PR IPM Putra MBS Sleman Yogyakarta telah usai melewati kegiatan pengkaderan Taruna Melati satu (TM 1) yang diselenggarakan hari Sabtu hingga Ahad, 6 sampai 7 Januari 2018. TM yang diselenggarakan di area kelas putra ini terselenggara atas kerjasama PR IPM MBS Sleman Yogyakarta dengan Pimpinan Daerah (PD) IPM Kabupaten Sleman. Acara Taruna Melati dilaksanakan oleh PD IPM Sleman sebagai pembimbing dan pengisi acara serta anggota PR IPM MBS  sebagai pesertanya. Acara TM 1 dimulai siang hari pukul 13.00 diawali pembukaan oleh ketua PD IPM Sleman, Ipmawan Bambang Triatmaja. Ipmawan yang juga alumni PPM MBS angkatan ke-dua ini menjabarkan tentang maksud diselenggarakanya TM 1, yaitu mengkader para anggota IPM supaya menjadi generasi penerus IPM yang lebih baik untuk kedepannya.”saya berharap dari IPM MBS ini bisa menjadi generasi penerus IPM yang lebih baik, bahkan bisa sampai mengisi jabatan di PD seperti kami sekarang ini”, tuturnya.

Selepas pembukaan rangkaian acara dilanjutkan dengan pengenalan antara pihak peserta (IPM MBS) dengan pihak Pembina (PD IPM Sleman).  Acara disambung dengan pengisian materi ke-Islaman oleh ipmawan M. Rizki K.Lanani, hingga pukul 15.00. Acara kemudian dijeda dengan shalat Ashar. Pemberian materi masih belanjut hingga dua sesi, materi ke-Muhammadiyahan dan materi ke-IPM an. Materi ke-Muhammadiyahan diisi oleh Ipmawan Bagus Irawan, dari ba’da Ashar hingga menjelang Maghrib. Acara kembali dijeda dengan ISHOMA, dilangsungkan kembali materi ke-IPM an yang diisi oleh ipmawan Muhammad Khalilullah.

Materi ke-IPM an berjalan cukup khidmat. Ipmawan Khalil menerangkan manfaat serta alasan para pelajar harus aktif berkecimpung di IPM. Setelah sesi materi selesai, TM 1 diisi dengan pengadaan SGD (Small-Group Discussion) yang dibimbing Ipmawan PD IPM Sleman guna mendalami kembali materi-materi yang telah diberikan serta saling bagi pengalaman di IPM. Sesi RKTL (Rencana Kerja Tindak Lanjut) dilangsungkan setelah SGD usai. Dalam  perancangan RKTL dibahas  langkah  selanjutnya yang akan diambil oleh PR IPM MBS selaku peserta acara.  Acara usai karena sudah tiba pada waktu istirahat malam. Hari selanjutnya tanggal 7 Januari, peserta TM 1 melangsungkan outbond hingga pukul 08.00 siang. Acara TM 1  ditutup secara resmi pukul 09.00 oleh ketua PD IPM Sleman, Bambang Triatmaja. Acara Taruna Melati ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para kader IPM di PPM MBS Sleman Yogyakarta untuk terus berkarya dan menjaga solidaritas antar sesama dalam menciptakan kader berkemajuan.

Ikrarkan bersama IPM Berjaya, Ikrarkan Berjaya bersama IPM!

 

 

 

Mengawali semarak satu dasawarsa, workshop wakaf menjadi muqaddimah dari rangkaian acara yang di selenggarakan panitia milad satu dasawarsa PPM MBS. Di gelar pada hari Ahad 7 Januari 2018 bertempat di Masjid Al Birr kompleks Islamic Center Muhammadiyah Prambanan, Ustadz H.M. Nashirul Ahsan, Lc bersama dengan Drs. H. Ishak, S.Ag menjadi narasumber.

Tepat pukul 06.00 acara dimulai, Masjid Al Birr yang menjadi tempat penyelenggaraan acara sudah nampak penuh dihadiri jama’ah. Menjadi narasumber yang pertama ustadz H.M Nashirul Ahsan, Lc mengawali pemaparannya dengan menyebutkan beberapa keutamaan dan keistimewaan wakaf, selain itu beliau juga memberikan motivasi serta mengajak kepada para jama’ah untuk berlomba-lomba menjadi wakif, dengan mewakafkan harta terbaik kita.

Melengkapi pemaparan dari Ustadz Nashir, Ustadz Ishak dengan gaya santainya memberikan pemaparannya. Masih terkait dengan seputar wakaf, beliau banyak berkisah dan bercerita memberikan contoh tentang wakaf dalam kehidupan sehari-hari. Dengan diselingi sedikit ‘guyon’ Ustadz Ishak membuat jama’ah yang hadir di masjid Al Birr tertawa, namun demikian candaan yang dilontarkan beliau tidak keluar dari materi yang disampaikan, bahkan melalui ‘guyon’ nya itu materi yang disampaikan lebih mengena dan ‘makjleb’ menurut para jama’ah.

Bertempat di Balai Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman Yogyakarta Tim Prestasi UN MBS mengadakan acara motivasi walisantri. Acara yang dihadiri walisantri kelas IX dan XII ini bertujuan meningkatkan kerjasama antara pihak pondok dengan walisantri untuk ikut terlibat dan berkontribusi mengantarkan putra putrinya menuju puncak kesuksesan dalam menempuh pendidikan di MBS, terutama persiapan menghadapi Ujian Pondok dan Ujian Akhir Sekolah. Dalam kesempatan kali ini, panitia menghadirkan motivator yang sudah berpengalaman dan malang melintang di dunia self environment (pengembangan diri). Beliau adalah Ustadz Ismail Hermana, S. Pd.I,  pria asli Majalengka yang juga pendiri LP2KIS ( Lembaga Pendidikan dan Pelatihan KOPMA UIN Sunan Kalijaga ) dan trainer Fast Training ini mengawali motivasinya dengan ice breaking. Tampak walisantri yang memenuhi gedung Balaidesa mulai terbius dan mengikuti gerakan serta instruksi dari sang motivator, sebelum akhirnya dengan seksama mengikuti slide demi slide materi yang dipaparkan Ustadz Ismail. Kesimpulan yang bisa dipetik dari materi motivasi yang disampaikan pada kesempatan ini diantaranya, agar walisantri senantiasa memantau perkembangan putra putrinya, memacu dan memompa semangatnya untuk tetap istiqomah dalam menuntut ilmu, mampu menjadi parent centered (tempat curhat) bagi putra putrinya dan yang terpenting adalah selalu mendoakan untuk kesuksesan dan keberhasilan putra putrinya dalam menempuh pendidikan dan menggapai cita-citanya yaitu sukses dunia dan akhirat.

Ahad, 7 Januari 2018

Seminar parenting nasional adalah salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Milad Satu Dasawarsa PPM MBS Sleman Yogyakarta. Dengan mengangkat tema “Mendidik Anak di Era Digital”, seminar ini berjalan dengan antusiasme peserta yang merupakan ayah bunda dari berbagai daerah dan kalangan akademisi.

Pembicara nasional dalam seminar parenting kali ini adalah dr. Martina Sylviarini Surya Widarti, S.Ked, atau yang akrab kita kenal dengan panggilan dr. Vivi, beliau adalah Dokter parenting dan trainer nasional yang sudah sangat berpengalaman. Dengan ditemani sang moderator yang sigap dalam menampilkan slide dan juga sebagai juru bicara seminar, yaitu Ewang Sewoko Wiryosumarto, S.Psi., MA, beliau adalah seorang Praktisi Psikologi dan juga presenter TV yang sudah malang melintang di dunia entertaiment.

Kegiatan seminar tersebut berlangsung di kompleks SD Muhammadiyah MBS pada tanggal 7 Januari 2018, yang dihadiri ratusan peserta. Seminar dimulai pada pukul 09.30 WIB dan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Rangkaian acara pada kengiatan tersebut dibuka oleh Ustadz Singgih Yuniantoro selaku MC pada kegiatan tersebut, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan antara pembicara dan peserta seminar yang dipandu oleh sang moderator.

Dalam seminar ini, dr. Vivi mengupas tuntas kiat-kiat mendidik anak dengan berbagai karakter yang melekat pada diri masing-masing. dr. Vivi juga berusaha memahamkan bahwa setiap anak merupakan  anak yang hebat dan istimewa, sehingga disarankan bagi orang tua untuk tidak menyamakan metode pendidikan anak. Salah satu yang dikutip dari peran penting orang tua dalam mendidik anak adalah “Di Balik Anak yang hebat, terdapat orang tua yang hebat”.

Dengan gaya penyampaiannya yang menarik dan mudah dipahami, dr. Vivi berhasil sepenuhnya mendapatkan perhatian para peserta seminar. Tak jarang, gelak tawa terdengar di sela-sela materi yang disampaikan. Dalam hal penyampaian, dr. Vivi juga menyelinginya dengan permainan konsentrasi dan penampilan video-video menarik. Bahkan waktu dua jam itu terasa berlalu begitu cepat.

