Bicara soal kurukulum merdeka, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sudah dipastikan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Betapa tidak, ini karena P5 dirancang terpisah dari intrakurikuler.

P5 juga menjadi penting dilaksanakan, guna memberi kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.

Tema Perubahan Iklim dipilih berdasarkan isu masalah sampah plastik dan sampah organik di sekitar lingkungan sekolah dan lingkungan peserta didik. Pengelolaan sampah plastik yang biasanya diselesaikan dengan cara membakar belum sesuai dengan dimensi akhlak kepada alam.

Karena hal ini tentu akan memicu terjadinya polusi udara yang dapat memperparah isu pemanasan global serta mengganggu keseimbangan ekosistem global. Aksi nyata yang dilakukan untuk mengatasi isu tersebut adalah dengan membuat ecobrik atau batu bata ramah lingkungan.

Untuk mewujudkan aksi itu, maka diterapkan program Sulap Sampah Anorganik yang diikuti oleh seluruh santri kelas 7,dilaksanakan mulai hari Sabtu, 29 Oktober sampai dengan Kamis, 3 November 2022.

Pada proyek ini, setiap peserta didik diwajibkan menyediakan 1 botol plastik bekas air mineral di dalam tasnya. Botol plastik tersebut diisi dengan sampah plastik jajanan maupun sampah plastik yang ada di sekitar lingkungan kelas. Hal ini juga melatih peserta didik untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya.(ElMoedarries)

PCIM Mesir gelar Muktamaride semarakkan Muktamar ke-48 Muhammadiyah & ‘Aisyiyah. Bersama seluruh warga dan kader Muhammadiyah di Mesir  pada, Jum’at (28/10/22).

Ketua Kegiatan Tegar Shalahuddin, yang juga Alumni MBS mengatakan Muktamaride merupakan kegiatan bersepeda yang diselenggarakan di seluruh Indonesia dengan konsep hybrid cycling. Kegiatan ini mengombinasikan bersepeda secara terbatas dalam kelompok kecil dan rute yang berbeda selama periode waktu yang ditentukan sebagai bagian dari syiar dalam menyongsong pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-48.

“Untuk warga muhammadiyah di luar negeri, tidak terlalu banyak ketentuan untuk peserta muktamaride, tapi di PCIM Mesir kami mencoba menghadirklan sesuatu yang baru, salah satunya dengan kaos official muktamaride dengan desain yang baru karya Tim Media PCIM, selain itu juga ada kupon undian berupa voucher makan di kantin LazisMU Mesir dan kupon undian yang memang di bagi langsung dari Panitia Pusat Muktamaride, untuk para peserta sendiri tampak riang gembira hadir untuk ikut serta bersama mengayuh sepeda sebagai bentuk kebersamaan berkhidmat mensukseskan Muktamar ke-48 Muhammadiyah”katanya.

Dia memaparkan pelaksanaan Muktamaride PCIM Mesir dilakukan start awal dari simpang masjid khadrawi, darassah. Rute berikutnya melewati Monumen Ibrahim Pasha di downton. 

Mengayuh Sepeda

Tegar Shalahuddin juga menjelaskan perjalanan dilanjutkan menyusuri tepi sungai nil dan berhenti tepat di depan nil tower, ikon khas sungai nil, lalu gowes diarahkan menuju jalan raya al haram giza. Sejenak beristirahat sambil mengatur napas, peserta kemudian melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir yaitu Piramida Giza.

“Selepas dari tepi sungai nil peserta Muktamaride langsung tancap pedal menuju Piramida Giza dan istirahat sambil mengisi tenaga dengan minum air mineral. Gowes virtual kemudian dilanjutkan menuju titik finish yaitu Piramida Giza.”

Muktamaride PCIM Mesir semakin terasa kebersamaannya karena selain ada penggembira yang ikut mengayuh bersama. Terdapat pemain pengganti yang siap menggantikan personil yang mengalami kelelahan. Sejak awal niatan mengikuti Muktamaride ini memang untuk membangun kebersamaan dan menggembirakan warga dan kader PCIM Mesir.

