Digitalisasi Pembelajaran: Pelatihan Eksplorasi Penggunaan IFP

WhatsApp
Telegram
Facebook

Pemerintah terus mendorong program prioritas revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran. Untuk mewujudkan program tersebut, pemerintah mendistribusikan perangkat teknologi berupa papan pintar ke berbagai sekolah di Indonesia, termasuk PPM MBS Yogyakarta.

PPM MBS Yogyakarta menerima 3 unit Interactive Flat Panel (IFP) yang dialokasikan 2 unit untuk SMA dan 1 unit untuk SMP. Untuk mendukung hadirnya papan pintar ini, pondok menggelar pelatihan eksplorasi penggunaan IFP pada Selasa, 20 Januari 2026. Acara ini sekaligus sesi pengimbasan dari bimbingan teknis yang sebelumnya telah diikuti oleh Ustazah Eka Yani, S.Kom.

Pelatihan yang dilaksanakan di Aula Ki Bagus Hadikusumo ini diharapkan agar guru dapat menyusun rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Guru dapat memanfaatkan perangkat IFP dengan metode pembelajaran yang sesuai sehingga dapat menarik santri dan menumbuhkan kesadaran belajar santri.

Meskipun kehadiran teknologi canggih dan aplikasi pembelajaran interaktif sangat dibutuhkan, namun faktor guru adalah kunci utama pembelajaran. Ustaz Faqih dalam sambutannya menekankan pentingnya kehadiran jiwa guru saat pembelajaran.

“Metode itu lebih penting dari materi ajar dan guru lebih penting dari metode, tetapi ruh seorang guru itu lebih penting dari guru itu sendiri.”

Beliau juga berharap dengan pelatihan ini kualitas pembelajaran di kelas semakin meningkat dan menarik untuk peserta didik. Beliau juga berkomitmen untuk terus mengupayakan melengkapi sarana dan prasarana, serta fasilitas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan di pondok.