Generasi Thariq bin Ziyad di Era Milenial

Salah satu pahlawan besar Islam yang banyak dikenang dan diingat orang adalah seorang panglima yang bernama Thariq bin Ziyad. Thariq adalah salah seorang panglima terbesar dalam sejarah Islam yang merupakan prajurit Kerajaan Umawiyah (Bani Umayyah). Setelah Musa bin Nushair membuka jalan pasukan Islam ke Eropa, Thariq bin Ziyad menyempurnakannya dengan menaklukkan Andalusia. Atas perintah Khalifah al-Walid bin Abdul Malik, Thariq membawa pasukan Islam menyeberangi selat Gibraltar menuju daratan Eropa dari sinilah sejarah bangsa Ifranji –sebutan untuk orang-orang Eropa- itu berubah.

Itulah secuil kisah Pahlawan Islam yang merubah dunia. Dalam tulisan ini tidak akan mengulas kisah sejarah tersebut, akan tetapi ada kisah seorang siswa SD yang akan mengawali kiprahnya di kancah Nasional, sebut saja Gibraltar Fadlin Kamil putra pertama dari bapak Luqmanul Hakim dan Ibu Farihah Mahmudah. Gibraltar Fadlin Kamila tau sering dipanggi Attar ini merupakan siswa kelas 4 dari SD Muhammadiyah “MBS” Prambanan dan juga merupakan siswa angkatan pertama dari SD MBS Prambanan. Attar mempunyai kepribadian yang baik, anak yang halus hatinya (tidak pernah marah) sejak duduk di bangku kelas 1 Attar sudah terlihat kecerdasannya terbukti secara akademik selalu 3 besar dikelasnya. Dan mulai dikelas  3 terlihat kemampuannya di bidang sains sehingga berbagai macam lomba dia ikuti untuk mengasah kemampuannya dan di tahun yang ke 4 ini Attar bisa lolos masuk ke tingkat Nasional Olimpiade Sains di bidang IPA. Event yang diselenggarakan oleh Emerald Education Center  menjadi jalan Attar untuk meningkatkan prestasinya, membuka pintu prestasi di tingkat nasional. Attar akan mewarnai di kancah bergengsi ini pada  hari Sabtu, 30 Maret 2019 di Universitas Ma Chung dengan alamat Villa Puncak Tidar Blok N No. 1, Karangwidoro, Malang, Jawa Timur. Di tempat tersebut akan hadir peserta seluruh Indonesia. Dan SD Muhammadiyah “MBS” Prambanan menjadi bagian dari perhelatan akbar tersebut.

Sebelum berangkat Attar didampingi oleh ustadz Eko Priyo Agus Nugroho, S.Pd selaku Kepala Sekolah, ustadzah Sri Lestari, S.Pd selaku official di Malang dan ustadzah Suciati Komalasari, S.Pd. selaku guru pembimbing Olimpiade memohon do’a restu kepada Direktur Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sleman Yogyakarta ustadz Fajar Shadik, Attar diterima langsung oleh ustadz Fajar di ruang tamu. Senyum berseri dari ustadz Fajar menyapa Attar bersama para pendamping, sapaan ringan terlontar dari ustadz Fajar kepada Attar dengan bahasa Arab,

Ustadz Fajar : مَاإِسْمُكَ؟

Attar                :   إِسْمِيْ أَتَّر

Ustadz Fajar :  مِنْ أَيْنَ أَنْتَ ؟

Attar               : أَناَ مِنْ مُعْغُور

 

Ini sepenggal percakapan ustadz Fajar dan Attar, direktur mempunyai kebiasaan ketika bertemu siswa pasti bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab. Ustadz Fajar memberikan motivasi sekaligus pesan yang isinya adalah antara lain :

 

  1. semua ini adalah nikmat dan ridho dari Allah Subhanahu wata’ala yang wajib disyukuri, jangan sampai sombong dan tetap rendah hati.
  2. Berusaha semaksimal mungkin dan memohon kepada Allah untuk hasil yang terbaik dengan shalat Dhuha dan Tahajud
  3. Karena membawa nama baik Pondok Pesantren MBS dan SD MBS hendaknya tetap menjalankan semua kebiasaan baik yang sudah dijalani di sekolah selama di tempat lomba.
  4. Untuk pendamping ustadzah Sri Lestari agar tetap menjalankan kaidah pondok pesantren dalam melaksanakan pendampingan kepada anak secara penuh.

 

Ustadz Fajar memberikan apresiasi kepada Attar dan juga para pendamping yang sudah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik untuk siswa dan sekolah. Semoga dengan adanya siswa yang maju ke tingkat nasional ini dapat memberikan inspirasi bagi siswa-siswi yang lain untuk meningkatkan prestasi-prestasi yang lain tidak hanya akademik saja akan tetapi prestasi sesuai dengan minat dan bakat masing-masing siswa.
Prestasi Attar ini merupakan ridho Allah melalui proses yang panjang, ada guru yang selalu membimbing yaitu ustadzah Suciati Komalasari, S.Pd atau lebih dikenal dengan ustadzah Mala sebagai tentornya yang merupakan guru SD Muhammadiyah “MBS” Prambanan dengan sabar mendampingi setiap selesai sekolah, semua ini murni usaha dari guru SD MBS pengampu Sains Club bidang IPA yang merupakan bagian dari extrakurikuler disekolah dan tidak menggunakan pihak dari luar murni dikelola sekolah. Selain ustadzah Mala ada ustadzah Sri Lestari sebagai tutor Sains Club bidang Matematika pencari “pintu” (event lomba) untuk mengasah dan menambah pengalaman para siswa melalui Olimpiade dibidang Sains.

 

Inilah SD Muhammadiyah “MBS” Prambanan yang menerapkan konsep pendidikan yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu umum di tingkat SD, biarpun materi pelajaran yang banyak akan tetapi siswa-siswi bisa berprestasi. Semoga dengan lolosnya Attar maju ke tingkat nasional ini menjadi pembuka pintu kejayaan SD Muhammadiyah “MBS” Prambanan seperti pada masa Thariq bin Ziyad, aamin ya Rabbal ‘alamin

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest