Kurikulum Merdeka yang dicanangkan Nadiem Makarim menuntut kreativitas guru. Model pembelajaran berbasis proyek membuat siswa mempraktikkan apa yang didapat di ruang kelas. Siswa bisa berkarya dan belajar dari praktik atau percobaan.

Dalam pelajaran Kimia, anak-anak tidak hanya dituntut untuk menghafal rumus, tetapi juga mengaplikasikan teori lewat praktik. Hal itulah yang dilakukan Ustazah Lisa Dwiana, S.Pd selaku guru Kimia di PPM MBS Yogyakarta.

Pada hari Rabu (6/9/2023) Ustazah Lisa mengajak santrinya untuk mempraktikkan subjek pelajaran “Kimia Hijau”. Dalam praktik “Kimia Hijau” ini, anak-anak diajak belajar tentang pembuatan plastik ramah lingkungan.

“Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk mengenalkan pada santri bahwa ilmu kimia itu bisa diterapkan di dalam industri yang ramah lingkungan.”

Ustazah Lisa menambahkan, “ini merupakan praktik kedua kali, santri masih belajar pada praktik dasar.” Disinggung tentang bahan untuk membuat plastik ramah lingkungan, “bahannya cukup mudah, dan bisa didapat di toko terdekat.”

Untuk membuat plastik ramah lingkungan ini diperlukan bahan seperti tepung tapioka, minyak goreng, asam cuka, dan air.

Santri kelas X C, Alamsyah mengaku “Senang, asyik dan seru. Dari praktik ini, kita bisa mencoba hal baru di luar kelas.”

Praktik ini dilakukan di kompleks MBS dengan menggunakan alat dari inventaris lab MIPA. Anak-anak mengaku senang diajak belajar di luar kelas.

Kegiatan ini dilaksanakan di pagi sampai siang hari. Ustazah Lisa pun memberi respon dan mengawal jalannya praktik “Kimia Hijau” yang dilakukan para santri.(Mas Arif)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/