Menyambut Dan Memaknai Tahun Baru Hijriyah

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Dzulhijah. Itu artinya kita akan memasuki tahun baru umat Islam yaitu tahun baru Hijriyah. Salah satu sejarah Islam yang patut dijaga dan dijadikan sebagai motivasi bagi diri seorang muslim. Bagaimana tidak, perjalanan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dari Mekah ke Madinah sebagai awal terbentuknya masyarakat yang madani.

Hijrah, itulah dasar rujukan adanya tahun Hijriyah. Hijrahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat radhiyallahu ‘anhum, ketika dirasa perjuangan dakwah yang dilakukan di Mekah sudah tertutup, maka Allah ta’ala memperkenankan agar umat Islam melakukan hijrah ke Madinah.

Tahun hjriyah itu sendiri baru ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 Hijriyah atau 638 Masehi. Para sahabat bermusyawarah mengena kalender  Islam. Dari mereka ada yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Nabi Muhammad menjadi seorang Rasul. Ada yang mengatakan sejak lahirnya Rasulullah. Maka yang diterima adalah usulan dari Ali Bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa tahun umat Islam berdasakan momentum hijrah Rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Mekah ke Yatsrib nama sebelum diganti menjadi Madinah.

Adapun hijrah secara bahasa artinya adalah memutuskan, meninggalkan dan menjauhi. Adapun makna istilah hijrah adalah proses peralihan diri untuk menjadi yang lebih baik dengan meninggalkan segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah ta’ala. Maka diharapkan setiap muslim dapat mengambil pelajaran dari tahun baru hjriyah.

Ibnu Qayyim membagi hijrahke dalam dua macam, yaitu hijrah bil jasad (hijrah fisik) an hijrah bil qalbi (hijrah hati). Hijrah bil jasad artinya proses peralihan diri yang tampak secara fisik. Misalnya adalah perpindahan seorang dari lingkungan yang buruk ke lingkungan yang baik. Termasuk hijrahnya seorang muslimah yang tebiasa terlihat aurat dan memutuskan untuk memakai pakaian syar’i yang menutup aurat.

Adapun hijrah bil qalbi adalah proses peralihan diri yang tidak hanya sebatas fisik, tapi sudah brada pada tataran yang lebih tinggi. Pada fase ini, seseorang sudah masuk pada tahapan teus berusaha istiqamah mamantapkan hatnya di jalan Allah ta’ala.

Kita memohon agar di tahun baru 1440 hijriyah ini, Allah ta’ala senantiasa memberikan petunjuk agar kita melakukan hijrah, agar nantinya setiap diri seorang muslim bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan senantiasa diberikan rahmat oleh Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang  yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah  yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Baqarah : 218).

Rasulullah juga pernah bersabda dalam memaknai kata hijrah Beliau mengatakan: “Orang-orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah ta’ala”. (HR. Al Bukhari). Maka di penghujung tahun 1439 hijriyah ini, kami mengucapkan mengucapkan selamat tahun baru 1440 hijriyah, kullu ‘aamin wa antum bi khairin (semoga setiap tahun kamu dalam keadaan baik).

Penulis

Ustadz Sahman Lc.

Staff Pengajar PPM MBS Sleman Yogyakarta

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest