Ustadz Handy Bonny hadir pada kegiatan Tabligh Akbar yang diinisiasi IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) bagian KDI (Kajian Dakwah Islam) PPM MBS Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Kompleks kampus Putra, pada hari Rabu (31/1/2024).

Ustadz yang dikenal sebagai pendakwah dengan gaya kekinian tersebut memberikan tausiyah kepada para santri serta tamu undangan. Kedatangan Ustadz asli Bandung ini sangat dinantikan.

Tausiyah yang disampaikan pun memotivasi para generasi muda untuk taat beribadah kepada Allah SWT, salah satunya dengan masuk pesantren. Dengan anak-anak masuk pesantren tentu akan mempunyai akhlak yang baik, ilmu yang bermanfaat, kreatif dan lain sebagainya.

Dalam ceramahnya, Ustadz yang akrab dipanggil “Kang Bony”ini mengajak para santri MBS generasi Millenial untuk selalu Istiqamah dalam menjalankan Ibadah meski banyak godaan. Dengan gaya bicara yang diselingi dengan bahasa sunda yang khas, dan sesekali menggunakan bahasa Inggris dan istilah Korea yang populer, Ustadz Handy Bonny membahas mengenai begitu banyaknya rintangan dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya karena perkembangan teknologi yang semakin canggih.

“Mencari ilmu di pesantren itu untuk beribadah kepada Allah SWT. Orang yang mencari ilmu bagian dari jihad,” ucap Ustadz pemilik akun twitter @handybony ini.

Tak hanya itu, Ustadz yang semenjak remaja sudah menggeluti dunia EO (Event Organizer) ini mengatakan manusia harus mempunyai agama, sehingga manusia tidak menjadi kacau. Pasalnya, manusia itu makhluk yang merdeka atau bebas.

“Kebebasan sejati itu kebebasan yang mengerti batas. Ada yang mengaturnya, salah satunya adalah agama,” terangnya.

Seperti yang kita tahu saat ini sangatlah mudah untuk mendapatkan konten-konten yang secara syariah dilarang oleh Agama Islam. Maka dari itu, Ustadz Handy Bonny mengingatkan agar kita tidak memulai untuk membuka dan menekan tombol “like” kepada konten-konten semacam itu karena konten tersebut akan selalu muncul meskipun tidak kita cari. Hal ini tentu bukan perkara mudah karena salah satu ciri khas generasi milenial adalah sangat dekat dengan dunia teknologi informasi.

Seperti kita ketahui ustadz Handy Bonny adalah dai atau pendakwah asal Bandung yang terkenal dengan gaya ceramahnya yang asyik, gaul dan penampilannya yang stylish.(ElMoedarries)

 

 

 

Sabtu (27/1/2024) pagi sekitar pukul 07.15 wib, perpustakaan MBS Yogyakarta melaunching buku antologi ke-4 karya guru, karyawan dan juga santri PPM MBS Yogyakarta. Buku diberi judul “Batas Semesta”. Buku ini merupakan antologi artikel dan cerita pendek yang ditulis oleh guru, maupun santri MBS bertema “Persahabatan”. Ustazah Sri Wahyuni selaku kurator buku ini mengungkapkan, “tema persahabatan dipilih karena dekat dengan santri dan dunia pesantren sehingga lebih pas ditulis oleh santri.”

Selaku kurator Ustazah Sri juga berharap “dengan adanya buku Batas Semesta (2024), semoga budaya literasi menulis dapat tumbuh dan membudaya di MBS.”

Dari segi kualitas buku, tulisan santri juga mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. “tahun ini kita menghadirkan editor profesional dengan BKJSM dengan duta baca yang berbasis guru dari mapel Bahasa Indonesia.”

Buku ini merupakan persembahan untuk Milad ke-16 PPM MBS Yogyakarta, selaku Ketua perpustakaan MBS, ia berharap, “penerbitan antologi ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi dan kita berharap tiap tahun kita bisa membuat karya baru dan bisa melangitkan karya anak”.

Dalam launching yang telah diadakan Sabtu (27/1/2024) di Kompleks PPM MBS Yogyakarta, juga diserahkan sertifikat dan pembagian buku “Batas Semesta” kepada santri dan penulis terbaik. Ustaz Fauzan Yakhsya, S.Hum selaku Kepala SMP PPM MBS Yogyakarta merasa senang dan bangga dengan launching buku ini.

Pimpinan MBS turut serta mendukung dan mendorong agar penerbitan buku untuk kemajuan literasi di PPM MBS Yogyakarta bisa terus dilakukan [Arif Yudistira]

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Markas Komando PPM MBS Sleman Yogyakarta mulai dari tanggal 22-24 Januari 2024 melaksanakan kegiatan DIKLATSAR (Pendidikan dan Latihan Dasar) bagi para personil baru.

Meski terbilang singkat, kehadiran Sekretaris Nasional KOKAM, ndan Didik Kusnanto, M. Pd nyatanya memberikan semangat dan motivasi tersendiri bagi para peserta Diklatsar MBS yang digelar di kompleks PPM MBS Yogyakarta.

Dihadapan para kader muda KOKAM Muhammadiyah, kang Didik didampingi sekretaris KOKAM Wilayah DIY, ndan Marwan Hameed mengapresiasi kegiatan DIKLATSAR yang diadakan ranting MBS. Menurutnya, KOKAM akan terus mensupport kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di tiap-tiap daerah guna mendidik kader yang tangguh secara fisik dan mental.

“Kami selalu mendukung setiap event pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas ataupun skill anggota baik dari tingkat ranting maupun wilayah,”katanya.

Lebih dalam beliau juga mengingatkan para kader baru untuk memperbaharui niat. Selain itu, pemilik sertifikat 300 kali pelatihan tersebut juga membagi pengalamannya dalam berorganisasi. Insya allah saya paham dan mengerti betul segala kondisi psikis dan problem yang dialami para personel KOKAM, baik itu yang baru maupun lama, karena sejak tahun 1998 saya sudah bergabung di KOKAM,”terangnya.

Untuk itu, sambung beliau, proses kaderisasi harus berjalan, kader-kader muda KOKAM harus terus ditempa kompetensinya sehingga bisa melengkapi struktur kepemimpinan di tingkat nasional”, ungkap Sekretaris KOKAM Nasional.

Disela-sela sharing yang berlangsung serius tapi santai tersebut, ndan Didik juga tak lupa mengingatkan kepada para santri MBS yang tergabung dalam keanggotaan KOKAM terkait penertiban atribut pemakaian seragam doreng sehingga terlihat lebih rapi dan matching.

Meski kehadirannya hanya sebentar, namun setidaknya mampu memompa semangat juang para peserta DIKLATSAR KOKAM ranting MBS untuk lebih semangat dalam menghasilkan program yang terus memberikan warna pergerakan dakwah yang mencerahkan pemuda dan KOKAM dalam persyarikatan Muhammadiyah, sehingga dapat menjadi media kuat dalam membentuk kader unggul yang berkarakter, bermartabat, dan berkeadaban.(ElMoedarries)

Hari Sabtu (27/1/2024), Panitia Prestasi menggelar Simulation Test TOEFL. Simulation Test Toefl ini digelar untuk kelas XII kelas Saintek dan Soshum. Acara digelar dari pukul 08.00-10.10 Wib. Simulation Test Toefl digelar di Masjid At-Tanwir dan Masjid Puteri PPM MBS Yogyakarta. Simulation Test (Listening, Structure dan Reading Comprehension) dilaksanakan di kelas masing-masing dari jam 08.00-10.10 Wib, selanjutnya ada evaluasi dan penyampaian hasil test secara keseluruhan di Masjid attanwir dan Masjid Putri dari jam 10.15-11.45 WIB.

Ketua Tim Pengendali Mutu Lembaga Studi Lanjut Ustazah Desti Putri Setyaningrum, S.Pd mengatakan, “tindak lanjut setelah Simulation Test Toefl ini adalah pemberian sertifikat yang bisa digunakan untuk pendaftaran perkuliahan. Panitia juga akan memberi reward bagi santri yang memiliki hasil tes terbaik.”

Manfaat dari simulasi tes ini adalah anak-anak bisa mengetahui kemampuan dalam ketiga skill tersebut dengan skill dan apa yang sudah didapat selama 6 tahun belajar Bahasa Inggris. Selain itu, anak-anak bisa berlatih dalam mengerjakan soal test TOEFL.

Sebagai Ketua TPM, Ustazah Desti juga berharap apa yang disampaikan pihak IONs, semoga bisa semakin menambah wawasan dan pengetahuan mereka mengenai TOEFL. Selain itu, ia juga berharap latihan soal test hari ini yang sudah mereka kerjakan bisa bermanfaat bagi anak-anak.

TPM PPM MBS Yogyakarta juga menyiapkan program latihan Try Out SNBT untuk memaksimalkan kesiapan santri melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau perguruan tinggi [Arif Yudistira].

Kamis (25/1/2024), panitia prestasi bersama ION’s Yogyakarta menggelar Tips and Trick Toefl. Acara ini digelar untuk santri putera di pendopo lama dan santriwati putri di Mushola Fathima. Acara dimulai dari pukul 13.00-14.40 wib.

Ustazah Desti Putri Setyaningrum selaku Ketua Divisi TPM mengatakan, “tujuan dari acara ini adalah untuk mengukur kemampuan Grammar, Reading Comprehension dan Listening pada anak yang sudah menempuh pembelajaran selama 6 tahun di SMP-SMA. Kedua, sebagai evaluasi kemajuan dalam  persiapan belajar ke jenjang selanjutnya. Ketiga, memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang tes bahasa asing.

Ketua Divisi TPM juga menambahkan, “Ini merupakan kesempatan yang sangat baik, untuk mulai membantu mempersiapkan anak dalam mengukur kemampuan khususnya dalam TOEFL, yang nantinya akan digunakan juga untuk pendaftaran ke jenjang selanjutnya.” Kegiatan ini diadakan untuk mempersiapkan Simulation Test TOEFL yang akan dilaksanakan hari Sabtu (27/1/2024) bagi kelas XII.

Lembaga Studi Lanjut sendiri memang telah mempersiapkan dan membekali santri untuk menyiapkan agar matang saat melanjutkan studi lanjut nantinya sesuai dengan minat dan bakat yang dipilih santri [Arif Yudistira]

 

Mengenalkan dunia kampus sejak dini merupakan upaya yang penting untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang kehidupan kampus dan persiapan yang diperlukan.

Dalam upaya tersebut, ratusan siswa SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta menyambangi Universitas Muhammadiyah Malang. Kunjungan itu dimaksudkan untuk memberikan pengenalan kepada siswa tentang Perguruan Tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Karena kami berasal dari Muhammadiyah, kami ingin mengenalkan bahwa Muhammadiyah juga menyediakan perguruan tinggi,”ungkap kepala SMP MBS, ustadz Muh. Fauzan Yakhsya, S.Hum saat mendampingi siswa di pelataran Dome UMM, Rabu(24/1) pagi.

Meski masih akan melewati perjalanan yang cukup panjang untuk masuk Perguruan Tinggi, namun menurutnya penting bagi para pelajar itu untuk mendapatkan pengenalan Perguruan Tinggi. Hal itu diyakini merupakan salah satu cara untuk memberikan warisan ingatan kepada mereka ketika akan memilih Universitas kelak.

“Nantinya mereka akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sehingga ini adalah proses dalam rangka memberikan warisan ingatan kepada mereka tentang masa depan yang masih panjang dan cita-cita yang bisa diraih setinggi-tingginya,”sambungnya.

Selain itu, beliau mengatakan pihaknya mendukung anak didiknya untuk melanjutkan pendidikannya kemana pun. Namun ia berharap para anak didiknya itu nantinya bisa kembali untuk menghidup-hidupi Muhammadiyah.

Rombongan yang dipimpin ustadz Hasan Bambang Subekti, S. Pd,Gr diterima langsung oleh Kepala Pusdiklat Pengembangan SDM, bapak Zen Amirudin, S.Sos, M.Med.Kom. Setelah mendapatkan motivasi di Pusdiklat, para siswa melakukan campus tour yang dibersamai oleh tim Humas UMM. Mereka dipimpin tour guide berkeliling kampus UMM dengan penjelasan informatif setiap sesinya. Kegiatan ini diakhiri dengan shalat Dhuhur berjamaah di masjid AR Fachruddin UMM dilanjutkan makan siang bersama di pelataran Dome UMM. Setelah itu, melanjutkan perjalanan menikmati rihlah edukasi ke Museum Angkot kota batu.

Mengenalkan dunia kampus sejak dini memiliki beberapa manfaat yang penting, diantaranya bisa membantu siswa untuk mengenal lingkungan kampus, termasuk lokasi gedung perkuliahan, perpustakaan, laboratorium, dan fasilitas lainnya. Dunia kampus tidak hanya tentang kegiatan akademik, tetapi juga melibatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti organisasi mahasiswa, dan kegiatan sosial. Sehingga kami mengadakan program kunjungan kampus bertujuan untuk memberi semangat dan gambaran siswa sejak dini untuk semangat belajar mengapai cita-cita selanjutnya. “ terang ustadz Bambang.(ElMoedarries)

Santri PPM MBS Yogyakarta kembali meraih banyak kejuaraan di ajang Olympicad 2024. Olympicad digelar di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SD Muhammadiyah Sukonandi, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, dan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Kegiatan lomba Olympicad berlangsung sejak pukul 07.30 Wib – pukul 14.00 Wib. Sebelumnya, para santri yang akan berlaga di Olympicad mendapat wejangan dan motivasi Ustaz Rahmat Susanto, S. Pd selaku Wadir bidang Pendidikan. “Kalian membawa nama baik MBS, semoga Allah meridhoi dan merahmati hingga mendapatkan hasil yang terbaik.” Ustaz Rahmat juga berpesan untuk menjaga etika dan adab karena kontingen membawa nama baik PPM MBS.

Setelah dibuka resmi oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Ustaz Ikhwan Ahada, lomba pun dimulai dengan memasuki cabang tiap lomba di ruang yang telah ditentukan.

PPM MBS Yogyakarta mengirimkan 24 cabang lomba. MBS bertanding di Olympicad tingkat Provinsi DIY. Alhamdulillah, PPM MBS Yogyakarta memborong beragam juara di ajang Olympicad kali ini.

Di bidang ISMU English tingkat SMA, MBS berhasil merebut medali emas, sementara di tingkat SMP MBS mendapatkan medali perunggu. Kategori Story Telling, SMA MBS merebut medali emas dan perak. Pada kategori Kaligrafi, SMA dan SMP MBS berhasil merebut medali emas. Pada lomba majalah SMA, MBS berhasil merebut medali emas. Pada bidang MFQ, MBS merebut medali perak, geguritan mendapatkan medali perak, LKTI mendapatkan medali perunggu, sementara bidang MTQ mendapatkan medali perak.

Dalam bidang sains, dan matematika, SMA MBS berhasil merebut medali emas. Diantara kategori yang mendapat medali emas adalah Matematika, Fisika, sementara yang mendapatkan perak ada pada kategori Kimia, Biologi, Ekonomi, dan Geografi. Sementara itu, di tingkat SMP, MBS memperoleh emas pada kategori IPA, dan matematika.

Ustaz Eko selaku kesiswaan mengatakan, “Alhamdulillah, kita turut senang dengan capaian anak-anak. Semoga prestasi ini membawa kebaikan dan berkah untuk MBS Yogyakarta.” Prestasi ini turut menambah daftar prestasi yang dicapai MBS di awal tahun 2024 [Arif Yudistira]

Hari Selasa- Kamis (22-24/1/2024) Kokam PPM MBS Yogyakarta menggelar Diklatsar. Diklatsar ini rencananya akan digelar di Kompleks PPM MBS Yogyakarta dan juga Gunung Purba. Diklatsar ini mengangkat tema “Mencetak Prajurit Militan Berjiwa Tekun, Tabah, dan Pancasilais”.

Diklatsar ini diikuti oleh ratusan santri MBS. Dalam sambutan pembukaan apel Diklatsar, Ustaz Adam Indra mengatakan “Semoga Diklatsar ini mampu menghasilkan prajurit militan tidak hanya dalam kehidupan pondok tetapi juga pada kehidupan sehari-hari kelak.”

Pembukaan Diklatsar dilaksanakan di Kompleks PPM MBS Yogyakarta sore hari. Pembukaan ditandai dengan menancapkan kapak pada kayu sebagai tanda dibukanya diklatsar.

Dalam diklatsar santri digembleng dengan materi-materi Kokam dan juga penguatan mental dan pemantapan jiwa prajurit [Arif Yudistira]

 

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tim peneliti muda sekaligus peserta didik SMA MBS Yogyakarta. Melalui ajang bergengsi Nasional, Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2023 pada tanggal 19-22 Desember 2023 yang diikuti oleh berbagai ratusan pelajar dari beragam sekolah dan madrasah di Indonesia.

Mereka sukses mengharumkan nama Pondok Pesantren MBS dengan meraih medali perak pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Departemen Aktuaria Fakultas Sains dan Analitika (FSAD) Institut Teknologi 10 November (ITS Surabaya) yang merupakan kompetisi rutin yang diselenggarakan setiap tahun, sebagai ajang menjalin relasi dengan pelajar se-Indonesia berikut latihan evaluasi tentang kemampuan yang dimiliki, juga merupakan ajang kompetisi level nasional dan internasional.

Dua acara bersamaan yang diselenggarakan oleh IYSA (Indonesian Young Scientist Association) bekerja sama dengan Departemen Aktuaria FSAD ITS Surabaya ini diikuti  38 tim kompetisi offline NASPO 2023 dari seluruh Indonesia, 232 tim I2ASPO kompetisi offline dari 17 delegasi yang berasal dari berbagai negara seperti: Indonesia, Turki, Taiwan, Vietnam, Aftika Selatan, Thailand, Kazakhstan, Malaysia dan beberapa negara di asia.

Pada ajang kali ini SMA MBS mengirimkan Nail Zufar Arrijal (XI MIPA 1), Gilar Ircham Wibisono (XI MIPA 1) dan Jossa Aziz Rabbani (XI MIPA 1).

Ketua Tim Lomba MBS, ustadz Eko Sugiarto, S. Pd menjelaskan bahwa Penelitian yang dibawa oleh delegasi SMA MBS, berjudul “Peningkatan Nilai Tambah Limbah Proses Pengolahan Madu Lebah Tanpa Sengat Sebagai Bahan Baku Salep Antibakteri.”

”Alhamdulillah penelitian ini dapat berjalan mulus melewati berbagai babak kompetisi mulai dari tahap penulisan proposal, babak laporan penelitian, babak final, dan akhirnya ketiga tim peneliti muda luar biasa ini mampu menorehkan kemenangan.” ucap ustadz Eko.

Selain itu ia mengatakan, ”Teknis lomba dilakukan secara online, peserta mengirimkan extended abstract dan PowerPoint dari penelitian yang telah dilakukan sebelum proses penjurian (batas waktu telah ditentukan). Proses penjurian dilakukan setelah peserta mempresentasikan penelitian mereka dan melewati sesi tanya jawab. Extended abstract, PowerPoint, dan proses penjurian dibuat dan dilakukan dalam bahasa Inggris,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SMA MBS, ustadz Roiq, Lc menyambut gembira atas prestasi yang luar biasa dari tim riset siswanya yang berhasil meraih penghargaan di ajang riset NASPO 2023, serta berharap agar seluruh siswa tetap semangat belajar menuntut ilmu dan terus meraih prestasi baik di bidang riset, bidang akademik maupun non akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional. SMA MBS akan terus memberikan kesempatan dan fasilitas kepada peserta didik untuk mengembangkan karya-karyanya melalui berbagai ajang lomba, baik lomba akademik maupun nonakademik.(ElMoedarries)

 

Alumni PPM MBS Yogyakarta yang tergabung dalam IKA (Ikatan Alumni) MBS menggelar Sapa Alumni dan UniFair. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.30 Wib- 17.00 Wib. Kegiatan ini diinisiasi oleh Ikatan Alumni (IKA) MBS Yogyakarta yang saat ini sedang menempuh studi dari Universitas-Universitas Negeri, Swasta maupun Perguruan Tinggi baik dalam maupun Luar Negeri.

Kegiatan ini diikuti oleh kelas X di Masjid At-Tanwir PPM MBS Yogyakarta, Kelas XI di Joglo Putera, dan kelas XII di Aula Ki Bagus Hadikusumo, sementara untuk santriwati dipusatkan di Kompleks Pondok Puteri PPM MBS Yogyakarta.

Dalam kegiatan ini, untuk kelas X diisi dengan sosialisasi program kurikulum dan juga sosialisasi program studi lanjut serta program akselerasi yang dipandu oleh Ustaz Roid,Lc. Sementara di kelas XI juga diisi dengan sosialisasi program akselerasi dan juga peminatan ketika kelas XII nanti.

Dalam presentasinya, salah seorang mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada Muhammad Azzam Nasrullah memberikan motivasi kepada para santri dan gambaran kuliah di perguruan tinggi khususnya Universitas Gadjah Mada. Azzam pun berdialog dan memancing diskusi dengan santri kelas XII tentang bagaimana studi di perguruan tinggi.

Kegiatan yang digagas oleh IKA MBS ini adalah kegiatan rutin tahunan. Para santri bisa dengan mudah mendapatkan informasi lebih detail, lebih dekat dan lebih akurat tentang peminatan, gambaran studi dan juga kuliah di kampus favorit baik negeri maupun swasta. Dalam Sapa Alumni dan UnivFair ini banyak kampus favorit seperti ITB, UGM, UNAIR, dan kampus lainnya.

Lembaga Studi Lanjut sendiri memberikan program peminatan dan program penjurusan sesuai minat bakat santri. Di kelas XII misalnya, santri sudah dibagi ke dalam tiga penjurusan seperti kelas Saintek (Sains dan Teknologi), Sosial Humaniora (Soshum), maupun kelas TimTeng (Timur Tengah).

Kali ini, bekerjasama dengan Alumni, Lembaga Studi Lanjut juga memfasilitasi anak-anak dan alumni dalam penyelenggaraan UniFair. Kegiatan UniFair ini memang diadakan agar santri lebih matang, lebih siap dan lebih mantap baik dari sisi mental maupun lainnya untuk menempuh dan melanjutkan studi lanjut di Kampus-Kampus pilihan mereka.

Kegiatan ini selain memberikan kemudahan santri dalam mengakses informasi dan segala yang berkaitan dengan studi lanjut, santri menjadi lebih terbantu, termotivasi dan merasa digandeng dan menemukan keluarga mereka yang lebih dulu kuliah di kampus pilihannya [Arif Yudistira]

 

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/