Dalam rangka meningkatkan minat baca santri dan mengenalkan sumber belajar di luar sekolah, perustakaan MBS bersama dengan santriwati IPM Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) mengadakan kunjungan ke perpustakaan Grhatama Pustaka Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada  selasa,(21/06/2022) tersebut diikuti 11 anggota PIP beserta dua ustadzah pendamping.

Sri Wahyuni, SIP, selaku kepala perpustakaan MBS mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program perpustakaan yang memang sudah kami rencanakan jauh-jauh hari. “Saya sangat berharap, melalui kegiatan ini tumbuh motivasi santri dalam hal mencari sumber belajar di luar kelas,”ungkapnya. Lebih lanjut, ustadzah Wahyuni mengatakan bahwa target dari kegiatan ini agar santri PIP dan staf perpustakaan lebih mengenal dan memahami jobdesk yang ada di perpustakaan. Selain itu, melalui kunjungan ini santri lebih bersemangat dalam menggerakkan budaya literasi di lingkungan pesantren, tandasnya.

Selama berkunjung disana, santri diajak untuk keliling perpustakaan, melihat dan mengenal sarana dan prasarana yang terdapat di Grhatama Pustaka. “Kegiatan ini sangat menyenangkan, selain bisa belajar sambil memperoleh pengalaman langsung dalam pengelolaan perpustakaan juga bisa sekalian healing,”ungkap Novalina Rizka Brilian Putri, santriwati kelas XI MIPA 4.

Hal senada diungkapkan oleh Nur Syamsa Salsabila, santriwati asal Sulawesi ini menyebut kunjungan ini menjadi edukasi bagi kita dalam mengelola perpustakaan. Kita bisa mendapatkan pengalaman baru di tempat lain. Harapannya, ada beberapa program dan layanan yang bisa diadopsi dan diaplikasikan di perpustakaan pondok, tutupnya.

Rombongan santri MBS ditemui oleh Bapak Nasrul Wahid, SIP, salah seorang pustakawan BPAD DIY. Beliau menyambut baik kunjungan yang dilakukan santri MBS. “Terimakasih kepada adik-adik santriwati yang telah mau berkunjung ke perpustakaan ini. Kunjungan ini bagi saya bentuk kepedulian adik-adik dalam rangka menyemarakkan program literasi. Perpustakaan Grhatama Pustaka ini, lanjut beliau bukan satu-satunya perpustakaan terbaik, tetapi menjadi salah satu perpustakaan yang dimiliki pemerintah daerah DIY untuk dimanfaatkan sebaik mungkin bagi seluruh warga DIY baik yang ber KTP maupun bermukim, tandasnya. Tidak ada perpustakaan yang 100% bisa menyediakan informasi secara lengkap, untuk itu perpustakaan harus saling bersinergi dan menyokong, pungkasnya.(ElMoedarries)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/