Di pagi hari, ada yang berbeda di PPM MBS Yogya. Ribuan santri putera sedang berkumpul di halaman Kompleks PPM MBS Yogya hari Sabtu (28/10/2023). Sejak pukul 07.00 Wib mereka sudah berkumpul dan duduk lesehan.  Mereka berkumpul dalam acara Edukasi Pemilahan Sampah.

Acara ini diinisiasi oleh Wakil Direktur IV bidang Sarana dan Prasarana Ustaz Didik Riyanta, S.Sos.I. bekerjasama dengan bidang Kesiswaan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul.

Dalam acara Edukasi Pemilahan Sampah, nampak Pak Arif Solihin dari Perkumpulan Pengelolaan dan Bank Sampah Nusantara memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai dampak sampah yang tidak terpilah. Arif Solihin menjelaskan, “sejatinya tidak ada sampah. Yang ada hanyalah kita yang belum sadar cara mengelolanya.”

Ribuan Santri sedang mengikuti Edukasi Pemilahan Sampah di halaman PPM MBS Yogya [28.10.2023]

Dalam sosialisasinya ia juga menegaskan bahwa “MBS sudah bagus, lengkap sarana dan prasarananya, tinggal kita yang di dalam, mengoptimalkan pemilahan sampah di sini.”

TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Piyungan sebelumnya ditutup sejak 5 Juli-5 September 2023. Ditutupnya TPST Piyungan telah membuka inisiatif PPM MBS Yogya untuk mengelola sampah secara mandiri.

MBS Yogya sendiri sudah memiliki Tempat Pemilahan Sampah Mandiri (TPS Mandiri) yang berada di Jamusan. TPS Mandiri ini sudah beroperasi sejak Jumat (13/10/2023). Adanya TPS Mandiri ini cukup membantu dan mendorong PPM MBS Yogya bebas dari sampah.

Ustaz Sidik Nugroho, S.Pd selaku bidang kesiswaan mengatakan, “ Silakan dimulai dari kelas masing-masing. Bila sampah organik tercampur dengan an organik, ini akan menimbulkan bau.” Sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah ini diikuti seluruh santri dari kelas VII sampai kelas XII santri putera PPM MBS.

Dalam acara Edukasi Pemilahan Sampah kali ini, santri juga bertanya “sandal jepit, kain masuk sampah apa?.” Pak Arif Solihin pun menjawab bahwa sandal jepit, kain, termasuk sampah an organik.

Arif Solihin yang juga merupakan konsultan dari TIMDIS ID menggandeng KSM PILAH BERKAH IMOGIRI mengatakan sebenarnya konsep pengelolaan sampah itu ada enam; pertama regulasi, kedua kelembagaan, ketiga program, keempat pembiayaan, kelima teknologi, keenam sirkulasi ekonomi.

Ustaz Didik selaku Wadir IV PPM MBS Yogya mengatakan, “Edukasi Pemilahan sampah hari ini bertujuan agar sampah yang kita kelola melalui TPS Mandiri tidak terlalu berat. “Selama ini pengelolaan sampah di TPS Mandiri agak lama karena di sana masih harus milah. Nah di sini, kita edukasi santri agar di sini zero, di TPS Mandiri juga zero sampah.”

Acara Edukasi Pemilahan Sampah ini selesai Pukul 08.00 Wib, anak-anak pun bergegas masuk ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar (KBM). [Arif Yudistira]

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/