Muktamaride

Tegar juga mengatakan sesuai dengan aturan yang disyaratkan panitia Muktamaride pusat bahwa peserta Muktamaride diwajibkan menggunakan Aplikasi Strava sebagai bukti telah melaksanakan gowes virtual ini.

“Berdasarkan data yang direkam Aplikasi Strava, jarak tempuh yang telah dilalui peserta Muktamaride PCPM Babat adalah 455,5 KM dengan lama waktu 3 jam 49 menit. Hal ini telah memenuhi persyaratan minimal jarak tempuh 48 KM yang juga berarti Muktamar ke-48 Muhammadiyah.”

Salah satu peserta muktamaride Amin Alwan, yang juga Alumni MBS mengungkapkan mengayuh sepeda sejauh 48 KM merupakan salah satu bentuk cinta dan khidmat kita kepada Muhammadiyah demi menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah.

“Alhamdulillah semoga agenda Muktamaride ini sebagai salah satu bukti bahwa kita semua kader Muhammadiyah yang Militan,” kata kader dan pengajar Tapak Suci Perwil 037 Mesir.(RSP)

 

Alhamdulillah telah terlaksana kegiatan Muktamaride Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Sudan dengan tema Winter Fun Ride. Kegiatan ini bertujuan untuk memeriahkan dan menyemarakkan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah yang ke-48, serta mempererat ukhuwah dan tali silaturahmi antar kader. Kegiatan Muktamaride dimulai dari malam hari Kamis (27/10) hingga hari Jumat (28/10), meliputi Malam Keakraban, Gowes Pagi, Senam, dan ditutup dengan pembagian doorprize serta makan bakso bersama.

Kegiatan Muktamaride ini dibuka untuk umum sehingga diikuti lebih dari 30 orang peserta yang merupakan kader aktif PCIM Sudan dan simpatisan acara dari luar kader pesyarikatan. Selain itu terdapat anggota istimewa PCIM Sudan yang turut hadir dan memeriahkan acara Muktamaride, “Saya sangat bahagia bisa mengikuti acara ini, dan semoga PCIM Sudan bisa semakin berkembang, sukses, dan terus menebar kebaikan, begitu juga untuk Muhammadiyah Pusat. Salam saya dimanapun kalian berada”, tutur Muhammad Mahdi anggota istimewa PCI Muhammadiyah Sudan asal Yaman.

Struktural kepanitian Muktamaride kali ini diketuai oleh alumni MBS angkatan 6, yaitu Ghifarul Fikri dari Majelis Tabligh dan Perkaderan PCI Muhammadiyah Sudan dan dibantu oleh Dimas Hanief dan Hajir Ahmad.

Rute Muktamaride kali ini dimulai dari Markaz Dakwah PCIM Sudan yang terletak di distrik Arkaweet, kemudian melewati syari’ Mator (nama jalan) dan berakhir di Taman Kemerdekaan Sudan yang berada di depan Kementerian Energi dan Petrolium. Kegiatan ini berlangsung meriah dan gembira karena diselingi oleh yel-yel, jargon yang menyemangati  serta senam yang seru dan doorprize yang ditunggu-tunggu membuat peserta penasaran.

Harapannya dengan adanya kegiatan ini, makin terjalin kerukunan antar kader Muhammadiyah, dan kita bisa mensyiarkan Muhammadiyah kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun kita berada. Dan seharusnya kita juga harus berbangga diri bahwasannya kita adalah kader persyarikatan Muhammadiyah.(Fikri)

Dalam rangka tasyakur kelulusan alumni MBS angkatan pertama yang menempuh studi di Universitas Al Azhar, IKA MBS Mesir mengadakan Akhirussanah Alumni MBS Mesir pada Jum’at (14/10/2022) di Rumah Salila Ardiyah, Bawabat Dua, Nasr City, Kairo.

Setelah empat tahun menempuh studi strata 1 ditambah satu tahun kelas bahasa pra kuliah, akhirnya alumni MBS Yogyakarta angkatan pertama yang kuliah di Universitas Al Azhar Kairo, lulus dengan husnul khatimah bahkan beberapa mendapat nilai Jayyid Jiddan atau bagus sekali.

Akhirussanah tahun ini menjadi momen spesial karena kali pertama diadakan, dan memberi arti tersendiri dengan datangnya tokoh persyarikatan secara virtual, diantaranya adalah; Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si., dan Penasehat PPM MBS Yogyakarta, Prof. Amien Rais, M.A.

Acara dimulai pada pukul 5 sore, diawali dengan mendengarkan sambutan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, mengingatkan pentingnya meningkatkan kualitas para kader muhammadiyah yang sedang menimba ilmu di timur tengah “Era baru sekarang memerlukan kader-kader yang pandangan nya yang melintas batas, Muhammadiyah banyak tantangan nya saat ini, kami harapkan juga bahwa para kader yang sedang menimba ilmu di al azhar dan di tempat-tempat lain, agar bagi mereka yang pulang ke tanah air nanti menjadi kader-kader yang ulul albab, kader-kader yang berkualitas dalam menggerakkan persyarikatan Muhammadiyah yang lebih di dinamis, progresif dan lebih berkemajuan. “

Selain itu, lanjut Haedar, kader muhammadiyah alumni timur tengah harus memiliki relasi yang luas, melintas batas, progresif dan dinamis, agar nanti ketika pulang mampu menyebar risalah islam berkemajuan.

“Saya percaya dari disiplin ilmu yang dipelajari di bumi Mesir para kader Muhammadiyah, terlebih yang aktif menjadi pimpinan PCIM maupun PCIA juga menjadi kader-kader yang punya kemampuan perspektif atau wawasan dan berbagai relasi yang lebih inklusif, lebih progresif dan dinamis. Sehingga ketika pulang ke tanah air, kader-kader Muhammadiyah itu mampu menebar pemikiran islam berkemajuan yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar prof haedar.

Senada dengan itu Prof Amien Rais, Penasehat PPM MBS, memberi nasehat kepada alumni al azhar, bahwa beberapa tahun di mesir menjadi thalibul ilmi adalah momen istimewa, hanya segelintir orang yang bisa merasakannya, walaupun memang tak bisa dipungkiri bahwa kairo juga termasuk ibu kota metropolitan yang punya pengaruh tersendiri.

“Kalian yang berada di mesir sesungguhnya memilki kesempatan emas untuk meraup samudera ilmu yang sangat luas, selama masih disana gunakan waktu dengan sebaik-baiknya, baca buku itu sebanyak-banyaknya, saya sendiri punya pengalaman yang indah waktu masih muda walaupun hanya satu tahun di kairo, memberi makna dan pemahaman yang lebih bagi saya soal pengetahun dan wawasan keislaman, walau memang kairo itu juga kota metropolitan, tidak menjadi aral bagi kita untuk berwawasan luas dan menglobal, jangan sampai pulang dari sana justru sebaliknya” tutur prof amien.

Pembicara ketiga, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Fathurrahman Kamal, juga menegaskan bahwa mesir yang menjadi ka’bah ilmu, pusat nya studi islam, seharusnya mampu menjadikan tahlibul ilmi didalamnya bersungguh sungguh dalam mencari ilmu dan hikmah para ulama, karena fase di mesir adalah momentum emas u ntuk meraih semua itu.

“Saya sangat yakin bahwa masa di mesir ini adalah kesempatan yang paling baik dalam episode kehidupan ikhwah sekalian, dan karunia ini tidak akan di berikan kecuali kepada orang orang yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, karenanya saya berpesan pada ikhwah sekalian hidupkan hari hari antum dengan ber mulazamah pada masyaikh azhar, para ulama dan guru-guru yang mulia disana, tatalah qalbu, pertajam akal, dan juga memperbaiki akhlak, agar menjadi insan kariman” kata ustadz Fathur.

Disamping mendengarakan taujihat wal irsyadat dari para tokoh persyarikatan, acara ini juga diselingi pemberian tuhfah untuk masing masing alumni berupa ucapan selamat dalam bentuk selongsong, persis seperti wisuda di pondok tercinta.

Acara dilanjutkan dengan makan bersama dan ramah tamah, pesan dan kesan bagi wisudawan wisudawati setelah menempuh pendidikan lima tahun di al azhar, diantara alumni yang lulus tahun ini adalah

Mouhan Akhyar Kho’ad – Fakultas Syari’ah Islamiyyah

Tegar Shalahuddin Ruhutama – Fakultas Syari’ah Islamiyyah

Puji Fauziah Kusumahhakim – Fakultas Ushuluddin

Faradizka Angelita – Fakultas Syari’ah Islamiyyah

Lathfifah Firyal Syaiful Ahmad – Fakultas Ushuluddin

Acara ini juga menjadi puncak acara dari rangkaian kegiatan Milad 5 tahun IKA MBS Mesir yang di mulai sejak dari awal september lalu, sekaligus menjadi agenda wada’an bagi alumni yang akan pulang ke tanah air dalam waktu dekat, rencananya kegiatan seperti akan menjadi agenda rutin tahunan dan persembahan terakhir untuk alumni yang lulus, selamat untuk alumni MBS Yogyakarta yang selesai menempuh pendidikan sarjana di Universiktas Al Azhar Kairo, semoga apa yang di dapat dari kalam para ulama dan berbagai hikmah kehidupah di bumi kinanah bisa menjadi ibrah untuk melangkah di episode selanjutnya, Tahniah wabarakallah.(Renaldi Sheva Perdana)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui LP2M menggelar Apel Akbar Nasional Hari Santri 2022 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School, Prambanan, Sleman Yogyakarta, pada Senin (24/10). Wakil Presiden RI, KH. Makruf Amin hadir menjadi pembina apel dan memberikan amanat dalam gelaran acara tersebut.

Pada peringatan Hari Santri Nasional ini, acara diawali dengan penampilan dari para santri MBS. Ragam penampilan baik tari dan kesenian lainnya ditampilkan dalam apel akbar tersebut.

Mengawali sambutan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. M. Busyro Muqoddas, M. Hum menyampaikan rasa bangga dan kesyukurannya atas perkembangan dan kemajuan MBS Yogyakarta yang cukup pesat dengan berkembangnya beberapa bidang unit ekonomi pesantren yang dapat memenuhi kebutuhan pondok dan juga mengangkat perekonomian warga sekitar.

Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin memaparkan tiga poin peran santri dalam merebut kemerdekaan dan membangun negeri. Mantan Ketua MUI itu mengatakan bahwa peran serta kiprah santri sangat diakui oleh negara. Salah satu bentuk pengakuan atas kiprah santri yang dilakukan bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka adalah adanya Peringatan Hari santri.

“Alhamdulillah, memang peran santri di Indonesia ini diakui oleh negara. Yaitu dengan ditetapkannya Hari Santri. Santri terus berkiprah, bahkan sejak sebelum kemerdekaan,” kata Wapres.

Wapres menuturkan, peran santri tidak hanya sampai mengusir penjajah dari bumi Indonesia, tetapi santri juga terlibat dalam menyusun konstitusi negara.

“Santri terus berkiprah hingga hari ini dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dan mengisi pembangunan menuju Indonesia maju,” ungkap Wapres. Menurutnya, terdapat tiga doktrin yang dipegang teguh oleh santri sehingga dapat terus berperan dalam sejarah bangsa Indonesia.

Pertama, hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Karena itu, santri siap melakukan apa saja untuk membela, memperjuangkan, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini karena hubbul wathan minal iman terus ditanamkan. Itu saya kira yang membuat santri siap bahkan mengorbankan nyawanya untuk bangsa dan negara,” ujar Wapres.

Kedua, masih menurut Wapres, adalah hifdzul mitsaq atau menjaga kesepakatan. Terbentuknya NKRI, Pancasila adalah merupakan kesepakatan yang disebut kesepakatan nasional. “Kalau santri mengatakan NKRI harga mati, itu artinya memegang teguh kesepakatan nasional. Karena itu kita menolak segala bentuk ideologi lain, bentuk negara yang lain, karena apa, karena itu menyalahi kesepakatan,” ujarnya.

Ketiga, semangat memakmurkan bumi. Ini adalah perintah Allah. Terutama oleh karena jabatan manusia sebagai khalifah fil ardh. Untuk mengemban tugas itu butuh ilmu pengetahuan. Maka, santri harus dan wajib semangat menuntut ilmu.

Apel Akbar Hari Santri Nasional ini juga turut dihadiri Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. M. Busyro Muqoddas, M. Hum, Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Ketua LP2M PP Muhammadiyah, Dr. Maskuri, M. Ed, para Mudir Ponpes Muhammadiyah serta ribuan santri dari perwakilan pondok pesantren Muhammadiyah.

Peringatan kali ini juga dilaunching peluncuran “Buku Panduan Budaya Pesantren Muhammadiyah” dan “ Best Practice Pesantren Muhammadiyah”oleh Dr. M. Busyro Muqoddas, M. Hum serta pemberian penghargaan kepada tujuh pesantren berprestasi tingkat nasional dan internasional oleh LP2M, diantaranya, Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Pesantren Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta, Pesantren MBS Muhammadiyah Prambanan Yogyakarta, Pesantren Sains TrenSains Muhammadiyah Sragen, Pesantren Al Mujahidin Gunungkidul, Pesantren Imam Syuhodo Sukoharjo, dan Pesantren Ibnu Juraimi Yogyakarta. (ElMoedarries)

Kunjungan seorang masyayikh ke Pondok Pesantren selalu membawa kenangan. Apalagi kehadiran tokoh tersebut membawa pencerahan dan semangat baru bagi peningkatan kualitas pondok pesantren tersebut. Hal itulah yang dirasakan oleh pimpinan Pondok Pesantren MBS Yogyakarta, ustadz Fajar Shadik, ketika dikunjungi oleh Syeikh Dr. Abdul Karim bin Isa Ar Ruhaily, tim assesor dari Universitas Islam Madinah, semalam (18/10) tiba di Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Beliau didampingi oleh ustadz Nurdin Apud Sarbini, Lc; M. Pd, mudir Pondok Pesantren Al Andalus, Bogor. Kunjungan beliau, Dr. Abdul Karim bin Isa Ar Ruhaily ke MBS ini adalah untuk yang pertama kalinya. Kehadiran beliau ke MBS kali ini dalam rangka melakukan verifikasi berkas mu’adalah yang telah diserahkan pada tahun 2018 silam. Beliau akan menilai kelayakan dari Pondok Pesantren MBS sebagai pondok yang pantas untuk mendapatkan predikat mu’adalah atau akreditasi dari pihak Universitas Islam Madinah atau yang biasa disingkat UIM.

Pagi ini, Rabu(19/10), tepat pukul 09.30, Dr. Abdul Karim tiba di MBS. Sebelum melakukan verifikasi, beliau bertemu dengan Direktur dan jajaran pimpinan MBS. Direktur MBS, ustadz Fajar Shadik, selain menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang juga berharap kepada assesor agar MBS bisa berhasil dan sukses dalam proses mu’adalah kali ini. Dalam kesempatan tersebut, beliau Dr. Abdul Karim mengajukan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pesantren.

Ketika dilakukan kesempatan tanya jawab dengan assesor, Direktur MBS, dengan menggunakan bahasa arab yang cukup fasih menerangkan kepada assesor terkait dengan berbagai program pendidikan yang telah, sedang dan akan dilakukan pihaknya dalam beberapa tahun ini. Mulai dari jumlah santri, asal santri, termasuk kurikulum yang digunakan, prestasi hingga persebaran lulusan santri.

Setelah itu, beliau melakukan verifikasi dengan masuk ke beberapa kelas. Beliau menggunakan kesempatan ini untuk turun, guna melihat secara langsung fakta-fakta di lapangan. Selain melihat, beliau juga mengambil data dan melakukan interaksi dengan santri untuk mengetahui kemampuan memahami dan berbicara santri.

Sementara itu, ketua panitia mu’adalah MBS, ustadz Taufik, Lc mengatakan, diantara kelebihan jika sebuah lembaga telah termu’adalah oleh Universitas Islam Madinah, maka ijazah lembaga tersebut setara dengan lembaga pendidikan yang ada di Saudi. Selain itu, lanjut beliau, kemungkinan lulusan lembaga yang telah termu’adalah untuk melanjutkan ke UIM lebih besar. Ustadz Taufik menambahkan, kunjungan assesor UIM yang diwakili Syeikh Dr. Abdul Karim bin Isa Ar Ruhaily ke MBS diharapkan dapat membuktikan keseriusan kita, bahwa MBS serius dalam mengantarkan santri-santrinya untuk berdiaspora melanjutkan jenjang pendidikannya ke Timur Tengah, terutama Madinah, pungkasnya. Kegiatan ini diakhiri dengan makan siang bersama dengan menu khas arab, nasi kebuli.

Semoga MBS diberikan kemudahan dan hasil terbaik dari proses mu’adalah Universitas Islam Madinah. Sehingga, ke depan dengan maqbulnya proses mu’adalah UIM semakin banyak alumni Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta yang bisa berkesempatan menimba ilmu di dua kota suci, Makkah dan Madinah.(ElMoedarries)

Guna menyemarakkan songsong muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke 48, PCIM Arab Saudi yang dimotori Akhi Rizal Arifin, alumnus MBS Yogyakarta angkatan ke-4, mengadakan kegiatan Muhammadiyah Day. Diantaranya Jelajah Badar dan Muktamaride.

Alumni MBS yang kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam madinah. dari kiri ke kanan, mahfudz Ridwan (angkatan 6), Imam Arifin (angkatan 3), Rizal Arifin (angkatan 4)

“Lewat kegiatan Jelajah Badar ini kami ingin mengambil spirit dan mengenang kembali perjuangan Rasulullah dalam perang Badar. Kami bersama rombongan melewati jalan atau rute yang dilewati Rasulullah waktu perjalanan Madinah-Badar pada waktu itu. Pada kesempatan itu, kami beserta rombongan juga menyempatkan mampir sejenak di sumur Bi’r Ar-rauha yang mana dulu Rasulullah sempat singgah disini satu malam dalam perjalanan Madinah Badar, tepatnya pada tanggal 15 Ramadhan tahun 2 Hijriyah.

Adapun untuk Muktamaride kita mengambil rute dari kampus UIM ke Masjid Qiblatain – Khandaq – masjid Nabawi – Masjid Quba, kemudian kembali ke kampus, kata ketua panitia kegiatan, akhi Rizal Arifin, Selasa (10/10).

Rizal menyebut, harapan diselenggarakannya kegiatan ini ialah untuk menyambut Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah di Surakarta, dan sekaligus acara bonding agar ke depannya kader-kader PCIM lebih bersemangat dalam berMuhammadiyah di Arab Saudi.

Untuk itu Rizal mengajak segenap mahasiswa Muhammadiyah beserta warga dan simpatisan Muhammadiyah di Saudi dan sekitarnya untuk bersama-sama berperan aktif, mengikuti dan mensukseskan Pelaksanaan kegiatan Muhammadiyah Day ini. “Kita bersama-sama meriahkan dan bergembira mengikuti rangkaian acara Muhammadiyah Day ini. Disamping itu juga sebagai wujud saling menjaga silaturrahmi dan ukhuwah,” terang Rizal. (ElMoedarries)

Naresy International Education Consultant atau NIEC buktikan bahwa mereka yang ingin melanjutkan sekolah di luar negeri tidak harus kesusahan sendiri.

Melalui lembaga konsultasi pendidikan seperti NIEC, pelajar Indonesia yang memiliki keinginan untuk bersekolah di luar negeri bisa mendapatkan bimbingan dan bantuan dalam mempersiapkan jenjang sekolah mereka di luar negeri.

“Nanti akan kami bantu prosesnya. Kami akan terus membantu proses mulai dari langkah awal pendaftaran hingga setelah visa jadi,” tutur Harry Prayoga selaku konsultan pendidikan NIEC. Yoga juga menuturkan bahwa NIEC juga akan mendampingi pelajar yang bersekolah di luar negeri sampai mereka lulus dan akan menyediakan konsultasi bahkan setelah pelajar tersebut lulus.

“Kami juga akan bantu kalau ada pelajar atau santri yang butuh tiket pesawat atau memutuskan untuk melanjutkan di sana setelah lulus. Kami akan dampingi juga apabila ada yang membutuhkan konsultasi pasca kelulusan,” tambah Yoga.

Ia juga mengatakan bahwa ada berbagai macam cara yang dapat dipilih oleh pelajar dan santri Indonesia untuk melanjutkan sekolah di luar negeri. Mereka bisa memilih jalur mandiri atau menggunakan agen pendidikan seperti NIEC.

Yoga mengatakan bahwa mereka yang memilih jalur mandiri cenderung kesusahan karena prosedur pengurusan visa yang cenderung rumit sehingga banyak pelajar yang memilih untuk mengambil bantuan agen pendidikan yang dianggap lebih paham tentang prosedur yang harus dilalui baik di dalam negeri maupun di negara tujuan pelajar.

Hal ini disosialisasikan oleh NIEC di depan santriwan MBS kelas XII pada hari Senin, 17 Oktober 2022 di masjid Attanwir.

Di akhir sesi, Yoga berharap melalui forum ini santri MBS yang mempunyai mimpi untuk kuliah di luar negeri mendapatkan informasi secara detail terkait kuliah di luar negeri. Termasuk diantaranya negara yang available dimana saja, kuliah di luar negeri seperti apa, peluang beasiswa, detail pembayarannya bagaimana dan jenis kampus yang recommended seperti apa. Sehingga santri mempunyai gambaran secara detail terkait kuliah di luar negeri.

NIEC sendiri merupakan agen konsultan pendidikan internasional yang sudah 12 tahun berdiri dan berpusat di Bali. Selain Bali, NIEC juga mempunyai cabang di beberapa daerah diantaranya; Yogyakarta, Singaraja, Lombok, Jakarta, Medan, Kalimantan dan Makassar. Dan sampai saat ini NIEC telah berpartner dengan 165 Universitas di luar negeri yang tersebar di 20 negara.(ElMoedarries)

Santri  kelas X dan XI SMA MBS Yogyakarta mengikuti Pelatihan Cloud Computing AWS Tech for Indonesia 2022 yang diselenggarakan secara luring atau tatap muka oleh Yayasan Sagasitas Indonesia, Yogyakarta. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 15 – 16 Oktober 2022, dari pukul 07.30 s.d 12.00 WIB. Pelatihan ini juga diikuti oleh siswa dan guru di tujuh provinsi di Indonesia.

Materi pelatihan yang disampaikan adalah sebagai berikut:

 

Introduction to Cloud Computing

Introduction to AWS Service

Introduction to AWS Cloud Foundation and Learner Lab

Registration to AWS Academy

Hands on: Static Website and How to Host

 

Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka upaya peningkatan wawasan pengetahuan siswa SMA menghadapi era pendidikan 4.0 khususnya di bidang cloud computing. Yayasan Sagasitas Indonesia mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan AWS Indonesia dan telah mendapatkan rekomendasi Direktorat SMA, Dirjen Pauddikdasmen, Kemendikbud Ristek RI, untuk mengadakan pelatihan cloud computing untuk siswa dan guru di Indonesia.

AWS Educate melalui AWS Indonesia merupakan sebuah platform pembelajaran dari Amazon Web Services (AWS) yang menyediakan akses ke fitur-fitur AWS secara gratis untuk siswa dan guru. Selain itu, pada AWS Educate juga menyediakan modul-modul pembelajaran cloud computing yang juga dapat diakses secara gratis. Teknologi cloud computing dapat membantu siswa dan guru menyelesaikan masalah secara cepat, aman, dan terjangkau.

Kegiatan pelatihan yang diikuti oleh santriwan dan santriwati SMA MBS Yogyakarta ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, ustadz Roiq, Lc. Beliau mengharapkan, dengan kegiatan ini dapat meningkatkan semangat berliterasi secara digital dan memotivasi santriwan santriwati SMA MBS dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang tekhnologi, terutama dalam hal pembuatan website sehingga dapat meningkatkan mutu lulusan SMA MBS. (ElMoedarries)

 

Selamat berkarya bagi Santriwan dan Santriwati MBS  !!!

Tim Cerdas Cermat Agama (CCA) SMA Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta berhasil membawa pulang trofi juara 3 dalam Islamic Haska JMF FMIPA UNY Festival tingkat Nasional yang diselenggarakan pada hari Sabtu 15 Oktober 2022 di Universitas Negeri Yogyakarta.

Tim CCA yang terdiri dari M. Alfian Fakhrurrozi (XII MIPA 1), Alwan Candra Ririh Adyaksa (XII MIPA 2), dan Hanif Ihsan Ramadhan (XII MIPA 2) harus puas menduduki posisi ketiga setelah di babak final harus mengakui keunggulan kompetitornya.

Sebelum masuk babak final, tim CCA SMA MBS berhasil masuk delapan besar dari 24 peserta yang didominasi dari DIY dan Jateng pada seleksi pertama.

Delapan tim yang masuk semifinal dibagi menjadi dua grup. Bersama dengan MA Darul Ahsan, SMA Muhammadiyah Kota Barat Surakarta dan SMA TrenSains Sragen, MBS berhasil maju mendampingi MA Darul Ahsan ke babak grand final setelah sebelumnya mengeliminir dua semifinalis lainnya, SMA Muhammadiyah Kota Barat Surakarta dan SMA TrenSains Sragen.

Babak final CCA ini dilaksanakan dalam dua babak dan berjalan kompetitif. Pada babak pertama masing-masing regu, SMA MBS, MA Darul Ahsan, MAN 3 Sleman dan SMAN 2 Bantul berhasil meraup nilai optimal, sehingga selisih nilai yang didapat setiap regu sangat tipis. Hingga pada babak kedua (babak rebutan) Alfian Fakhrurrozi dkk gagal merebut mayoritas soal yang diajukan oleh dewan juri dan mengantarkan tim CCA SMA MBS menjadi terbaik ketiga.

Ustadz Eko Sugiarto, S. Pd pendamping lomba mengakui bahwa dirinya optimis bisa masuk babak final, dan Alhamdulillah bisa terwujud. Meski belum mendapatkan hasil yang maksimal, sebagai pembimbing beliau merasa optimis bahwa capaian ini mampu meningkatkan motivasi santri lain untuk bisa meraih keberhasilan di cabang-cabang lomba yang lain.

“Apapun hasilnya harus disyukuri. Ikhtiar dan sinergitas dalam tim yang telah berupaya keras telah mencapai hasil yang diharapkan”, ungkap ustadz Eko.(ElMoedarries)