Ramadan selalu menjadi bulan yang penuh makna. Bulan yang mengajarkan tentang keikhlasan, kepedulian, dan indahnya berbagi kepada sesama. Semangat itulah yang dibawa oleh Angkatan 13 “GENEZTRO” dalam kegiatan bakti sosial di Desa Gedangsari yang dimulai pada 12 Maret 2026. Bukan sekadar kegiatan tahunan, momen ini menjadi perjalanan penuh pelajaran berharga bagi para santri untuk hadir, mengabdi, dan menebarkan manfaat di tengah masyarakat.
Sejak pagi, suasana penuh semangat sudah terasa. Para santri Angkatan 13 “GENEZTRO” berkumpul dengan antusias, membawa niat tulus untuk menjalankan serangkaian kegiatan sosial yang telah dipersiapkan bersama. Setibanya di Desa Gedangsari, sambutan hangat dari warga seolah menjadi pembuka yang menenangkan hati. Senyum ramah masyarakat menyiratkan harapan sekaligus kebahagiaan atas kehadiran para santri di tengah-tengah mereka.


Kegiatan diawali dengan bakti sosial, yaitu penyaluran bantuan kepada warga Desa Gedangsari. Bantuan yang diberikan menjadi wujud nyata kepedulian para santri terhadap masyarakat. Meski sederhana, setiap paket yang disalurkan membawa pesan bahwa kebaikan akan selalu terasa besar ketika dilakukan dengan hati. Bagi warga, bantuan tersebut sangat berarti. Bagi para santri, inilah kesempatan untuk belajar bahwa berbagi bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dalam memberi.
Apresiasi atas kegiatan ini pun datang dari berbagai pihak. Pak Sumardi selaku perwakilan PCM/PRM menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak pesantren, khususnya Angkatan 13, atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial tersebut. Menurut beliau, masyarakat Sampang sangat merasakan manfaat dari kegiatan ini. Beliau juga berharap agar segala harapan dan cita-cita yang diinginkan oleh pesantren dapat tercapai dan berhasil dengan sebaik-baiknya.
Setelah kegiatan bakti sosial, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengecekan kesehatan gratis untuk warga. Antusiasme masyarakat begitu terlihat. Warga berdatangan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka, memanfaatkan kesempatan berharga yang jarang didapatkan. Kehadiran layanan kesehatan gratis ini menjadi salah satu bentuk perhatian nyata kepada masyarakat, bahwa kesehatan adalah bagian penting dari kesejahteraan yang patut dijaga bersama.

Tidak berhenti di situ, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar yang menghadirkan suasana religius dan penuh hikmah. Warga desa berkumpul untuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan, menyimak pesan-pesan kebaikan yang menyejukkan hati. Dalam momen tersebut, bukan hanya ilmu yang dibagikan, tetapi juga semangat untuk terus memperkuat iman, mempererat ukhuwah, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Di sela-sela rangkaian acara, para santri juga melaksanakan bersih-bersih masjid. Dengan penuh semangat, mereka membersihkan halaman, menyapu lantai, merapikan ruangan, hingga memastikan lingkungan masjid tampak bersih dan nyaman. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa menjaga rumah ibadah bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap tempat suci yang menjadi pusat ibadah dan kebersamaan umat.
Keceriaan semakin terasa ketika para santri mengadakan kegiatan TPA untuk anak-anak. Dalam suasana hangat dan penuh tawa, anak-anak Desa Gedangsari belajar membaca Al-Qur’an, mendengarkan kisah-kisah Islami, dan mengikuti pembelajaran agama dengan cara yang menyenangkan. Kehadiran para santri menjadi warna tersendiri bagi mereka. Canda, senyum, dan semangat belajar anak-anak menghadirkan pemandangan yang begitu indah—sebuah bukti bahwa pendidikan agama dapat tumbuh subur dalam suasana penuh kasih dan kebersamaan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan, Angkatan 13 “GENEZTRO” juga memberikan paket pendidikan kepada anak-anak di Desa Gedangsari. Paket tersebut berisi perlengkapan sekolah yang diharapkan dapat membantu mereka dalam menuntut ilmu. Di balik paket sederhana itu, tersimpan harapan besar agar anak-anak tetap semangat belajar dan terus melangkah meraih cita-cita.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ika Ayu, alumni Angkatan 6 MBS Yogyakarta sekaligus warga Gedangsari, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh MBS Yogyakarta sangat membantu banyak orang. Menurutnya, masyarakat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar Angkatan 13 “GENEZTRO” senantiasa diberikan kesuksesan, dimudahkan dalam meraih cita-cita, dan dilancarkan dalam mewujudkan setiap impian.
Kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ini juga menjadi perhatian para pembimbing. Ustaz Sidik Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh kelas 12 berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mulai dari bakti sosial, pengecekan kesehatan, hingga tabligh akbar, semuanya menjadi rangkaian kegiatan yang sangat bermanfaat. Beliau berharap agar kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat untuk saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah dan membawa kebaikan di masa yang akan datang. Lebih dari itu, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bukti keberhasilan para santri dalam menuntut ilmu dan mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama di pondok.
Keesokan harinya, tepat pada 13 Maret 2026, semangat berbagi kembali menyala dalam kegiatan Iftar on the Road. Menjelang waktu berbuka puasa, para santri turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan dan warga sekitar. Dengan tangan yang sigap dan wajah yang penuh semangat, mereka menyapa masyarakat dengan ramah sembari membagikan makanan dan minuman untuk berbuka. Meski hanya dalam waktu singkat, kegiatan ini menghadirkan kebahagiaan sederhana yang begitu bermakna. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi bukti bahwa sekecil apa pun kebaikan, akan selalu menemukan tempat di hati orang lain.

Seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial ini bukan hanya meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Desa Gedangsari, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para santri Angkatan 13 “GENEZTRO”. Di balik setiap langkah, ada pelajaran tentang arti kebersamaan. Di balik setiap bantuan, ada makna tentang kepedulian. Dan di balik setiap senyum yang tercipta, ada kenangan indah yang akan terus hidup dalam ingatan.
Melalui kegiatan ini, Angkatan 13 “GENEZTRO” membuktikan bahwa menjadi generasi muda bukan hanya tentang belajar di dalam kelas, tetapi juga tentang hadir di tengah masyarakat, merasakan denyut kehidupan mereka, dan memberikan manfaat nyata. Dukungan, doa, dan apresiasi dari masyarakat serta para asatidz menjadi penguat langkah bagi mereka untuk terus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat. GENEZTRO hadir bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk memberi arti. (YS)
Kontributor Berita: Ahsanul Fikri (Santriwan Angkatan 13)
Kontributor Foto: Santriwan Angkatan 13