Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan PP Muhammadiyah, Prof. H.M Amien Rais, MA turut menghadiri tabligh akbar yang digelar Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan Sleman. Ia mengaku, bangga atas capaian yang telah diraih PPM MBS Sleman.

“Saya ikut terharu dan ikut bangga kepada Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School yang telah memasuki usia satu dasawarsa,” kata Pak Amien, Sabtu (20/1) malam.

Ternyata, Pak Amien Rais sendiri merupakan orang yang melakukan peletakan batu pertama saat pembangunan PPM MBS pada 20 Januari 2008 lalu. Karenanya, ia merasa bahagia bisa melihat kesuksesan yang terus diraih PPM MBS Prambanan Sleman.

Pak Amien turut memberikan sanjungan atas keberadaan PPM MBS yang telah menjadi ruang menimba ilmu santri-santri dari seluruh Indonesia, mulai Papua sampai Aceh. Terlebih, santri-santri datang pula dari luar negeri.

“Seperti yang dibilang tadi, santri-santri PPM MBS Sleman berasal dari Papua sampai Aceh, bahkan dari Malaysia dan Thailand,” ujar Amien.

Untuk itu, dia mengingatkan, tantangan yang akan dihadapi PPM MBS Prambanan akan jauh lebih berat dari yang selama ini datang. Pasalnya, tanggung jawab yang saat ini dipanggul PPM MBS Prambanan semakin berat untuk umat.

Senada, Bupati Sleman, Sri Purnomo yang ikut melakukan peletakan batu pertama pembangunan PPM MBS Prambanan menekankan, tantangan yang ada pasti jauh lebih berat dari sekarang. Ia berharap, tantangan-tantangan itu dapat dihadapi PPM MBS Prambanan. “Semoga bisa lebih memberikan manfaat bagi bangsa,” kata Pak Sri.

 

Ribuan santri Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan ikut memeriahkan pawai dalam rangka puncak peringatan satu dasawarsa sekolah setempat, Minggu (21/01/2018). 

Tak ketinggalan pawai juga diikuti keluarga besar PPM MBS Prambanan, seperti guru dan karyawan beserta wali santri. Menggunakan kendaraan hias, mereka berkeliling sepanjang jalan. Mulai dari PPM MBS Prambanan, melewati Jalan Solo hingga ringroad timur, Jalan Wonosari yang berakhir di MBS Prambanan. Kendaraan hias tersebut merupakan hasil kreativitas santri sendiri. 

Mereka diberi kebebasan dari pihak sekolah untuk menghias kendaraan. Ada lebih dari 60 mobil hias yang berpartisipasi, mengingat satu kelas ada yang mengirim tiga mobil. Ditengah guyuran rintik hujan, mereka tetap semangat mengikuti pawai. Sepanjang perjalanan perjalanan mereka terus menyuarakan tentang MBS. Ada juga yang sambil bernyanyi dengan menggunakan ember sebagai alat musik. Mereka adalah santri mulai dari SD hingga SMA.

Direktur PPM MBS Prambanan Fajar Shadik mengatakan, pawai kendaraan hias ini merupakan puncak dari rangkaian satu dasawarsa PPM MBS Prambanan. Serangkaian acara sudah diselenggarakan beberapa hari sebelumnya. Mulai dari seminar tentang peningkatan kompetensi guru mata pelajaran, olimpiade siswa hingga pameran dan bazar.

“Pawai ini lebih sebagai bentuk syukur kami selama sepuluh tahun terakhir. Setelah kemarin kita melalui banyak acara, sekarang kita pawai bersama seluruh keluarga besar. Termasuk wali siswa juga ikut terlibat,” katanya.

 

Gelaran Olimpiade Nasional MBS dalam rangka kesyukuran Satu Dasawarsa MBS telah usai. Beberapa peserta Olimpiade dari tingkat SD, SMP dan SMA telah kembali ke sekolah masing-masing. Nampak rona wajah yang sumringah bercampur jadi satu bagi mereka yang pulang membawa trophy. Namun demikian, bagi peserta yang tidak dapat medali sekalipun tetap merasa bangga, dengan keikutsertaannya di Olimpiade yang pesertanya dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk diantaranya Pulau Madura dan Kalimantan. Walaupun tidak dapat juara, kami senang bisa ikut berpartisipasi di Olimpiade ini, event ini jadi ajang silaturahmi, banyak teman yang kami jumpai disini, ungkap Evan siswa kelas XI SMA asal Sukoharjo ini. Lain halnya yang diungkapkan Dimas, siswa dari Purwokerto ditemui di stand pameran Prambanan Islamic Fair, akhirnya saya bisa melihat secara langsung (MBS), Pondok Pesantren yang gaungnya sampai ditempat saya sebagai Pondok yang perkembangannya sangat pesat, begitu pula dengan segudang prestasi santrinya.

