Senin 30 Oktober 2017 adalah hari yang istimewa bagi 66 santri putra kls 12 IPA 1 dan IPS 1.  Di bawah pengawasan Ustad Resi Sadewa Permana, M.Sc.  ustad Wiji Santoso, S.Pd. dan Ustad M. Amirul Mukminin, S.Pd. melakukan pembelajaran langsung di museum. Rombongan di lepas oleh jajaran pimpinan MBS dan dipesankan agar selama kegiatan berlangsung santri agar tetap menjaga etika baik dan mengikuti satu demi satu acara dengan sebaik baiknya.

Kegiatan berlangsung di 3 tempat museum yaitu museum Dewantra Kirti Griya, Museum Pura Pakualaman, dan museum Panglima Besar Jendral Sudirman. Kegiatan ini adalah kegiatan yang menjadi program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan D.I.Y. dengan tema wajib kunjung Museum. Alhamdulilah MBS lewat Ustazah Wahyu Widi Asih, S.Pd. berhasil mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ketiga musseum tersebut sebagai hadiah dari program wajib kunjung museum tersebut.

Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya merupakan museum peninggalan dari tokoh pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara yang berupa rumah dan pendapa. Selain itu, museum juga menampilkan koleksi peninggalan barang-barang yang dipakai oleh beliau beserta keluarga. Museum Pura Pakualaman. Museum tersebut berisi benda-benda bersejarah peninggalan masa Sri Pakualam I sampai Sri Pakualam VIII. Museum tersebut dikelola secara swadaya oleh keluarga Kraton Pura Pakualaman. Museum Sasmitaloka Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Sudirman​ adalah museum sejarah dengan koleksi mengenai perjuangan Jenderal Sudirman .

Santri-santri MBS sangat antusias mengikuti jalannya agenda kunjungan ke museum tersebut dan berharap ada program program lainnya yang dapat diikuti.

 

Olimpiade Ahmad Dahlan (OlimpicAD) V  tahun 2017 yang di helat di Bandar Lampung 26-29 Oktober 2017  telah berakhir. Acara yang bertemakan “Membangun Sinergi dalam Mewujudkan Pendidikan Muhamamdiyah yang Unggul, Kompetitif, dan Berkemajuanini diikuti oleh sekolah-sekolah perguruan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Jadwal kegiatan yang diikuti oleh peserta begitu padat, namun peserta tetap semangat wabil khusus santri-santri PPM MBS Jogjakarta. Total keseluruhan cabang yang dilombakan ada 21 cabang lomba mulai dari Olimpiade Matematika, IPA, Fisika, Kimia, Biologi, News Reading in English, Ismu in Arabic, Ismu in English, Otomotif (SMK), Robotika, Film Indie, Karya tulis ilmiah, desain web sekolah, Bussines Plan (SMK, MA), Penelitian tindakan sekolah, Majalah sekolah, Tilawatil Qur’an, Musabaqoh Fahmil Qur’an, Hafidz Qur’an, dan seni Tapak Suci.

Lomba-lomba dilakukan dalam 3 babak, yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Alhamdulilah santri MBS dapat menorehkan prestasi terbaik di beberapa cabang lomba seperti:

  1. Olimpiade Fisika SMA mendapatkan medali Emas atas nama M Thoriq Mujiddilhaq
  2. Ismu in Arabic SMA mendapatkan medali Emas atas nama Rosti Hanifah Salsabila
  3. Robotika  SMA mendapatkan medali Emas atas nama Fuad Nurohman dan A. ilham Amrozi
  4. Olimpiade Biologi mendapatkan medali Emas atas nama M. Izzul Fikri Noor
  5. Olimpiade IPA SMP mendapatkan medali Emas atas nama Bihar Hikam Ahmadi
  6. Olimpiade matematika SMA mendapatkan medali Emas atas nama Wahid Nurrosyid
  7. Desain Web Site SMP mendapatkan medali Emas atas nama Faza Muhammad Ilham santri MBS 2

 

  1. News Reading SMA mendapatkan medali Perak atas nama Adzania Magfira Sausan
  2. Musabaqoh Fahmil Qur’an SMA mendapatkan medali Perak atas nama masayu Alya Mur’aini, Yamaica Nur Amalia, dan  Sekar Arum Fahma Adzkia

 

  1. Ismu in Arabic SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Hamzah Imawan
  2. Olimpiade Matematika SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Muthia Iza Latifah
  3. Desain Web Site SMP mendapatkan medali Perunggu atas nama Iqbal Sauqi Mubarok dan Faqih Miftahul Ghana

 

 

Hasil ini tentunya menjadi kebanggaan kita bersama. Selamat atas prestasi yang telah ditorehkan, sejarah telah mencatat apa yang telah diraih. Teruslah berbenah, teruslah belajar, teruslah berusaha, teruslah berdoa, teruslah berjuang agar torehan-tortehan prestasi di lain kesempatan dapat lebih baik lagi.

Selasa 10 Oktober 2017 PPM MBS Yogyakarta mengadakan kegiatan pendampingan K-13 untuk Dewan Asatid pengampu kelas 10 (1 SMA). Selain itu ada 15 orang guru IKA yang turut mengikuti kegiatan pendampingan K-13, guru-guru tersebut berasal dari berbagai sekolahan seperti SMA BMD 1 dan 2, SMA UII, SMA Muhammadiyah 1 Prambanan, SMA N Tempel, SMA Sunan Kalijaga, dan juga SMA Islam Pakem.

Pendampingan k-13 di pandu langsung oleh pengawas SMA di kabupaten Sleman bapak Cipto Nugroho, M.Pd. Acara ini terselenggara atas kerjasama sekolah-sekolah di kabupaten Sleman yang tergabung dalam Instruktur k-13  Kalster SMA N 1 Cangkringan dengan dinas pendidikan Sleman. Acara diselenggarakan di kompleks kampus putra, yang dilangsungkan selama 2 jam.

Total peserta yang mengikuti acara pendampingan 31 guru yang terdiri dari 15 orang guru IKA dan 16 orang guru dari MBS. Selama acara berlangsung seluruh peserta sangat antusias mengikuti jalannya pendampingan. Ustad Didik Riyanta, S.Sos.I.  Kepala sekolah SMA MBS Yogyakarta mengharapkan pelaksanaan pendampingan ini  guru-guru dapat menambah keilmuannya tentang k-13 baik administrasi maupun penerapannya di kelas.

 

Catatan manis kembali ditorehkan kafilah MTQ MBS Yogyakarta. Dalam ajang lomba tahunan ini kafilah SMP dan SMA MBS meraih 7 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Dari 12 medali yang diperoleh, jenjang SMA mengumpulkan 8 medali, sedangkan 4 medali lainnya diperoleh dari jenjang SMP.

Pergelaran MTQ tingkat kabupaten Sleman yang diadakan di SMPN 2 Kalasan ini langsung dibuka oleh wakil bupati Sleman, Ibu Dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes.

Dari beberapa medali emas yang didapatkan, diantaranya dipersembahkan dari Musabaqah Adzan atas nama Irfan Aufa ( SMA ), Musabaqah Pidato Putra Farrel Izham Prayitno ( SMA ), Musabaqah Tartilul Qur’an Nuril Kaunaini ( SMA ), Musabaqah Nasyid, Musabaqah Hifdzil Qur’an putra Fata Alhusaini ( SMP ), Musabaqah Hifdzil Qur’an Putri Hayyin. A ( SMP ), dan Musabaqah Tartilul Qur’an Putri atas nama Alifia Nida Zulaikha ( SMP ).

Sementara itu medali perak disumbangkan dari  Musabaqah Pidato Putri Rosti Hanifa Salsabila ( SMA ), dan Gustama Fauzi ( SMP ) cabang lomba Musabaqah Tartilul Qur’an.

Di cabang lomba yang lain Gifa Farabi yang tampil di MHQ putra SMA, Luthfi Hamdan cabang Khutbah SMA dan Musabaqah Syarhil Qur’an SMA harus puas mendapat perunggu.

Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi kafilah MTQ MBS Yogya setelah mampu mengukir prestasi membanggakan.

Didampingi Ust. Agus Mu’alim, S. Ud mengatakan, “ ini modal kami menuju Provinsi, untuk itu anak-anak saya harapkan untuk tidak cepat puas dengan hasil ini. Kita akan berusaha, berlatih dan bekerja lebih keras agar mampu meraih hasil yang lebih tinggi. Kita akan mengikuti pembinaan dan arahan dari tim pembina kabupaten sleman secara optimal agar kembali mengharumkan nama MBS di kancah yang lebih tinggi”, terangnya.

Dengan raihan 7 medali emas ini, kafilah MTQ MBS baik SMP dan SMA akan mengikuti pelatihan dan pembinaan yang akan diselenggarakan panitia MTQ kabupaten Sleman, dan berhak maju mewakili kabupaten Sleman ke tingkat Provinsi DIY yang akan digelar pada tanggal 8 November 2017

Kafilah MBS yang terdiri dari 16 peserta, berhasil meraih 5 medali di ajang olimpiade kitab kuning yang diselenggarakan Forum Silaturahim Pondok Pesantren ( FORSIPP ) daerah Kabupaten Sleman.

Dari kelima medali tersebut, MBS Yogyakarta berhasil menyumbang 2 medali emas dari marhalah wustho, cabang akhlak, kitab Minhajul Abidin.

Kedua santri peraih medali emas Rosti Hanifa Salsabila dan M. Fuad Anshori yang masih tercatat sebagai santri kelas XII ini berhasil mendapatkan poin tertinggi dalam penilaian yang dilakukan dewan juri.

Selain Rosti dan Fuad, ada 3 nama lain yang juga berhasil mengharumkan nama MBS , M. Fata Alhusnaini kelas IX berhasil meraih medali perak marhalah ula cabang akhlak kitab Bidayatul Hidayah.

Sementara itu perolehan perunggu ditorehkan oleh 2 santri, Abid Muhammad Taufik kelas XII IPA, marhalah Wustho cabang nahwu kitab Kifayatul Ashab, dan Sekar Arum Fahma kelas XII IPA, marhalah Ulya cabang akhlak kitab Ihya Ulumiddin.

Pelaksanaan Musabaqah yang diadakan di Ponpes As Sholihah, Jonggrangan, Mlati, Sleman ini diikuti 16 Pondok pesantren, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 72 dengan mengusung tema “ Membumikan Hasanah Kitab Kuning di Bumi Nusantara”.

Perolehan 5 Medali di ajang olimpiade kali ini sangat prestisius dan menjadi sinyal positif bagi pondok pesantren MBS yang mengusung keseimbangan ilmu umum dan agama, para santri mampu membuktikan dan bisa bersaing dengan pondok pesantren lainnya yang notabene selalu berkutat di masalah kitab kuning.

Harapan kedepannya, semakin banyak lagi santri MBS yang ikut berpartisipasi dalam ajang musabaqah-musabaqah kitab kuning lainnya, yang endingnya santri semakin cinta dan senang dengan kitab-kitab klasik, sehingga dengan kecintaannya menumbuhkan pemahaman dan pengamalan dari ilmu yang ada dalam kitab tersebut.

https://mwa.ipb.ac.id/-/slot-gacor/ https://sipil.ft.uns.ac.id/wp-content/plugins/