Refleksi Pendidikan Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 saat ini telah memberikan gambaran atas keberlangsungan dunia pendidikan. Dengan bantuan segala macam rupa teknologi, tetap saja dirasakan oleh sebagaian besar pihak tidak bisa menggantikan peran para guru (ustadz dan ustazah) dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pendidikan dan interaksi belajar mengajar dipondok pesantren dalam mentransver ilmu pengetahuan, pembiasaan dan penanaman nilai-nilai karakter (Knowledge, Skill, dan Attitude ) mutlak diperlukan. Terlebih sekolah yang berbasis Pondok seperti Pondok Modern MBS Sleman Yogyakarta kita ini.

Mendikbud (dalam https://www.kemendikbud.go.id) mengatakan kondisi Pandemi COVID-19 tidak memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung secara normal. “Prioritas utama pemerintah adalah untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi COVID-19,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam taklimat media Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, di Jakarta, Jum’at (07/08).

Beberapa kendala yang timbul dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau istilah sekarang Pendidikan Dari rumah (PDR) diantaranya kesulitan guru dalam mengelola PJJ/PDR dan masih terfokus dalam penuntasan kurikulum. Sementara itu, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak-anak belajar di rumah dengan optimal karena harus bekerja ataupun kemampuan sebagai pendamping belajar anak. “ Para peserta didik juga mengalami kesulitan berkonsentrasi belajar dari rumah serta meningkatnya rasa jenuh yang berpotensi menimbulkan gangguan pada kesehatan jiwa,” ujar Mendikbud.

Ditengah tantangan dan peluang pendidikan pada masa pandemi ini Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D (Direktur Jendral Pendidikan Tingggi Kemendikbud). (dikutip dari  https://dikti.kemdikbud.go.id) mengatakan bahwa tantangan ini menjadi kesempatan bagi semua tentang bagaimana penggunaan teknologi dapat membantu membawa mahasiswa dan pelajar menjadi kompeten untuk abad ke-21. Keterampilan yang paling penting pada abad ke-21 ialah selft-directed learning atau pembelajar mandiri sebagai outcome dari edukasi”. Masa pandemi ini dapat melatih serta menanamkan kebiasaan menjadi pembelajar mandiri melalui berbagai kelas daring atau webinar.

Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Prof. Dr. Baedhowi., M.Si. H. dalam acara Awarding Session and Clossing Ceremony Muhamamdiyah Education Award (MEA) 2020, (26/12/2020), (dikutip dari https://muhammadiyah.or.id) Mengatakan, pendidikan Muhammadiyah harus tetap menjaga pelayanan baik bagi peserta didik (siswa) di masa pandemi. Sekolah Muhammadiyah harus siap dalam segala tantangan dan situasi, seperti disaat pandemi Covid-19 keberadaan sekolah Muhammdiyah tetap harus memberikan pembelajaran yang baik tetapi juga tetap menjaga keselamatan dan kesehatan para peserta didik (siswa). “Oleh karena itu sekolah-sekolah Muhammadiyah kami dorong untuk berkompetisi mewujudkan pendidikan berkemajuan. Inilah salah satu cara untuk mengukur seberapa besar prestasi peserta didik (siswa),” kata Baedhowi

Berkaca dari realitas kondisi yang ada dan harapan dari semua pihak yang pertama dan utama kami mengucap puji dan syukur kehadirat Allah SWT, alhamdulillah sampai detik ini seluruh keluarga besar pondok pesantren Moderen MBS baik dari jajaran asatidz, karyawan serta para santri dalam keadaan sehat walafiat. Kedua sudah seharusnya seluruh pemangku kepentingan baik internal dan juga eksternal MBS harus memahami realitas kondisi yang ada dan memandang kedepan dengan rasa optimisme. Saat ini menjadi momentum terbaik untuk kita melakukan refleksi penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang telah dilakukan, harapannya agar kedepan penyelenggaraan pendidikan dapat lebih maksimal dan apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tersampaikan dan kesehatan parasantri dam asatidz dapat diutamakan.

 

Santri pondok MBS yang berasal dari Sabang Sampai Merauke dan juga luar negeri jumlah totalnya 2500an santri ini satu sisi menjadi kekuatan sekaligus juga menjadi tantangan tersendiri. Berbagai daya dan upaya baik dalam pengelolaan dan menejemen pendidikan disiapakan sedemikan rupa agar siap dan evektif dalam menanggulangi kendala -kendala pendidikan daring. Kami menyadari saat ini antara satu daerah dengan daerah lainnya mengalami berbagai kendala yang beragam yang berbeda-beda baik kendala dalam penggunaan teknologi atau juga akses internet.

Persiapan demi persiapan secara maraton pondok lakukan mulai dari kerjasama dengan UMS dalam pemakaian platfom pendidikan Openlearning, komunikasi dengan dinas Pendidikan serta berkomunikasi secara intensif dengan Dikdasmen PDM Sleman dan PWM DIY dalam menyusun dan merencanakan pendidikan dan pembelajaran pada masa pandemi. Alhamdulillah persiapan semester gasal kemarin berhasil kami susun, meliputi kurikulum masa pandemi, metode dan metodologi dalam pembelajaran, pemakaian platfom lain sebagai pendukung pendidikan baik menggunakan zoommeeting, live youtube, live wa, dan lain sebagainya. Pemberian rangkuman materi secara tertulis, interaksi virtual langsung dengan santri baik dalam penyelenggaraan belajar mengajar, tahfidz, kajian-kajian virtual pembelajaran lainnya.

Ditengah pembelajaran dengan model baru ini pondok merasa sangat prihatin atas kondisi ini, namun pondok tetap mencoba berfikir positif bahwa di balik kesulitan dan kesusahan pasti ada hikmah dan kemudahan. Refleksi mendalam mengenai apa yang telah dilakukan selama satu semester berjalan. Kami meyakini bahwa apa yang telah kami lakukan dan rencanakan tidak akan bisa berjalan maksimal jika tidak didukung oleh santri dan juga wali santri. Pendidikan saat ini menjadikan fungsi guru menjadi sangat terbatas dan suka tidak suka fungsi dan peran guru (ustadz dan ustazah) beralih kepada orang tua untuk mendorong, mengawasai, serta memberikan semangat kepada putra putrinya dalam belajar dan mengikuti semua tahapan proses pendidikan putra putrinya. Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah tapi ini adalah tugas yang mulia yang bisa orang tua lakukan untuk masa depan pendidikan putra putrinya.

Alhamdulillah semester gasal kemarin kami merasakan dukungan yang luar biasa dari para orang tua dan stakeholder lainnya untuk bisa mensukseskan program program pondok. Ditengah kesulitan kesulitan yang orang tua alami, masih bisa memberikan yang terbaik. Pondok mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dari bapak ibu dalam mendampingi belajar para santri. Pondok juga berterimakasih kepada para santri di tengah tengah pola kebiasan baru ini tetap istiqomah dalam mengikuti tahapan pendidikan yang ada.

Refleksi ini kami tuangkan agar bisa dijadikan hikmah bersama, sebagai bekal dalam merancang program pendidikan yang lebih baik di masa depan. Ibarat anak panah, yang ditarik ke belakang dengan tali busurnya dan dengan itu anak panah bisa melesak ke depan dengan cepat laksana kilat menuju sasaran. Pondok MBS ingin pendidikan yang terbaik untuk seluruh santriwan dan santriwati. Doa dan harapan kami pandemi ini segera bisa berlalu dan pendidikan belajar mengajar di pondok pesantren bisa segera pulih kembali. Doa dari seluruh keluarga besar MBS sangat kami nanti agar pintu ilahi terketuk dan doa diijabah Allah SWT, sang maha pemberi.

 

Refleksi Pendidikan Selama Pandemi

Ditulis oleh bagian pendidikan PPM MBS Sleman Yogyakarta (06/01/21)

 

Sumber:

https://dikti.kemdikbud.go.id/kabar-dikti/kabar/tantangan-dunia-pendidikan-di-masa-pandemi/

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/10/capaian-dan-harapan-pendidikan-di-tengah-pandemi-covid-19

http://pip.unpar.ac.id/publikasi/buletin/sancaya-volume-03-nomor-01-edisi-januari-februari-2015/arti-penting-refleksi-dalam-dunia-pendidikan/

https://muhammadiyah.or.id/pandemi-tidak-menurunkan-kualitas-pendidikan-muhammadiyah/

http://pip.unpar.ac.id/publikasi/buletin/sancaya-volume-03-nomor-01-edisi-januari-februari-2015/arti-penting-refleksi-dalam-dunia-pendidikan/

Ilustrasi foto: dok. Humas PPM MBS

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *