Sehari setelah dinobatkan sebagai juara 1 Nasyid MTQ Tingkat Pelajar DIY, grup Nasyid putri MBS atau yang biasa dikenal dengan Sin Cos Tan mendapat kunjungan dari Asosiasi Nasyid Nusantara ( ANN ) tingkat Nasional. Rombongan tim ANN yang berjumlah sekitar 6 orang dari perwakilan Riau, Palembang, Jakarta, Jabar, Jateng dan DIY ini datang ke MBS untuk menyaksikan secara langung penampilan Sin Cos Tan.

Mas Era Sugiarso selaku kordinator ANN Yogyakarta menyampaikan, “kedatangan tim ANN tingkat pusat ini dalam rangka mengadakan Training Of Trainer di Yogyakarta. Adapun maksud diadakannya TOT ini adalah membuat formula pelatihan nasyid di sekolah umum/swasta yang tujuannya memperbaiki kualitas nasyid, sehingga standardnya jadi lebih bagus”.Kami memilih Sin Cos Tan sebagai model atau acuan dalam merumuskan  buku manual dasar-dasar nasyid di SMA ini karena mereka mampu membawakan lagu nasyid dengan rapat, artinya dengan format 4 personel ini yang menurut saya kurang proporsional dan lumayan berat untuk acapella, Sin Cos Tan mampu mengisi beberapa ruang space yang kosong, sehingga lagu yang mereka bawakan tidak hambar”, tegasnya.

Statement Mas Era ini sejalan dengan juknis yang dikeluarkan dari Kemenag, yang berisi tentang regulasi pelaksanaan MTQ tingkat pelajar khususnya untuk jumlah personel grup nasyid yang hanya diperkenankan 4 orang. Alasan dipilihnya Sin Cos Tan sangat masuk akal, disamping baru saja meraih juara 1 MTQ cabang nasyid tingkat DIY, penampilan Sin Cos Tan dari hari ke hari semakin menunjukkan progres yang baik. Dalam kunjungannya ke MBS yang kurang lebih 1 jam, tim ANN yang hadir bersama sekjend nya Mas Aris Kurnianto, S. Psi , langsung bertemu dan berdiskusi dengan anak-anak.

Memanfaatkan waktu yang sedikit, anak-anak langsung menunjukkan performanya di hadapan para pelatih dan artis dari ANN. Membawakan 4 buah lagu andalannya, grup nasyid yang dimotori Aqila Fadiya Hayati ( vocal utama ), Rahma Annisa ( co lead vocal ), Adzania Maghfira Sausan ( vocal acapella ), Sukma Anindita ( bass ), Masayu Alya Nur’aini ( vocal acapella ), Wisda Via Nurfalah ( beat box ) dan Zeina Dwi Putri ( vocal acapella ) memulai kariernya dengan latihan sendiri alias otodidak ini langsung tancap gas dan berhasil menyihir semua rombongan ANN. Tak terkecuali mas Abu, artis  sekaligus pelatih nasyid asal Jakarta ini memuji penampilan Sin Cos Tan. Beliau mengatakan “ mereka sangat layak untuk maju ke tingkat nasional mewakili DIY, kemampuan mereka sangat komplit, tidak salah kami datang kesini untuk menjadikan mereka sebagai model penilaian nasyid MTQ/PAI tingkat pelajar”. Setelah melihat penampilan Sin Cos Tan kami punya gambaran untuk melakukan eavaluasi dalam sistem penilaian dan pelatihan nasyid, wabilkhusus format penilaian nasyid untuk MTQ/PAI pelajar, imbuhnya. Selain tampil dengan 4 personel format MTQ, Sin Cos Tan juga menyuguhkan performa full team 7 personal atau personel aslinya, namun demikian tampilan 4 maupun 7 tidak mengurangi kualitas lagu yang dibawakan.

Sebelum meninggalkan MBS, rombongan ANN menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan Sin Cos Tan. Didampingi Ust. Agas dan Usth. Istianah, beliau berdua berpesan kepada anak-anak agar tetap selalu rendah hati, dan tidak jumawa dengan gelar ataupun prestasi yang disandangnya sekarang. Ust. Agas juga mengucapkan terimakasih kepada rombongan ANN yang sudah memilih dan mempercayakan Sin Cos Tan sebagai model penilaian nasyid nasional, khususnya format MTQ/PAI.

5 Wakil MBS yang maju di gelaran MTQ Pelajar tingkat Provinsi DIY sukses mendulang medali. Dari 5 wakil yang dikirim semuanya berhasil membawa pulang medali.

Kota Yogyakarta yang menjadi tuan rumah gelaran MTQ Pelajar tahun ini menunjuk SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebagai tempat ajang adu kreatifitas dan ketrampilan siswa.

5 Wakil MBS yang mewakili kabupaten Sleman maju di kategori lomba cabang Nasyid, Adzan, MHQ, Pidato dan MTTQ.

Alhamdulillah dari 5 wakil yang maju ke tingkat provinsi, semuanya berhasil membawa pulang medali.

Sin Cos Tan Nasyid Putri MBS berhasil meraih medali emas, setelah mendapatkan nilai tertinggi dari 4 kontestan lainnya. Tampil kompak dan kemampuan vokal yang powerfull mereka mampu mencuri perhatian dewan juri dan memukau penonton.

Dengan membawakan lagu wajib “kini kau telah dewasa” ( justice voice ) dan lagu pilihan “cahaya hati” ( opick ), Sin Cos tan berhasil mengungguli kontestan lainnya dalam pengumpulan point.

Selain Medali emas di cabang nasyid, Irfan Aufa santriwan asal kota batik Pekalongan yang sekarang duduk di kelas X juga berhasil menyumbang medali perak di kategori adzan tingkat SMA. Tampil dengan menggunakan maqaamat atau langgam syika, irfan mengumandangkan adzan dan iqamat dengan merdu, namun demikian irfan harus puas menempati urutan ke dua.

Di tempat lain MBS juga berhasil mengumpulkan pundi-pundi perunggu di cabang MHQ, MTTQ dan pidato. Mewakili cabang Tahfidz Hayyin Ainur berhasil menduduki peringkat ke tiga, begitu juga dengan Nuril Kaunaini di cabang Tartil.

Hal yang sama juga diraih oleh ananda Farel Izham Prayitno, santriwan kelas XI yang juga menjabat sebagai ketua IPM Putra ini hanya berhasil meraih posisi ke tiga di cabang Pidato.

Perolehan medali tersebut menjadi kebanggan tersendiri bagi anak-anak sekaligus menjadi kado istimewa untuk MBS yang sebentar lagi memasuki usianya yang ke-10.

Dengan raihan prestasi ini harapan ke depannya MBS bisa melahirkan kader- kader baru yang mempunyai banyak talenta, tidak hanya dalam bidang akademik saja, akan tetapi di banyak bidang, yang dengan talenta dan kemampuannya itu bisa berguna dan bermanfaat, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara yang pada akhirnya MBS akan menjadi pencetak kader yang melahirkan generasi rabbani dan menjadi pusat peradaban baru dunia pendidikan di kancah nasional maupun internasional.

Grup nasyid putri MBS, Sin Cos tan menahbiskan diri sebagai grup nasyid terbaik se DIY dalam ajang MTQ Pelajar tingkat Provinsi.

Setelah menjadi yang terbaik di Sleman, Sin Cos Tan mewakili kabupaten Sleman maju ke tingkat Provinsi DIY. Bersaing dengan 4 kontestan dari kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Kota Yogya, grup nasyid yang di arsiteki Mas Era Sugiarso dengan 4 personel Adzaniya Maghfira Sausan, Aqila Fadiya, Rahma Annisa dan Wisda Via Nur Fallah kembali mencuri perhatian dewan juri dengan mengumpulkan point tertinggi.

Sukses ini melengkapi rentetan prestasi Sin Cos Tan, yang di ajang sebelumnya juga berhasil meraih gelar juara 1 di korwil Sleman timur dan kabupaten Sleman.

Membawakan 2 buah lagu “ kini kau telah dewasa” dan “ cahaya hati ” , Sin Cos Tan tampil kompak dan powerfull. Menggunakan kostum warna biru kombinasi putih, perpaduan vokal dan koreografi yang disuguhkan grup Nasyid putri ini sangat menghibur dan tidak monoton.

Tepuk tangan meriah dan applaus dari penonton dan dewan juri di aula gedung serbaguna SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menjadi pertanda, penampilan yang disuguhkan Sin Cos Tan pada gelaran MTQ  pelajar tingkat Provinsi tahun ini sangat impresif. Hal ini terlihat dari chemistry diantara mereka yang terjalin dengan baik.

Berlatih keras, tidak egois satu dengan yang lain menjadi kunci keberhasilan Sin Cos Tan menjadi grup Nasyid terbaik di ajang ini.

“Alhamdulillah, hari ini kami kembali bisa memberikan yang terbaik buat MBS. Piala ini spesial kami persembahkan untuk pondok kami yang tercinta, yang sebentar lagi menyongsong satu dasawarsa, menurut aqila. Insya Allah kami juga akan coba membuat satu lagu ciptaan kami sendiri yang kami dedikasikan untuk MBS, sebagai bentuk rasa terimakasih kami kepada pondok yang telah mendidik kami, ustadz ustadzah yang dengan sabar dan tak kenal lelah mengingatkan kami selama kurang lebih 4-6 tahun, mudah-mudahan lagunya sudah bisa di launching di acara gebyar satu dasawarsa MBS”, imbuhnya.

 

Selamat kami ucapkan kepada Ananda Surya Ibrahim Setiawan beserta ananda Jaasir Yusuf Muhammad yang telah menorehkan prestasi luarbiasa di negeri matahari terbit (Jepang). Santri MBS masing-masing memperoleh Medali Emas untuk kategori Line Follower dan Emas untuk kategori Maze Solving.

Perlombaan yang dihelat di kota OSAKA Jepang ini diikuti oleh 3 negara yaitu Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Perlombaan Robotik tingkat SMP ini bertemakan 6 tahun Internasional Robotic Training and Competition. Acara digelar dari tanggal 27 Oktober-2 November 2017, ada empat cabang lomba yang tandingkan  yaitu Maze Solving, Line Follower Analog, Soccer dan Sumo RC. Acara yang dilaksanakan tanggal 29 di 6 Chome-15-46 Onoharahigashi, Minoo-Shi, Osaka-Fu562-0031 oleh persatuan pelajar Indonesia Osaka-Nara dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Jaasir Yusuf Mumammad adalah putra dari bapak Abdul Muin dan ibu Yasmini Fitiyati. Jaasir adalah putra kelahiran 11 Februari 2015 dan sekarang menempuh pendidikan di MBS Jogjakarta di kelas VII A. Yasir beserta orang tuanya tinggal di jl. Pesantren No. 8 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Surya Ibrahim Setiawan adalah putra dari bapak Nukman Agustam dan ibu Siti Istiqomah Hidayati. Surya adalah santri MBS kelas IX B. Putra kelahiran 17 Juni 2003 ini tinggal bersama orang tauanya di Jl. Merdeka Rt. 03/RW.02 Desa Wates, Blitar, Jawa timur.

Kami ucapkan selamat atas prestasi yang telah ditorehkan. semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi santri-santri lainnya untuk berprestasi. Hal ini juga kado istimewa untuk pondok MBS Jogjakarta yang sebentar lagi memasuki satu dasawarsa.  semoga MBS Jogjakarta makin berjaya, makin menjadi yang terbaik untuk umat, bangsa, dan negara.

 

Olimpiade Ahmad Dahlan (OlimpicAD) V  tahun 2017 yang di helat di Bandar Lampung 26-29 Oktober 2017  telah berakhir. Acara yang bertemakan “Membangun Sinergi dalam Mewujudkan Pendidikan Muhamamdiyah yang Unggul, Kompetitif, dan Berkemajuanini diikuti oleh sekolah-sekolah perguruan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Jadwal kegiatan yang diikuti oleh peserta begitu padat, namun peserta tetap semangat wabil khusus santri-santri PPM MBS Jogjakarta. Total keseluruhan cabang yang dilombakan ada 21 cabang lomba mulai dari Olimpiade Matematika, IPA, Fisika, Kimia, Biologi, News Reading in English, Ismu in Arabic, Ismu in English, Otomotif (SMK), Robotika, Film Indie, Karya tulis ilmiah, desain web sekolah, Bussines Plan (SMK, MA), Penelitian tindakan sekolah, Majalah sekolah, Tilawatil Qur’an, Musabaqoh Fahmil Qur’an, Hafidz Qur’an, dan seni Tapak Suci.

Lomba-lomba dilakukan dalam 3 babak, yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Alhamdulilah santri MBS dapat menorehkan prestasi terbaik di beberapa cabang lomba seperti:

  1. Olimpiade Fisika SMA mendapatkan medali Emas atas nama M Thoriq Mujiddilhaq
  2. Ismu in Arabic SMA mendapatkan medali Emas atas nama Rosti Hanifah Salsabila
  3. Robotika  SMA mendapatkan medali Emas atas nama Fuad Nurohman dan A. ilham Amrozi
  4. Olimpiade Biologi mendapatkan medali Emas atas nama M. Izzul Fikri Noor
  5. Olimpiade IPA SMP mendapatkan medali Emas atas nama Bihar Hikam Ahmadi
  6. Olimpiade matematika SMA mendapatkan medali Emas atas nama Wahid Nurrosyid
  7. Desain Web Site SMP mendapatkan medali Emas atas nama Faza Muhammad Ilham santri MBS 2

 

  1. News Reading SMA mendapatkan medali Perak atas nama Adzania Magfira Sausan
  2. Musabaqoh Fahmil Qur’an SMA mendapatkan medali Perak atas nama masayu Alya Mur’aini, Yamaica Nur Amalia, dan  Sekar Arum Fahma Adzkia

 

  1. Ismu in Arabic SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Hamzah Imawan
  2. Olimpiade Matematika SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Muthia Iza Latifah
  3. Desain Web Site SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Iqbal Sauqi Mubarok dan Faqih Miftahul Ghana

 

 

Hasil ini tentunya menjadi kebanggaan kita bersama. Selamat atas prestasi yang telah ditorehkan, sejarah telah mencatat apa yang telah diraih. Teruslah berbenah, teruslah belajar, teruslah berusaha, teruslah berdoa, teruslah berjuang agar torehan-tortehan prestasi di lain kesempatan dapat lebih baik lagi.

Catatan manis kembali ditorehkan kafilah MTQ MBS Yogyakarta. Dalam ajang lomba tahunan ini kafilah SMP dan SMA MBS meraih 7 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Dari 12 medali yang diperoleh, jenjang SMA mengumpulkan 8 medali, sedangkan 4 medali lainnya diperoleh dari jenjang SMP.

Pergelaran MTQ tingkat kabupaten Sleman yang diadakan di SMPN 2 Kalasan ini langsung dibuka oleh wakil bupati Sleman, Ibu Dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes.

Dari beberapa medali emas yang didapatkan, diantaranya dipersembahkan dari Musabaqah Adzan atas nama Irfan Aufa ( SMA ), Musabaqah Pidato Putra Farrel Izham Prayitno ( SMA ), Musabaqah Tartilul Qur’an Nuril Kaunaini ( SMA ), Musabaqah Nasyid, Musabaqah Hifdzil Qur’an putra Fata Alhusaini ( SMP ), Musabaqah Hifdzil Qur’an Putri Hayyin. A ( SMP ), dan Musabaqah Tartilul Qur’an Putri atas nama Alifia Nida Zulaikha ( SMP ).

