Jaya Melati 1 adalah program pelatihan dasar untuk calon pelatih dan pembina di Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan, manajemen, dan pembentukan karakter islami untuk menjadi pendidik dan pembina yang tangguh di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
PPM MBS Yogyakarta telah selesai menggelar Jaya Melati 1 pada 29 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026. Sebagai sekolah kader, Pondok berharap dengan diadakannya Jaya Melati 1 angkatan ke-10 ini anak anak dapat menjadi pelatih kepanduan Hizbul Wathan yang matang dalam segala aspek. Kegiatan ini dilatih langsung oleh ramanda dan ibunda yang sudah diakui nasional, baik dari Kwarwil maupun Kwarda Sleman. Selain penyampaian materi yang dilaksanakan di pondok, kegiatan ini juga memberikan praktik langsung di Bumi Perkemahan.

Magenta, salah satu peserta, menyampaikan kesan yang positif, “Sangat menyenangkan meskipun menguras tenaga. Kami belajar kepanduan dan atributnya, serta cara mengajar yang berbeda untuk Athfal, Pengenal, dan Pembela. Paling seru ketika belajar menjadi pembina tingkat athfal karena kegiatannya menciptakan kegembiraan.”
Ustaz Fauzan menyampaikan harapan dalam upacara penutupan seluruh rangkaian kegiatan Jaya Melati 1 di Bumi Perkemahan Jazman Al Khindi, Pusbang , Kaliurang.
“Saya berharap apa yang kami sampaikan dan berikan kepada Ananda bisa diambil hikmahnya, terekam dalam ingatan, dan dapat ditularkan kepada orang lain. Jika kalian memanfaatkan ilmu tersebut dengan sebaik-baiknya, tentu hal itu akan menjadi amal jariyah bagi kita semua. Keringat dan lelah kita selama mengikuti pelatihan ini akan menjadi saksi di akhirat kelak.”
Sebagai pimpinan, Ustaz Fauzan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan Jaya Melati 1, “Terima kasih kepada ramanda dan ibunda pelatih nasional, kwartir wilayah dan daerah Sleman yang telah menyelenggarakan rangkaian pelatihan Jaya Melati 1. Kami berharap kerja sama dan pelatihan ini akan terus terlaksana.”