Khartoum menjadi saksi akan keinginan yang kuat dari para amil Lazismu untuk memulai langkah, kota ini menjadi permulaan gerakan baik itu didendangkan. Sebanyak 13 orang amil datang dengan memiliki potensi dan kekuatannya masing-masing, bahkan dua orang amil yang sedang studi di kampus Alqur’an Omdurman pun dengan semangat datang ke Khartoum. Salah satu dari mereka akan melaksanakan ujian besok. Do’a terbaik untuk kemudahan ujiannya.

Setiap langkah yang tidak diawali dengan Bismillah maka amalan tersebut akan terputus, ya hadist ini yang sangat terngiang-ngiang dalam benak saya agar berusaha untuk memulai sesuatu dengan Bismillah. Maka dari itu mengawali tulisan ini dengan bertema “Mengawali Langkah dengan Basmalah” supaya nantinya gerakan filantropi Lazismu Sudan diberikan kemudahan dan keberkahan. Aamiin.

Melihat wajah baru dan lama bersama memberikan kesan bahwa siapapun yang ingin masuk dalam Lazismu memiliki kesamaan untuk membantu dan bermanfaat untuk sesama, sehingga anak lama tidak merasa senior ataupun yang baru tidak merasa sangat junior. Yang ada adalah kesemuanya semaksimal mungkin untuk saling melengkapi dan berusaha untuk mengasah potensi dan memberikan yang terbaik serta dinaungi dalam membantu dan berjuang karena Allah.

Dalam arahan Mas Wahidin selaku kepala kantor pun sangat memberikan arti yang mendalam bagi para amil lainnya, yakni Lazismu tidak akan memberikan dampak benefit secara materi yang banyak ataupun sedikit, karena di Muhammadiyah di minta untuk semua yang berjuang di sana ikhlas, namun lebih dari itu benefit yang diraih di Lazismu ialah melalui skill, Ilmu dan juga kepekaan kepada sesama. Skill di sini di artikan semuanya akan diasah potensinya seperti pelatihan penggalangan dana dan pelayanan donatur yang baik, juga bagaimana membuat program yang berdampat bagi penerima manfaat. Amil juga akan mendapatkan ilmu fikih ziswaf, juga sejarah filantropi di Indonesia.

Semoga tulisan di awal pergerakan ini menjadi saksi sejarah yang dilakukan oleh amil-amil lazismu sudan yang tadi berkumpul di Shobirin. Total 13 amil satunya masih berhalangan hadir karena sedang di tanah suci. Bismillah Tahun ini memberikan dampat terbaik dan juga hasil yang terbaik

 

‘Selama Perjalanan nanti akan ada badai yang harus diterjang dan juga dinamika yang harus di nikmati, namun yakinilah dimanapun Amil berada disanalah Amil di percaya dan juga dimanapun Amil berada disanalah Amil berkarya’.

Oleh : Hanief Arkaan, anggota PCIM Sudan (Alumnus MBS angkatan 2019, mahasiswa semester 7, jurusan Syari’ah wal qonun. International University of Africa, Sudan)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *