Makkah – Langit Makkah menjadi saksi dimulainya program International Arabic Camp (IAC) 2026. Bukan sekadar untuk belajar, ke-49 santri peserta IAC tampak antusias untuk memulai niat mereka menimba ilmu langsung bersama syekh/ah. MBS Yogyakarta dan Jam’iyyah Al-Ijlal kembali menjalin kerja sama dalam program dauroh. Pembukaan pembelajaran yang kini berganti nama menjadi IAC tersebut berlangsung pada hari Senin (21/09) di Al Ayyam Elite Hotel tempat peserta menjalankan kegiatan. Syekh Sa’id Al-Qorni (perwakilan Jam’iyyatu Al-Ijal) menyampaikan agar para peserta dapat memaksimalkan waktu selama mengikuti dauroh. “Jangan sampai terlena dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Fokuslah pada ‘Apa yang Ingin Kamu Bawa Pulang dari Sini’,” pesan beliau saat memberikan sambutan.

Turut memberikan sambutan, ustaz Fakih Udin, Lc. mengucapkan terima kasih kepada pihak Jam’iyyah karena telah mempercayakan MBS Yogya untuk bekerja sama kembali. Lebih lanjut, beliau juga memberikan nasihat kepada para santri tentang pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. “Kesempatan ini sangat langka,” kata ustaz Fakih menekankan.
Latihan Soal (Pretest Bahasa Arab) Sebelum KBM Perdana
Ada yang berbeda pada pembukaan IAC tahun ini. Seluruh santri mengikuti latihan soal atau pretest yang diadakan oleh pihak Jam’iyyah Al-Ijlal. Soal-soal yang diberikan merupakan bahasa Arab seputar tata bahasa, identifikasi kesalahan tulisan, menyusun kata dan kalimat, dan lain-lain. Jam’iyyah Al-Ijlal hendak mengetahui seberapa luas tingkat penguasaan santri terhadap bahasa Arab dengan melakukan penilaian di akhir. Beberapa santri ada yang merasa sedikit kesulitan saat mengerjakan. Sebab mereka menemukan beberapa kosa kata yang masih sangat baru. Soal latihan tersebut memang melatih untuk berpikir dan mengulang kembali kaidah-kaidah bahasa Arab yang pernah mereka pelajari di pesantren.

Namun, mereka tak perlu khawatir karena Syekh Said Al-Qorni akan menunggu hingga semua santri selesai mengerjakan dan memastikan tidak ada satu soalpun yang kosong. Syekh Said Al-Qorni pun berkeliling untuk memantau dan membantu santri yang merasa kesulitan. Latihan soal ini merupaka bagian dari pembukaan IAC sebelum mereka memulai untuk mengikuti KBM perdana. (YS)
Kontributor Berita dan Foto: Ustazah Zulfa Khuriyatul Farah, M.Hum. (Pendamping Putri IAC 2026)