Panitia Olimpiade Nasional MBS 2018 secara resmi merilis hasil kejuaraan dari tingkat SD, SMP dan SMA, berikut rekapan hasilnya :

REKAPITULASI KEJUARAAN OLIMPIADE NASIONAL MBS 2018
TINGKAT SD/MI/Sederajat
DALAM RANGKA SATU DASAWARSA MBS MENGABDI
No Cabang Lomba Juara Nama Sekolah Poin
1 Seni Tapak Suci I SD Muhammadiyah 4 Banjarnegara 3
II SD Muhammadiyah PK Batyat 2
III MI Muhammadiyah Basin 1
2 Pildacil I SD Muhammadiyah Bekonang 3
II SD Muhammadiyah Sapen 1 2
III SD Muhammadiyah Purwodiningratan 2 1
3 Hifdzil Qur’an I SD Negeri 3 Kleco Yogyakarta 3
II SDIT Yaa Bunnaya Pogung Lor 2
III SD Muhammadiyah Sapen 1
4 Spelling Bee I SD Muhammadiyah Sapen 1 3
II SD Budi Utama 2
III SD Muhammadiyah Bodon 1
5 Olimpiade Sains I SD Kristen Manahan Surakarta 3
II SD Muhammadiyah Purwodiningratan 2
III SD Muhammadiyah Nitikan 1
6 Olimpiade Matematika I SD Muhammadiyah Sapen 1 3
II SD Muhammadiyah Al Mujahidin 2
III SD Muhammadiyah 1 Panji 1

 

REKAPITULASI  KEJUARAAN  UMUM  OLIMPIADE  NASIONAL MBS 2018
No Nama Sekolah Poin
1 SD Muhammadiyah Sapen 1 8
2 SD Kristen Manahan Surakarta 3
3 SD Muhammadiyah 4 Banjarnegara 3
4 SD Muhammadiyah Bekonang 3
5 SD Negeri 3 Kleco Yogyakarta 3
6 SD Budi Utama 2
7 SD Muhammadiyah Al Mujahidin 2
8 SD Muhammadiyah PK Batyat 2
9 SD Muhammadiyah Purwodiningratan 2
10 SDIT Yaa Bunnaya Pogung Lor 2
11 MI Muhammadiyah Basin 1
12 SD Muhammadiyah 1 Panji 1
13 SD Muhammadiyah Bodon 1
14 SD Muhammadiyah Nitikan 1
15 SD Muhammadiyah Purwodiningratan 2 1
16 SD Muhammadiyah Sapen 1

REKAPITULASI KEJUARAAN OLIMPIADE NASIONAL MBS 2018
TINGKAT SMP/MTs/Sederajat
DALAM RANGKA SATU DASAWARSA MBS MENGABDI
No Cabang Lomba Juara Nama Sekolah Poin
1 Olimpiade Matematika I SMP N 1 Surakarta 3
II SMP Muhammadiyah PK Surakarta 2
III MTs Negeri 6 Sleman 1
2 Olimpiade Sains I SMP Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto 3
II SMP Muhammadiyah PK Surakarta 2
III SMP N 1 Surakarta 1
3 Speech Contest I SMP Tahfidz Qu Yogyakarta 3
II MTs Assalam Sukoharjo 2
III MTs Negeri Jatinom 1
4 Hifdzil Qur’an I MTs MBS Klaten 3
II SMP Rodhotul Jannah 2
III SMP Baitul Qur’an Ponjong 1
5 Tilawatil Qur’an Putra I MTs MBS Klaten 3
II MTs Mualimin Yogyakarta 2
III SMP Negeri 1 Godean 1
5 Tilawatil Qur’an Putri I SMP IT Ar Roihan Bantul 3
II SMP Muhammadiyah 2 Prambanan 2
III MTs MBS Klaten 1
6 Seni Tapak Suci I SMP Muhammadiyah Kalasan 3
II MTs MBS Klaten 2
III SMP Muhammadiyah 1 Wonosari 1
7 Cerdas Cermat Sosial I SMP N 1 Klaten 3
II SMP Muhammadiyah Al Mujahidin 2
III SMP Unggulan Aisyah Bantul 1
8 Kaligrafi I MTs Negeri 7 Bantul 3
II SMP Tahfidqu Yogyakarta 2
III MTs Miftahunnajah 1
9 Story Telling I SMP Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto 3
II SMP Baitul Qur’an Ponjong 2
III MTs Negeri Jatinom 1

REKAPITULASI  KEJUARAAN  UMUM  OLIMPIADE  NASIONAL MBS 2018

No Nama Sekolah Poin
1 MTs MBS Klaten 9
2 SMP Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto 6
3 SMP Tahfidz Qu Yogyakarta 5
4 SMP Muhammadiyah PK Surakarta 4
5 SMP N 1 Surakarta 4
6 MTs Negeri 7 Bantul 3
7 SMP Baitul Qur’an Ponjong 3
8 SMP IT Ar Roihan Bantul 3
9 SMP Muhammadiyah Kalasan 3
10 SMP N 1 Klaten 3
11 MTs Assalam Sukoharjo 2
12 MTs Mualimin Yogyakarta 2
13 MTs Negeri Jatinom 2
14 SMP Muhammadiyah 2 Prambanan 2
15 SMP Muhammadiyah Al Mujahidin 2
16 SMP Rodhotul Jannah 2
17 MTs Miftahunnajah 1
18 MTs Negeri 6 Sleman 1
19 SMP Muhammadiyah 1 Wonosari 1
20 SMP Negeri 1 Godean 1
21 SMP Unggulan Aisyah Bantul 1

REKAPITULASI KEJUARAAN OLIMPIADE NASIONAL MBS 2018
TINGKAT SMA/MA/Sederajat
DALAM RANGKA SATU DASAWARSA MBS MENGABDI
No Cabang Lomba Juara Nama Sekolah Poin
1 Olimpiade Matematika I SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta 3
II SMA ABBS Surakarta 2
III MAN 3 Bantul 1
2 Olimpiade Sains I SMA N 2 Bantul 3
II SMA N 1 Surakarta 2
III SMA ABBS Surakarta 1
3 Speech Contest I SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta 3
II SMA Assalam Sukoharjo 2
III MA Assalam Sukoharjo 1
4 Hifdzil Qur’an I SMK Al Hikmah Gubug Rubuh Getas Playen 3
II Ma’had Bina Madani Putri Magelang 2
III MAN 2 Surakarta 1
5 Tilawatil Qur’an Putra I MA Mualimin Yogyakarta 3
II SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta 2
III MA Assalam Sukoharjo 1
6 Tilawatil Qur’an Putri I MAN 2 Surakarta 3
II SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta 2
III SMK Muhammadiyah 1 Wonosari 1
7 Seni Tapak Suci I MA MBS Klaten 3
II MA Muhammadiyah Kudus 2
III SMK Muhammadiyah 1 Wonosari 1
8 Cerdas Cermat Sosial I SMA ABBS Surakarta 3
II MA Assalam Sukoharjo 2
III SMA Assalam Sukoharjo 1
9 Kaligrafi I SMK Al Hikmah Gubug Rubuh Getas Playen 3
II MAN 3 Yogyakarta 2
III SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta 1
10 Story Telling I SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta 3
II SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta 2
III SMA N 1 Yogyakarta 1
11 Debat Bahasa Arab I MA Tahfidz Annuqoyyah Madura 3
II Ma’had Bina Madani Magelang 2
III MBS Klaten 1
12 Olimpiade Bahasa Arab I MA Tahfidz Annuqayah Sumenep Madura 3
II MA Assalam Sukoharjo 2
III MA Tahfidz Annuqayah Sumenep Madura 1

 

REKAPITULASI  KEJUARAAN  UMUM  OLIMPIADE  NASIONAL MBS 2018

No Nama Sekolah Poin
1 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta 12
2 MA Tahfidz Annuqoyyah Madura 7
3 SMA ABBS Surakarta 6
4 SMK Al Hikmah Gubug Rubuh Getas Playen 6
5 MA Assalam Sukoharjo 5
6 SMA Assalam Sukoharjo 4
7 Ma’had Bina Madani Putri Magelang 4
8 MAN 2 Surakarta 4
9 SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta 4
10 SMA N 2 Bantul 3
11 MA Mualimin Yogyakarta 3
12 MA MBS Klaten 3
13 SMA N 1 Surakarta 2
14 SMK Muhammadiyah 1 Wonosari 2
15 MA Muhammadiyah Kudus 2
16 MAN 3 Yogyakarta 2
17 MAN 3 Bantul 1
18 SMA N 1 Yogyakarta 1

 

Panitia mengucapkan terimakasih kepada para peserta atas partisipasinya di Olimpiade Nasional MBS 2018, dan selamat kepada para jawara yang telah berhasil membawa pulang medali. Yang belum berhasil, jangan patah semangat terus berusaha dan junjung tinggi sportifitas. Salam hangat dari MBS Sleman Yogyakarta yang akan terus mengabdi menjadi pusat peradaban baru. Sayonara…sampai berjumpa lagi di kesempatan yang lain.

 

 

 

 

 

Sabtu pagi, ditengah guyuran hujan yang membasahi area SDM MBS kompleks Islamic Center Muhammadiyah Prambanan, puluhan mobil terlihat terparkir rapi di sepanjang jalan dusun Plempoh. Ratusan anak-anak dari berbagai sekolah tingkat PAUD dan TK se-DIY Jateng memenuhi Masjid Al Birr. Adalah AKIRA, Ajang Kreasi dan Prestasi Anak, asbab wurud datangnya mereka ke kompleks Islamic Center Muhammadiyah Prambanan.

Acara yang digelar dalam rangkaian kesyukuran Milad Satu Dasawarsa MBS ini memperlombakan beraneka ragam skill kontes. Dimulai dari lomba mewarnai, adu skill menyanyi, hafalan doa sehari-hari, hafalan bacaan sholat, hafalan hadits dan hafalan juz amma. Walaupun hujan belum juga reda, tidak menyurutkan animo peserta untuk terus berdatangan ke area perlombaan. Alhamdulillah, jumlah peserta lomba AKIRA pagi hari ini lebih dari yang kita targetkan. Beruntung kita punya kompleks Islamic Center Muhammadiyah Prambanan yang mampu menampung banyaknya jumlah peserta, terang Eko Priyo Agus Nugroho, S.Pd.I kordinator lomba yang juga Waka SDM MBS Prambanan.

 

Akhi Fajar dan Akhi Sultan, santriwan kelas XII yang didapuk menjadi MC  pada pagi hari itu membuka acara. Diawali dengan pembacaan ayat suci alquran secara berjamaah yang dibawakan santri SD MBS Prambanan, dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia lomba, sebelum akhirnya pukul 08.30 tepat lomba dimulai.

Disamping ajang skill kontes panitia juga menghadirkan The-Q dan Kak Bimo sebagai bintang tamu. Kehadiran The-Q dan Kak Bimo menjadikan gelaran lomba semakin meriah. Digawangi Kak Budi, grup musik binaan Lembaga

Seni Budaya dan Olahraga ( LSBO ) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menyedot perhatian peserta lomba. Dengan seragam serba putih, The-Q membawakan tembang ciptaannya sendiri.

Setelah disuguhi tembang islami dari The-Q, giliran kak Bimo menghibur dan mengocok perut para peserta lomba. Dengan gaya mendongengnya yang khas, dipadukan kemampuannya menirukan berbagai jenis suara, membuat seluruh peserta yang didominasi anak-anak ini tidak berhenti untuk tertawa.

 

Sekitar 60 menit Kak Bimo mendongeng, banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari kisah yang diceritakan kak Bimo,terutama menyangkut pendidikan karakter bagi anak-anak. Sebelum akhirnya, tepat sepuluh menit sebelum adzan dhuhur berkumandang Kak Bimo mengakhiri ceritanya.

Saat-saat yang ditunggu akhirnya datang juga, jantung para peserta lomba AKIRA dari PAUD dan TK yang berkumpul di panggung acara dibuat berdegup kencang tatkala Kak Sultan dan kak Fajar membacakan hasil lomba. Satu persatu hasil lomba AKIRA Ajang Kreasi dan Prestasi Anak mulai dibacakan.

Diawali dari ajang lomba menyanyi, nama Yasmine Ayshanda Maulida Kalo dari TK Pertiwi 7 berhasil mengeliminir kontestan lainnya dengan meraih juara I.

Dilanjutkan dari cabang lomba hafalan hadits TK ABA Bayen mencatatkan salah satu peserta terbaiknya atas nama Alifia Shafa Ahmadinta dengan meraih point tertinggi.

Di cabang sholat berjamaah TK ABA Tlogo menjadi yang terbaik. Delisha Zianka dari TK Al Islam berhasil menyabet juara I lomba mewarnai. Gelaran AKIRA disudahi dengan mengusung TK Baitussalaam Prambanan sebagai juara umum ajang yang diselenggarakan dalam rangka kesyukuran Milad Satu Dasawarsa MBS.

 

Bu Tasmi 70 tahun, terlihat datang dipapah Pak satpam menuju ruang kantor MBS Sleman, Jum’at (19/1). Raut wajahnya sumringah, badannya yang sudah renta tak menghalanginya untuk datang paling awal ke MBS , Bu Tasmi tetap bersemangat berjalan menuju ruang kantor MBS. Ketika disapa, Tasmi mengaku senang jika ada kegiatan pemberian voucher belanja sembako gratis di MBS.”Senang, kalau bisa ada seperti ini lagi,” katanya.

 

Menurut Tasmi kegiatan semacam ini sangat jarang ia temui. Untuk itu, ketika ada undangan dari panitia baksos MBS ia pun bersemangat datang bersama ibu-ibu yang lain dari berbagai dusun . Tidak lama kemudian, salah satu cucunya menjemput dengan sepeda motor untuk mengantarnya pulang ke rumah.

Tidak hanya Tasmi yang begitu sumringah, begitu juga dengan Arka, 12 tahun,  siswa kelas VI SD asal Cepit ini mengaku senang dan gembira karena di hari itu ia termasuk dalam daftar siswa TK dan SD di Desa Cepit yang mendapat bantuan paket pendidikan.

Arka yang duduk lesehan bersama kedua temannya, Zahra dan Rendi, ketiganya menunggu giliran dipanggil panitia untuk mendapatkan sebuah tas yang berisi paket pendidikan. Dikatakan Arka, sehari sebelumnya ia didatangi panitia baksos MBS ke rumahnya menyampaikan surat jika ia mendapat paket pendidikan.“Kelihatannya panitia baksos ke rumah, ketemu dengan Bapak,” katanya.

Arka mengaku ia belum pernah menerima paket pendidikan semacam ini dan baru pertama kali mendapatkan. Oleh karena itu, ia datang setelah sholat ashar dengan mengenakan pakaian seragam pramuka. Ia datang sendiri karena kedua orang tuanya masih bekerja di ladang.

Pemberian bantuan 1000 paket pendidikan dan paket yatim dhuafa merupakan kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh panitia baksos Satu Dasawarsa MBS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menurut ketua panitia Suseno Pamungkas, merupakan rangkaian kegiatan kesyukuran Milad Satu Dasawarsa MBS. “Salah satu kegiatan milad adalah melaksanakan bakti sosial yang kita laksanakan pada hari ini,” kata Seno. Kegiatan bakti sosial semacam ini, menurut Seno sudah sering dilakukan pihak MBS, kebetulan saya juga menjadi staff lazisMu MBS..

Rohmadi, salah satu warga asal Ngrahu yang hadir dalam kesempatan itu, mengatakan kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh MBS  ini diharapkan bisa meringankan beban ekonomi masyarakat desa Ngrahu. “Tidak semua warga berkesempatan mendapatkan bantuan, namun demikian kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan pada warga sekitar kami,” pungkasnya.

 

SLEMAN- Masih dalam semarak perlombaan dalam rangka Milad Satu Dasawarsa MBS, hari Kamis (18/01) menjadi lanjutan semarak Olimpiade MBS 2018. Kali ini lokasi perlombaan dipusatkan di gedung kelas putra, namun beberapa lomba juga mengambil lokasi di area kampus MBS putri.

Keceriaan perlombaan Olimpiade MBS ini dimulai sejak pagi. Di area kampus MBS putri, ada cabang Lomba Cerdas Cermat Sosial (LCCS) SMP-SMA, Kaligrafi SMP/MTs –SMA/MA, babak penyisihan Lomba Pildacil TK-SD/MI, Olimpiade Bahasa Arab tingkat SMA/MA, Speeling Bee tingkat SD/MI, Lomba Tapak Suci tingkat SD/MI – SMP/MTs – SMA/MA dan Debat Bahasa Arab tingkat SMA/MA.

Berbagai macam suasana hadir dalam tiap cabang perlombaan. Pada Lomba Cerdas Cermat Sosial (LCCS) kita bisa melihat perjuangan perwakilan regu dari berbagai macam sekolah yang asah otak lewat soal yang diberikan panitia. Senada dengan LCCS, para peserta Olimpiade Bahasa Arab tingkat SMA/MA juga sibuk berkutat dengan lembar soal. Masing-masing mencoba berusaha menunjukan kemampuan mereka.

Lain lagi dengan cabang perlombaan Speeling Bee tingkat SD/MI dan Pildacil tingkat TK-SD/MI. Dicabang perlombaan ini, kita dapat menyaksikan betapa lucunya murid jenjang TK dan SD/MI unjuk kebolehan dalam mengeja kata bahasa Inggris maupun bertausiyah. Berbagai macam gaya penampilan para peserta Pildacil mampu memukau kita. Bahkan ada yang memakai trilingual untuk pembukaan pidatonya.

Keseruaan juga nampak di ruangan untuk Debat Bahasa Arab tingkat SMA/MA. Para peserta adu argumen sesuai dengan tema debat yang diberikan panitia menggunakan bahasa Arab. Kemampuan para peserta berbicara menggunakan bahasa Arab cukup membuat kita bertepuk tangan. Hal ini juga terlihat pada cabang lainnya, yakni Kaligrafi tingkat SMP/MTs – SMA/MA. Kali ini kita diajak untuk terpukau bersama atas karya-karya para peserta yang pantas diacungi jempol.

Beralih menuju area gedung kelas putra, kita disambut penampil menarik dari cabang Story Telling tingkat SMP/MTs dan SMA/MA. Para peserta unjuk gigi kemampuan mendongeng lewat bahasa Inggris. Mereka juga dibantu properti yang mereka siapkan sedemikian rupa. Selain Story Telling, adapula Speech tingkat SMA/MA.

Paling menarik ketika kita singgah di Masjid At-Tanwir kompleks putra. Para peserta yang tergabung dalam cabang perlombaan Tapak Suci ini sibuk memeragakan beberapa jurus. Seperti jurus Naga, Katak, Mawar, dan Naga. Perlombaan ini dijurui langsung oleh PIMDA.

 

Kemeriahan ini masih berlangsung hingga istirahat Sholat Dzuhur. Untuk Final Pildacil dan Story Telling digelar di panggung bazar Prambanan Islamic Fair setelah sholat dzuhur. Acara ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba untuk tiap cabang yang diadakan di halaman gedung sekolah putri. Jajaran pimpinan PPM MBS Sleman Yogyakarta juga hadir sebagai penyerah hadiah secara simbolis. Pengumuman ini menandai berakhirnya Olimpiade MBS 2018. Juara Umum untuk tiap jenjang akan diundang untuk menghadiri Tabligh Akbar pada hari Sabtu (20/01) malam. (swl/znk)

SLEMAN – Tabligh Akbar bersama Ustadz Imam Wicaksono, Lc. MA. sukses digelar pada hari Kamis (18/01) malam. Berlokasi di halaman gedung sekolah putri PPM MBS Sleman, kajian ini dihadiri santriwati, staff pengajar, dan alumni PPM MBS Sleman Yogyakarta. Acara yang dimulai pada pukul 20.15 WIB ini merupakan salah satu acara yang termasuk dalam rangkaian acara Milad Satu Dasawarasa MBS.

Sebelum masuk ke acara inti, Nuril Kaunaini, salah satu santri berprestasi kebanggaan PPM MBS Sleman Yogyakarta,  membacakan ayat suci Al-Qur’an dengan menggunakan tartil saat Pembacaan Kalam Illahi. Kemerduan suaranya membuat para pendengarnya terkagum-kagum dengannya. Setelah Pembacaan Kalam Illahi, acara dilanjutkan dengan acara ini pada malam hari tersebut, yakni Tabligh Akbar.

Pembicara pada Tabligh Akbar tersebut, Ustadz Imam, dengan gaya pembawaannya yang unik dan terkesan gaul, membuat antusiasme para audiens, yang rata-rata adalah anak muda, menjadi tinggi dan mau memperhatikan setiap katanya.

Judul materi yang ia ambil pada kesempatan kali ini adalah “Iman & Pergaulan Zaman Now. Pada saat penyampaian materi, beliau sering menggunakan perumpamaan yang menarik dan mudah dicerna oleh anak-anak zaman now. Misalnya, dalam materinya beliau sempat berkata,”Orang-orang diinstagram kalo mau terkenal, banyak followersnya, mereka harus eksis dulu. Ya sama, kita kalo mau terkenal, difollow sama malaikat dan Allah SWT, kita harus eksis dulu dihadapan mereka dengan cara memperbanyak ibadah”.

Pada saat penyampaian materi, beliau juga sering mengadakan perbandingan orang-orang zaman now (zaman sekarang) dan zaman old (zaman dulu) yang mengundang gelak tawa audiens. Beliau juga berhasil menjelaskan tentang kemuliaan kaum wanita dengan gayanya yang terkesan penuh dengan candaan namun tak melupakan materi yang dibawakan.

Di tengah-tengah penyampaian materi, beliau juga sempat berpesan, “Kalian itu jangan jadi seperti gereh (ikan asin), karena diluar sana itu kita akan menemukan banyak keanehan”. Beliau juga menjelaskan bahwa perubahan tanpa didasari dengan iman akan sangat berbahaya.

Sekitar pukul 22.00 WIB, acara pengajian Tabligh Akbar tersebut selesai. Sebelum ditutup,  Ustadz Imam  juga sempat mempimpin langsung do’a di penghujung acara tersebut. Dengan gaya penyampaiannya yang unik dan gaul, semoga materi tetap bisa tersampaikan ke telinga para pendengarnya dan mengena di hati mereka. Aamiin (swl/znk)

 

 

Koridor kelas PPM MBS Sleman Yogyakarta pagi itu tampak penuh sesak oleh lautan manusia. Berjejer murid-murid dari berbagai macam sekolah, baik tingkat dasar maupun menengah. Ada yang sedang mengulang hafalan qur’annya kembali, dan ada pula yang sibuk membaca modul pelajaran. Itulah sekilas gambaran ramainya gelaran Olimpiade MBS yang dilaksanakan pada hari  Rabu (17/01).

Milad Satu Dasawarsa MBS tak hanya berisi seminar, workshop, dan jalan sehat saja. MBS yang mengambil tagline “Satu Dasawarsa MBS Mengabdi, Menuju Pesantren Sebagai Pusat Peradaban Baru” dalam miladnya kali ini ingin merefleksikan maksud dari tagline tersebut. Salah satunya lewat ajang Olimpiade MBS yang meliputi berbagai macam cabang perlombaan, seperti Olimpiade Matematika, Sains, Nasyid Acapella, Tilawah, dan Hifdzil Qur’an.

Pesertanya tak sekedar siswa-siswi SD, SMP, SMA regional Yogyakarta saja, bahkan adapula yang jauh-jauh datang dari Samarinda.. Hal ini cukup membuktikan tingginya animo masyarakat dalam menanggapi kegiatan ini.

Perlombaan Olimpiade MBS sendiri dibagi menjadi dua babak. Babak penyisihan dilaksanakan pada pagi hari, dimulai dari pukul 08.00 – 09.30 WIB. Dilanjutkan babak final yang dimulai pada pukul 13.45 WIB. Puncak keseruaan nampak sekali pada final Olimpiade Sains yang menggunakan sistem regu. Masing-masing regu berlomba-lomba dalam menekan bel dan menyebut jawaban yang mereka anggap benar.

Untuk Hifdzil Qur’an dan Tilawah, para peserta menunggu panggilan dari panitia sebelum unjuk kebolehan dalam hafalan maupun bacaan. Tak membuang waktu, peserta yang menunggu gilirannya, memanfaatkan waktu luangnya untuk mengulang hafalan Al-Qur’an ataupun melatih bacaan nada. Hal ini terlihat dari koridor lantai 2 dan 3 Gedung Kelas Putri yang dipenuhi oleh sahutan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Juri untuk perlombaan ini adalah beberapa anggota AMM dan beberapa staff pengajar dari berbagai pondok pesantren dan universitas.

Lain lagi dengan Lomba Nasyid Acapella yang digelar di area bazar Prambanan Islamic Fair. Perlombaan ini cukup menyita perhatian pengunjung. Ada 6 peserta yang tampil dalam Lomba Nasyid Acapella ini. Mungkin, sebagian nama sudah tersohor di bidangnya, seperti Mandisa Voice (MAN 2 Surakarta), EMGAAT ACAPELLA (Madrasah Mu’allimaat Yogyakarta), EQ Nada (Ibnul Qayyim), OSIMUS Voice, Javanew Acapella, dan Nasyid SMK 1 Depok.

Juri untuk Lomba Nasyid Acapella ini pun lumayan masyhur. Ada nama Wisnu Ardianto (Personel Riham Nasyid), Budi Ferizqiawan D. P. (Anggota Nasyid Nusantara Jogja), dan Pak Era Sugiarso (Pelatih SINCOSTAN). Tak hanya sekedar menilai, juri juga memberi masukan ditiap penampilan peserta.

Pada penghujung Lomba Nasyid Acapella, tim nasyid nasional milik tuan rumah, PPM MBS Sleman Yogyakarta, SINCOSTAN juga unjuk gigi. Membawakan lagu Satu Dasawarsa MBS, para personel SINCOSTAN berhasil membius pengunjung bazar Prambanan Islamic Fair.

Kesibukan hari itu ditutup dengan pengumuman pemenang Olimpiade MBS dari tiap cabang lomba. Hadir pula jajaran Pimpinan PPM MBS Sleman Yogyakarta sebagai pemberi hadiah secara simbolis kepada para pemenang. Ekspresi tegang nampak pada peserta yang cemas menunggu pengumuman pemenang.

Semarak Milad Satu Dasawarsa MBS ini masih berlanjut hingga hari Ahad (21/01).(swl/znk)

Dream comes true, sebuah kalimat singkat penuh makna yang menjadi keinginan semua orang dalam menapaki dinamika karier kehidupannya. Pun demikian dengan Sin Cos Tan, sebuah nama grup nasyid putri acapella MBS yang namanya akhir-akhir ini menjadi trending topik di belantika dunia nasyid Yogyakarta karena deretan prestasinya. Di puncak prestasinya, Sin Cos Tan tidak ingin seperti ‘kacang yang lupa akan kulitnya’.

Selasa sore, diiringi guyuran hujan lebat yang membasahi bumi Yogyakarta, tujuh personel Sin Cos Tan dengan didampingi manajer setianya ustadzah istianah, dengan semangat 45 menjemput asa. Tepatnya di Diky Studio, nama tempat rekaman dengan owner yang tidak asing di telinga pecinta nasyid , terkhusus di Yogyakarta dan sekitarnya. Siapa lagi kalau bukan Mas Diky, vokalis grup nasyid FATIH yang namanya sudah malang melintang menghiasi jagad nasyid nasional dengan segudang prestasi dan karya terbaiknya. Di studio sederhana itu, Sin Cos Tan luncurkan single perdananya. Moment itu menjadi sangat istimewa karena lagu yang diciptakan adalah untuk yang pertama kalinya dan merupakan persembahan spesial Satu Dasawarsa MBS.

Setelah sekian lama, kami menunggu moment ( rekaman ) indah seperti ini. Kesempatan itu akhirnya datang juga, ujar Wisda personel Sin Cos Tan asal Sangatta yang juga mahir beatbox. Hari ini kami bersyukur bisa memberikan kenangan terindah di Milad Satu Dasawarsa MBS. Jangan dilihat dari bentuknya yang hanya sebuah lagu, tapi dalam tiap syair lagu itu tersimpan ghirah dan kecintaan kami terhadap pondok yang telah membekali kami dengan berbagai macam disiplin ilmu, hingga kami bisa ‘sukses’ seperti sekarang ini, terangnya lagi.

Berkaca dari prestasi yang ditorehkan Sin Cos Tan, kiranya bukan sesuatu yang mustahil bagi MBS untuk bisa mencetak dan melahirkan generasi dan kader militan yang unggul dan berprestasi di berbagai bidang. Dan yang tak kalah penting, prestasi yang dibukukan tiap santri bisa menjadi pelecut dan ibrah bagi santri-santri lainnya sesuai dengan spirit Satu Dasawarsa dan cita-cita luhur MBS “Menjadi Pusat Peradaban Baru”. Peradaban yang akan mewujudkan negeri makmur gemah ripah loh jinawi, baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur.

Ada yang berbeda dengan halaman Sekolah PPM MBS Sleman Yogyakarta Rabu (17/01) pagi itu. Jika biasanya halaman itu dipenuhi dengan santri yang berlalu lalang sambil membawa buku dan tas sekolahnya, maka pagi itu halaman sekolah telah dipenuhi oleh para tamu undangan yang menghadiri acara Pembukaan Milad Satu Dasawarsa MBS.

Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB tersebut, dihadiri oleh Bapak Sri Purnomo, M.Si selaku Bupati Sleman, Bapak Hamdan Hambali selaku perwakilan PWM DI Yogyakarta, dan juga berbagai tamu undangan dari berbagai kalangan.

Sebelum memasuki acara inti, sempat tampil pula tim paduan suara kebanggaan PPM MBS Sleman Yogyakarta, Intranova yang membawakan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Riuh tepuk tangan penonton juga terdengar setelah penampilan Intranova selesai. Setelah Intranova tampil, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Sambutan yang pertama disampaikan langsung oleh Ustadz Fajar Shadik selaku Direktur Utama PPM MBS Sleman Yogyakarta. Dilanjutkan dengan sambutan kedua yang disampaikan oleh Bapak Hamdan Hambali. Dan yang terakhir adalah sambutan oleh Bapak Sri Purnomo sekaligus membuka acara Pembukaan Milad Satu Dasawarsa MBS untuk empat hari kedepan secara simbolis. Pembukaan secara simbolis adalah dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan Launching MBS TV secara simbolis dengan penyerahan logo MBS TV oleh Ustadz Rahmat Susanto selaku Kepala MBS TV kepada Ustadz Fajar Shadik.

MBS TV sendiri merupakan salah satu amal usaha terbaru milik MBS. Dilatar belakangi oleh maraknya informasi yang tidak seimbang dari fakta yang ada (hoax), dan tingginya kebutuhan masyarakat akan tontonan yang memiliki mutu dan kualitas tinggi, membuat MBS ingin mendirikan suatu stasiun TV islami yang dapat menjawab problematika tersebut.

MBS TV yang memiliki slogan “Memberi Informasi dan Inspirasi” ini memiliki beberapa program baru yang menarik, seperti liputan keseharian santri, kunjungan-kunjungan dari berbagai pihak, dan lain sebagainya. Dengan adanya MBS TV diharapkan stasiun TV ini dapat menjadi perekat ukhuwah dan pencerdas umat.

Pukul 11.15 WIB, acara Pembukaan Milad Satu Dasawarsa MBS selesai. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan bazar yang bertempat di halaman sekolah PPM MBS Putra Sleman Yogyakarta.

Untuk empat hari kedepan, lagu Satu Dasawarsa MBS sepertinya akan selalu terdengar di seantero komplek MBS. Dapat dipastikan bahwa keramaian akan selalu nampak di kompleks PPM MBS Sleman Yogyakarta, baik itu dalam rangka perlombaan, seminar, dan berbagai aktivitas lainnya.

 

 

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/