Wanita kelahiran 1 Rajab 1318 Hijriyah (20 Desember 1900) di Nagari Bukit Sarungan, Padang Panjang, Sumatra Barat bernama lengkap Rahmah el Yunusiyyah, adalah anak bungsu dari lima bersaudara.  Putra dari bapak Muhammad Yunus bin Imanuddin seorang Hakim sekaligus Ahli ilmu Falak (Astronomi) dan seorang ibu yang bernama Rafi’ah. Dibesarkan dilingkungan relijius dan cendikia ia dikenal sebagai  perempuan cerdas dan aktif. Ia tidak hanya dikenal sebagai tokoh pendidikantapi juga  dikenal sebagai pejuang dengan mengangkat sennjata untuk bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. inilah yang membuat ia berbeda dengan para pejuang perempuan lainnya.

Sejak kecil ia adalah sosok yang pantang menyerah, ia memperoleh pendidikan formal selama 3 tahun. Ia terus belajar bahasa arab dan juga latin disekolah Diniyah, Sore hari ia lanjutkan mengaji kepada para ulama seperti kepada Haji Abdul Karim Amrullah alias Haji Rasul ayah handa dari Buya Hamka. Saat usia 23 tahun Rahmah sangat gelisah melihat kondisi kaum perempuan yang masih terjerat oleh kebodohan dan keterbelakangan terutama dalam hal pendidikan agama. Tanggal 1 November 1923 dengan dukungan keluarga dan teman-teman perempuan di PMDS (Persatuan murid-murid Diniyah School) ia mendirikan sekolah khusus perempauan yang diberi nama Diniyah School Putri atau Madrasah Diniyah Li al-Banat.  Madrasah ini tidak hanya memberikan pembelajaran ilmu ilmu agama namun dikembangnkan juga dengan memberi pengajaran klasikal lengkap dengan sarananya seperti gedung, meja, bangku, papan tulis, kapur dan sebagainya.

Ia terus berinovasi dan bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi lembaga yang dipimpinnya.  Tahun 1927 ia melakukan perjalanan untuk studi banding penggalangan dana, ia melakukan perjalanan ke Aceh dan juga ke Sumatra Utara bahkan sampai ke Malaysia. Ahirnya beliau berhasil mendapatkan dana dan berhasil membangun gedung dan asrama yang mampu menampung murid-muridnya. Selain melakukan perbaikan sarana fisik Rahmah juga melakukan perbaikan kurikulum. Yang sebelumnya hanya melakukan pembelajaran ilmu-ilmu agama maka hrahmah  memasukkan pelajaran umum seperti bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa  Belanda, Menulis latin, berhitung. Tata buku, Hitung rugi Laba, Kesehatan, Ilmu alam, Ilmu Tubuh manusia, Ilmu Bumi, Ilmu tumbuhan, Ilmu binatang, dan Menggambar. Sedangkan program ekstra kurikulernya adalah Renang, Musik, menganyam, dan bertenun.

Ia terus melakukan inovasi-inovasi dan pengem bangan , tahun 1926 ia membuka kelas Menjesal School (Kelas bagi perempuan yang belum bisa baca dan tulis). Tahun 1934 mendirikan taman kanak-kanak (Freubel School) dan Junior School (Setingkat HIS). Selain itu Ia juga mendirikan Diniyah School Putri 7 (Tujuh) tahun yang terdiri dari tingkat Ibditaiyah selama 4 (Empat) tahun dan tingkat Tsanawiyah selama tiga tahun. tahun 1936 ia berhasil mendirikan sekolah Tenun. Ia juga mendirikan Kulliyat al Mu’alimat al Islamiyah tahun 1937 dengan tujuan untuk mencetak tenaga guru muslimah profesional yang jangka waktu pendidikannya ditempuh selama 3 (tiga) tahun. Tidak berhenti sampai disini tahun 1967 ia  mendirikan Fakultas tarbiyah dan fakultas dakwah. Pada tahun 1969 Fakultas ini berubah menjadi fakultas Dirasah Islamiyah.

Tidak hanya berjuang dalam bidang pendidikan Rahmah juga turut aktif dalam organisasi masyarakat dan juga aktif dalam Gyu Gun KO En Kai, Hana no Kai. Sewaktu pecah perang Pasifik Rahmah menjadikan  Diniyah School sebagai rumah sakit Darurat. Ia juga pertama kalinya yang mengibarkan bendera merah putih di sumatra Barat. Saat era ke merdekan ia mengayomi laskar Sabilillah dan Laskar Hizbulwatan. Ia juga mempelopori terbentuknya Tentara keamanan Rakyat (TKR).

Keberhasilan beliau dalam mengelola perguruan Diniyah Putri Padang Panjang mendapatkan apresiasi thidak hanya dji dalam negeri tapi juga di luar negeri. Rektor Universitas Al Azar Mesir, Dr. Syaikh Abdurrahman Taj mengadakan kunjungan ke perguruan Diniyyah Putri School. ia sangat tertarik dengan sistem pendidikan yang ada di sana. Tidak lama dari menimba ilmu dari kunjungan tersebut Al-Azar kammpus Islam tertua di dunia tersebut membuka pendidikan khusus perempuan yang di beri nama Kuliyatul Lil Banat. Karena telah menginspirasi Universitas Al-Azhar maka beliau mendapat gelar Syaikhah, ini adalah mprestasi yang sangat membangakan tidak hanya badgi dirinya tapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

 

 

Tulisan ini dibuat dalam rangka

menyongsong Satu Dasawarsa PPM MBS Jogjakarta

Edisi Totoh Tokoh Islam Berpengaruh

Data dan foto diambil dari berbagai sumber

 

 

 

Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jogjakarta hari ini melaksanakan tes seleksi calon santri baru untuk jenjang SMP dan SMA. Sebanyak 625 santri dari Sabang sampai Merauke telah mendaftarkan diri di PPM MBS guna mengikuti ujian tes seleksi. dengan demikian Lazismu MBS Yogyakarta ikut terjun mempromosikan program program yang sedang berjalan dengan cara menyebar panflet yang sudah dipersiapkan, program tersebut adalah program JIZWANDA (Jemput Infaq Sedekah Zakat Anda) untuk wilayah :

  1. Prambanan
  2. Berbah
  3. Piyungan
  4. Kalasan
  5. Dan Sekitarnya yang bisa terjangkau

Selain program tersebut juga kami buka kembali untuk Program Gembira (Gerakan Memberi infaq Rame – rame)

yang akan kami salurkan untuk Beasiswa Kader, Beasiswa Tahfizdul Quran, Beasiswa Kuliyatul Mubalighin dan Santunan Pendidikan Yatim Dhufa.

Dengan adanya program tersebut kami Lazismu MBS Yogyakarta berharap bisa membantu sesama umat manusia dalam program pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada dan dapat mewujudkan cita cita yang diharapkan. untuk mengikuti program tersebut bisa datang langsung ke PPM MBS Yogykarta atau bisa Telp/ SMS/ WA ke nomor 081348409782 atau bisa transfer ke Bank Mandiri Rek No. 7104416793 a/n Lazismu MBS Yogyakarta.

Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jogjakarta hari ini melaksanakan tes seleksi calon santri baru untuk jenjang SMP dan SMA. Sebanyak 625 santri dari Sabang sampai Merauke telah mendaftarkan diri di PPM MBS guna mengikuti ujian tes seleksi.  Santri luar pulau Jawa yang sudah mengikuti ujian sebanyak 60 calon santri baik  dari  Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan selatan, Kep. Riau, dan Lampung  dan Palembang sudah mengikuti ujian sebanyak 60 santri. Dari total keseluruhan pendaftar sebanyak 32 calon santri mengikuti jalur prestasi dan 565 calon santri mengikuti ujian tulis.

Ujian seleksi calon santri baru dilaksanakan di kompleks kampus putri tepatnya di kompleks kelas putri.  Ujian  baik ujian tulis, wawancara calon santri dan calon walisantri beserta ukur seragam dilaksakan dalam satu kesempatan secara berurut. Calon santri mengikuti ujian tulis terlebih dahulu, baru ujian wawancara dan baca Al-Qur’an  dan diahiri ukur seragam. Saat calon santri mengikuti ujian tulis calon wali mengikuti wawancara dengan panitia.

 

Rangakaian ujian tes seleksi masuk pondok MBS kali ini terasa sangat istimewa. Hal ini bertepatan dengan menyongsong satu dasawarsa MBS yang jatuh pada tanggal 20 Januari 2018. Dalam sambutannya Direktur PPM MBS Jogjakarta Ustad Fajar Shadik menekankan pentingnya niat yang lurus untuk menyekolahkan putra putrinya ke MBS. Ustad Fajar menekankan bahwa niat menyekolahkan ke MBS harus benar yaitu untuk menolong agama ALLAH bukan yang lain. kalo hanya untuk mencari ijazah atau prestasi keduniaan menurut beliau sangat rugi dan mohon untuk dipertimbangkan kembali.

Ustad  Fajar juga menekankan bahwa ukuran calon santri agar diterima masuk MBS Jogjakarta syaratnya mudah, yaitu harus lolos tes seleksi baik tulis maupun wawancara, dan membayar registrasi yang sudah di tentukan jika sudah dinyatakan diterima. Tahun ajaran baru 2018/2019 kuota yang dimiliki MBS untuk jenjang SMP ada 12 kelas (10 MBS Pusat dan 2 kelas MBS 2) dan untuk kuota jenjang SMA ada 8 kelas. Mendengar pemaparan direktur MBS wali santri harap-harap cemas dan mengharapkan seluruh calon santri yang datang hari ini dapat diterima semua menjadi santri MBS Jogjakarta.

 

 

Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jogjakarta berkomitmen umtuk menanamkan pola pendidikan seimbang yang merupakan kebutuhan setiap manusia. Ilmu yang baik adalah ilmu yang dapat mengangkat derajat pemiliknya dihadapan ALLAH SWT. Dimana Ia menjadi semakin taat ke pada perintah dan menjauhi segala bentuk larangannya, berguna bagi orang lain dan berahlak mulia.

Keseimbangan pendidikan yang mencakup keimanan, pengetahuan dan ahlak adalah menjadi prasarat pendidikan yang holistik yang insyaalah akan dapat mengantarkan satri MBS mendapatkan kebahagian dunia dan ahirat. Pengajaran yang ada di MBS dilakukan untuk  mengasah santri dalam tiga hal yaitu kecerdasan IQ, EQ, dan SQ, yaitu melalui pendidikan yang kompetitif, melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan, keorganisasian,  dan pembiasaan pembiasaan dalam hal beribadah, baik yang bersifat fadu maupun yang bersifat sunah yang dipantau langsung oleh Ustad dan ustazah.

Penguatan karakter bagi santri MBS dimulai dari bangun tidur sampai tidur kembali baik di MBS 1 dan MBS 2. Penguatan karakter di lingkungan pendidikan di kelas banyak melibatkan peran serta dari santri IPM (Ikatan pelajar Muhammadiyah), guru dan karyawan. Dibawah pengawasan Wadir I, dan dibawah bimbingan ustad dan ustazah yang ada di jajaran kesiswaan baik putra dan putri, santri IPM menjalankan program penguatan ideologi. Program ini adalah salah satu program unggulan pondok pesantren MBS.

Penguatan  ideologi bagi santri dilaksanakan setiap hari kecuali hari Sabtu karena dipakai untuk upacara dan apel pagi. Santri melaksanakan program penguatan ideologi setiap hari Ahad, Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Dimulai pukul 06.25-06.35 wib santri sudah berbaris di depan kelas masing-masing untuk menyanyikan lagu Mars Muhammadiyah dan mengucapkan janji Pelajar Muhammadiyah (Arab dan Inggris). Pukul 06.40-06.55 penyampaian kosakata bahasa Arab dan Inggris disetiap kelas oleh IPM, baru pukul 07.00 kegiatan belajar mengajar secara umum di mulai.

Pengucapan janji pelajar Muhamadiyah dilakukan dengan menggunakan tiga bahasa yaitu Senin sampai Kamis bahasa Indonesia, Sabtu dan Ahad menggunankan bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Hal ini dilakukan untuk mengasah kemampuan bahasa Arab dan Inggris para santri.

 

 

 

Senin 30 Oktober 2017 adalah hari yang istimewa bagi 66 santri putra kls 12 IPA 1 dan IPS 1.  Di bawah pengawasan Ustad Resi Sadewa Permana, M.Sc.  ustad Wiji Santoso, S.Pd. dan Ustad M. Amirul Mukminin, S.Pd. melakukan pembelajaran langsung di museum. Rombongan di lepas oleh jajaran pimpinan MBS dan dipesankan agar selama kegiatan berlangsung santri agar tetap menjaga etika baik dan mengikuti satu demi satu acara dengan sebaik baiknya.

Kegiatan berlangsung di 3 tempat museum yaitu museum Dewantra Kirti Griya, Museum Pura Pakualaman, dan museum Panglima Besar Jendral Sudirman. Kegiatan ini adalah kegiatan yang menjadi program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan D.I.Y. dengan tema wajib kunjung Museum. Alhamdulilah MBS lewat Ustazah Wahyu Widi Asih, S.Pd. berhasil mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ketiga musseum tersebut sebagai hadiah dari program wajib kunjung museum tersebut.

Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya merupakan museum peninggalan dari tokoh pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara yang berupa rumah dan pendapa. Selain itu, museum juga menampilkan koleksi peninggalan barang-barang yang dipakai oleh beliau beserta keluarga. Museum Pura Pakualaman. Museum tersebut berisi benda-benda bersejarah peninggalan masa Sri Pakualam I sampai Sri Pakualam VIII. Museum tersebut dikelola secara swadaya oleh keluarga Kraton Pura Pakualaman. Museum Sasmitaloka Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman​ adalah museum sejarah dengan koleksi mengenai perjuangan Jenderal Sudirman .

Santri-santri MBS sangat antusias mengikuti jalannya agenda kunjungan ke museum tersebut dan berharap ada program program lainnya yang dapat diikuti.

 

 

Selamat kami ucapkan kepada Ananda Surya Ibrahim Setiawan beserta ananda Jaasir Yusuf Muhammad yang telah menorehkan prestasi luarbiasa di negeri matahari terbit (Jepang). Santri MBS masing-masing memperoleh Medali Emas untuk kategori Line Follower dan Emas untuk kategori Maze Solving.

Perlombaan yang dihelat di kota OSAKA Jepang ini diikuti oleh 3 negara yaitu Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Perlombaan Robotik tingkat SMP ini bertemakan 6 tahun Internasional Robotic Training and Competition. Acara digelar dari tanggal 27 Oktober-2 November 2017, ada empat cabang lomba yang tandingkan  yaitu Maze Solving, Line Follower Analog, Soccer dan Sumo RC. Acara yang dilaksanakan tanggal 29 di 6 Chome-15-46 Onoharahigashi, Minoo-Shi, Osaka-Fu562-0031 oleh persatuan pelajar Indonesia Osaka-Nara dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Jaasir Yusuf Mumammad adalah putra dari bapak Abdul Muin dan ibu Yasmini Fitiyati. Jaasir adalah putra kelahiran 11 Februari 2015 dan sekarang menempuh pendidikan di MBS Jogjakarta di kelas VII A. Yasir beserta orang tuanya tinggal di jl. Pesantren No. 8 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Surya Ibrahim Setiawan adalah putra dari bapak Nukman Agustam dan ibu Siti Istiqomah Hidayati. Surya adalah santri MBS kelas IX B. Putra kelahiran 17 Juni 2003 ini tinggal bersama orang tauanya di Jl. Merdeka Rt. 03/RW.02 Desa Wates, Blitar, Jawa timur.

Kami ucapkan selamat atas prestasi yang telah ditorehkan. semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi santri-santri lainnya untuk berprestasi. Hal ini juga kado istimewa untuk pondok MBS Jogjakarta yang sebentar lagi memasuki satu dasawarsa.  semoga MBS Jogjakarta makin berjaya, makin menjadi yang terbaik untuk umat, bangsa, dan negara.

 

Olimpiade Ahmad Dahlan (OlimpicAD) V  tahun 2017 yang di helat di Bandar Lampung 26-29 Oktober 2017  telah berakhir. Acara yang bertemakan “Membangun Sinergi dalam Mewujudkan Pendidikan Muhamamdiyah yang Unggul, Kompetitif, dan Berkemajuanini diikuti oleh sekolah-sekolah perguruan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Jadwal kegiatan yang diikuti oleh peserta begitu padat, namun peserta tetap semangat wabil khusus santri-santri PPM MBS Jogjakarta. Total keseluruhan cabang yang dilombakan ada 21 cabang lomba mulai dari Olimpiade Matematika, IPA, Fisika, Kimia, Biologi, News Reading in English, Ismu in Arabic, Ismu in English, Otomotif (SMK), Robotika, Film Indie, Karya tulis ilmiah, desain web sekolah, Bussines Plan (SMK, MA), Penelitian tindakan sekolah, Majalah sekolah, Tilawatil Qur’an, Musabaqoh Fahmil Qur’an, Hafidz Qur’an, dan seni Tapak Suci.

Lomba-lomba dilakukan dalam 3 babak, yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Alhamdulilah santri MBS dapat menorehkan prestasi terbaik di beberapa cabang lomba seperti:

  1. Olimpiade Fisika SMA mendapatkan medali Emas atas nama M Thoriq Mujiddilhaq
  2. Ismu in Arabic SMA mendapatkan medali Emas atas nama Rosti Hanifah Salsabila
  3. Robotika  SMA mendapatkan medali Emas atas nama Fuad Nurohman dan A. ilham Amrozi
  4. Olimpiade Biologi mendapatkan medali Emas atas nama M. Izzul Fikri Noor
  5. Olimpiade IPA SMP mendapatkan medali Emas atas nama Bihar Hikam Ahmadi
  6. Olimpiade matematika SMA mendapatkan medali Emas atas nama Wahid Nurrosyid
  7. Desain Web Site SMP mendapatkan medali Emas atas nama Faza Muhammad Ilham santri MBS 2

 

  1. News Reading SMA mendapatkan medali Perak atas nama Adzania Magfira Sausan
  2. Musabaqoh Fahmil Qur’an SMA mendapatkan medali Perak atas nama masayu Alya Mur’aini, Yamaica Nur Amalia, dan  Sekar Arum Fahma Adzkia

 

  1. Ismu in Arabic SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Hamzah Imawan
  2. Olimpiade Matematika SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Muthia Iza Latifah
  3. Desain Web Site SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Iqbal Sauqi Mubarok dan Faqih Miftahul Ghana

 

 

Hasil ini tentunya menjadi kebanggaan kita bersama. Selamat atas prestasi yang telah ditorehkan, sejarah telah mencatat apa yang telah diraih. Teruslah berbenah, teruslah belajar, teruslah berusaha, teruslah berdoa, teruslah berjuang agar torehan-tortehan prestasi di lain kesempatan dapat lebih baik lagi.

Hizbul Wathan (HW) dalam perjalanan sejarahnya telah menjadi wadah pendidikan bagi generasi muda  Muhammadiyah sekaligus menjadi sarana dakwah yang ampuh. Warga Muhammadiyah tentunya sudah sangat familiar tentang sepak terjang HW. Organisasi ini adalah organisasi otonom yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1336 H (1918 M). Tujuan dari organisasi ini adalah untuk menyiapkan sekaligus untuk membina anak-anak, remaja, dan pemuda agar memiliki mental dan fisik yang kuat, berilmu sekaligus berahlakulkarimah dengan harapan terwujudnya pribadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader perserikatan, umat, bangsa dan negara.

Pondok pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta (MBS Jogjakarta) menjalankan program HW  sebagai program ekstra wajib yang harus diikuti oleh seluruh santri. HW diajarkan sebagai program strategis pondok untuk memperkenalkan kepada santri tentang berbagai hal seperti kepemimpinan, tanggungjawab, kedisiplinan, kerjasama dan lain sebagainya. Ekstra wajib ini diajarkan oleh guru-guru yang kompeten dibawah pengawasan ustad Fauzan Yaksa, S.Hum.

