Prambanan— PPM MBS Yogyakarta menggelar kegiatan refleksi sebagai rangkaian dari peringatan milad ke-18 tahun. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di SMP MBS Al Badar Prambanan. Sebelum kegiatan dimulai, para peserta terlebih dahulu disuguhi penampilan puisi dari SD MBS Yogyakarta tentang 18 tahun perjalanan dan perjuangan PPM MBS Yogyakarta.
Ketua PCM Prambanan, dr. H. Omar Indroyono menyampaikan ucapan selamat atas peringatan milad ke-18 tahun. “Selamat milad ke-18 kepada PPM MBS Yogyakarta semoga tetap berjaya dan semangat untuk terus berkembang di tengah rintangan yang ada. Marilah kita bisa mengambil hikmah dari 18 tahun perjalanan MBS ini” ungkapnya. Ketua BPP, ustaz Amir Fauzi, S.Ag juga berkesempatan untuk memberikan sambutan, beliau menegaskan bahwa 18 tahun perjuangan bukanlah waktu yang singkat, perjalanan diwarnai dengan air mata, do’a, harapan, dan kerja keras yang tak pernah henti. Beliau juga mengajak kepada seluruh civitas akademika agar menjadikan milad ke-18 ini sebagai momentum untuk melangkah lebih baik ke depan.

Acara berlanjut dengan tausiyah sekaligus refleksi milad yang diisi oleh Sekretaris Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Pusat, ustaz Agus Suroyo, M.Pd.I. Beliau menyampaikan bahwa berada di lingkungan MBS Yogyakarta merupakan suatu hal yang baik. “Jadikanlah MBS menjadi rumah untuk beramal, beribadah, sekaligus mencari nafkah.” ungkapnya di hadapan peserta. Selain itu, beliau juga membahas mengenai “Roadmap Muhammadiyah 20 Tahun ke depan”. Dalam kurun waktu tersebut, dunia pendidikan menghadapi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga pendidikan Muhammadiyah. Oleh karena itu, MBS Yogyakarta sebagai bagian dari PP Muhammadyah mampu mengelola dan mengembangkan pesantren dengan memperhatikan situasi yang ada, seperti tantangan demografis dan perubahan karakter konsumen pendidikan. Selain itu, perlu juga memperhatikan metode promosi, penguatan nilai unggulan, dan penguatan jejak digital.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan PPM MBS Yogyakarta, serta lembaga ekonomi pesantren, yakni Hasbuna Business Center. Kehadiran seluruh elemen tersebut mencerminkan sinergi antara pendidikan, sumber daya manusia, dan kemandirian ekonomi pesantren.
Refleksi Milad ke-18 ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan semata, tetapi juga sebagai ruang untuk berpikir strategis menyongsong masa depan yang gemilang. MBS Yogyakarta berkomitmen untuk terus berinovasi, memperkuat nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan agar mampu mencetak generasi ulama intelektual dan intelektual ulama sesuai dengan visi pesantren (TSL)