Dakwah Santri adalah salah satu program unggulan Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta yang rutin dilaksanakan pada setiap Bulan Suci Ramadhan. Program tersebut dilakukan dalam rangka khidmah kepada masyarakat dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Disamping juga untuk melatih mental para santri.

Ketua panitia Dakwah Santri, ustadz Fendik mengatakan, Dakwah Santri adalah kegiatan tahunan yang diikuti oleh santri kelas 1 dan 2 SMA yang telah terseleksi dalam bentuk pengabdian di masyarakat,” katanya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama satu pekan. Yakni, terhitung sejak tanggal 19 hingga 28 Maret 2024 dan bertempat di berbagai lokasi di DIY dan Jateng.

Menurut ustadz Fendik, selama berada di masyarakat para santri ini diharapkan dapat membantu dalam membina anak-anak santri di Taman Pendidikan Alquran (TPA), mengisi ceramah Ramadhan di masjid-masjid, menjadi imam tarwih, menyiapkan buka puasa, bakti sosial, dan peningkatan kualitas ibadah selama bulan Ramadhan.

Ustadz Fendik mengatakan bahwa program dakwah santri sempat terhenti di masa pandemi, namun Alhamdulillah pada tahun ini program tersebut kembali dapat terlaksana.

Ada 349 santri yang kita terjunkan dan akan berkhidmah di masyarakat sampai Tanggal 28 Maret mendatang. Mereka kita bagi menjadi 59 kelompok dengan rincian 32 kelompok putra dan 27 kelompok putri dan setiap kelompok terdiri dari kurang lebih 6 santri, ujarnya saat dikonfirmasi.

Di hadapan para santri yang akan bertugas, ustadz Fendik berpesan agar mereka tetap menjaga nama baik pondok selama berada di tempat tugas. Menurutnya, kalau santri baik selama berada di masyarakat, maka pesantren pun akan ikut menjadi baik, sebaliknya pun demikian.

Pandai-pandailah anakku dalam bersikap. Jangan lupa agar senantiasa menjaga nama baik Pondok kalian. Berkhidmalah dan berbuatlah kebaikan secara maksimal, maka insya Allah nama baik pondok kita akan tetap terjaga, ujarnya memberi semangat.(ElMoedarries)

 

Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta kembali membuktikan sebagai sekolah unggulan dalam mencetak kader ulama. Pada tahun akademik 2023 ini, Pesantren yang berlokasi di dusun Marangan, Prambanan, Sleman ini, kembali mengirimkan alumninya untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar, di Kairo, Mesir.

38 orang alumni MBS yang dinyatakan lulus dan diterima sebagai mahasiswa di Universitas Islam tertua di dunia tersebut, dilepas Direktur PPM MBS Yogyakarta, ustadz Fajar Shadiq, di Aula Ki Bagus Hadikusumo, Selasa (19/3).

Turut hadir dalam acara pelepasan, anggota LP2PPM, Ustadz Dr. Djamaluddin Perawironegoro, S. Thi., M. Pd.I didampingi ustadz Fathurrabbani, Lc perwakilan dari lembaga mediator Fustat PCIM Mesir beserta orang tua walisantri.

Direktur MBS, dalam sambutannya, meminta santri untuk fokus dalam belajar dan memanfaatkan waktu hanya untuk tholabul ilmi, tidak untuk yang lainnya. “Kehadiran antum di Kairo bukan untuk pindah tempat tidur, bukan untuk bisnis ataupun kepentingan lainnya. Antum harus fokus pada studi yang akan dijalani,” tutur ustadz Fajar saat memberikan arahan kepada santri.

Direktur MBS juga sangat bersyukur dengan semakin banyaknya kuota yang didapatkan oleh MBS untuk mengirimkan kader terbaiknya ke kairo pasca mengantongi syahadah mu’adalah. Tahun ini menjadi jumlah terbanyak yaitu sebanyak 47 santri, yang pada tahun sebelumnya hanya 24 santri. Alhamdulillah, ini merupakan fadhol dari Allah yang patut kita syukuri bersama.

Ustadz Fathurrabbani atau yang akrab disapa ustadz Bani dalam sambutan mengatakan bahwasannya sekarang kader-kader Muhammadiyah sangat terbantu dengan adanya Lembaga Konsultan Pendidikan (LKP) Fustat. Anak-anak tidak perlu mengurus administrasi dan akomodasi, dari Indonesia tinggal berangkat saja ke Mesir. “Insya allah anak-anak baru tidak akan grambyang sampai disana, LKP Fustat yang berada dalam naungan PCIM Mesir akan berusaha memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik, katanya.

Alumni Al-Azhar itu juga mengingatkan kepada santri bahwasannya anak-anak mengemban misi yang sangat berat. Antum sebagai kader diaspora secara tidak langsung mempunyai kewajiban untuk membawa nama baik Muhammadiyah di kancah internasional. Dengan cara meramu ajaran di al Azhar dengan kekhususan yang ada di Muhammadiyah untuk kemudian menyebarkan risalah seantero bumi dengan modernitas Muhammadiyah,”ujarnya.

Mendapatkan kesempatan terakhir memberikan sambutan, Dr. Djamaluddin, mewakili LP2PPM menyampaikan 3 pesan kepada para santri kader diaspora. Dosen UAD tersebut meminta para santri untuk bersyukur karena bisa menimba ilmu di Al Azhar. Pesannya lagi, jangan sampai antum merubah niat untuk menuntut ilmu, jangan goyah dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Yang terakhir, alumni Gontor itu menekankan agar saat mereka lulus harus berkhidmah ke Muhammadiyah.

Turut mendampingi hingga keberangkatan penerbangan di bandara Internasional Soekarno-Hatta, penanggung jawab studi timur tengah ustadz Mouhan Akhyar Kho’ad, Lc, ustadz Muh. Sholihin, Lc, M. Hum, ustadz Umar Zaelani, S. Pd serta kepala sekolah SMA MBS, ustadz Roiq, Lc

Sekedar informasi, keberangkatan ke Mesir kali ini dengan jumlah 38 santri menyusul pemberangkatan 9 alumni lainnya yang telah berangkat dalam beberapa bulan terakhir.

Selain negara Mesir, alumni MBS saat ini telah tersebar di kampus-kampus ternama di Madinah, Sudan, Maroko, Turki, Libya, Suriah, Yaman, Malaysia dan Thailand.

Semoga Allah mudahkan perjalanan para santri dalam menuntut ilmu di negeri seribu menara itu. Bersungguh – sungguhlah dalam belajar dan menuntut ilmu. Kelak, setelah khatam ilmu dan pengajaran, kembali ke kampung halaman menjadi ulama dan umara dambaan umat, tempat umat bertanya dan mencari jawab. Amin..(ElMoedarries)

 

Tebar keberkahan di bulan suci ramadhan, PR IPM Putri MBS bekerjasama dengan Lazismu MBS melakukan satu spektrum gerakan bagi-bagi takjil kepada pengguna jalan di pertigaan lampu merah pos Polisi Piyungan, Bantul, Ahad kemarin (17/3).

Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, dan salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keberkahan adalah melalui bersedekah, begitulah yang sedang dilakukan oleh para santri MBS.

Kegiatan pembagian takjil on the road ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang kami adakan di bulan suci Ramadhan tahun ini,” ucap ketua Lazismu MBS ustadz Dodi Herviyan Saputra, SE.

Lebih lanjut, ia menuturkan tujuan dari pembagian takjil ini untuk meningkatkan rasa peduli dengan sesama umat muslim dan rasa syukur kepada Allah karena masih dipertemukan dengan bulan yang penuh barokah tahun ini, tutur ustadz Dodi.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi para santri untuk bisa berbagi kepada sesama,”pungkasnya.

Sebanyak 300 paket takjil yang terdiri atas nasi box, snack dan susu dibagikan ke pengguna jalan yang melintas. Salah satu perwakilan santri, Mutia Aulia Rachmawati mengungkapkan bahwa para pengguna jalan yang melintas di sekitar pertigaan bangjo Piyungan  begitu antusias saat menerima takjil gratis.

“Antusias masyarakat sangat baik menerima takjil gratis, warga senang menerima dan mengucapkan banyak terima kasih kepada kami dan tim Lazismu. Salah seorang warga juga mendoakan agar kami tetap dalam lindungan Allah Ta’ala,” ujarnya.

Untuk tahap awal, pihaknya memang hanya membagikan 300 paket takjil, namun pada kegiatan berikutnya akan ditingkatkan lagi.

Mutia menyebutkan, pembagian takjil berbuka puasa akan menjadi agenda rutin selama bulan suci ramadhan.

“Semoga pembagian takjil berbuka puasa ini bermanfaat, khususnya kepada masyarakat yang beragama muslim yang menjalankan ibadah puasa, terimah kasih sekali lagi saya ucapkan kepada para donatur yang telah ikhlas hati untuk membantu terlaksananya kegiatan ini,” ucapnya.(ElMoedarries)

Buka puasa menjadi salah satu momen yang dinanti saat bulan Ramadhan. Di berbagai belahan dunia, momen berbuka memiliki keunikan tersendiri. Tak terkecuali dengan di Tanah Suci. Keunikan buka puasa di Mekkah begitu khas dan mengesankan.

Tetapi momen berbuka di Kota Nabi tersebut tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Hanya yang berada di sana lah yang bisa menikmati momen tersebut. Baik yang berada di sana dengan keperluan umroh, maupun keperluan yang lainnya.

Hal itulah yang menjadi pengalaman baru santri MBS peserta dauroh internasional dalam menikmati waktu sembari menunggu berbuka puasa atau ngabuburit. Mereka berbuka puasa sambil menikmati keindahan kota Mekkah dari puncak gunung Jabal Nur.

Ngabuburit di atas puncak jabal Nur merupakan pengalaman pertama bagi kami, kata Bintang Banua. Menurutnya,  menunggu waktu berbuka puasa dengan berziarah ke Jabal Nur sekaligus melihat langsung gua tempat diturunkannya ayat pertama dalam Alquran kepada Nabi Muhammad, merupakan momen penting yang tidak bisa disia-siakan.

“Tempatnya enak banget untuk ngabuburit, saya bisa santai sambil menambah pengetahuan tentang sejarah Islam di bumi para nabi. Dan suasana di sini membuat hati jadi lebih tentram menjelang berbuka.” Embusan angin pegunungan memberikan sensasi tersendiri. Berbuka puasa juga semakin menyenangkan walaupun dengan menu berbuka seadanya, katanya.

Dengan suasana yang damai dan nyaman menjelang maghrib, Jabal Nur bukan hanya tempat populer untuk ngabuburit, tetapi juga destinasi inspiratif untuk mempelajari dan berbagi tentang warisan keislaman bagi para peserta dauroh.(ElMoedarries)

 

Sebagai generasi zaman now, sudah sepatutnya kita tidak asing lagi dengan editing grafis. Desain grafis adalah suatu hal yang cukup dibutuhkan di dunia kerja maupun di dunia keseharian termasuk di IPM.  Rasanya kurang update apabila kita sebagai anak muda, kurang lihai dalam dunia edit grafis.

Terlebih lagi bagi santri PPM MBS Yogyakarta, yang dimana hampir setiap jenjangnya pasti akan membutuhkan personil dengan skill editing grafis. Entah dalam perihal sekolah, tugas asrama, atau hal lainnya. Editing grafis atau berkreasi secara digital sedang banyak diincar oleh orang-orang, karena tidak banyak yang memiliki skill tersebut karena sulit dan sangat butuh banyak kesabaran. Selain harus menuangkan imajinasi secara digital, penggunaan tool’s yang beragam juga menjadi perhatian khusus dalam dunia edit grafis.

Untunglah ada Kak Akbar Rizky, selaku pemateri dalam “Workshop edit grafis” yang sudah berkutat dalam dunia desain grafis selama kurang-lebih 11 tahun lamanya. Sebagai seorang yang sudah paham mengenai dunia digital seperti Kak Akbar, mendesain sesuatu sudah tidak perlu membutuhkan waktu lama. Hanya perlu sat-set-sat-set semua beres. Bagi Kak Akbar, mendesain sudah seperti menggambar dalam kanvas digital. Hanya perlu membuat sketsa kasar, lalu ditambah dengan sedikit detail maka desain sudah selesai dalam sekejap mata.

Workshop ini diadakan bertepatan dengan hari Kamis(14/03/24) yang bertempat di Lab. Komputer 1 PPM MBS Yogya. Workshop ini juga sangat menarik perhatian banyak santri, salah satunya adalah Sekretaris Umum PR IPM MBS Putra. Bahkan, selama masa pendaftaran santri yang ingin mendaftarkan diri mencapai batas overload. Sehingga besar kemungkinannya banyak santri yang ingin workshop ini diadakan kembali.

Ini adalah salah satu inovasi dari Bidang MultiMedia periode 2023/2024 untuk seluruh santri MBS. Yang dimana, segenap Bidang MultiMedia berharap dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi semua, dan ini bisa menjadi pahala jariah. Aamin [PR IPM Putera]

 

Kamis (14/03/2024), BPPH Al-Azhar berkunjung di PPM MBS Yogya. Mereka lima orang BPPH disambut Direktur PPM MBS Yogya, Ustaz Fajar Shadik beserta Sekretaris PPM MBS Yogya Ustaz Sahman, Lc serta Kepala SMA MBS Yogya Ustaz Roiq, Lc di ruang meeting Mudir. Rombongan tiba pukul 09.00 Wib.

Drs. Bashori Muhammad, M.M selaku Wakil Kepala Bidang Kesekretariatan BPPH Al-Azhar menyampaikan, “Alhamdulillah, kami bisa hadir di MBS untuk pertama kalinya, kami mengucapkan “kulonuwun” sekaligus mengucapkan “terimakasih” karena sudah diterima dengan baik di PPM MBS Yogya ini.”

Pak Bashori menambahkan, “Kami mendengar MBS ini santrinya selalu meluap. Kami mengikuti perkembangan MBS ini, kami mohon informasi agar kami dapat kiat-kiat yang bisa kami contoh dan kembangkan di Al-Azhar.”

Direktur PPM MBS Yogya, Ustaz Fajar Shadik menyambut baik kunjungan dari BPPH Al-Azhar. “Alhamdulillah kami senang sekali dikunjungi Al-Azhar ini, karena sesama lembaga pendidikan Islam, mari kita sharing bersama saja.”

Ustaz Fajar Shadik menyampaikan, “secara umur, MBS ini lebih muda dari Al-Azhar. Kita MBS mulai dari level SMP, SMA kemudian SD. Secara total kita sudah memiliki 3.000 lebih santri dari SD sampai SMA.”

Direktur PPM MBS Yogya juga berbagi cerita kesuksesan MBS Yogya dari awal hingga sekarang. MBS mengusung konsep keseimbangan dalam pendidikan, antara kurikulum nasional dan pesantren terintegrasi. Sementara itu, dari segi manajemen dan pengelolaan MBS mengacu sistem kesatuan antar lembaga, yakni dalam kesatuan manajemen pesantren.

PPM MBS Yogya juga terus mengembangkan sistem keuangan pesantren dengan melakukan pengembangan dan inovasi salah satunya dengan adanya Sakutren.

Untuk menopang keuangan pondok agar tidak selalu mengandalkan SPP santri, pondok juga mengembangkan unit usaha melalui Wakaf Center, ada 12 unit usaha yang dikembangkan di PPM MBS Yogya yang muaranya semua ke kemandirian pesantren.

Ustaz Fajar Shadik juga menyampaikan keunggulan MBS salah satunya dengan program khusus yang didesain untuk santri Timur Tengah. “Targetnya, kita ke depan ada 70-80 santri, karena kita sudah muadalah dengan UIM dan Universitas Al-Azhar Mesir.”

Dalam sesi dialog, Pak Dwi A Yuliantoro, Ph.D selaku Direktur Bidang Pengembangan dan Kerjasama BPPH Al-Azhar menanyakan, “Bagaimana sistem di MBS ini mampu mencetak alumni, santri yang berakhlak, dan memiliki kompetensi bidang agama yang baik?

Ustaz Fajar Shadik memberi gambaran bahwa MBS didesain tidak hanya mengurusi persoalan akademik saja. “Kalau kita hanya ngurus akademik saja, maka salah jalurnya bukan di pesantren.”

MBS menargetkan lulusannya tuntas ibadah, tuntas qur’an, akidah, ibadah dan akhlak. “Semua itu terintegrasi dalam pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari anak di pesantren. Dari sisi disiplin dan dari kegiatan harian. Anak-anak juga melihat qudwah atau teladan langsung dari segala aktivitas di pondok.”

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi hingga menjelang zuhur. [Arif Yudistira]

 

Banyak cara menyambut dan memuliakan ramadan. Tidak terkecuali PPM MBS Yogyakarta. MBS memuliakan ramadan dengan beragam kegiatan. Salah satu kegiatan yang Insha Allah rutin diadakan di bulan ramadan di MBS  adalah Tadarus bersama yang diikuti guru dan karyawan. Tadarus ini dilakukan ba’da salat zuhur.

Setelah tadarus bersama, pimpinan, guru dan karyawan mengikuti Kajian Siang Spesial Ramadan. Dalam kajian spesial ramadan ini, akan diisi oleh Mudir MBS, Ustaz Fajar Shadik, dan Ustaz Faqih Udin, Lc. Materi dalam kajian ini adalah Kitab Fadhoil dan HPT.

Kegiatan Tadarus dan Kajian Siang ini berlangsung dari tanggal 12-28 Maret 2024. Kajian bertempat di Masjid Al-Birr, Jalan Ratu Boko, Cepit, Bokoharjo [Arif Yudistira]

 

Selasa (12/3/2024), Kepala Sekolah SMA PPM MBS Yogya, Ustaz Roiq, Lc menjadi komandan apel dalam kegiatan apel pagi sebelum ujian tulis santri kelas XII PPM MBS Yogya.

Dihadapan santri kelas XII, Kepala Sekolah SMA MBS Yogya, Ustaz Roiq, Lc mengamanatkan tiga hal penting. “Pada bulan puasa kali ini, kita wajib bersyukur. Ada hal yang perlu diperhatikan, yakni puasa melatih kita untuk disiplin. Jadikan puasa kita untuk menjadikan kita semakin disiplin. Ini kita lihat belum sepenuhnya dilaksanakan anak-anakku sekalian.”

Dalam amanatnya, Ustaz Roiq,Lc juga menyinggung tentang pentingnya puasa melatih kita sabar. Sabar dalam puasa ada tiga hal; sabar dalam ketaatan, sabar dalam menghindari kemaksiatan dan sabar dalam menghadapi ujian hidup. “Bila kita mampu mengamalkan nilai-nilai ini, insha Allah, hidup kita akan dimudahkan oleh Allah.”

Kepala Sekolah SMA MBS Yogya juga menyinggung berkaitan dengan kelulusan santri kelas XII. “Anak-anakku sekalian, perlu diingat, lulus tidaknya antum semua dinilai dari ujian ini. Maka kerjakan dengan sungguh-sungguh. Ada beberapa syarat kelulusan diantaranya nilai tidak boleh lebih rendah dari KKM empat mata pelajaran. Disiplin dan juga memiliki akhlak yang baik.”

Apel pagi ini digelar dalam rangka menjelang ujian tulis santri kelas XII. Apel berlangsung sejak 07.15-07.30 Wib.

Selepas apel usai, santri pun menandatangani pakta integritas sebagai komitmen bersama untuk melaksanakan ujian dengan penuh kejujuran dan tanggungjawab. Pakta Integritas ini digelar sebagai komitmen santri yang dilakukan dengan penuh kesadaran tanpa paksaan [Arif Yudistira].

Kerja keras tim majalah Attanwir membuahkan hasil manis. Majalah Attanwir sukses meraih  penghargaan pada ajang  Olimpiade Ahmad Dahlan (Olympicad VII) yang diselenggarakan di Bandung pada (6-8/3/2024).

Barangkat sejak Selasa (5/3), dua presenter delegasi majalah Attanwir berhasil membawa pulang medali emas dari Bandung setelah mengikuti lomba majalah sekolah dalam Olympicad. Acara yang dilaksanakan dua tahun sekali ini diikuti oleh sekolah dasar hingga menengah atas Muhammadiyah dari berbagai penjuru Indonesia. Salah satunya adalah Ponpes MBS.

Arif Reksa Pambudi dan Tamam Naufal Pasaribu yang tengah duduk di kelas 6 mendapat kepercayaan untuk membawa Majalah Attanwir maju di tingkat nasional.

Ustadz Arif Syaifuddin Yudistira, selaku pembimbing mengatakan bahwa ini merupakan anugerah dan surprise bagi kami dengan mengantongi emas. Kami bangga atas keberhasilan santri kami karena baru pertama kalinya majalah Attanwir mengikuti ajang berskala nasional ini bisa langsung dapat emas, jelas ustadz Arif. “Alhamdulillah plong, sesuai ekspektasi kami,”ucap guru kelahiran Cilacap itu.

Untuk bisa ikut lomba majalah ini, ustadz Arif, panggilan akrabnya menjelaskan jika dirinya telah menyerahkan soft file (pdf) ke panitia. Nah, setelah itu juri memilih 15 majalah yang masuk babak final. Kemudian dari 15 finalis tersebut presentasi di depan dewan juri. Aspek yang dinilai menurut ustadz Arif, diantaranya adalah fisik majalah termasuk redaksional dan artistik sebesar 40%. Sedangkan presentasi sebesar 60%. “Presentasi ini termasuk isi, kecakapan, ketepatan waktu dan tanya jawab,”jelasnya.

Majalah attanwir meraih juara satu setelah mampu mempresentasikan dan menjawab pertanyaan dari dewan juri secara ciamik. Reksa dan Tamam selaku duta Attanwir begitu taktis dalam mempresentasikan majalah Attanwir.

Olympicad VII yang berlangsung di kota Kembang ini menjadi wadah pembuktian bahwa majalah Attanwir mampu bersaing di dunia majalah sekolah tingkat nasional. Tentu banyak cerita yang terjadi di balik pencapaian majalah Attanwir ini. Berbagai euphoria pun dirasakan oleh peserta. Seperti ungkap Tamam, “Lomba majalah itu nggak sekedar menang atau kalah. Tapi dari sini kita juga bisa sekalian ngukur kualitas majalah kita, sharing tentang pengelolaan majalah, apa yang perlu dibenahi, alias secara nggak langsung kita lagi audiensi. Hehe.”

Lain halnya dengan Reksa, sebagai kompatriotnya dia menjelaskan bahwa penghargaan ini menjadi semangat sekolah, asatidz dan santri untuk meneruskan budaya menulis. Penghargaan ini akan menjadi motivasi, semangat bagi seluruh civitas akademika sekolah untuk meneruskan giat literasi. Selain itu, Reksa juga menjelaskan bahwa penghargaan ini tidak lepas dari dedikasi seluruh santri, asatidz dan tenaga pendidik yang terus berinovasi dalam dunia pendidikan.

Sementara itu, Kepala LPP MBS, ustadz Odjie Samroji, SE juga ikut bersyukur atas pencapaian ini. Menurut beliau, prestasi ini adalah buah kerja seluruh tim.

“Kami sangat bersyukur Attanwir, majalah kebanggaaan pondok kita, berhasil menyabet emas. Ini merupakan kerja keras seluruh kru yang diiringi semangat idealisme dan profesionalisme demi menghasilkan majalah yang berkualitas,” ucap pria yang juga menjabat Bendahara Umum MBS tersebut.

Pria asal Kalimantan Selatan itu juga berpesan agar tim Attanwir tidak berpuas diri dan selalu memberikan nilai lebih kepada para pembaca.

“Terus tingkatkan kapasitas jurnalistik dan memiliki jiwa perfeksionis dalam menghadirkan setiap edisi. Supaya majalah Attanwir semakin diminati dan dinanti kehadirannya,” pesannya.

Ustadz Odjie berharap ke depan majalah Attanwir sebagai media cetak tidak hanya survive di tengah gempuran berita online. “Oleh karena itu, majalah ini harus mampu mengambil hati para pembacanya. Mudah-mudahan majalah Attanwir akan terus menjadi kebanggaan bagi semuanya,” harapnya.

Tentunya prestasi ini adalah bukti bahwa karya ini layak diapresiasi. Semoga pencapaian ini terus menjadi lecut semangat untuk kesuksesan Majalah Attanwir di generasi selanjutnya.(ElMoedarries)

 

PPM MBS Yogyakarta mengirimkan 47 santri terbaik dalam aneka cabang lomba baik Syar’i maupun Non Syar’i. MBS bersama kontingen dari DIY turut bertanding di ajang Olympicad VII Bandung.

Olympicad VII Bandung diselenggarakan pada (6-8/3/2024). Dalam ajang Olympiade Ahmad Dahlan ke-7 tersebut, PPM MBS mengirimkan kontingen dari tingkat SMP maupun SMA.

Selama tiga hari itu pula, santriwan-santriwati MBS berjuang dan bertanding dengan ratusan peserta lainnya dari seluruh Indonesia.

MBS alhamdulillah berhasil meraih 7 Emas, 7 perak, dan 6 Perunggu di tingkat SMP maupun SMA. Berikut adalah rincian perolehan medali dan juga cabang lombanya. Di tingkat SMA,

Kategori Kimia memperoleh emas atas nama Rafie Fathurrahman AR, Ismu In Arabics memperoleh emas atas nama Jihan Ghaitsatul Arafah, Majalah memperoleh emas atas nama Tamam Naufal Pasaribu, dan Arif Reksa Pambudi, Kaligrafi memperoleh emas atas nama Farelza Adyastama, Kebumian memperoleh emas atas nama Muhammad Azka Muttaqin. Sementara itu, dalam cabang Biologi, memperoleh perak atas nama Rafid Faruq Nugroho, bidang ekonomi memperoleh perak atas nama Naufal Azhar Rizki Martareya, bidang MFQ memperoleh perak atas nama Ade Aulia Khoirunnisa, bidang Story Telling memperoleh perak atas nama Ahmad Tsaqiv Hidayat. Kemudian di bidang Astronomi, memperoleh medali perunggu atas nama Kautsarifah Hasna Maulida, Astronomi memperoleh perunggu atas nama Naailah Rasyiid Putri, dan Ismu In English memperoleh perunggu atas nama Malika.

Di jenjang SMP, PPM MBS juga memperoleh emas di bidang Matematika atas nama Athaya Zhafif, Matematika memperoleh emas, atas nama Rifqi Jauhar, dalam bidang IPA, memperoleh medali perak atas nama Ghathfaan Ghussan Hakim, bidang MFQ mendapatkan perak atas nama Aisha Rishona Iva Nugraha, Nayara Kamila Hidayat, Shofi Maharani Khoirunnisa, bidang Matematika, mendapat medali perunggu atas nama Furqon Darmawan, bidang Ismu In Arabic mendapat perunggu atas nama Ahza Fahmi Asshidqiy, dan bidang Kaligrafi mendapat perunggu atas nama Ghoitsatuzzahra Marwan Arrantisi.

Bidang Kesiswaan, Ustaz Eko Sugiarto, S.Pd mengaku senang dengan raihan prestasi santrinya. Ustaz Eko juga berharap semoga di ajang Olympicad ke depan, MBS bisa memperoleh lebih banyak medali emas [Arif Yudistira].

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/