Dua puluh menit sebelum acara ditutup, moderator membuka sesi tanya jawab mengenai materi yang disampaikan. Peserta berlomba-lomba untuk mengajukan pertanyaan kepada dr. Vivi. Lagi dan lagi, dr. Vivi berhasil memukau para peserta dengan jawaban yang mengena. Kemudian acara benar-benar ditutup dengan sesi foto bersama dan tepuk tangan yang meriah dari para peserta.

 

 

Apel persiapan longmarch

Waktu liburan semester gasal belum berakhir, di halaman parkir asrama santri putra sudah terlihat beberapa santriwan yang sudah siap berbaris rapi dengan setelan seragam warna biru lengkap dengan atribut yang sudah terpakai. Tepat sekali, sekitar 33 santriwan yang tergabung dalam pasukan khusus Dewan Kerabat HW Qabilah Jenderal Sarbini gugus pangkalan MBS Sleman Yogyakarta melakukan aksi longmarch. Juan Bagus Panuntun,  kordinator lapangan longmarch menuturkan, acara longmarch ini kami lakukan sebagai bentuk dedikasi kami sebagai generasi muda Muhammadiyah dalam rangka ikut menyemarakkan milad satu dasawarsa MBS sekaligus milad satu abad HW. Rute perjalanan yang ditempuh diperkirakan berjarak 50 km, dimulai dari MBS menuju keraton Yogyakarta kemudian destinasi terakhir di Pantai Parangtritis. Disamping tujuan di atas, aksi ini juga sebagai kegiatan napak tilas mengenang kembali serta mengambil ibrah perjalanan jalan datar yang dilakukan Jenderal Sudirman dalam perjuangannya mempertahankan keutuhan NKRI dari tangan penjajah, mengakhiri penuturannya.

 

 

Menyambut usianya yang ke sepuluh, PPM MBS Yogyakarta terus berbenah. Kali ini bagian kebersihan dan pertamanan yang digalang Pak Kardiyono bahu membahu menghias dan mempercantik wajah MBS. Nampak beberapa bagian sudah terlihat indah dan rapi. Sudut-sudut bangunan hampir tidak terlepas dari sentuhan tangan-tangan dingin para kreator taman yang kreatif. Pak Kardi, begitu sapaan tiap hari beliau menuturkan ‘untuk perawatan dan penanaman jenis pohon dan tanaman baru sudah kita upayakan, berikut dengan penataan dan hiasannya, kebetulan belum lama ini MBS dapat ilmu gratis kaitannya dengan penataan taman dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sleman bersamaan dengan pendampingan dan penyuluhan menjelang penilaian dari Dinas Lingkungan Hidup Propinsi DIY. Kesempatan tersebut kami gunakan dengan sebaik-baiknya, karena selama ini kami dari bagian pertamanan hanya belajar otodidak dalam mengatur dan menentukan jenis tanamannya. Berbeda dengan Pak Kardi, Pak Nartam yang juga personel kebersihan dan pertamanan ketika dijumpai disela-sela aktivitasnya menerangkan, kami ingin membuat MBS ini layaknya air ditengah padang pasir, yang sejuk dan nyaman ketika dipandang. Karena letaknya yang berada di tengah persawahan, hampir tidak ada tumbuhan rindang yang bisa memberikan keteduhan, untuk itu kami dari bagian pertamanan bertekad memulai menanam pepohonan di sekitar MBS beserta tanaman hijau lainnya. Tak lepas dari itu, kami menginginkan kedepannya MBS menjadi icon sekolah yang ramah lingkungan yang di kanan kirinya terdapat taman-taman kecil yang bisa dinikmati dan menjadi pemandangan yang indah, pungkasnya sembari menyapukan kuas cat nya. Dari keterangan Pak Kardi dan Pak Nartam, semakin tampak jelas bahwasannya MBS memang konsen dan sungguh-sungguh dalam mewujudkan sekolah hijau yang berwawasan lingkungan hidup, di dukung dengan motivasi berlipat MBS yang dalam bulan Maret mendatang akan mewakili kabupaten Sleman maju ke tingkat Propinsi dalam lomba “Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan Hidup”. Untuk itu mohon doa restunya menjelang Milad Satu Dasawarsa dan persiapan lomba Pondok Berwawasan Lingkungan Hidup Tingkat Propinsi, agar MBS selalu diberikan yang terbaik untuk semuanya, mempunyai wajah baru di peradaban dunia pendidikan sesuai dengan cita-cita luhurnya.

Untuk yang kedua kalinya, grup nasyid acapella putri MBS Sin Cos Tan tampil menjadi bintang tamu dalam acara “Ngamen Ngamal Nasyid Jogja” jilid 2. Acara yang bertajuk “Bersatu Bela Al Quds” ini diprakarsai Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) Yogyakarta yang bekerjasama dengan KM Al Huda FBS UNY, Musik Inspiratif, Aksi Cepat Tanggap (ACT), MQFM dan Meganada Soundsystem. Diadakan pada hari ahad, 31 Desember 2017, nimbrung di acara Sunday Morning (Sunmor) tepatnya di depan pintu barat Fakultas bahasa dan seni UNY, Sin Cos Tan kembali mendapat kesempatan untuk mengisi di acara galang dana sekaligus launching galeri musik inspiratif dan channel youtube musik inspiratif. Tampilan Sin Cos Tan agak sedikit berbeda dari biasanya, panggung yang biasanya dipenuhi tujuh personel, kali ini hanya terlihat tiga personel yang ada. Adalah Aqila Fadiya, lead vokal asal klaten ini menuturkan, ‘jujur saja tadinya kita ragu untuk bisa bergabung dengan teman-teman disini, empat personel Sin Cos Tan berhalangan hadir kali ini, mereka sedang liburan di kampung halaman karena bertepatan dengan liburan pasca Penilaian Akhir Semester (PAS), kebetulan rumah mereka di luar jawa. Hanya ada kita bertiga yang kebetulan domisili di Jogja. Tampil bertiga sebenarnya jauh dari kata ideal untuk acapella, tetapi setelah berembug dengan niatan “ngamen & ngamal”, bismillah akhirnya kita putuskan untuk tetap ikut gabung dengan teman-teman ANN. Karena bagi kami moment ini adalah ajang silaturahmi, berbagi ilmu sekaligus menghibur masyarakat melalui aksi “Ngamen Ngamal Nasyid Jogja”pungkasnya. Minus empat personel ternyata tidak lantas menyurutkan performa Sin Cos Tan di atas panggung, membawakan 2 buah lagu Aqila cs tampil apik dan menghibur. Selain Sin Cos Tan beberapa musisi dan grup nasyid Jogja juga ikut bergabung menyemarakkan aksi galang dana kali ini, mereka diantaranya Diksicoustik, Awallun Newcapella, Kendy Yudhita, Diky Fatih, Musaii, Ramsyah Nasheed, Puisi Kemanusiaan Al Huda FBS UNY, Deni Aden, Kak Aji Syafa, Stand Up Commedy Yuliono Singsot serta MC Dede-Dodo.

 

Bagi sebagian santri MBS kegiatan Amal Bakti Santri atau bahasa kerennya ABAS menjadi sebuah kegiatan tahunan pondok yang mempunyai arti dan kenangan tersendiri.  Hal yang sama juga dirasakan empat santri asal negeri Gajah Putih Thailand yang tahun ini mengikuti ABAS 9 di desa Butuh, Garung, Kalikajar, Wonosobo. Aiman Mad Adam santri asal Songkhla yang sekarang duduk di kelas XI IPS ini menceritakan pengalamannya selama mengikuti kegiatan ABAS. Dengan senyumnya yang khas, Aiman ketika ditemui disela-sela acara ‘Sembako Murah’ menuturkan, saya sangat bersemangat sekali mengikuti kegiatan ini, mulai dari persiapan,  penggalangan dana, pemberangkatan, hingga sampai di lokasi tujuan. Mungkin ini pengalaman saya yang akan selalu saya ingat seumur hidup saya, di sekolah dulu saya di Thailand ada kegiatan semacam ABAS ini, tapi kegiatan disana berbeda dengan ABAS, kalau disini mungkin seperti Baksos, terang Aiman. Masih dalam penuturannya, Aiman yang juga menjadi pengurus IPM bagian ASBO ini juga mengatakan, disamping kegiatannya yang bagus, lokasi ABAS 9 ini bagi saya sangat indah, disini udaranya sejuk, masyarakatnya ramah dan baik, pemandangan di lereng gunung yang menarik membuat saya disini semakin menikmati jalannya kegiatan dari hari ke hari. Lain Aiman lain pula dengan Arsan Falae yang menceritakan pengalamannya sembari melakukan tugasnya jaga stand ‘pasar murah’ di lapangan Butuh. Arsan santri asal Thachang, Bangkhlam, Songkhla yang sudah lancar berbahasa Indonesia ini mengawali ceritanya, saya sangat senang disini, banyak kegiatan yang saya ikuti, tadi pagi setelah sarapan saya memulai aktivitas dengan tuan rumah pergi ke ladang, jaraknya lumayan jauh dari rumah, harus naik ke atas karena kebetulan hampir semua ladang yang digarap penduduk disini semuanya berada di atas, sambil menunjuk ke arah lereng gunung Sumbing. Capek sekali rasanya, karena tidak terbiasa naik bukit, tapi itu hanya sebentar karena rasa capek itu segera hilang setelah tiba di ladang Pak Kirno, saya dan teman-teman membantu Pak Kirno menanam bawang, mencabuti rumput dan memetik beberapa buah jagung yang berada di ladangnya. Di sore hari bersama dengan teman IPM pergi ke masjid untuk ngajar TPQ. Masih menggunakan logat khas Thailand yang kental, Arsan mengaku sangat menikmati kegiatan ABAS ini, tahun depan kalu bisa dan diijinkan, saya akan ikut ABAS lagi, tuturnya dengan senyum malu. Sementara itu dua santri Thailand lainnya yang mengikuti ABAS 9 Base Maeloh dan Chakree Kemlem, keduanya masih duduk di kelas X juga mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan ABAS.

 

 

 

 

Kalau di MBS Pusat ada GRADASI MUBOSTA, MBS 2 juga tidak mau kalah. Dikemas dalam acara Last Week End In Ma’had, santri MBS 2 kelas 7 dan 8 menunjukkan kebolehannya dengan mengadakan beberapa event kegiatan. Belum dapat giliran untuk mengikuti kegiatan Amal Bakti Santri ( ABAS ) tidak menyurutkan ghirah santri MBS 2 untuk tidak bergerak dan berkreasi. Hingga pada akhirnya kegiatan Show Your Talents, Out Bond, Nobar ( Nonton Film Bareng ), Game Sports, Dauroh Tahfidz dan Pentas Seni menjadi sajian utama di gelaran Last Week End In Ma’had. Ustadz Kahar selaku pengasuh santri MBS 2 menuturkan asbab wurud diadakannya kegiatan ini, acara ini kita desain untuk mengisi kegiatan santri kelas 7 dan 8 yang tidak ikut kegiatan ABAS. Agar kegiatan yang kita adakan tidak monoton dan membosankan, maka kita buat konsep yang menyenangkan, mendidik, dan menghibur, yang kemudian muncullah ide untuk memberikan nama dari kegiatan ini, dan jadilah Last Week End In Ma’had.

 

Santri itu gak pernah mati gaya….Mungkin kata-kata itu tepat sekali disematkan kepada santriwan dan santriwati MBS yang belum dapat giliran untuk ikut bergabung dan merasakan pengalaman serta sensasi dari kegiatan yang namanya ABAS. Itu terbukti dengan terpampangnya banner di masjid putri tepat sehari setelah peserta ABAS diberangkatkan. GRADASI MUBOSTA ( Gembira dalam Aksi dan Seni Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta 2017 ) itulah judul dari acara yang kemasannya tidak kalah menarik dari kegiatan ABAS. Bukan dalam rangka mengadakan acara tandingan, akan tetapi inilah santri, yang inovasinya tiada henti, ghirahnya tinggi dan skill nya mumpuni.

Acara yang bertajuk “ Menyatukan Niat Mengawal Semangat Melalui Gradasi Mubosta Kita Wujudkan Santriwati Yang Bermanfaat Bagi Ummat “ini diikuti santri kelas VII, VIII dan XII. Melihat draft acaranya, sudah pasti kegiatan ini tidak membosankan, karena disana ada Fun Tahsin bersama tim tahsin Mahasantri PPTQ SahabatQu, kemudian yang tidak kalah serunya My Tart Creation ( Ketrampilan menghias kue Tart sekreatif dan semenarik mungkin ) diikuti oleh masing-masing perwakilan asrama, yang suka tebak-tebakan juga ada Guess!!!Who am I?????, dan ini yang paling ditunggu santri itung-itung muraja’ah bersama yang dikemas dalam titel Keep Calm and Be Hafidzah ( Lomba Tebak ayat ).

Itu tadi acara santriwati, di kompleks putra juga tidak mau kalah. Santriwan dengan kelas yang sama juga sudah membuat ragam kegiatan, diantaranya ada seminar sejarah MBS, seminar mudah menghafal AlQur’an, lomba benteng-bentengan, MBS Pintar, ban lamban, gobak sodor, jempol pintar dan tebak gerak . Bagi santri, kemasan kegiatan lomba diatas sangat menyenangkan dan menghibur, sekaligus sebagai ajang refreshing santri pasca berjuang di Penilaian Akhir Semester atau PAS semester gasal selama kurang lebih dua minggu.