Selamat kami ucapkan kepada Ananda Surya Ibrahim Setiawan beserta ananda Jaasir Yusuf Muhammad yang telah menorehkan prestasi luarbiasa di negeri matahari terbit (Jepang). Santri MBS masing-masing memperoleh Medali Emas untuk kategori Line Follower dan Emas untuk kategori Maze Solving.

Perlombaan yang dihelat di kota OSAKA Jepang ini diikuti oleh 3 negara yaitu Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Perlombaan Robotik tingkat SMP ini bertemakan 6 tahun Internasional Robotic Training and Competition. Acara digelar dari tanggal 27 Oktober-2 November 2017, ada empat cabang lomba yang tandingkan  yaitu Maze Solving, Line Follower Analog, Soccer dan Sumo RC. Acara yang dilaksanakan tanggal 29 di 6 Chome-15-46 Onoharahigashi, Minoo-Shi, Osaka-Fu562-0031 oleh persatuan pelajar Indonesia Osaka-Nara dan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Jaasir Yusuf Mumammad adalah putra dari bapak Abdul Muin dan ibu Yasmini Fitiyati. Jaasir adalah putra kelahiran 11 Februari 2015 dan sekarang menempuh pendidikan di MBS Jogjakarta di kelas VII A. Yasir beserta orang tuanya tinggal di jl. Pesantren No. 8 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Surya Ibrahim Setiawan adalah putra dari bapak Nukman Agustam dan ibu Siti Istiqomah Hidayati. Surya adalah santri MBS kelas IX B. Putra kelahiran 17 Juni 2003 ini tinggal bersama orang tauanya di Jl. Merdeka Rt. 03/RW.02 Desa Wates, Blitar, Jawa timur.

Kami ucapkan selamat atas prestasi yang telah ditorehkan. semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi santri-santri lainnya untuk berprestasi. Hal ini juga kado istimewa untuk pondok MBS Jogjakarta yang sebentar lagi memasuki satu dasawarsa.  semoga MBS Jogjakarta makin berjaya, makin menjadi yang terbaik untuk umat, bangsa, dan negara.

 

Olimpiade Ahmad Dahlan (OlimpicAD) V  tahun 2017 yang di helat di Bandar Lampung 26-29 Oktober 2017  telah berakhir. Acara yang bertemakan “Membangun Sinergi dalam Mewujudkan Pendidikan Muhamamdiyah yang Unggul, Kompetitif, dan Berkemajuanini diikuti oleh sekolah-sekolah perguruan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Jadwal kegiatan yang diikuti oleh peserta begitu padat, namun peserta tetap semangat wabil khusus santri-santri PPM MBS Jogjakarta. Total keseluruhan cabang yang dilombakan ada 21 cabang lomba mulai dari Olimpiade Matematika, IPA, Fisika, Kimia, Biologi, News Reading in English, Ismu in Arabic, Ismu in English, Otomotif (SMK), Robotika, Film Indie, Karya tulis ilmiah, desain web sekolah, Bussines Plan (SMK, MA), Penelitian tindakan sekolah, Majalah sekolah, Tilawatil Qur’an, Musabaqoh Fahmil Qur’an, Hafidz Qur’an, dan seni Tapak Suci.

Lomba-lomba dilakukan dalam 3 babak, yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Alhamdulilah santri MBS dapat menorehkan prestasi terbaik di beberapa cabang lomba seperti:

  1. Olimpiade Fisika SMA mendapatkan medali Emas atas nama M Thoriq Mujiddilhaq
  2. Ismu in Arabic SMA mendapatkan medali Emas atas nama Rosti Hanifah Salsabila
  3. Robotika  SMA mendapatkan medali Emas atas nama Fuad Nurohman dan A. ilham Amrozi
  4. Olimpiade Biologi mendapatkan medali Emas atas nama M. Izzul Fikri Noor
  5. Olimpiade IPA SMP mendapatkan medali Emas atas nama Bihar Hikam Ahmadi
  6. Olimpiade matematika SMA mendapatkan medali Emas atas nama Wahid Nurrosyid
  7. Desain Web Site SMP mendapatkan medali Emas atas nama Faza Muhammad Ilham santri MBS 2

 

  1. News Reading SMA mendapatkan medali Perak atas nama Adzania Magfira Sausan
  2. Musabaqoh Fahmil Qur’an SMA mendapatkan medali Perak atas nama masayu Alya Mur’aini, Yamaica Nur Amalia, dan  Sekar Arum Fahma Adzkia

 

  1. Ismu in Arabic SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Hamzah Imawan
  2. Olimpiade Matematika SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Muthia Iza Latifah
  3. Desain Web Site SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Iqbal Sauqi Mubarok dan Faqih Miftahul Ghana

 

 

Hasil ini tentunya menjadi kebanggaan kita bersama. Selamat atas prestasi yang telah ditorehkan, sejarah telah mencatat apa yang telah diraih. Teruslah berbenah, teruslah belajar, teruslah berusaha, teruslah berdoa, teruslah berjuang agar torehan-tortehan prestasi di lain kesempatan dapat lebih baik lagi.

Hizbul Wathan (HW) dalam perjalanan sejarahnya telah menjadi wadah pendidikan bagi generasi muda  Muhammadiyah sekaligus menjadi sarana dakwah yang ampuh. Warga Muhammadiyah tentunya sudah sangat familiar tentang sepak terjang HW. Organisasi ini adalah organisasi otonom yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1336 H (1918 M). Tujuan dari organisasi ini adalah untuk menyiapkan sekaligus untuk membina anak-anak, remaja, dan pemuda agar memiliki mental dan fisik yang kuat, berilmu sekaligus berahlakulkarimah dengan harapan terwujudnya pribadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader perserikatan, umat, bangsa dan negara.

Pondok pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta (MBS Jogjakarta) menjalankan program HW  sebagai program ekstra wajib yang harus diikuti oleh seluruh santri. HW diajarkan sebagai program strategis pondok untuk memperkenalkan kepada santri tentang berbagai hal seperti kepemimpinan, tanggungjawab, kedisiplinan, kerjasama dan lain sebagainya. Ekstra wajib ini diajarkan oleh guru-guru yang kompeten dibawah pengawasan ustad Fauzan Yaksa, S.Hum.

Santri MBS pada umumnya merasa tertarik untuk mengikuti kegiatan HW kerena mereka mengetahui sudah banyak tokoh-tokoh besar yang dilahirkan, seperti Jendral Besar Soedirman,  KH. A.R. Fachruddin, Prof. Amin Rais dan juga tokoh-tokoh lainnya. Mereka ingin mengikuti jejak para pendahulu pemimpin-pemimpin bangsa. Materi-materi diajarkan dengan menggunakan metode yang menarik, diajarkan di alam terbuka serta dibuat perkelompok-kelompok. Penanaman nilai-nilai karakter seperti sikap ulet, pantang menyerah, percaya diri, disiplin, kerjasama, tolong-menolong serta belajar menjadi penggerak perserikatan sangat diperhatikan sesuai dengan amanah dan janji HW, serta undang-undang HW. Prestasi demi prestasi alhamdulilah telah ditorehkan oleh santri santri MBS baik di ajang lomba tingkat Kabupaten, Provinsi serta Nasional.

Selasa 24 Oktober 2017 pukul 09.30 wib, duta MBS secara resmi dilepas oleh Direktur PPM MBS ustad Fajar Shadik untuk mengikuti perhelatan akbar OlimpicAD 2017 di Bandar Lampung. Acara ini berlangsung mulai tanggal 26 Oktober sampai 29 Oktober 2017.  Kontingen MBS berkekuatan 40 orang santri yang terdiri dari 26 santri Putra dan 16 santri putri. Rombongan terdiri dari 15 orang santri SMP dan 25 orang santri SMA. Kontingen diketuai oleh Ustad Didik Riyanta, S.Sos.I dan di dampingi oleh Ustad Faqihudin, Lc. Ustad Fauzan Yaksa, S.Hum, dan Ustadzah Istianah.

Ustad  Fajar menekankan kepada seluruh santri untuk tetap menjaga komunikasi serta menjunjung tinggi adab sebagai seorang santri. Walau sedang berlaga santri tetap wajib menjaga sholat lima waktu dengan sebaik baiknya. Selain itu juga ditekankan pentingnya menjaga shalat malam (tahajud), Ihtiar dan juga doa kepada ALLAH SWT.

Kata-kata motivasi sekaligus doa terus di utarakan untuk memompa semangat santri agar dapat berjuang  maksimal dan meraih hasil yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Berusahalah yang terbaik serta berdoalah yang terbaik semoga ALLAH memberikan yang terbaik pula.

Upacara pelepasan diahiri dengan penyematan secara simbolis topi kontingen sleman baik duta SMP dan juga duta SMA. Dukungan dan doa dari seluruh civitas akademika PPM MBS Jogja dan juga seluruh orang tua (Wali santri)  dimanapun berada di seluruh Indonesia tentunya sangat diharapkan oleh santri kita yang sedang berjuang sehingga menorehkan prstasi yang diharapkan.

Berikut nama santri yang mengikuti  beserta  cabang lomba yang di ikutinya:

Walisantri sekabupaten Nunukan Kalimantan Utara Kamis malam tgl 19 Oktober 2017 kompak bertemu di rumah bapak Haji Nurdin Sade. Sembilan belas wali santri hadir dalam acara ramah tamah bersama 2 orang ustad MBS yang kala itu sedang menunaikan tugas dari pondok untuk mengadakan sosialisasi sekaligus seleksi penerimaan santri  baru di Kabupaten Nunukan.

Acara yang digagas oleh wali santri ini berlangsung hangat dan penuh keakraban. Acara berlangsung dari pukul 20.00 WITA sampai 22.30 WITA. Hadir dalam pertemuan tersebut bapak ketua PDM Nunukan Bapak Haji Halisa, Ustad Harun Sein, Ustad Zaim Fatoni dan walisantri lainnya.

Pertemuan tersebut diselenggarakan dalam rangka menjalin silaturahmi antara walisantri dengan pondok pesantren agar tali persaudaraan lebih erat dan lebih kuat. Wali santri merasa sangat senang dengan adanya pertemuan tersebut sebagai obat kangen kepada putra putrinya yang sedang belajar di MBS. Wali santri sangat antusias dan semangat mengikuti acara ini dan berharap di tahun mendatang juga bisa diadakan.

Jum’at 13 Oktober 2017 adalah hari spesial untuk Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Yogyakarta. Sebanyak 2500 ekor lele dipanen bersama oleh jajaran kementrian, pemerintah provinsi, dan kabupaten sleman, dan pimpinan pondok pesantren. Bantuan Bioflok yang diterima PPM MBS direncanakan dua tahap, untuk tahap pertama ini terdiri dari 12 kolam bantuan dengan jumlah lele sebanyak 32.000 ekor.  Panen direncanakan dilakukan bertahap dimana dilaksanakan setiap satu minggu sekali, dengan total panen diperkirakan mencapai 3,6 Ton.

Hadir dalam acara panen perdana lele adalah sekretaris Jendral Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Ir. Rifki Effendi Hadijanto, Direktur jendral perikanan budidaya Dr. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si. , Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Drs. Sigit Sapto Rahardjo, MM, Bapak Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.SI, dan anggota DPD RI bapak Muhammad Afnan Hadikusumo.

Direktur PPM MBS Yogyakarta Ustad Fajar Shadik dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan dari kementrian kelautan dan perikanan. Beliau berharap usaha perikanan lele dapat meningkatkan konsumsi ikan, sehingga konsumsi protein dapat meningkat. selain itu juga dikharapkan kedepan sistem perikanan ini dapat menjadi tempat pembelajaran bagi santri.

Bapak Rifki Effendi dalam sambutanya mengapresiasi setinggi-tingginya atas komitmen dan tanggung jawab seluruh lapisan pondok MBS dalam mensukseskan program budidaya lele dengan sistem bioflok. Beliau juga berharap program perikanan budidaya lele yang baru ini dapat memberi dampak positif bagi peningkatan ekonomi pondok, pemenuhan suplai pangan berbasis ikan, dan juga sebagai sumber pembelajaran bagi santri.

Disela-sela panen lele direktur jendral perikanan budidaya bapak Slamet Soebjakto menyatakan panen perdana ini sangat memuaskan. Hasil positif seperti ini dipastikan sangat menguntungkan dan diharapkan dapat memicu kesinambungan usaha, sehingga dapat terus berkembang dan semakin besar.

Setelah selesai panen lele, seluruh tamu undangan beserta jajaran muspika dan juga awak media berkesempatan menikmati sajian yang sudah terhidang. Seluruh sajian di masak berbahan baku lele yang dihasilkan dari perikanan Bioflok. Cheff Aryo mengolah masakan lele menjadi sangat spesial untuk disantap seperti olahan mangut lele, lele crispy, lele bakar, sop Lele, Lele goreng, penyet lele dan aneka menu masakan lainnya.

 

Foto dan Berita: Dok. Humas PPM MBS Yogyakarta

Berita serupa bisa diakses di:

http://www.tribunnews.com/regional/2017/10/13/wow-baru-45-hari-budidaya-ikan-lele-sistem-bioflok-sudah-bisa-dipanen

https://economy.okezone.com/read/2017/10/14/320/1795326/perdana-hasil-panen-lele-bioflok-binaan-menteri-susi-tembus-3-6-ton

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3683551/budidaya-lele-ala-susi-panen-perdana-berapa-jumlahnya?_ga=2.178400420.1801500519.1507962590-1317162575.1507962590

http://news.kkp.go.id/index.php/panen-perdana-lele-bioflok-di-ponpes-mbs-sleman-memuaskan/

http://jogja.tribunnews.com/2017/10/13/budidaya-ikan-lele-lebih-menguntungkan-menggunakan-sistem-bioflok

https://jogja.antaranews.com/berita/349003/ponpes-mbs-panen-perdana-lele-sistem-bioflok

https://m.kaskus.co.id/lastpost/59e0e3f7dad77037178b456b

http://www.antarafoto.com/bisnis/v1507886414/panen-budidaya-lele-bantuan-kkp

http://www.suarakarya.id/detail/47655/Panen-Perdana-Lele-Bioflok-KKP-Optimis-Tingkatkan-Ekonomi-Umat

https://www.gatra.com/ekonomi/makro/290235-panen-perdana-lele-bioflok-kkp-optimis-tingkatkan-ekonomi-umat

http://www.pubinfo.id/beritapub-budidaya-lele-ala-susi-panen-perdana-berapa-jumlahnya.html

http://www.suaramerdeka.com/news/detail/3745/Budidaya-Ikan-Sistem-Bioflok-Dikembangkan-di-168-Pesantren

 

 

 

Pondok pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta bulan Oktober 2017 melaksanakan ujian Penilaian Tengah Semester (PTS) selama 12 hari. Ujian dilaksanakan mulai hari rabu 4 Oktober 2017 sampai selasa 17 Oktober 2017. Ujian ini berlaku serempak untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Wakil direktur satu bidang pendidikan sekaligus juga kepala sekolah SMA MBS ustad Didik Riyanta, S.Sos.I. berharap pelaksanaan ujian penilaian tengah semester kali ini akan meningkatkan semangat belajar santri sehingga santri akan lebih bersemangat dalam memperdalam keilmuannya. Ustad Didik juga menekankan kepada seluruh santri bahwa ujian PTS ini bukan semata-mata berorientasi pada nilai semata.

Kepala sekolah SMP MBS Ustad Agus Yuliyanto, S.Pd. ditemui terpisah juga menyatakan pelaksanaan penilaian tengah semester ini bahwa “Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan untuk mendapatkan informasi hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah hasil tersebut menjadi nilai yang berupa data kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan standar tertentu. Hasil evaluasi ini sebagai data empiris yang dapat digunakan untuk mengevaluasi secara global dan dijadikan rujukan pengambilan keputusan untuk perbaikan mutu pendidikan.

Senada dengan Ustad Agus Ustad Sukirdi, S.Pd. kepala sekolah SMP MBS 2 menyatakan bahwa pelaksanaan ujian PTS kali ini diharapkan akan dapat meningkatkan kedisiplinan belajar santri sehingga prestasi santri dapat terus menerus ditingkatkan.

Selama 5 hari pelaksanaan ujian santriwan dan santri nampak bersemangat dalam belajar dan mengerjakan setiap soal yang sedang diujikan. Untuk menunjang kedisiplinan dan pengawasan selama ujian maka panitia menuugaskan satu kelas satu guru untuk mengawasai pelaksanaan ujian. Alhamdulilah dengan sistem mengkombinasikan dua jenjang kelas yang berbeda membuat suasana jalannya ujian makin kondusif. Menjadi harapan kita bersama nilai santriwan santriwati dapat memuaskan

Berikut Jadwal Pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) ganjil 2017 jenjang SMP dan SMA:

 

 

 

 

Catatan manis kembali ditorehkan kafilah MTQ MBS Yogyakarta. Dalam ajang lomba tahunan ini kafilah SMP dan SMA MBS meraih 7 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Dari 12 medali yang diperoleh, jenjang SMA mengumpulkan 8 medali, sedangkan 4 medali lainnya diperoleh dari jenjang SMP.

Pergelaran MTQ tingkat kabupaten Sleman yang diadakan di SMPN 2 Kalasan ini langsung dibuka oleh wakil bupati Sleman, Ibu Dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes.

Dari beberapa medali emas yang didapatkan, diantaranya dipersembahkan dari Musabaqah Adzan atas nama Irfan Aufa ( SMA ), Musabaqah Pidato Putra Farrel Izham Prayitno ( SMA ), Musabaqah Tartilul Qur’an Nuril Kaunaini ( SMA ), Musabaqah Nasyid, Musabaqah Hifdzil Qur’an putra Fata Alhusaini ( SMP ), Musabaqah Hifdzil Qur’an Putri Hayyin. A ( SMP ), dan Musabaqah Tartilul Qur’an Putri atas nama Alifia Nida Zulaikha ( SMP ).

Sementara itu medali perak disumbangkan dari  Musabaqah Pidato Putri Rosti Hanifa Salsabila ( SMA ), dan Gustama Fauzi ( SMP ) cabang lomba Musabaqah Tartilul Qur’an.

Di cabang lomba yang lain Gifa Farabi yang tampil di MHQ putra SMA, Luthfi Hamdan cabang Khutbah SMA dan Musabaqah Syarhil Qur’an SMA harus puas mendapat perunggu.

Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi kafilah MTQ MBS Yogya setelah mampu mengukir prestasi membanggakan.

Didampingi Ust. Agus Mu’alim, S. Ud mengatakan, “ ini modal kami menuju Provinsi, untuk itu anak-anak saya harapkan untuk tidak cepat puas dengan hasil ini. Kita akan berusaha, berlatih dan bekerja lebih keras agar mampu meraih hasil yang lebih tinggi. Kita akan mengikuti pembinaan dan arahan dari tim pembina kabupaten sleman secara optimal agar kembali mengharumkan nama MBS di kancah yang lebih tinggi”, terangnya.

Dengan raihan 7 medali emas ini, kafilah MTQ MBS baik SMP dan SMA akan mengikuti pelatihan dan pembinaan yang akan diselenggarakan panitia MTQ kabupaten Sleman, dan berhak maju mewakili kabupaten Sleman ke tingkat Provinsi DIY yang akan digelar pada tanggal 8 November 2017

Kontingen SMP MBs kembali mengukir prestasi di ajang MTQ pelajar tingkat SMP/MTs korwil sleman timur.

Dengan perolehan 4 emas, 3 perak dan 2 perunggu, kontingen SMP MBS menjadi juara umum dengan total 9 medali.

SMPN 1 Kalasan yang menjadi tuan rumah ajang tahunan ini menjadi tempat berkompetisi 14 cabang lomba yang dipertandingkan.

Pada penyelenggaraan lomba kali ini 31 sekolah jenjang SMP/ MTs ikut ambil bagian dalam beberapa cabang lomba yang dipertandingkan.

Kontingen SMP MBS yang mengirimkan 19 peserta terbaiknya, sejak awal sudah optimis akan meraih hasil yang maksimal, dan hal itu dibuktikan dengan perolehan 4 emas dari cabang Musabaqah Tartil Qur’an Putra atas nama Gustama, cabang Tartil Qur’an putri Alifia Nida, cabang Hifdzul Qur’an putra , cabang Hifdzul Qur’an putri Hayyin Ainur. Sementara itu cabang pidato putra, Kamal Haqi berhasil meraih juara 2 serta Tim CCA putri.

Juara 3 diraih dari cabang khutbah jum’at dan tilawah putri atas nama Irsyad M dan Difa Yuriaska.

Juara 1 dari tiap cabang lomba berhak mewakili Sleman timur ke tingkat kabupaten yang insya allah akan diselenggarakan pada tanggal 18 September 2017. Kontingen SMP MBS secara otomatis mengirimkan 4 wakil terbaiknya maju ke tingkat kabupaten. Tentunya perjuangan yang tidak mudah akan kembali dilalui anak-anak, mengingat persaingan yang sangat kompetitif diantara para peserta lomba. Namun demikian dengan usaha dan doa yang senantiasa dilakukan anak-anak, besar harapan untuk bisa kembali menorehkan prestasi dan kembali mengharumkan nama MBS tercinta di ajang MTQ tahun ini.

Pendidikan pesantren identik dengan kedisiplinan. Disiplin dalam belajar, disiplin dalam sholat jama’ah, disiplin dalam berbahasa dan disiplin dalam berbagai kegiatan pengajaran. Kedisplinan ini memerlukan aturan yang tegas. Aturan melahirkan hukuman atau iqob. Dan iqob sering menimbulkan tafsir yang berbeda beda. Karena hak menghukum ada di santri senior, yang diberi tanggung jawab untuk mengasuh santri junior. Model pengasuhan macam ini lantas diwariskan kepada junior mereka dari generasi ke generasi. Iqob berupa pemukulan ketika sidang yang dilakukan oleh santri yang lebih senior sering terjadi. Alih alih menjadikan organisasi santri sebagai ajang untuk melatih jiwa kepemimpinan, organisasis siswa ini malahan menjadi arena balas dendam. Pembenaran terhadap kekerasan yang dulu juga dilakukan oleh seniornya.

Metode pengasuhan seperti ini harus mulai disesuaikan dengan kondisi kekinian. Zaman terus berjalan, metode pembelajaran terus menerus berubah. Para ahli berusaha untuk mencari metode terbaik yang paling cocok guna mendukung kemajuan dunia pendidikan. Metode yang dulu dianggap bagus sekarang sudah tidak lagi.

Pesantren juga harus mulai berbenah. Pesantren harus mampu menciptakan sistem baru. Sistem pendidikan anak yang efektif yang bisa memberikan poses pembelajaran sekaligus bisa melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, perlakuan salah, eksploitasi dan penelantaran. Sehingga santri merasa nyaman dalam beraktifitas. Suasana yang nyaman bagi santri untuk belajar perlu selalu dikondisikan. santri harus merasa aman dan tidak dibayangi oleh rasa takut terhadap hukuman. Baik hukuman fisik ataupun psikis. Kenyamanan ini diharap bisa meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu keluaran dari pesantren.

Sekolah harus menciptakan suasana yang konduksif agar anak merasa nyaman dan dapat mengekspresikan potensinya. Agar suasana konduksif tersebut tercipta, maka ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, terutama: (1) program sekolah yang sesuai; (2) lingkungan sekolah yang mendukung; dan (3) aspek sarana-prasarana yang memadai.

1. Program sekolah yang sesuai
Program sekolah seharusnya disesuaikan dengan dunia anak, artinya program disesuaikan dengan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak.Anak tidak harus dipaksakan melakukan sesuatu tetapi dengan program tersebut anak secara otomatis terdorong untuk mengeksplorasi dirinya.Faktor penting yang perlu diperhatikan sekolah adalah partisipasi aktif anak terhadap kegaiatan yang diprogramkan.Partisipasi yang tumbuh karena sesuai dengan kebutuhan anak.

Oleh karena itu, apa pun aktivitasnya diharapkan tidak menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, baik yang berkaitan dengan fisik, mental, maupun sosialnya. Biasanya dengan aktivitas bermain misalnya, kualitas-kualitas tersebut dapat difungsikan secara serempak. Di sisi lain, nilai-nilai karakter yang seharusnya dimiliki anak juga dapat terbina sebagai dampak partisipasi aktif anak.

Kekuatan sekolah terutama pada kualitas guru, tanpa mengabaikan faktor lain. Guru memiliki peran penting dalam menyelenggarakan pembelajaran yang bermutu.Guru harus memiliki minimal tiga potensi, yaitu: (1)memiliki rasa kecintaan kepada anak (Having sense of love to the children); (2) memahami dunia anak (Having sense of love to the children); dan (3) mampu mendekati anak dengan tepat (baca: metode) (Having appropriate approach).

2. Lingkungan sekolah yang mendukung
Suasana lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat bagi anak untuk belajar tentang kehidupan.Apalagi sekolah yang memprogramkan kegiatannya sampai sore. Suasana aktivitas anak yang ada di masyarakat juga diprogramkan di sekolah sehingga anak tetap mendapatkan pengalaman-pengalaman yang seharusnya ia dapatkan di masyarakat. Bagi anak lingkungan dan suasana yang memungkinkan untuk bermain sangatlah penting karena bermain bagi anak merupakan bagian dari hidupnya. Bahkan UNESCO menyatakan “Right to play” (hak bermain).

Bermain dalah salah satu proses pembelajaran.

Pada dasarnya, bermain dapat dikatakan sebagai bentuk miniatur dari masyarakat.Artinya, nilai-nilai yang ada di masyarakat juga ada di dalam permainan atau aktivitas bermain.

Jika suasana ini dapat tercipta di sekolah, maka suasana di lingkungan sekolah sangat kondusif untuk menumbuh-kembangkan potensi anak karena anak dapat mengekspresikan dirinya secara leluasa sesuai dengan dunianya.
Di samping itu, penciptaan lingkungan yang bersih, akses air minum yang sehat, bebas dari sarang kuman, dan gizi yang memadai merupakan faktor yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

3. Sarana-prasarana yang memadai
Sarana-prasarana utama yang dibutuhkan adalah yang berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran anak. Sarana-prasarana tidak harus mahal tetapi sesuai dengan kebutuhan anak.

Adanya zona aman dan selamat ke sekolah, adanya kawasan bebas reklame rokok, pendidikan inklusif juga merupakan faktor yang diperhatikan sekolah. Sekolah juga perlu melakukan penataan lingkungan sekolah dan kelas yang menarik, memikat, mengesankan, dan pola pengasuhan dan pendekatan individual sehingga sekolah menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan.

Sekolah juga menjamin hak partisipasi anak. Adanya forum anak, ketersediaan pusat-pusat informasi layak anak, ketersediaan fasilitas kreatif dan rekreatif pada anak, ketersediaan kotak saran kelas dan sekolah, ketersediaan papan pengumuman, ketersediaan majalah atau koran anak. Sekolah hendaknya memungkinkan anak untuk melakukan sesuatu yang meliputi hak untuk mengungkapkan pandangan dan perasaannya terhadap situasi yang memiliki dampak pada anak.

Karena sekolah merupakan tempat pendidikan anak tanpa kecuali (pendidikan untuk semua) maka akses bagi semua anak juga harus disediakan.

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/