Sabtu (9/3/2024), MBS Yogya kedatangan tamu dari PDM PACITAN. Sebanyak 50 orang hadir dalam kunjungan tersebut. Mereka tiba di PPM MBS Yogya pukul 13.10 wib. Kehadiran rombongan disambut perwakilan Pimpinan MBS dan Humas. Mereka disambut di ruang Aula lt 2 Ki Bagus Hadikusumo PPM MBS Yogya.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Pacitan Ustaz Ediyanto menyampaikan maksud dan niat kunjungannya ke MBS. “Kami mengucapkan “kulonuwun” dan bermaksud menimba ilmu ke MBS.”
MBS dianggap sebagai role model keberhasilan dan menyatunya amal dan usaha di lingkungan persyarikatan. Hadir juga PCM dan pimpinan amal usaha di Kabupaten Pacitan Jawa Timur. “MBS ini adalah simbol kemenangan berjuang. Kami benar-benar terinspirasi”, tutur Ustaz Ediyanto.

Sementara itu perwakilan dari Pimpinan PPM MBS Yogya Ustaz Oji Samroji mewakili pimpinan PPM MBS Yogya menyampaikan izin karena Ustaz Fajar Shadik belum bisa membersamai dikarenakan ada pertemuan dengan PWM DIY.
PPM MBS Yogya merasa bahagia karena silaturahmi dari PDM Pacitan dan rombongan.
Dalam paparannya Ustaz Oji menyampaikan, “tidak ada rahasia diantara kita”.

Ustaz Oji Samroji menyampaikan perkembangan MBS dari berdiri hingga seperti sekarang. Bendahara PPM MBS Yogya juga menyampaikan model manajemen dan tata kelola di PPM MBS Yogya. Ia menekankan untuk menjadi pesantren maju harus berorientasi nasional bahkan internasional, bukan lokal.
Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab hingga menjelang Ashar (Arif Yudistira)

Pada hari Rabu-Kamis, tanggal (6-7/3/2024), MBS AR Fahkruddin menggelar Ujian Tahfidz Terbuka. Ujian Tahfidz terbuka ini diadakan di Kompleks Pondok MBS Yogya Program Khusus AR Fakhruddin. Ujian ini diselenggarakan pagi hingga siang hari.

Ketua panitia Ujian Tahfidz Ustazah Qonita, S.Pd mengatakan “tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguji kualitas maupun tingkat tahfidz anak-anak SMP di akhir jenjangnya.”

Ujian Tahfidz berjalan lancar, sebanyak 20 santri putera dan 19 santri putri mengikuti kegiatan ini. Mereka diuji dengan durasi sekitar 15-20 menitan.

Santriwati Program Khusus AR Fakhruddin sedang mengikuti Ujian Tahfidz Terbuka di Kompleks ARF Putri

Ustazah Qonita berharap, ke depan santri lebih percaya diri tampil dengan kemampuannya, sehingga akan lahir generasi qur’ani yang tidak hanya menghafal dan lancar di belakang layar, tetapi juga memiliki mental dan nyali yang kuat dalam berdakwah. [Arif Yudistira]

PPM MBS Yogyakarta berencana menggelar Dakwah Santri pada tanggal 19-28 Maret 2024. Dakwah Santri ini merupakan kegiatan tahunan santri yang dilaksanakan di bulan ramadan yang rencananya akan digelar di wilayah D I Yogyakarta dan sekitarnya seperti di daerah Prambanan, Piyungan, klaten, Bantul, Kulon Progo, dan di beberapa titik juga di wilayah Jateng seperti daerah Wonosobo, Temanggung dan lainnya.

Ustaz Fendiks, selaku Ketua Panitia Dakwah Santri mengatakan, Dakwah Santri akan diikuti santri kelas X dan XI PPM MBS Yogyakarta dan Santri dari Program Khusus AR Fakhruddin. Total akan ada kurang lebih 32 kelompok putera [±186 santriwan] dan 27 kelompok putri [±163 santriwati].

Kegiatan Dakwah Santri ini dilakukan dalam rangka untuk menerjunkan santri terjun ke masyarakat. Santri dilatih untuk berdakwah secara riil di masyarakat. Mereka diharapkan bisa membantu masyarakat dalam memakmurkan masjid dengan kegiatan dakwah di dalamnya, di TPA, maupun sekolah di tempat mereka diterjunkan.

Dalam rapat terbatas panitia Dakwah Santri (Rabu, 06/03/2024), Ustaz Faqih, Lc berpesan agar disiapkan pembekalan kepada santri yang akan terjun di masyarakat, disampaikan agar mereka tahu tugas dan kewajibannya di masyarakat selama Dakwah Santri.

Sementara itu, Ustaz Sahman, Lc juga mengingatkan “Jangan sampai santri nanti di lapangan justru dikritik masyarakat terutama dalam ihwal Ibadah. Mereka kita terjunkan dalam rangka menggerakkan dan mengadakan program dakwah di masyarakat.”

Direktur PPM MBS Yogya Ustaz Fajar Shadik juga berpesan agar kegiatan Dakwah Santri ini ditata dengan baik, agar hasil dari dakwah santri ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”

Ustaz Fajar Shadik juga menambahkan agar nanti disiapkan seremoni saat anak datang ke masyarakat atau pun saat kepulangan [Arif Yudistira]

Selasa sore sekitar pukul 16.15 Wib, semua peserta ajang Olympicad VII Kontingen PPM MBS Yogyakarta sudah berkumpul. Sejumlah 47 anak santriwan dan santriwati dari SMP maupun SMA bersiap mengikuti upacara pemberangkatan Kontingen MBS.

Dalam upacara pemberangkatan Kontingen MBS tersebut, hadir Kepala SMA Ustaz Roiq, Lc, Wadir I Ustaz Rahmat Susanto, serta Direktur PPM MBS Yogyakarta, Ustaz Fajar Shadiq.

Mereka para peserta juga didampingi oleh pembimbing dan pendamping Olympicad VII. Dalam sambutannya, Ustaz Fajar Shadik memberi wejangan kepada santriwan-santriwati yang akan berangkat ke Bandung di ajang Olympicad VII.

“Semoga persiapan terbaik menghasilkan hasil yang terbaik juga. Semua harus disyukuri, menang alhamdulillah, kalah juga alhamdulilah tidak usah diratapi, jangan!” tutur Ustaz Fajar.

Ustaz Fajar Shadik juga berpesan empat hal kepada kontingen MBS.

Pertama, “teruslah menjaga ketakwaan dalam posisi terang maupun sepi.” Ingat di sana anda membawa tujuan apa, jangan sampai di tengah jalan rusak gara-gara hal yang sia-sia. Hadirkan Allah di setiap kondisi, dan jaga kepercayaan ini.

Kedua, luruskan niat. Lomba ini apa? tujuannya apa?. Lomba ini adalah ujian. Kalau diberi kemenangan jangan sombong.

Ketiga, antum santri pondok. Tunjukkan identitas antum sebagai santri. Kalau di lapangan antum sama saja buat apa?. Salat jangan dilupakan. Kalau perlu antum mengajak untuk salat. Tunjukkan akhlak terbaik, perilaku terbaik, cara ngomong bahkan tampilan terbaik sebagai santri.

Terakhir, kita sudah menjalankan skenario Allah. Ikhitar bumi sudah kita lakukan, jangan lupa ikhtiar langit. Dengan cara mendekat kepada Allah. Apapun hasilnya disyukuri.

Pasca upacara pemberangkatan kontingen OLympicad VII MBS, para santri beranjak naik ke bus untuk bersama-sama menuju PWM untuk upacara pelepasan Kontingen Olympicad Yogyakarta [Arif Yudistira].

 

 

Setiap sore setelah salat Ashar, santri MBS duduk bersama para Syekh sebagai muallim (guru) untuk belajar tahsin Al Quran. Sementara ba’da shalat Maghrib, kegiatan berlanjut dengan halaqah tahfiz (hafalan Al Quran).

Dalam suasana yang penuh berkah di Masjid Nabawi, seluruh peserta dauroh  memaksimalkan waktunya untuk mempelajari ayat-ayat Allah Swt. Mereka tidak hanya mendengarkan tetapi juga terlibat langsung dalam halaqoh, mendalami makna-makna Al Quran dan mendapatkan wawasan mendalam tentang pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat memperdalam pemahaman agama secara signifikan.

