Prambanan— Lazismu MBS Yogyakarta kembali menyalurkan bantuan sosial melalui program Kado Ramadhan 1447 H dengan mendistribusikan sebanyak 2.150 paket sembako kepada masyarakat. Kegiatan pentasyarufan zakat dan sedekah tersebut dilaksanakan di kompleks Pondok Pesantren MBS Yogyakarta pada Rabu (11/3/2026). Program ini menjadi bagian dari agenda sosial Ramadhan yang rutin digelar setiap tahun oleh Lazismu MBS sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar pesantren. Penyaluran bantuan dilakukan bersamaan dengan kegiatan Kajian Ifthor Ramadhan yang dihadiri sekitar 355 warga dari lingkungan sekitar Pondok Pesantren MBS. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mengikuti kajian keislaman menjelang waktu berbuka puasa yang disampaikan oleh Ketua BPP MBS Yogyakarta, Amir Fauzi, S.Ag.

Ketua Lazismu MBS Yogyakarta, ustadz Odjie Samroji, menjelaskan bahwa program Kado Ramadhan tahun ini berhasil menjangkau penerima manfaat dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, tahun ini Lazismu MBS Yogyakarta dapat menyalurkan 2.150 paket sembako yang berasal dari zakat dan sedekah para muzakki. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat, terutama dari para orang tua wali santri MBS Yogyakarta yang mempercayakan penyaluran zakatnya melalui Lazismu MBS,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa dukungan para muzakki memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan program sosial yang dijalankan oleh Lazismu. “Terima kasih kepada seluruh muzakki yang telah menyalurkan zakat dan sedekahnya melalui program Kado Ramadhan. Semoga menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan bagi semua pihak,” tambah ustadz Odjie.

Bagi masyarakat penerima manfaat, bantuan tersebut sangat berarti dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan. Salah seorang warga penerima, Ibu Dewi, menyampaikan rasa syukur atas program yang digelar Lazismu MBS Yogyakarta. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada Lazismu dan MBS Yogyakarta yang selalu peduli kepada masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan MBS Yogyakarta, Didik Riyanta, menuturkan bahwa program pentasyarufan zakat melalui Lazismu telah menjadi agenda rutin setiap Ramadhan sebagai bagian dari penguatan peran sosial pesantren. Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. “Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat. Pesantren harus menjadi bagian dari ekosistem sosial yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Melalui program Kado Ramadhan 1447 H, Lazismu MBS Yogyakarta berupaya terus menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan nilai-nilai Ramadhan sebagai momentum mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.