Hari senin (1/7/2019) Jarum jam menunjukan 7.30, udara dingin dan embun yang masih melekat melingkupi pagi di area Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Sleman Yogyakarta. Ratusan santriwan baru yang berkumpul di halaman kompleks kelas putra untuk pembukaan Forum Ta’aruf Santri terlihat rapi dan kompak mengenakan seragam hitam putih.

         

Ustad Didik Riyanta, S. Sos.I, selaku Wakil Direktur 1 bidang pendidikan menyampaikan sambutan pada acara tersebut. Menurutnya, mengikuti kegiatan Forum ta’aruf santri atau biasa disebut FORTASI sangat penting sekali bagi kehidupan santri. “Pentingnya FORTASI adalah untuk mengetahui tujuan santri pada saat mondok,” terang beliau. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa kehidupan di pesantren memiliki keanekaragaman budaya yang berbeda-beda. “Jika kita mengawali dengan baik, pasti akhirnya akan baik pula,” ungkap beliau di hadapan para santri. Pada kesempatan tersebut juga turut hadir dewan asatidz yang nantinya akan menjadi pengajar sekaligus perkenalan kepada santri baru.

         

Selama kurang lebih empat hari sejak tanggal 30 Juni – 4 Juli santri akan dibekali berbagai hal mengenai kepesantrenan. Mulai dari sosialisasi lingkungan pesantren, kegiatan madrasah dan pondok, ke MBS an, Organisaasi IPM, Hizbul Wathan, Tapak Suci, Small Group Discussion, Outbond, malam keakraban. Rangkaian acara pembekalan santri ini dipungkasi dengan malam kreatifitas santri yang rencananya dilangsungkan pada hari kamis malam.(ElMoedarries)

1040 replies