumbangsih karya untuk MBS. Mengusung judul Potret Mentari karya apik ini menjadi pembuktian khasanah literasi sekaligus menjadi bukti bahwa menjadi santri atau menjadi guru tidak ada halangan untuk menjadi kreatif dan menghasilkan karya.

Apresiasi dan penghargaan kepada penulis yang telah menyumbangkan karya terbaik telah diberikan pada sabtu 28 Januari 2023. Besar harapannya kedepan santri dan ustadz dan ustazah lebih semangat lagi dalam menelurkan karya-karya baru yang makin bermanfaat. (red)

 

PPM MBS Yogyakarta mengadakan TOEFL Simulation selama dua hari, Senin-Selasa (30-31/1/2023). Giat ini merupakan salah satu agenda dari tim Tes Pengendalian Mutu (TPM), di bawah naungan divisi dari tim prestasi yang diketuai Ustaz Agus Yuliyanto, M.Pd bidang studi lanjut.

Ustazah Hikmatul Azizah, S.Pd selaku koordinator tim TPM mengatakan TOEFL Simulation ini khususnya ditujukan bagi kelas XII SAINSTEK dan SOSHUM. Meski demikian, agenda ini juga terbuka untuk semua santri dan santriwati MBS serta para ustaz dan ustazah yang ingin mengikuti.

Selama dua hari ini, santri dan santriwati kelas XII MBS mendapatkan pembelajaran mengenai strategi atau tips dan trik dalam mengerjakan TOEFL di hari pertama. Sementara itu di hari kedua santri dan santriwati akan melaksanakan TOEFL simulation.

Dalam pelaksanaanya, tim TPM bekerjasama dengan MGMP bahasa Inggris untuk persiapan dan pengawas. Selain itu, pihaknya juga menggaet tim dari Jogja English Training Center (JETC) dalam agenda simulasi tes ini. Tim JETC sendiri berperan membantu bagian persiapan dan pengawasan.

Ustazah Hikmatul Azizah mengungkapkan bahwa tim TPM memiliki niatan, kedepan untuk menjadikan agenda simulasi ini sebagai giat rutin. Menurutnya hal tersebut sudah mendapat dukungan pimpinan.

Di MBS sendiri saat ini memang belum menerapkan TOEFL sebagai salah satu syarat kelulusan. Namun kedepan, sebagaimana disampaikan Ustazah Azizah, hal itu merupakan kewenangan pimpinan, apakah TOEFL perlu dijadikan syarat atau tidak.

Dengan mengadakan tes TOEFL ini, tim TPM melalui Ustazah Azizah berharap, guru bahasa Inggris dapat mengukur kemampuan santri dalam penguasaan bahasa Inggrisnya. Meskipun, lanjutnya, itu memang tidak bisa diukur secara maksimal, apakah skor dari TOEFL simulation itu betul-betul mewakili kemampuan anak.

“Paling tidak kami ada gambaran sampai mana kemampuan anak-anak tersebut,” pungkasnya. (ft)

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman kembali mengadakan seleksi POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) tahun 2023 untuk siswa-siswi yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. MBS selalu ambil bagian dalam event tersebut. Tidak terkecuali dalam cabang pencak silat. Seleksi pencak silat tahun ini diadakan mulai tanggal 28 Januari hingga 29 Januari 2023. Bertempat di GOR LPMP Kalasan.

Ustadz Eko Sugiarto, S.Pd selaku koordinator lomba menuturkan, pada seleksi POPDA Kabupaten Sleman tahun 2023 ini, MBS menurunkan dua belas atlet terbaiknya dari berbagai kelas cabang pencak silat. Yakni, Satrio Wibowo di kelas A, Farel di kelas B, Fauzil Hamim kelas B, Muhammad Yanuar Rozan kelas C, Nail Aufa Dhiyaulhaq kelas E, Muhammad Luthfi Nur kelas I, Muhammad Hafid Nur Rasyid kelas D, Kurniawan Fariel Ramadhan kelas H, Ahmad Fatihul Azhar kelas A, Ariagana Jundam Halim Suwanta kelas B, Hasbi Assyakira Abdillah kelas C dan Raihan Khairul Anam kelas D, jelasnya.

”Dari kedua belas atlet yang diturunkan tersebut, alhamdulillah MBS berhasil memperoleh sembilan medali, yang terdiri atas empat medali emas (juara 1), tiga medali perak (juara 2), dan dua perunggu (juara 3). Kesuksesan tersebut didapat dari Ariagana Jundam Halim yang berhasil merebut juara pertama dalam kelas B Putra. Kemudian tiga lainnya disumbangkan oleh Hasbi Assyakira Abdillah, Raihan Khairul Anam, dan Muhammad Luthfi Nur masing-masing pada kelas C, D dan I. Sementara itu, tiga medali perak diperoleh  Ahnaf Fatihul Azhar yang maju di kelas A Putra, Muhammad Yanuar Rozan kelas C Putra dan Kurniawan Fariel Ramadhan di kelas H Putra. Sisanya, dua medali perunggu didulang oleh Fauzil Hamim kelas B Putra dan Muhammad Hafidh Nur Rasyid kelas D Putra cabang pencak silat,” ungkap guru pendamping silat, ustadz Bagus Dzaki Handy.

Lebih lanjut ustadz Bagus berharap ke depannya semoga atlet-atlet pencak silat MBS terus berprestasi dan selalu berlatih untuk menjadi lebih baik. Khususnya empat atlet peraih juara pertama yang lolos masuk tingkat provinsi, semoga berhasil menjadi pemenang dalam POPDA tingkat Provinsi dan menjadi wakil DIY dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional nantinya.(ElMoedarries)

Kontingen Pencak Silat MBS :

KELAS A PA
JUARA 2 : AHMAD FATIHUL AZHAR (SMA MBS)

KELAS B PA
JUARA 1: ARIAGANA JUNDAM HALIM S (SMA MBS)
JUARA 3: FAUZIL HAMIM (SMP MBS)

KELAS C PA
JUARA 1: HASBI ASSYAKIRA ABDILLAH (SMA MBS)
JUARA 2: MUHAMMAD YANUAR ROZAN (SMP MBS)

KELAS D PA
JUARA 1 : RAIHAN KHAIRUL ANAM (SMA MBS)
JUARA 3 : MUHAMMAD HAFIDH NUR RASYID (SMP MBS)

KELAS H PA
JUARA 2 : KURNIAWAN FARIEL RAMADHAN (SMP MBS)

KELAS I PA
JUARA 1 : MUHAMMAD LUTHFI NUR (SMP MBS)

 

Akhirnya Resta Dhuhrotun Nisak – Khusna Riana Nur Khasanah terpilih menjadi nahkoda baru PCIA Sudan periode 2023-2024, setelah melalui mekanisme Musyawarah Cabang Istimewa Aisyiyah di aula Markas Dakwah AR. Fachruddin PCIM Sudan.

Dalam menjalankan organisasi, Resta panggilan akrabnya akan dibantu oleh Khusna yang tidak lain adalah rekan satu almamaternya di MBS dulu didaulat menjadi sekretaris. Duet srikandi alumni Pondok Pesantren MBS Yogyakarta ini akan memimpin PCIA Sudan dalam satu tahun ke depan.

Keduanya mengaku siap untuk melakukan pembaharuan roda organisasi yang dikenal sebagai sebuah gerakan perempuan Muhammadiyah ini lebih baik lagi.

“Kita minta semua pengurus baru terus bekerja untuk membesarkan PCIA Sudan. Tanpa kita semua dan tim yang solid dan kuat, saya sebagai ketua tidak bisa bekerja sendiri. Dan mari kita ramaikan gerakan di media sosial agar PCIA Sudan semakin dikenal publik dan mendunia. Bersama sekretaris umum, Resta siap berkolaborasi melakukan perbaikan agar PCIA Sudan semakin baik lagi. Karenanya butuh dukungan semua pengurus yang kuat agar kiprah dan kontribusi PCIA semakin diperhitungkan, pungkas Resta.

Sementara itu, sekretaris umum baru PCIA Sudan, Khusna Riana mengaku bersemangat dengan amanah barunya. Sebab, menurutnya menjadi bagian dari pengurus PCIA Sudan adalah tantangan tersendiri bagi dara asli kota gaplek, Gunungkidul tersebut.

“Dominasi anak-anak muda, professional alumni dan semoga banyak program kerja berkualitas ke depannya,”jelasnya. Selamat untuk pengurus baru PCIA Sudan, semoga bisa amanah dan istiqomah dalam membawa gerbong PCIA Sudan menuju ke stasiun tujuan utama, yaitu PCIA yang berkemajuan.(ElMoedarries)

Santri MBS kembali mencetak sejarah. Alfian Fakhru Rozi, juara 1 lomba menulis aksara Jawa tingkat Provinsi DIY seolah menuruni minat Kiai Ahmad Dahlan, dalam meneruskan tongkat estafet dakwah. Ia baru saja menyelesaikan naskah Serat Darmajati Himpunan Putusan Tarjih (HPT) yang ditandatangai langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Menanggapi hasil karya santri MBS, Prof Haedar Nashir yang hadir saat peresmian gedung PPM MBS Yogyakarta, Kamis (19/1/2023) lalu, tercengang, takjub, dan heran. Hal ini lantaran baru kali inilah HPT dibuat dalam aksara Jawa dan keidentikan tulisan tangan santri MBS yang mirip dengan hasil ketikan.

Ustaz Indra Oktora, S.Pd selaku guru pengampu mata pelajaran Bahasa Jawa di MBS mengatakan bahwa, penulisan aksara Jawa ialah sebagai upaya mengembalikan khittah perjuangan Muhammadiyah.

Selain itu, ustaz Indra yang sekaligus penggagas Serat Darmajati ini, ingin mengembalikan semangat literasi, dalam hal ini menulis. Sebab, dikatakannya, proses menulis saat ini mulai hilang seolah tenggelam di tengah gempuran teknologi yang makin massif.

“Apalagi proses menulisnya pakai tulisan tangan, orang-orang sekarang menulis itu berarti mengetik, tapi kalau orang-orang jaman dulu benar-benar menulis. Ada tempat khususnya, ada skriptoriumnya, ada yang digunakan untuk menggambar,” terang alumnus Pendidikan Bahasa Jawa Universitas Negeri Yogyakarta.

Ada keunikan lain yang dilakukan ustaz Indra sebelum menyusun serat Darmajati. Mengikuti jejak perawi, Bukhari, sebelum menulis ia berpuasa lebih dulu selama satu hari karena sebagian besar isinya mengenai ayat-ayat Alquran.

Naskah serat yang berisikan 6 bab HPT, di antaranya bab rukun iman, bab bersuci, bab shalat, bab jenazah, wakaf dan ushul fikih ini memiliki penjelasan sendiri dalam bentuk prosa. Buku tafsir yang menjelaskan dalil-dalil dalam naskah serat Darmajati ini sendiri sedang proses penyusunan, Kamis (26/1/2023).

Dijelaskan ustaz Indra, naskah yang disusun sejak milad Muhammadiyah (18/11/2022) ini memiliki gambar dalam setiap babnya dan mewakili cerita di dalamnya. Menurutnya, baru kali ini pula ia berani menulis serat yang menggunakan renggan.

“Kalau untuk menulis serat saya belum berani, baru sekali ini saya berani memberi renggan-renggan (keindahan). Kalau nulis yang biasa (aksara Jawa tanpa renggan) pernah,” ungkapnya.

Dalam proses penyusunannya, ustaz Indra lah yang membuat konsep, tembang mocopat dan mengartikannya dalam tulisan latin. Sementara itu santri menerjemahkan dengan aksara Jawa.

Demikian juga dalam setiap prosesnya, ustaz Indra mengaku tak lepas dari kendala-kendala teknis. Padatnya kegiatan santri tak ayal membuat penyusunan serat ini membutuhkan waktu yang lebih lama dalam penyelesaiannya.

Selain itu, kendala teknis seperti penggunaan kertas khusus Concorde yang stoknya terbatas di toko Jogja dan sulit didapatkan. Untuk meminimalisir kesulitan mendapat kertas, ia pun membeli dalam jumlah banyak karena hanya ada satu toko dari tujuh toko di Jogja yang menjualnya.

Adapun kendala lain ialah saat proses penjilidan menggunakan benang yang tidak banyak tempat menjilid buku bisa melakukannya.

Dengan hadirnya serat yang berisi Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, meskipun tidak mudah dipahami orang awam, namun ustaz Indra berharap naskah tersebut dapat dikaji di kemudian hari. Terlebih, naskah Serat Darmajati HPT ini tidak ditulis dalam bentuk prosa melainkan mocopat sehingga bisa ditembangkan.

Ia juga berkeinginan proses penulisan naskah tetap berlanjut karena sudah lebih mudah menggunakan komputer. Hanya saja bagaimana caranya agar tradisi menulis tangan itu tetap ada. Hal ini menimbang keawetan daripada tulisan tangan itu sendiri dibandingkan tulisan yang diketik komputer.

Sebagai pungkasan, ustaz Indra juga berharap menjadi pemantik bagi rekan-rekan lain khususnya yang meminati aksara Jawa. Sebagaimana halnya PDM Wonosobo yang kemudian berencana membuat Babat Muhammadiyah masuk Wonosobo setelah launching Serat Darmajati HPT ini. (ft)

Sudah menjadi agenda penting bagi pengurus KOKAM MBS untuk menggelar agenda rutin tahunan. Salah satu yang dilakukan adalah melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Sebanyak  156 peserta yang semuanya adalah santriwan kelas X nampak begitu antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini.

Diklatsar KOKAM yang dilaksanakan di kompleks kampus putra ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain : materi keislaman, materi sejarah Kokam, kemuhammadiyahan, ketangkasan dan PBB serta materi-materi lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Diklatsar KOKAM, Hilmi Alwian Milanova mengatakan bahwa kegiatan Diklatsar tersebut berjalan lancar. Dikatakannya, kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, terhitung sejak tanggal 23 hingga 27 Januari 2023.

“Selain sebagai upaya regenerasi penerus estafet kepengurusan KOKAM MBS ke depan, kegiatan ini dalam rangka menyiapkan diri menguatkan fisik dan mental. “Tak hanya fisik dan mental, KOKAM MBS juga diwajibkan memiliki akhlak, berilmu, serta mempunyai budi pekerti yang baik,”tandasnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta, instruktur, pemateri dan semua pihak yang telah mendukung, semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin untuk mencetak kader-kader muda penerus, pelangsung dan penyempurna persyarikatan.

“Semoga para kader KOKAM dapat menyerap ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh para narasumber dan instruktur dengan sempurna dan dapat mengamalkannya,” pungkasnya.(ElMoedarries)

 

 

Guru merupakan salah satu unsur terpenting dalam Pondok Pesantren. Baik buruknya kualitas pesantren juga ditentukan oleh standar kualitas guru. Dalam upaya peningkatan kualitas guru perlu diselenggarakan beberapa pelatihan.

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris MBS turut serta dalam peningkatan kualitas guru, salah satunya dengan mengadakan pelatihan.

Pada akhir Januari 2023 telah dilaksanakan sejumlah rangkaian dari event peningkatan kualitas guru bahasa inggris dan diakhiri secara simbolis oleh ketua MGMP mapel bahasa inggris MBS, ustadz Ahmad Jihad Satriyo di Area JET Center.

Adapun peserta yang mengikuti pelatihan yakni seluruh guru mata pelajaran bahasa inggris. Tercatat ada 11 nama guru yang berpartisipasi dalam pelatihan yang digelar sejak Oktober hingga Januari 2023. Adapun tempat pelatihan berada di MBS dan kantor pusat JET Center yang beralamat di Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta.

Pelatihan ini terdiri dari dua kategori. Kategori pertama yakni peningkatan speaking skill dan cracking TOEFL. Instruktur JET Center yang diwakili Mr. Riyan dan Mr. Yosep Kurniawan dengan ciri khas masing-masing memberikan ilmu dan pelatihan kepada guru MBS. Dengan adanya pelatihan selama kurang lebih 3 bulan ini, hasil yang dirasakan yakni adanya peningkatan kualitas speaking skill maupun kenaikan skor TOEFL bagi guru bahasa inggris.

“Dengan adanya sertifikat TOEFL, berarti semua guru bahasa inggris sudah layak dan terstandarisasi. Semoga dengan hasil pelatihan ini bisa bermanfaat serta melecut kemampuan dalam penggunaan bahasa Inggris di pondok pesantren, terang ustadz Jihad.(ajs)

Berikut nama guru yang berpartisipasi:

  1. Rinna Fitriyah, S.Pd.
  2. Atikah Hanifati Asry, S.Pd.
  3. Fitria Evy Mutmainah, S.Pd.
  4. Desti Putri Setyaningrum, S.Pd.
  5. Nita Puspitaningrum, S.Pd.
  6. Eko Sugiarto, S.Pd.
  7. Hikmatul Azizah, S.Pd.
  8. Okta Dihartoni, S.S
  9. Atika Rusmawati Putri, S.Pd
  10. Ahmad Jihad Satriyo, S. Pd, Gr
  11. Larasti Talenta, S.Pd

Walisantri angkatan 13 Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta, membuat sebuah produksi film pendek atau short movie berjudul ‘Lanjut’.

Ketika anak berada di pondok, kebersamaan para walisantri menjadi sangat erat karena mereka sama-sama berjuang untuk mengikhlaskan anaknya yang sedang menuntut ilmu di jalan Allah. Dimulai dari semua itu akhirnya walisantri angkatan 13 MBS Yogyakarta, membuat sebuah produksi film pendek atau short movie berjudul ‘Lanjut’. Film ini diproduksi oleh Pita Biru production dan didukung sepenuhnya oleh walisantri Angkatan 13 dan Pondok Pesantren MBS Yogyakarta.

Film yang bercerita tentang kekuatan seorang ibu dalam memondokkan anak, semangat anak untuk mondok dan keindahan persahabatan di pondok pesantren. Dengan latar belakang keindahan dan keseruan Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding school Yogyakarta, film ini dikemas dalam durasi 21 menit dan digarap oleh Pictutur.

“Semoga film ini bermanfaat untuk masyarakat dan paling tidak memberikan gambaran tentang betapa indah dan serunya dunia pondok,” ungkap Heri Kuswanto dari Pita Biru production.

“Kami juga tidak menyangka ternyata anak-anak memiliki bakat luar biasa dalam memerankan peran mereka walau baru pertama berperan dalam short movie. Kesungguhan mereka luar biasa untuk mewujudkan sebuah karya yang insya Allah bukan sekedar tontonan namun bisa menjadi tuntunan,” tambah Dyah Kalsitorini yang beberapa waktu lalu memproduseri dan menulis film Ahmad Dahlan.

Film ini diperankan oleh anak-anak santri MBS, para ustadz serta walisantri. Dengan adanya film ini diharapkan semua akan semangat memondokan anak serta melanjutkan mondok di pondok pesantren.

“Alhamdulillah Film ‘Lanjut’ ini sudah launching tanggal 16 Januari 2023 dan ditonton perdana dalam acara Nobar di MBS yang disaksikan seluruh santriwan dan santriwati serta ustadz dan ustadzah Pondok pesantren MBS Yogyakarta. Dan bagi masyarakat Indonesia indonesia sudah bisa menikmati film ini di chanel Youtube Pita Biru (https://www.youtube.com/watch?v=H__3is-jcHA) dan semoga bermanfaat untuk memberikan semangat mondok pada para santri dan semangat memondokkan anak bagi para walisantri,” tutup Ustaz Fajar Shadik, Direktur MBS Yogyakarta.

Sumber dari: krjogja.com

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dibuat kagum melihat karya Alfian Fakhru Rozi saat peresmian gedung baru pada Sabtu (21/01) di Prambanan, Yogyakarta. Pasalnya, santri Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Yogyakarta-Prambanan yang baru berusia 19 tahun ini menulis pokok-pokok fatwa dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) dengan aksara Hanacaraka. Ia kemudian menamai karyanya ini dengan Serat Darma Jati.

Hanacaraka merupakan sebutan lain dari tulisan aksara yang berkembang di Tanah Jawa dan wilayah sekitarnya. Bagi yang pertama kali melihat aksara ini, Hanacaraka memang tampak sulit. Hal ini disebabkan sedikitnya minat mempelajari warisan asli kebudayaan Indonesia ini, yang padahal penting sekali untuk dilestarikan. Pelestarian Hanacaraka dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan apa yang telah dilakukan Alfian ini.

Alfian mengaku belajar Hanacaraka dari gurunya yaitu ustadz Indra Oktora dalam mata pelajaran Bahasa Jawa. Dari mengamati struktur aksaranya yang unik ini, ia kemudian mempelajari Hanacaraka secara mandiri lewat buku-buku penulisan aksara dan dokumen manuskrip yang tersebar di internet. Kekagumannya pada Hanacaraka ketika berhasil membaca naskah asli Puro Pakualaman, yang membuatnya memiliki inisiatif untuk membuat karya tersendiri.

“Berawal dari pengamatan naskah-naskah kuno Jawa, khususnya naskah Puro Pakualaman, kemudian kami terinspirasi untuk membuat skriptorium, yaitu tempat literasi baca-tulis naskah,” tutur Alfian saat dihubungi tim Muhammadiyah.or.id pada Sabtu (21/01).

Saat ditanya apa motivasinya sehingga Alfian memiliki keinginan mengerjakan Serat Darma Jati ini, ia dengan tegas menjawab bahwa cita-citanya sejak dahulu memang ingin terlibat dalam proyek yang berkaitan dengan naskah beraksara Jawa. Selain itu, ia juga merupakan kader Muhammadiyah yang memiliki keinginan untuk berkontribusi dalam dakwah Persyarikatan.

Kombinasi antara minatnya yang tinggi dalam sastra kebudayaan Jawa dan sekaligus sebagai kader Muhammadiyah menjadi bahan bakar yang menyulut api semangat untuk menerjemahkan dan menulis ulang fatwa-fatwa berkemajuan yang termuat di Himpunan Putusan Tarjih (HPT) ke dalam tulisan Hanacaraka.

Alfian juga mengaku bahwa konseptor naskah Serat Darma Jati ini ialah gurunya, ustadz Indra Oktora. Indra merupakan guru Bahasa Jawa yang merangkum merangkum HPT ini. Setelah dirangkum, tugas penulisan selanjutnya diserahkan pada Alfian. Sejauh ini, Serat Darma Jati telah merangkum fatwa-fatwa seputar Iman, Salat, dan lain-lain. Ke depan, Serat Darma Jati ini akan memuat dalil dan hal-hal yang lebih detail lagi.

Serat yang sudah selesai penulisannya tidak menyertakan dalil dan alasan yang tercantum dalam masing-masing bab dalam HPT, sehingga untuk proyek berikutnya, insya Allah akan ditulis dalil dan alasan HPT tersebut,” pungkas Alfian.

Sumber : muhammadiyah.or.id