Sinergi Relawan Muda MBS Yogya di Rakernas MDMC 2026

WhatsApp
Telegram
Facebook

Sleman – Bencana tidak bisa dihindari, tetapi kesiapsiagaan dan kolaborasi dapat kita bangun bersama. Korps Relawan Muhammadiyah (KRM) Putra MBS Yogyakarta menggelar penggalangan dana untuk korban gempa NTT. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Rabu (09/09) sore di sekitar lampu merah selatan Candi Prambanan.

Rapat Kerja Nasional MDMC 2026

Dua hari kemudian, Jumat (11/09), sebanyak 20 santri yang tergabung sebagai personil KRM Putra MBS Yogyakarta menghadiri undangan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) 2026. Bersama dengan ustaz Rifki Yuldi Pratama, S.Sos., ustazah Aidah Salsa Bila, dan ustazah Eliza Nuraini Putri sebagai pendamping KRM MBS Yogyakarta menuju ke Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya. Tidak hanya KRM, sejumlah tamu-tamu penting juga turut hadir pada Rakernas MDMC 2026. Secara terhormat, Prof. Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah) menghadiri kegiatan tersebut dan memberikan sambutan, “Bencana bukan sekadar data, tapi bencana butuh aksi nyata dan ketulusan untuk menyelamatkan harga nyawa seseorang.” Selain Prof. Haedar Nashir, juga dihadiri oleh bapak Pratikno (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) dan bapak Budi Setiawan (Ketua Lembaga Resiliensi Bencana-MDMC PP Muhammadiyah).

“Muhammadiyah telah banyak memberikan kontribusi tanpa harus meminta. Kami sangat berterima kasih atas itu,” ucap bapak Pratikno. “Bencana tidak berhenti saat sirine berhenti. Menjadi relawan berarti bertolak belakang dengan naluri manusia yang seharusnya menjauh dari titik bencana, tapi kita dengan hebat memilih untuk mendekat.”

Rakernas MDMC 2026 berlangsung pada tanggal 11 hingga 13 September 2026 yang menjadi ruang untuk menyatukan visi, misi, dan aksi kemanusiaan. Dengan mengusung tema “Sinergi dan Inovasi: Penguatan Kapasitas Dalam Manajemen Bencana Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal” diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarlini, mendorong penggunaan teknologi modern untuk sistem peringatan dini, mengintegrasi potensi, budaya, kebiasaan masyarakat setempat dalam hal mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Dengan keberadaan relawan yang siap dan sigap dalam menghadapi bencana, maka dapat lebih terarah dan inklusif. Bersama KRM, kita hadir lebih cepat, tepat, dan bermanfaat. (YS)

Foto dan Kontributor Berita: KRM Putra MBS Yogyakarta dan Ustaz Rifki Yuldi Pratama, S.Sos. (Pendamping KRM Putra MBS Yogya)