Banyak Syekh yang membuat halaqah-halaqah dengan beranggotakan 10-15 orang. Para Syekh itu mengajarkan bagaimana cara membaca Al Quran yang benar.(ElMoedarries)

“Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah azza wa jalla daripada mu’min yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.” Sebagai sesama makhluk, kita ditugaskan oleh Allah untuk saling menjaga satu sama lain. Yang kuat harus melindungi yang lemah, dan yang lemah pun boleh melindungi yang kuat. Semua sudah ditentukan oleh Allah azza wa jalla, semua pasti memiliki masanya menjadi kuat dan masanya menjadi lemah.

Begitupun dengan para siswa Tapak Suci ini, mereka lebih memilih bersusah payah menempuh medan pelatihan ketimbang tidur nyenyak diatas kasur. Mereka adalah calon Kader Tapak Suci, para mu’min yang kuat dan berakhlak. Tujuan mereka tidak main-main, jika tekad sudah bulat maka tidak ada satupun yang bisa menghalau mereka. Mereka akan terus maju untuk memperjuangkan aqidah islam di era modern ini.

Bertepatan pada hari Kamis (29/02/24) hingga Jumat(01/03/24) Ujian Kenaikan Tingkat Siswa Tapak Suci diadakan. Kegiatan tahunan ini, terpisah dari UKT Akbar yang dimana hanya mengkhususkan untuk beberapa siswa yang ingin lebih serius dalam organisasi Tapak Suci. Bermodalkan Iman dan Akhlaq, kelak sabuk yang ada di pinggang mereka akan berubah warna dari kuning menjadi biru.

UKT ini adalah pembeda bagi para Siswa Tapak Suci PPM MBS, karena UKT ini di jadwalkan diluar UKT Akbar. Yang dimana, mereka(para siswa) akan menghadapi kurang lebih 3 kali Ujian Kenaikan selama satu tahun ini. Dan proses yang mereka tempuh pastinya tidak akan mudah, karena bela diri adalah urusan bertarung dengan nyawa. Apabila kita salah langkah, kita harus segera kembali kepada yang benar. UKT bukanlah tempat untuk memukul atau bahkan hingga menyiksa siswa dengan ujian fisiknya dan tidak akan pernah seperti itu. Meskipun terdapat ujian fisik, tetap, setiap kader sudah mengetahui batas maksimal dari para siswanya dan itu hal yang ‘wajib’.

Kegiatan ini diikuti oleh para santri yang hendak naik sabuk  (Tingkat) dalam jenjang dunia persilatan khususnya di Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Bertempatkan di area Pondok hingga desa sekitar, UKT ini terbilang cukup lancar meskipun sempat terkendala dengan berbagai masalah. Entah itu internal ataupun eksternal dari kepengurusan panitia UKT kali ini. Tapi berkat kehendak Allah, semua masalah terlewati dengan susah-mudahnya. [IPM Putera]

 

Kesan itulah yang nampak dari peserta pelatihan Master of Ceremony Training yang diadakan oleh Humas PPM MBS Yogya bekerjasama dengan Wani Wicara, pada hari Selasa (04/3/2024). Kegiatan ini digelar di Aula Ki Bagus Hadikusumo lt. 2 PPM MBS Yogya.

Acara ini diikuti sekitar 20 lebih guru PPM MBS Yogya. Kegiatan dimulai pukul 13.15 Wib hingga usai pukul 15.15 Wib. Dalam acara pelatihan MC ini, PPM MBS Yogya menghadirkan Founder Wani Wicara Bara Zulfa yang merupakan mantan penyiar di TVRI dan juga seorang MC professional.

Ustaz Fajar Shadik, selaku Direktur PPM MBS Yogya menyampaikan dalam sambutannya, “Pelatihan-pelatihan dari MBS yang mengundang dari luar cukup banyak kita lakukan. Ini kita lakukan terus untuk mengusahakan dan mengupayakan perbaikan kita di semua aspek.”

Ustazah sedang praktik menjadi MC

Direktur PPM MBS Yogya menambahkan, “Semu aini dalam rangka untuk menjadikan kita lebih baik. Ini bagian dari memperbaiki terutama dalam tata kelola pelayanan tamu di MBS.” Acara dibuka resmi oleh Direktur PPM MBS Yogya.

Dalam pelatihan MC kali ini, Bara Zulfa mengatakan, “Untuk menjadi MC professional, kita perlu diksi yang banyak agar tidak macet di tengah jalan.” Ia pun membagi tips agar lancar saat menjadi MC diantaranya ; Pertama, tatapan ke audiens. Menurutnya kita harus menatap audiens yang belum fokus ke kita. Ini dilakukan agar mereka salting (salah tingkah) sehingga fokus dengan kita. Hal ini penting agar mental kita sebagai MC juga makin mantap dan tidak terganggu dengan audiens. Kedua, kalau ada tamu resmi tolong perhatikan siapa pejabat yang datang. Ketiga, perhatikan efektifitas penggunaan kalimat. Jangan gunakan “dipersilahkan”, tetapi ganti “disilakan”. Selain lebih baku, ini juga lebih efektif.

Masih menurut Bara Zulfa, tugas MC menurutnya ada tiga hal pertama berhubungan dengan waktu, kedua sebagai seorang produk knowledge yang harus memiliki banyak bekal pengetahuan untuk mengenalkan institusi, event dan lain sebagainya. Ketiga, MC adalah mood setter harus bisa mengatasi demam panggung.

Ustaz PPM MBS Yogya sedang berlatih mempraktikkan menjadi MC

Dalam pelatihan MC ini, guru PPM MBS Yogya diajak praktik langsung bagaimana menjadi MC dalam gelaran acara tertentu. Nampak wajah ceria dan semangat dari para guru PPM MBS Yogya. Pembicara Pelatihan MC menutup dengan memberi penekanan bahwa menjadi MC yang professional perlu dua hal, yakni Pede Aja Dulu, dan terus latihan vocal [Arif Yudistira]

Sebanyak 19 Santri MBS peserta dauroh Internasional mengikuti Halaqah Al-Quran di Masjidil Haram. Kegiatan ini dalam rangkaian Daurah Bahasa Arab dan Al-Quran di Makkah-Madinah.

Halaqoh Al-Quran dilaksanakan setiap sore menjelang maghrib hingga waktu isya, dengan durasi kurang lebih 2 jam. Shalat Maghrib dan Isya dilaksanakan di Masjidil Haram.

Dalam halaqah Al-Quran di Masjidil Haram, beberapa santri dibimbing langsung oleh seorang syaikh yang hafidz Quran dan muqri’ di bawah Ri’ayah masjidil haram. Mereka dibimbing tahsin dan tahfidzul Qurannya secara intensif. Satu per satu dari para peserta itu menghadap syaikh untuk diuji tahsin dan tahfidznya.

Selain tahsinul Quran dan tahfidz, dalam halaqah Al-Quran itu juga meliputi penajaman dari sisi makharijul huruf dan adab hamalatul Quran serta ulumul Quran lainnya.

Bagi para santri, tentu pengalaman halaqoh Al-Quran ini menjadi sesuatu yang sangat bermakna. Selain karena dibimbing langsung oleh masayikh Arab yang memiliki fasohah asli Arab dan kompeten di bidang tahsinul Quran dan tahfidz, juga karena halaqah ini diadakan di tempat paling mulia di dunia: yaitu Masjidil Haram di Makkah Al-Mukarramah.

Ustadz Rijal Arifin, salah seorang mahasiswa Universitas Islam Madinah yang ikut mendampingi kegiatan itu mengatakan bahwa daurah ini memberi ilmu dan pengalaman yang besar. Beberapa makharijul huruf dan fasohah kita dibetulkan langsung oleh para masyayikh di Masjidil Haram.

Para santri itu diharapkan dapat mengamalkan semua ilmu yang didapatnya selama daurah maupun halaqah Al-Quran, baik untuk dirinya sendiri maupun mengajarkannya lagi kepada orang lain.(ElMoedarries)

Sabtu (2/3/2024) bagian At-Tanwir PPM MBS Yogya menggelar  Tes IQ, Minat, dan Bakat. Acara ini diikuti oleh Kelas IX SMP MBS Yogyakarta di kelas masing-masing. Penanggungjawab kegiatan Ustazah Dinar Dewi Utami, S.Pd mengatakan tujuan dari kegiatan ini  adalah agar sekolah mampu memetakan potensi peserta didik (santri) sesuai dengan minat dan kemampuannya, untuk kemudian diarahkan dengan baik berdasarkan karakteristik masing – masing peserta didik (santri). Selain itu bagi santri dan wali santri tujuannya adalah agar dapat mengetahui kemampuan kognitif, kepribadian, minat, hingga bakat santri. Untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan pemilihan karir di masa mendatang.

Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan Biro Psikologi Bina Asih. Ustazah Dinar juga mengatakan bahwa hasil tes ini akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam pemetaan potensi santri.

Tim BK At-Tanwir berfoto bersama usai acara Tes IQ (Sabtu, 2/3/2024)

Kepala Bagian At-Tanwir Ustazah Esti Rosiana, M.Psi., Psikolog berharap ”untuk santri dan wali santri agar dapat mengetahui potensi kognitifnya secara umum, kecenderungaan kepribadiannya, dan minat penjurusan saat studi lanjut. Lebih jauh, mereka juga bisa menggunakan hasil tes tersebut untuk mengarahkan minat karier/pekerjaan mereka di masa depan. Tes IQ minat bakat ini juga dapat bermanfaat bagi kami di sekolah sebagai upaya untuk melakukan pemetaan potensi dan kecenderungan minat santri sehingga santri dapat diarahkan sesuai dengan keunikannya masing-masing.” [Arif Yudistira]

Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Libya telah menggelar Musyawarah Kerja Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Libya 2024 perdana di Kampus Kulliyah Dakwah Islamiyah, Libya pada Sabtu (17/02/2024).

Ahmad Najirulloh Siregar secara resmi terpilih sebagai Ketua PCIM Libya periode 2023-2025. Ahmad menyatakan bahwa momen tersebut bukanlah awal perjalanannya berkecimpung di PCIM Libya.

Ia sendiri telah terlibat aktif berkegiatan di salah satu elemen persyarikatan Muhammadiyah itu sejak mengenyam pendidikan di pondok pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta yang masyhur dengan program kaderisasinya.

“Saya sudah terlibat di Muhammadiyah sejak menjadi santri di MBS,” kata Ahmad kepada tim LPP MBS, Selasa (27/02/2024). Ia berkomitmen untuk melanjutkan tanggung jawabnya untuk dapat memberikan dampak positif bagi Muhammadiyah dan simpatisan Muhammadiyah di Tripoli, Libya.

Sementara program kerja belum secara rinci ditetapkan, Ahmad menekankan beberapa prinsip utama. Ia berencana untuk melakukan penguatan internal organisasi sebagai fokus utama.

“Prinsipnya, beberapa concern utama adalah penguatan internal organisasi,” tutur mahasiswa Sastra Arab semester 5 Islamic Call College, Tripoli, Libya itu. Tujuannya, sambung dia, menjaring dan mengoptimalkan kader-kader Muhammadiyah yang tersebar di Libya dalam menyebarkan misi dakwah Muhammadiyah.  “Menjaring kader Muhammadiyah yang banyak sekali, namun belum teroptimalkan untuk kepentingan persyarikatan dan Muhammadiyah,” ujarnya.

Selain itu, ia berencana untuk membuat program-program yang dirancang akan memperkuat citra Muhammadiyah di mata global, khususnya di Tripoli, Libya. Ahmad juga menyatakan bahwa keberlanjutan program PCIM Libya akan melibatkan berbagai kegiatan yang mendukung penguatan internal, meliputi pelatihan, pengembangan kapasitas, dan kegiatan keagamaan.

Alumni MBS angkatan ke-6 itu juga menyebut bahwa saat ini PCIM Libya telah memiliki 2 majelis sebagai pelaksana dalam melaksanakan program kerja, yaitu; Majelis Tarjih dan Pendidikan dan Majelis Komunikasi dan Informasi.

Secara umum, rapat penyusunan Program Kerja PCIM Libya periode 2023-2025 berjalan dengan lancar. Para peserta rapat terlihat antusias mengikuti jalannya rapat dari awal hingga akhir. Rapat kerja ini diakhiri dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan foto bersama.(ElMoedarries)

 

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/