Sementara itu medali perak disumbangkan dari  Musabaqah Pidato Putri Rosti Hanifa Salsabila ( SMA ), dan Gustama Fauzi ( SMP ) cabang lomba Musabaqah Tartilul Qur’an.

Di cabang lomba yang lain Gifa Farabi yang tampil di MHQ putra SMA, Luthfi Hamdan cabang Khutbah SMA dan Musabaqah Syarhil Qur’an SMA harus puas mendapat perunggu.

Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi kafilah MTQ MBS Yogya setelah mampu mengukir prestasi membanggakan.

Didampingi Ust. Agus Mu’alim, S. Ud mengatakan, “ ini modal kami menuju Provinsi, untuk itu anak-anak saya harapkan untuk tidak cepat puas dengan hasil ini. Kita akan berusaha, berlatih dan bekerja lebih keras agar mampu meraih hasil yang lebih tinggi. Kita akan mengikuti pembinaan dan arahan dari tim pembina kabupaten sleman secara optimal agar kembali mengharumkan nama MBS di kancah yang lebih tinggi”, terangnya.

Dengan raihan 7 medali emas ini, kafilah MTQ MBS baik SMP dan SMA akan mengikuti pelatihan dan pembinaan yang akan diselenggarakan panitia MTQ kabupaten Sleman, dan berhak maju mewakili kabupaten Sleman ke tingkat Provinsi DIY yang akan digelar pada tanggal 8 November 2017

Ahad pagi Sunday Morning UGM ada yang beda, tidak seperti hari biasanya Ahad kali ini bukan hanya para pedagang yang meramaikan suasana sekitar UGM, di lapangan parkir timur Masjid kampus UGM terlihat panggung yang sudah terpasang sejak pagi dan telah ramai dikunjungi para muda mudi pengunjung sunmor.

Ternyata pada hari ini, Ahad 17 September diadakan acara “NGAMEN, NGAMAL, NASYID JOGJA”. Acara yang diselenggarakan ANN Jogja bekerjasama dengan Jamaah Shalahuddin UGM dan ACT ( Aksi Cepat Tanggap ) ini adalah sebuah sebuah mini konser untuk donasi saudara-saudara kita Rohingya.

Acara yang dimeriahkan dengan orasi kemanusiaan ( Jamaah Shalahuddin UGM ), Puisi Kemanusiaan dan Sosialisasi ACT ini juga mengundang beberapa grup Nasyid  Jogjakarta.

Bersama dengan Awallun Newcapella, Diky & Friends, Rizal Vertizone, Rifkie Aziz Agustian, Fadelta Voice, Haikal, Aji Syafa, RaffanSwara, Alif Voice, Hexanada dan Musaii Akustik, SinCosTan Nasyid Putri MBS Yogya juga menjadi salah satu tamu yang tampil mengisi dan meramaikan acara yang bertajuk “Panggung Kemanusiaan Rohingya”.

Dalam kegiatan tersebut tim Nasyid Putri Acapella MBS Yogya yang terdiri dari 7 personel, Aqila Fadiya Hayati (vocal utama), Rahma Annisa (co lead vocal), Adzaniya Maghfira Sausan (vocal acapella), Sukma Anindita (bass), Masayu Alya Nur’aini (vocal acapella), Wisda Via Nurfalah (beat box), Zeina Dwi Putri (vocal acapella) ikut andil dalam konser panggung kemanusiaan ini .

Membawakan 3 buah lagu yang menjadi andalannya, Tombo Ati, ABG, Dengan Menyebut Nama Allah, tim Nasyid binaan Mas Era Sugiarso ini tampil apik dan memukau para penonton.

Disamping menjadi satu-satunya tim putri yang tampil di acara konser kemanusiaan, Aqila yang menjadi vocal utama juga mengatakan, “penampilan kita pada hari ini sangat berbeda dengan penampilan di acara-acara sebelumnya. Pagi hari ini terasa sangat istimewa, kita tampil lebih bersemangat sekaligus terharu dalam membawakan tiap lirik bait nasyid , hal ini mungkin karena kita tampil bersama dengan tim nasyid ternama di kota Jogja, tukasnya.

Berbeda dengan Aqila, Masayu yang juga mantan ketua IPM Putri ini mengungkapkan, “alhamdulillah tim Nasyid SinCosTan bisa ikut ambil bagian dalam panggung kemanusiaan pagi ini, paling tidak kita bisa ikut merespons tragedi kemanusiaan yang terjadi pada saudara muslim kita di Rohingya, melalui konser panggung kemanusiaan pagi ini”.

Pernyataan Masayu sangat tepat, karena beberapa hari yang lalu sekitar 450 santri MBS Yogya yang dikordinir IPM Putra dan Putri MBS Yogya juga melakukan aksi penggalangan dana untuk muslim rohingya.

Dengan banyaknya aksi solidaritas muslim rohingya yang diadakan di hampir penjuru tanah air, melaui media dan panggung yang berbeda, SinCosTan dengan alunan nasyid nya mudah-mudahan bisa memberikan warna dan kontribusi yang lain dalam upaya memberikan simpati dan dukungan terhadap saudara muslim Rohingya dalam mendapatkan hak-haknya. Bravo SinCosTan, sukses selalu, salam check sound………..

Jum’at, 8 September 2017 menjadi hari yang istimewa bagi santri MBS Yogyakarta. Sekitar 450 santri menggalang dana untuk membantu saudara muslim di Rohingya. Meski berpeluh keringat dan merasa kepanasan, para santri nampak bersemangat untuk menggalang dana. Didik Riyanta selaku koordinator acara menjelaskan bahwa ada 30 titik strategis yang dipilih sebagai lokasi kegiatan,  di antaranya Titik Nol Km, Jalan Wonosari, Jalan Magelang, Jalan Solo, Tugu Jogja, Ring Road, dan lain sebagainya. Lebih lanjut Didik menjelaskan kegiatan ini dimulai pukul 06.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB, diikuti oleh santri SMA, guru, dan karyawan PPM MBS Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan kerjasama Lazismu MBS Yogyakarta dan PR IPM MBS Yogyakarta. Pengurus Lazismu MBS Yogyakarta, Odjie Samrojie mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu aksi solidaritas untuk saudara-saudara kita yang ada di Rohingya. Diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat Indonesia, khususnya Yogyakarta dan sekitarnya tergerak hatinya untuk mendonasikan sebagian rizkinya untuk membantu saudara di Rohingya. Perolehan donasi untuk saudara di Rohingya mencapai Rp166.902.200,-

Malam mulai menjelang, Sholat Isya berjamaah baru saja ditunaikan, denyut kehidupan di pesantren tak pernah sepi, seolah tidak ada waktu bagi para santri untuk berhenti beraktifitas.  Terlihat disudut-sudut depan asrama, kelas dan serambi kesibukan para santri belajar malam untuk persiapan KBM esok hari, ada pula yang sedang mempersiapkan diri hafalan tahfidz untuk untuk setoran rutin besok pagi, disudut lain masih ada para santri yang meluangkan waktu untuk duduk bersama rekan-rekanya sedang lahap menikmati semangkok bakso, soto maupun mie ayam. Ada pula yang masih antri untuk memesan menu kuliner yang mereka inginkan. Suasana resto disisi utara dan selatan yang terpisah sekat antara putra dan putri malam itu seolah menjadi saksi adanya geliat ekonomi pesantren yang sedang tumbuh. Ya, inilah Hasbuna Resto, salah satu sisi baru unit usaha ekonomi pesantren di Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta.

Hasbuna Resto, Menuju Kemandirian Pesantren dari Semangkok Bakso. Tentu bukan bermaksud berlebihan menulis judul diatas, kemandirian pesantren bisa terwujud melalui semangkok bakso? Benarkah demikian?.  Itulah yang sedang dilakukan oleh Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School. Sejak 3 bulan terakhir diarena kompleks pesantren sudah berdiri sebuah unit usaha baru dibidang ekonomi yaitu Hasbuna Resto. Bukan tanpa alasan pengelola akhirnya membuka unit usaha kuliner dikomplek pesantren. Salah satu yang mendasarinya adalah keinginan untuk menggali potensi ekonomi yang luar biasa melalui usaha kuliner. Disamping memang tuntutan dari sebagian wali santri yang menghendaki adanya arena kuliner yang menyajikan makanan saat waktu kunjungan berlaku.

Unit Usaha Kuliner ini bernama Hasbuna Resto, senada dengan unit usaha lain yang juga mengambil brand Hasbuna, diharapkan menjadi salah pusat kuliner bagi para warga pesantren khususnya para santri dan asatidz.  Hasbuna Resto menyajikan berbagai menu sederhana namun tidak kalah dengan menu diluaran sana. Bakso, Mie Ayam, dan Soto menjadi menu andalan yang selalu ramai diserbu pengunjung yang sebagian besar adalah para santri.

Bertempat ditengah komplek tepatnya disisi timur asrama putri, Hasbuna Resto diseting dalam dua tempat yang menyatu tapi terpisah untuk putra dan putri. Menurut salah satu pengelola Pak Mujib, Hasbuna Resto ini memang sudah ditunggu kehadirannya oleh para santri, sehingga tidak heran saat pembukaan beberapa waktu lalu menu-menu yang disajikan selalu habis sebelum jam tutup.  Hasbuna Resto melayani pengunjung diluar jam belajar (KBM) hingga malam hari. Untuk hari libur Hasbuna Resto buka sejak pagi hingga sore.

Ustadz Fajar Shadik selaku Direktur MBS Yogyakarta dalam satu kesempatan saat ditemui di Hasbuna Resto nampak asyik menikmati Menu Mie Ayam. Beliau menyampaikan bahwa kualitas rasa yang ditawarkan di Hasbuna Resto tidak kalah dengan yang disajikan diluar. “Saya jamin, disini di Hasbuna Resto ini sesuai arahan kita bahwa bahan bakso dan mie ayam yang kita sajikan tidak menggunakan zat pengawet, pun demikian dengan bumbu-bumbu saya minta memang tidak menggunakan jenis penyedap rasa seperti vetsin dan sejenisnya. Namun untuk kualitas rasa, insyaAllah tidak akan kalah dengan yang diluaran sana” demikian ujar beliau sambil promosi.

Ditambahkan oleh ustadz Fajar, Hasbuna Resto ini akan menjadi salah alternatif bagi santri menikmati menu pilihan diluar jatah dari pondok yang sudah diberikan. “Terkadang santri perlu juga variasi agar mereka tidak bosan dengan menu utama di pondok” ujarnya.  Kalau bicara rasa yang tidak kalah dengan resto lainnya, namun masalah harga untuk kategori dikalangan santri masih terbilang murah dan terjangkau. Semangkok Bakso dihargai Rp.8000,- sedangkan Mie Ayam dan Soto cukup dengan harga Rp. 6000,-.  Tentu saja belum termasuk Segelas Minum (Teh Hangat atau Es Teh) seharga Rp. 1.500,-. Ada juga minuman segar Juice Buah seharga Rp. 3.000,-

Salah satu santri MBS Aidah Fairuzaman nampak senang dengan kehadiran Hasbuna Resto ini, saat ditemui disela-sela waktunya menikmati semangkok bakso dia menuturkan dengan adanya Hasbuna Resto yang menjual beragam menu bisa membantu dirinya dan santri lainnya yang kurang cocok dengan menu pondok untuk memilih alternatif di Hasbuna Resto. Santriwati  kelas 5 yang terlihat sering berkunjung di resto ini menambahkan harapannya kedepan Hasbuna Resto bisa menambah pilihan menu, “Kalau bisa sih ada Ayam Bakar, atau Ayam Goreng, atau Fried Chicken gitu, biar kita bisa tambah semangat belajarnya, hehehe ”  tambahnya sambil tersenyum malu.Menanggapi harapan para santri akan hadirnya menu baru, pihak pengelola langsung mempersiapkan untuk menambah menu Fried Chicken,  “InsyaAllah kami siapkan menu spesial untuk para santri, tentu dengan harga yang terjangkau” ujar mas Okky salah satu petugas resto.

Sejak lama memang MBS berkeinginan agar potensi ekonomi dari pesantren bisa dimaksimalkan, Kepala Bagian Resto dan Catering yang membawahi langsung Hasbuna Resto ustadzah Mardiyah Hayati menyampaikan bahwa Hasbuna Resto ini akan menjadi penopang kemandirian pesantren. Ketika ditanya omsetpenjualan dari Hasbuna Resto ini, ustadzah Mardiyah enggan menyebutkna hasil pastinya, “Yang jelas ini kan baru tahap awal, kedepan kita akan terus meningkatkan pelayanan, kualitas dan tentu saja hasil yang dicapai juga harus meningkat” ujar beliau.  Kedepan kita berharap Hasbuna Resto tidak hanya dibuka di dalam kompleks asrama saja tapi bisa melayani masyarakat umum diluar.

Hasbuna Resto bukan satu-satunya unit usaha di MBS, saat ini MBS sudah mengembangkan unit usaha dalam beberapa unit diantaranya Toko Bangunan, Grosir, Laundry, Mini market, Koperasi  dan Kuliner. Semua warga MBS harus memiliki satu keyakinan dan siap mendukung sebuah mimpi besar dari pesantren ini yaitu tentang kemandirian pesantren. Sudah tidak jaman lagi pesantren modern masih mengandalkan penopang hidupnya dari biaya pendidikan santri, pesantren harus lebih mandiri dalam ekonomi sehingga bisa terus berkembang dan menuju kemajuan yang lebih baik.  Tentu bukan sebuah hal yang mustahil kemandirian pesantren bisa kita awali dari semangkok bakso. Semoga !

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak sekaligus wali santri baru Sayid Jundi Akbar dalam sambutan mewakili wali santri, acara serah terima santri baru PPM MBS Yogyakarta, menekankan bahwa kehadiran wali santri dalam menyerahkan anak – anaknya dalam rangka menjemput harapan agar anak – anak menjadi lebih baik. Seimbang ilmunya baik akhlak dan budi pekertinya dan siap terjun di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut beliau berpesan kepada pengelola PPM MBS Yogyakarta dan wali santri baru agar bersinergi dan mendidik putra putrinya agar mempunyai kecerdasan empati dan emosi yang baik.

Berikut adalah tulisan Bang Dahni Azhar Ketum PP Pemuda Muhammadiyah saat melepasa putranya di MBS Yogyakarta.

Saya kira Saya Akan biasa saja dan dengan ringan melepas Sayyid Jundi Anzar Simanjuntak Putra pertama Saya memulai hari-harinya di Pesantren, Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Ternyata, Tidak. Nak, air mata abi dan Bunda biarkan jatuh sekarang Karena sedih, agar kelak Kami berdua kembali menjatuhkan air Mata memandang mu Bukan Karena bersedih namun Karena bangga. Bangga kau bisa menyempurnakan kekurangan Aku dan Bunda mu. Bangga Karena kau jauh lebih baik daripada Kami berdua. Bangga Karena kau memberikan mamfaat bagi sesama. Bangga Karena kau menyempurnakan perjuangan Islam, Indonesia dan Muhammadiyah nak. Bergembiralah nak di tempat kau belajar. Abi pun akan belajar mengelola sedih karena kau tidak lagi tinggal bersama abi dan bunda. Belajar lah nak….

 

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/