ABAS: Satu Aksi, Seribu Arti, Jiwa Islami dalam Harmoni

WhatsApp
Telegram
Facebook

Prambanan – Sebagai bentuk perwujudan dari visi dan misi lembaga, PPM MBS Yogyakarta menerjunkan 372 santri untuk mengikuti Amaliah Bakti Santri (ABAS) ke-14. Pondok tidak hanya menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter dan agama melalui pendidikan formal di kelas, tetapi juga pengabdian langsung di masyarakat.

Tahun ini, ABAS mengusung tema Satu Aksi, Seribu Arti, Jiwa Islami dalam Harmoni. Ustaz Ribath selaku ketua ABAS 14 ini menyampaikan pesan mendalam dari tema yang dipilih, “Satu langkah kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus dapat melahirkan dampak yang luas dan berkelanjutan. Satu aksi melambangkan kepedulian dan keberanian untuk memulai. Sementara itu, seribu arti mencerminkan efek domino dari kebaikan yang menular ke banyak pihak. Jiwa Islami dalam harmoni memiliki makna bahwa setiap aksi yang dilakukan berlandaskan nilai-nilai Islam seperti keikhlasan, ukhuwah, kepedulian sosial, dan keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Harapannya, ABAS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menanamkan semangat berbuat baik yang terus hidup dalam diri peserta dan masyarakat,” ungkapnya dalam wawancara digital.

ABAS yang telah dilaksanakan pada 24-29 Januari 2026 ini menekankan pada keberlanjutan dampak dan keterlibatan emosional dengan masyarakat. Tidak hanya fokus pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses membangun hubungan, memahami kebutuhan warga, serta menumbuhkan kesadaran sosial para santri. Selain itu, ABAS 14 hadir dengan pendekatan yang lebih kolaboratif dan harmonis, menggabungkan aksi sosial, edukasi, dan nilai spiritual secara seimbang. Setiap kegiatan dirancang agar tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga meninggalkan kesan, pelajaran, inspirasi baik, dan mencerahkan.

Kegiatan-kegiatan ini diantaranya adalah cek kesehatan gratis, bazar pakaian murah, lomba anak-anak TPA, dan bersih-bersih masjid. Kegiatan puncaknya, yaitu Rabu, 28 Januari 2026 dilaksanakan tabligh akbar yang diisi Ust. Dr. H. Ridwan Furqoni, M.Pd.I. Beliau merupakan Wakil Ketua PWM D.I. Yogyakarta dan kepala sekolah MTs Muhammadiyah Kasihan (2025-2029). Pengajian ini di Masjid Al Musyahidin KRT Djajaningrat II, Kradenan, Srumbung.

Desa Srumbung sendiri merupakan bagian dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ustaz Ribath memiliki alasan mengapa memilih desa ini, “Srumbung  dipilih karena memiliki potensi masyarakat yang kuat, nilai gotong royong yang masih terjaga, serta kebutuhan akan pendampingan sosial dan edukatif. Lokasinya yang berada di pedesaan serta dataran tinggi membuat suasana hangat dan baru bagi santri, terlebih para santriwan dan santriwati yang berasal dari kota-kota besar. Masyakatnya pun masih banyak yang bekerja sebagai peternak, pedagang, dan yang paling menarik dari warganya adalah kebanyakan merupakan petani salak. Dengan karakter alam dan sosial yang khas menjadikan desa ini tempat yang tepat untuk belajar sekaligus mengabdi.”

Beliau juga menyampaikan kesan yang dirasakan selama mengikuti kegiatan ABAS 14, “Hangatnya sambutan masyarakat serta semangat kebersamaan yang terbangun di antara panitia dan peserta. Hal ini menjadi bukti bahwa harmoni dapat tercipta ketika niat baik dipertemukan dengan kerja sama.” Semoga nilai-nilai yang didapat dari ABAS 14 di kecamatan Srumbung ini, dapat menumbuhkan rasa cinta jalinan ukhwah Islamiyah serta bisa menjadi pengalaman maupun pembelajaran baik untuk santri maupun seluruh masyakarat sekitanya.