Ustaz Gita Ajak Pendidik MBS Yogya Hidupkan Muhammadiyah dengan Totalitas Khidmat

WhatsApp
Telegram
Facebook

Prambanan (MBS Yogyakarta) – Kajian Kamis Siang (Jikamsi) bagi guru dan karyawan PPM MBS Yogyakarta kali ini mengundang pemateri dengan latar belakang akademisi, dosen, dan tokoh Muhammadiyah. Beliau adalah ustaz H. Gita Danupranata, S.E., M.M. selaku Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebelum memulai kajian, terlebih dahulu ustaz Muhammad Fauzan Yakhsya, S.Hum. (Pimpinan MBS Yogyakarta) memberikan sambutan agar ustaz dan ustazah dapat menyimak pemaparan materi yang akan disampaikan oleh pemateri. Kemudian dilanjutkan dengan materi kajian PHIW (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah) dari ustaz Gita yang berlangsung di Masjid At Tanwir kompleks pondok Putra.

 

 

 

 

 

Menjalankan amanah adalah bagian dari tanggung jawab keimanan dalam Islam dan persyarikatan Muhammadiyah. “Sebagai seseorang yang bekerja di Muhammadiyah, maka bekerjalah secara profesional. Bangunlah rasa ihsan, ikhlas, dan ibadah sebagai kesungguhan dalam beragama,” ustaz Gita menyampaikan dalam kajian pada hari Kamis (17/09). Karakteristik warga Muhammadiyah berpegang pada prinsip Tarjih dan Tajdid. Dalam beribadah, umat didorong untuk selalu merujuk pada tuntunan yang sahih, mandiri dalam ijtihad, serta mampu mengimplementasikan nilai Islam yang berkemajuan.

Beliau kemudian menegaskan dengan memberikan ungkapan dari K.H. Ahmad Dahlan sebagai bagian dari perenungan. “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah.” Ungkapan tersebut menjadi pemantik bagi guru dan karyawan untuk meluruskan niat dalam aktif di persyarikatan.

Misi Dakwah: Kejujuran dan Profesional

Dalam materi kajian ustaz Gita tertulis bahwa seluruh pimpinan serta pengelola amal usaha berkewajiban untuk melaksanakan misi utama Muhammadiyah itu dengan sebaik-baiknya sebagai misi dakwah. Artinya, cara yang ditempuh adalah melaksanakan dengan penuh kejujuran dan profesionalisme. Keduanya saling berkorelasi antara menjalankan amanah sebagai ibadah kepada Allah dan menjalin interaksi dengan manusia, baik dalam keseharian maupun tugas sebagai muamalah. Itulah yang menjadikan hakikat amanah bagi seorang muslim perlu untuk dipegang secara teguh.

Profesional dengan menjalankan sesuai kompetensi serta sungguh-sungguh merupakan satu kesatuan dalam beribadah dan bekerja sebagai tujuan dari ijtihad. Setiap pekerjaan yang dilakukan akan dilihat oleh manusia dan diawasi oleh Allah Swt.. Sehingga berikan secara totalitas kepada santri. Dosen dari program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut menekankan, “Apa yang kita lakukan untuk santri adalah totalitas dari yang kita miliki, terlepas dari apa yang kita terima. Tidak semua harus berupa transaksional.”

“Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya …” (Q.S. Al-Baqarah: 286)

Keikhlasan Dalam Bekerja

Dalam Jikamsi yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan MBS Yogyakarta tersebut, ustaz Gita mengajak untuk meningkatkan keikhlasan dalam bekerja. Landasan keikhlasan menjadi poin krusial yang ditekankan.

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan.” (Q.S. Ar Rahman: 60)

“Kita tidak tahu kapan Allah akan memberikan imbalan yang tak terkira selama kita ikhlas,” nasihat beliau di hadapan ustaz dan ustazah. “Bukan Muhammadiyah memerlukan kita, tapi kita yang memerlukan Muhammadiyah,” tegasnya. Beliau sangat berharap partisipasi peran dari para asatiz untuk menjadi teladan dengan bergabung di persyarikatan pada levelnya masing-masing dan aktif di kegiatan yang dilakukan. Sebab itu akan menjadi modal sosial dan mendapat apresiasi dari masyarakat.

 

 

 

 

Di akhir kajian, ustaz Gita juga mengajak ustaz dan ustazah untuk menjadi pegawai yang amanah, memberikan keteladanan akhlak, serta menjadi uswah hasanah. Beliau pun memberikan enam nilai dalam uswah hasanah yang meliputi jujur, ramah, disiplin, santun, peduli, dan dapat dipercaya. Tak lupa pula memberikan pesan kuat bahwa dalam berdakwah dan mendidik, satu perbuatan nyata jauh lebih bermakna daripada seribu kata-kata. Semoga momentum ini semakin menguatkan komitmen MBS Yogyakarta dalam mencetak generasi umat yang berkemajuan. (YS)