MENGUKIR ASA PERTAJAM OLAH RASA, ABAS KE-10

Amal Bakti Santri (ABAS) adalah program tahunan Pondok Pesantren MBS yang wajib di ikuti oleh santri. Tahun ini merupakan ABAS yang ke-10, mengambil dua tempat yang berbeda yaitu di dusun Kenayan dan dusun Banyuroto, Magelang, Jawa Tengah. Sebanyak 1023 orang santri putra dan putri klas 9, 10, dan 11 mengikuti acara tersebut. Program yang di desain dilaksanakan selama 4-5 hari ini adalah dalam rangka mengasah kepekaan sosial para santri, dimana mereka ditempatkan dirumah-rumah warga yang tergolong kurang mampu secara ekonomi dan wajib menyatu dengan tuan rumahnya sekaligus juga membantu aktifitas keseharian tuan rumah. Alhamdulillah dari awal kehadiran para santri memperoleh sambutan yang positif tidak hanya datang dari warga Kenayan dan Banyuroto saja tapi juga bapak kepala dusun, ketua PRM, unsur Pemuda dan juga Karang Taruna dusun Banyuroto pun sanagat antusias.

Program-program menarik telah dipersiapkan panitia ABAS-10 untuk lima hari pelaksanaan kegiatan mulai dari Festival Anak Sholeh (FAS), Ashabul Kahfi, Pasar Murah, Baksos, Pembagian Paket Pendidikan, TPA dan juga Tabligh Akbar. Kolaborasi antara menejemen pondok dengan kepanitiaan di tingkat IPM dilapangan menghadirkan rangkaian kegiatan yang tersusun apik sehingga kebermanfaatan beraneka kegiatan diharapkan semakin di rasakan manfaatnya tidak hanya oleh santri itu sendiri tetapi juga masyarakat sekitar dan khususnya tuan rumah yang menjadi tempat bermalam para santri.

Setiap kegiatan ABAS pastilah menorehkan beragam cerita, begitu juga pelaksanaan Abas pada tahun ini di rasakan sangat berkesan oleh para santri tidak hanya IPM putra dan IPM putri saja tapi seluruh peserta Abas. Kegiatan ini benar-benar MENGASAH RASA KEPEDULIAN DAN JUGA KERJASAMA PARA SANTRI DENGAN SANGAT TAJAM. Mereka dilepas untuk menyatu dan merasakan dengan kehidupan keluarga masing-masing dan hanya sesekali diadakan pertemuan koordinasi. Ustadz dan ustazah yang berada di lokasi ABAS selain sebagai pendamping, juga berperan sebagai pengarah kegiatan, dan juga sekaligus pengawas kegiatan para santri. Teknis di lapangan yang menjadi tulang punggung dan motor penggerak adalah para santri IPM.

Rasa lelah tentunya hinggap, tapi rasa itu segera sirna saat melihat program-program yang telah di susun mendapat sambutan yang sangat positif dari warga, bahkan ada dari santriwan IPM putra yang meneteskan airmata bahagia sekaligus haru saat menyaksikan anak-anak yang mendapatkan bantuan paket pendidikan berupa buku tulis, buku gambar, 1 pak pensil warna, 1 pak penggaris,  kotak pensil beserta isinya, dan Iq’ra yang di masukan kedalam tas punggung  berlogokan Abas-10 dengan bangga langsung di pakainya di punggungnya. Atusiasme warga semakin meningkat saat ABAS masuk hari kedua dan seterusnya, Mutiara Fathiha R santri kls II IPS bagian bahasa dan bagian TPA dan seksi acara ini menuturkan bahwa semangat warga dan anak-anak meningkat 100% dari hari pertama. Alhamdulillah, acara demi acara berlangsung dengan meriah dan sukses, mulai dari program Pembagian paket pendidikan, Pasar Murah, Bazar, Kegiatan lomba-lomba tingkat TK sampai SMP seperti lomba CCA (cerdas cermat agama), lomba azan, lomba  mewarnai, lomba tahfidz, lomba kaligrafi dan juga lomba puisi.

Abas kali ini ada sedikit yang berbeda yaitu adanya program trobosan yang memang baru kali ini diadakan yaitu program program Ashabul Kahfi. Program ini adalah program pembacaan surah Al-Kahfi program ini di langsungkan di masjid Sabilurahman acara yang di selenggarakan Kamis malam pukul 19.30 ini berlangsung sampai pukul 21.00 wib. Acara ini diikuti  oleh seluruh santriwati, keluarga yang ketempatan menginap, serta anak-anak dan masyarakat luas, hadir dalam acara tersebut kurang lebih 600 orang. Acara tersebut berjalan sangat hikmad, karena memang acara pembacaan surah Al-Kahfi seperti ini baru pertama kali di lakukan disini. Bapak Sumanto dan pak Riyadi takmir masjid sangat senang akan adanya kegiatan ini. Mutiara Fathiha menjelaskan adanya kegiatan ini tidak lain adalah menumbuhkan kecintaan akan sunah Rosul, dan juga cinta masjid.

Hampir seluruh kegiatan ABAS baik putra dan puri di pusatkan di masjid sekitar tempat Abas berlangsung  baik masjid Nurul Iman dan Baitusalam (putra), dan masjid Sabilurahman dan Al-Mustofa untuk (putri). Harapannya dengan di pusatkan di masjid maka fungsi masjid sebagai pusat kegaitan dakwah akan terasa sangat hidup. Para santri diwajibkan untuk memakmurkan masjid yang ada dengan cara sholat berjamaah lima waktu di masjid. Selain itu ada program Pojok Baca yang di adakan di Masjid Nurul Iman, program ini berupa pemberian 1 unit almari buku, 10 buah meja baca, 500 eksemplar buku bacan ilmu agama dan umum juga Iptek. Kegiatan ini bertujuan agar masjid sebagai pusat keilmuan dapat merangsang minat baca masyarakat. Selain itu program pemberian pewangi buat masjid, penunjuk arah dan keterangan lokasi masjid, dan juga serah terima peralatan kebersihan.

Kegiatan sosial yang sangat berkesan bagi santri putra antara lain adalah kegiatan peremajaan lingkungan yaitu pengecatan gapura masuk kampung, dan juga kerja bakti memperbaiki rumah salah satu warga yang atapnya rusak dan bocor. Salah satu santriwan saat di temui redaksi mengutarakan pengalamannya bahwa ia baru tahu bahwa kekeluargaan masyarakat disini sangat erat, mereka tidak ada istilah membayar tukang untuk bekerja membangun sesuatu, yang ada hanyalah kata GOTONG ROYONG, saling bersama-sama meringankan beban sesama. Hal inilah yang anak-anak kagumi dari kehidupan masyarakat pedesaan yang mungkin sudah jarang di temui di perkotaan. Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh masyarakat dusun Kenayan dan dusun Banyuroto atas sambutan yang sangat hangat, dan kesempatan buat santri-santri MBS belajar langsung di masyarakat, semoga Allah SWT membalas dengan berlipat kebaikan dan keberkahan. Sampai berita ini dinaikan proses perpulangan santri baik santriwan dan santri wati telah selesai dan Alhamdulillah telah sampai pondok dengan selamat.

  

  

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *