Prambanan –Pagi ini, Kamis (19/02) suasana di pondok sedikit berbeda. Pada pukul 7 santri kelas 12 sudah berbaris mengikuti apel pagi bersama Ustaz Rahmat Susanto, Wakil Pimpinan Bidang Pendidikan di Halaman kampus putra PPM MBS Yogyakarta, sedangkan kampus putri dibersamai oleh Kepala Sekolah SMA Ustaz Roiq, Lc. Apel ini sebagai suntikan semangat kepada santri yang sedang berdiri di gerbang kelulusan. Dalam arahannya, Ustaz Rahmat menekankan pentingnya kedisiplinan untuk meraih kesuksesan, bukan hanya sekadar nilai pada selembar kertas.
Setelah apel, santri memenuhi teras kelas masing-masing, menunggu namanya dipanggil oleh para penguji. Ada santri yang sibuk membaca dan menghapal, ada pula yang bercanda dengan teman untuk mencairkan suasana dan mengusir gugup.

Rangkaian asesmen ini merupakan lanjutan setelah sebelumnya pada November 2025 telah berlangsung ujian praktik. Rangkaian berikutnya adalah asesmen lisan yang dimulai pada hari ini tanggal 19 hingga 23 Februari 2026. Asesmen lisan ini menjadi dasar pertimbangan mutu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, serta sebagai pengaplikasian teori yang sudah didapatkan santri selama 6 tahun di pondok pesantren.
Materi yang diujikan pada asesmen lisan ini cukup komprehensif. Materi bahasa Arab yang diujikan adalah muhadatsah, nushush, nahwu, shorof, imla, serta materi fiqih tentang Al-Qur’an, tajwid, ibadah Qauliyyah, dan ibadah Fi’iliyyah. Sementara itu, untuk bahasa Inggris aspek yang dinilai yaitu, reading, speaking, grammar and translation, serta spelling.
Perjuangan belum usai, pada 24 Februari – 8 Maret 2026 santri akan langsung berhadapan dengan asesmen tulis. Nilai ini nantinya akan diakumulasikan dengan nilai lain seperti asesmen harian, asesmen praktik, dan asesmen lisan untuk menjadi nilai akhir kelulusan. Pondok juga memberikan ruang bagi santri yang tidak bisa mengikuti asesmen dengan alasan yang syar’i atau membutuhkan perbaikan nilai pada sesi susulan dan remedial pada 9- 11 Maret 2026.
Rangkaian asesmen ini diharapkan dapat membentuk mental dan meningkatkan pendidikan karakter santri. Sesungguhnya kelulusan bukanlah sebuah akhir dari pembelajaran, melainkan gerbang awal untuk mengabdi dan belajar langsung menjadi bagian di masyarakat. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan sehingga santri tidak hanya lulus dengan nilai yang memuaskan, tetapi juga dengan karakter Islami yang siap bermanfaat untuk umat.