Momentum Ramadhan kerap digunakan berbagi ke sesama. Hal itu juga yang dilakukan santriwati MBS yang tergabung dalam Korps Relawan Muhammadiyah (KRM) dengan berbagi takjil ke pengguna jalan di sekitar pertigaan bangjo pasar Candi Prambanan, (7/04/2023).

Salah satu santriwati kelas 11 MIPA 7, Zinda Zafira mengaku senang terlibat dalam kegiatan berbagi takjil tersebut. Terlebih saat memberikan bingkisan takjil pada pengendara yang melintas.

“Senang bisa berbagi kepada orang lain dan senang juga bisa berbagi dengan teman-teman sekolah,”ujarnya.

Pembimbing KRM Putri, ustadzah Imma Dwi Rahmawati menjelaskan tujuan kegiatan Ifthar On The Road adalah meningkatkan nilai karakter peduli  dan cinta kasih terhadap sesama manusia. Ia berharap, santri MBS tumbuh menjadi anak-anak yang berjiwa besar dan peduli dengan masyarakat di sekitarnya.

Dirinya menyambut baik kegiatan amal tersebut. Ia berharap, kegiatan ini menjadi tempat belajar bagi santriwati untuk berlatih sedekah.

“Semoga kegiatan ini menjadi ladang pahala bagi keluarga besar MBS,” tuturnya.

Pembagian takjil dilakukan oleh pengurus KRM dengan dibantu beberapa ustadzah dengan menggunakan mobil. Pembagi takjil dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok hari pertama terdiri dari 7 santriwati membagikan di jalan pertigaan bangjo pasar Prambanan. Pun demikian dengan kelompok kedua yang bertugas pada hari kedua, dengan beranggotakan jumlah yang sama dan tempat yang sama pula.

Sementara itu, kordinator lapangan ustadzah Thunia Assyifa mengatakan kegiatan ini dapat menjadi tempat belajar bagi santri untuk berlatih dermawan. Ia berharap kegiatan Ifthar On The Road dapat dilaksanakan setiap tahun di bulan puasa. Ia juga sangat senang karena banyak santriwati yang ikut andil dalam kegiatan ini dengan ikut menyumbangkan takjil. Ustadzah Thunia menegaskan, kegiatan tersebut sebagai bukti bahwa Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School meyakini berbagi adalah kunci hidup bersama.

“Dengan terus berbagi, nilai karakter peduli dan cinta kasih para santri akan semakin berkembang,” papar ustadzah Thunia.“Kita sebagai manusia yang tidak bisa hidup sendiri, berbagi merupakan cara atau kunci untuk hidup bahagia bersama-sama,” pungkasnya.

Selain itu, dalam kegiatan berbagi ini terdapat 370 takjil yang dibagikan oleh santri. Tak hanya berlangsung sehari, kegiatan ini akan dilakukan selama 2 hari.(ElMoedarries)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/