Prambanan (MBS Yogyakarta) – Sore itu pada hari Jumat (18/09), halaman utara kantor pusat dipenuhi haru biru. Pasalnya, 49 santri jenjang SMA peserta International Arabic Camp (IAC) 2026 akan menempuh dauroh selama satu bulan di Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Para wali santri tak kuasa menahan kesedihan, namun mereka harus melepas anak-anaknya demi belajar langsung bahasa Arab bersama Masyayikh/ah. Insya Allah santri peserta IAC 2026 akan mengikuti rangkaian dauroh ini sejak tanggal 18 September hingga 18 Oktober 2026.


Keberangkatan dari MBS Yogyakarta 19 santri putri dan 30 santri putra tersebut didampingi oleh ustaz Fakih Udin, Lc. (Pimpinan MBS Yogyakarta) sebagai pendamping santri putra dan ustazah Zulfa Khuriyatul Farah, S.Hum. (Kasi Bahasa Putri MBS ARF) sebagai pendamping santri putri. Jajaran pimpinan mulai dari ustaz Didik Riyanta, S.Sos.I. (Pimpinan MBS Yogyakarta), ustaz Muhammad Abdi Fattah, Lc. (Sekretaris MBS Yogyakarta), ustaz Rahmat Susanto, M.Pd. (Wakil Pimpinan 1 Bidang Pendidikan) didampingi oleh ustaz Ali Fatwa (Kemahadan Putra), menghadiri apel pemberangkatan peserta IAC 2026.


Sesuai jadwal, bis yang akan mengantar santri peserta IAC 2026 akan menuju ke bandara Juanda, sebelum sampai ke Jeddah. Dalam pelepasan keberangkatan, ustaz Didik berpesan kepada santri peserta IAC 2026 agar hati-hati dan semoga dapat mengikuti program dengan lancar tanpa suatu halangan apapun. Rencananya, dari bandara Juanda, rombongan IAC 2026 akan transit terlebih dahulu di bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport), Malaysia. Baru setelah itu, menunggu jadwal keberangkatan untuk menuju ke bandara King Abdul Aziz, Jeddah. (Multimedia)
Kontributor Berita: Ustazah Zulfa Khuriyatul Farah, S.Hum. (Pendamping Putri IAC 2026)
Foto: Multimedia MBS Yogyakarta