Yogyakarta– Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa, di mana umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt. Bulan ini disambut dengan penuh antusias oleh berbagai kalangan, baik individu maupun instansi. Di PPM MBS Yogyakarta, para santri menyadari bahwa bulan Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah. Rangkaian ibadah yang diikuti oleh para santri dapat dilaksanakan baik di lingkungan internal maupun eksternal pesantren. Salah satu kegiatan eksternal pada bulan suci Ramadhan adalah kegiatan “Dakwah Santri”. Dakwah Santri merupakan bagian dari program tahunan yang menjadi keunggulan PPM MBS Yogyakarta. Kegiatan ini sebagai bentuk syiar Islam sekaligus pengabdian santri kelas XI MBS Pusat dan MBS A.R. Fachruddin kepada masyarakat sekitar.

Sebelum penerjunan, para santri telah mendapatkan berbagai pembekalan yang meliputi adab sosial, materi dakwah, manajemen TPA, hingga keterampilan menjadi imam dan khatib. Para santri kelas XI diterjunkan untuk membantu mengisi berbagai aktivitas keagamaan masyarakat, seperti menyampaikan ceramah, menjadi imam tarawih, membina TPA, dan aktivitas ibadah lainnya. Sebelum diterjunkan ke masyarakat, PPM MBS Yogyakarta menyelenggarakan acara pelepasan pada Rabu, 18 Februari 2026 yang bertempat di lapangan samping Masjid At Tanwir dan Mushola Fatimah. Selanjutnya, proses penerjunan santri dilakukan menggunakan armada pondok dan bus. Sebagian santri juga dijemput langsung oleh wali tuan rumah atau takmir masjid.

Berdasarkan informasi dari panitia penyelenggara, ustazah Anisa Qurrata’ayun mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran, penguatan ruhiyah, sekaligus praktik dakwah di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama 9 hari untuk santri MBS Pusat, yakni sejak 18 hingga 26 Februari 2026, dan selama 20 hari untuk santri MBS A.R. Fachruddin. Dakwah Santri MBS Pusat dilaksanakan di berbagai daerah seperti Prambanan, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul, Klaten, dan Borobudur. Sedangkan untuk PPM MBS A.R. Fachruddin tersebar di beberapa titik lokasi, diantaranya Magelang, Wonosobo, Cilacap, Gunung Kidul, dan Borobudur.

Pada tahun ini, kegiatan Dakwah Santri menerjunkan sejumlah 385 santri, dengan rincian: santri Putra MBS Pusat sebanyak 145 anak yang terbagi menjadi 28 kelompok, santri Putri MBS Pusat sebanyak 157 anak yang terbagi menjadi 26 kelompok. Kemudian santri Putra MBS A.R. Fachruddin sebanyak 38 anak yang terbagi menjadi 19 Kelompok, dan santri putri MBS A.R. Fachruddin Putri sebanyak 45 anak yang terbagi menjadi 15 Kelompok.

Menurut ustaz Khoiru Ribath sebagai ketua panitia, kegiatan Dakwah Santri pada bulan Ramadan merupakan momentum terbaik untuk melatih santri menjadi dai muda yang siap terjun ke masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya praktik dakwah, tetapi juga pembelajaran tentang tanggung jawab, kemandirian, dan kepemimpinan. Ustaz Ribath juga berharap para santri kelas XI mampu menjaga nama baik pesantren, menjadi teladan dalam ibadah dan akhlak, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara pondok pesantren, persyarikatan dan masyarakat sekitar yang terlibat.

Program Dakwah Santri memberikan gambaran nyata tentang bagaimana kehidupan spiritual di lingkungan masyarakat. Program ini menjadi peluang emas untuk mengasah potensi dan keterampilan dakwah para santri. Harapannya dengan dilaksanakannya program ini, PPM MBS Yogyakarta mampu mencetak generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah. (TSL)
Kontributor Berita: Ustazah Anisa Qurrata’ayun