Panitia Acara Akhir Tahun, atau AAT yang diinisiasi PR IPM Putri PPM MBS Sleman Yogyakarta kembali menggelar event(Jumat, 12/07/2019). Kali ini acara yang bertajuk “ekspresikan budaya kita di nusantara” menghadirkan beberapa agenda kegiatan menarik bagi santri, terkhusus santriwati. Rangkaian acara yang di agendakan berlangsung dari tanggal 8 Juli sampai 1 Agustus ini mengusung misi merajut keberagaman dalam ekspresi berbudaya.

         

Menurut salah satu panitia acara menuturkan, alasan menggelar event TBC atau Training Business Consulate dalam rangka mengenalkan kepada santri tentang keanekaragaman budaya tiap daerah yang ada di Indonesia. Apalagi, lanjutnya di MBS adalah miniatur Indonesia, dimana santri heterogen yang berasal dari seluruh daerah dari tiap provinsi yang ada di Indonesia. Lewat ajang TBC ini kami berharap santri bisa saling bertukar pengalaman mengenai ciri khas masing-masing daerahnya, pungkasnya.

         

Lewat ajang TBC yang digelar PR IPM Putri ini mereka menawarkan beberapa ciri khas daerahnya, salah satunya adalah makanan khas daerah. Nampak dari salah satu lapak yang digelar bertuliskan mie ongklok, carica, es dawet dan kerupuk tengiri yang ternyata berasal dari kumpulan santriwati dari daerah Jawa Tengah, tepatnya kabupaten Wonosobo. Begitu juga dengan santriwati yang berasal dari jawa timur, jawa barat, kalimantan dan daerah lainnya juga menggelar lapak dagangannya dengan makanan khas daerahnya masing-masing.

         

Sinta Prasetya Dewi, santriwati baru mengapresiasi kegiatan ini. Sinta, santriwati asal pulau dewata ini sangat respek dengan kegiatan TBC. Walaupun tergolong sebagai santri baru yang masih beradaptasi dengan lingkungan pondok, Sinta mengaku senang bisa berbaur dengan adik dan kakak kelas melalui ajang ini. Santriwati yang duduk di kelas takhasus ini menggunakan kesempatan ini sebagai ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman, terkhusus tentang makanan khas tiap daerah. “Ini pengalaman baru bagi saya, ternyata di pondok banyak kegiatan yang dulu tidak pernah saya dapatkan ketika belajar di SMP luar. Disini luar biasa, mbak-mbak IPM yang disini dipanggil ukhti sangat kreatif dan kompak, dua jempol buat mereka, “ kilahnya.

Dari gelaran ini diharapkan santri bisa berbaur dengan adik atau kakak kelasnya dari berbagai daerah di Indonesia dengan keanekaragaman dan ciri khas masing-masing daerah yang berbeda tanpa pandang bulu.(ElMoedarries)

 

 

 

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/