Santri MBS pada umumnya merasa tertarik untuk mengikuti kegiatan HW kerena mereka mengetahui sudah banyak tokoh-tokoh besar yang dilahirkan, seperti Jendral Besar Soedirman,  KH. A.R. Fachruddin, Prof. Amin Rais dan juga tokoh-tokoh lainnya. Mereka ingin mengikuti jejak para pendahulu pemimpin-pemimpin bangsa. Materi-materi diajarkan dengan menggunakan metode yang menarik, diajarkan di alam terbuka serta dibuat perkelompok-kelompok. Penanaman nilai-nilai karakter seperti sikap ulet, pantang menyerah, percaya diri, disiplin, kerjasama, tolong-menolong serta belajar menjadi penggerak perserikatan sangat diperhatikan sesuai dengan amanah dan janji HW, serta undang-undang HW. Prestasi demi prestasi alhamdulilah telah ditorehkan oleh santri santri MBS baik di ajang lomba tingkat Kabupaten, Provinsi serta Nasional.

Selasa 24 Oktober 2017 pukul 09.30 wib, duta MBS secara resmi dilepas oleh Direktur PPM MBS ustad Fajar Shadik untuk mengikuti perhelatan akbar OlimpicAD 2017 di Bandar Lampung. Acara ini berlangsung mulai tanggal 26 Oktober sampai 29 Oktober 2017.  Kontingen MBS berkekuatan 40 orang santri yang terdiri dari 26 santri Putra dan 16 santri putri. Rombongan terdiri dari 15 orang santri SMP dan 25 orang santri SMA. Kontingen diketuai oleh Ustad Didik Riyanta, S.Sos.I dan di dampingi oleh Ustad Faqihudin, Lc. Ustad Fauzan Yaksa, S.Hum, dan Ustadzah Istianah.

Ustad  Fajar menekankan kepada seluruh santri untuk tetap menjaga komunikasi serta menjunjung tinggi adab sebagai seorang santri. Walau sedang berlaga santri tetap wajib menjaga sholat lima waktu dengan sebaik baiknya. Selain itu juga ditekankan pentingnya menjaga shalat malam (tahajud), Ihtiar dan juga doa kepada ALLAH SWT.

Kata-kata motivasi sekaligus doa terus di utarakan untuk memompa semangat santri agar dapat berjuang  maksimal dan meraih hasil yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Berusahalah yang terbaik serta berdoalah yang terbaik semoga ALLAH memberikan yang terbaik pula.

Upacara pelepasan diahiri dengan penyematan secara simbolis topi kontingen sleman baik duta SMP dan juga duta SMA. Dukungan dan doa dari seluruh civitas akademika PPM MBS Jogja dan juga seluruh orang tua (Wali santri)  dimanapun berada di seluruh Indonesia tentunya sangat diharapkan oleh santri kita yang sedang berjuang sehingga menorehkan prstasi yang diharapkan.

Berikut nama santri yang mengikuti  beserta  cabang lomba yang di ikutinya:

Walisantri sekabupaten Nunukan Kalimantan Utara Kamis malam tgl 19 Oktober 2017 kompak bertemu di rumah bapak Haji Nurdin Sade. Sembilan belas wali santri hadir dalam acara ramah tamah bersama 2 orang ustad MBS yang kala itu sedang menunaikan tugas dari pondok untuk mengadakan sosialisasi sekaligus seleksi penerimaan santri  baru di Kabupaten Nunukan.

Acara yang digagas oleh wali santri ini berlangsung hangat dan penuh keakraban. Acara berlangsung dari pukul 20.00 WITA sampai 22.30 WITA. Hadir dalam pertemuan tersebut bapak ketua PDM Nunukan Bapak Haji Halisa, Ustad Harun Sein, Ustad Zaim Fatoni dan walisantri lainnya.

Pertemuan tersebut diselenggarakan dalam rangka menjalin silaturahmi antara walisantri dengan pondok pesantren agar tali persaudaraan lebih erat dan lebih kuat. Wali santri merasa sangat senang dengan adanya pertemuan tersebut sebagai obat kangen kepada putra putrinya yang sedang belajar di MBS. Wali santri sangat antusias dan semangat mengikuti acara ini dan berharap di tahun mendatang juga bisa diadakan.

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/